Langsung ke konten utama

Tips Merawat Kebaya Kutu Baru yang Harus Kamu Tahu

Ada beberapa Tips Merawat Kebaya Kutu Baru yang Kamu Harus Tahu! karena sebagian wanita sering merasa bingung ketika akan pergi ke pesta akan menggunakan pakaian yang seperti apa. Saat ini sedang ngetrend mengenai kebaya yang dapat dipakai di acara formal maupun non-formal. 

Kebanyakan wanita tentu menginginkan desain yang sederhana namun memukau. Wanita sering sekali memilih busana yang berbau-bau tradisional. Tidak dapat dipungkiri jika jenis pakaian kebaya juga merupakan pakaian yang banyak sekali peminatnya. Bagi wanita berkerudung sendiri misalnya, jenis pakaian yang cukup cocok untuk mereka.

Nah saat ini sudah berkembang mengenai  kebaya kutu baru.  Kebaya yang satu ini begitu cocok digunakan di acara formal maupun non-formal. Meski desainnya sederhana, nyatanya jika dikenakan, kebaya jenis ini memang terlihat anggun di tubuh pemakainya. Bagi kamu yang berkerudung juga tidak perlu merasa khawatir karena kebaya satu ini juga menyediakan kebaya yang didesain untuk wanita berjilbab.

Kebaya Kutu Baru
Salah Satu Model Kebaya Kutu Baru

Namun Ada beberapa tips agar kebaya yang satu ini tetap terjaga kualitasnya:

Mencuci Kebaya dengan Tangan 
Cara merawat kebaya yang paling utama ialah dengan cara mencucinya menggunakan tangan, bukan mesin. Hal ini tentu karena dikhawatirkan jika mencuci dengan mesin akan membuat kebaya kita menjadi rusak, melar atau bentuknya berubah. Selain itu kebaya yang berbahan brokat juga dapat tersangkut ke pakaian lain. Mencuci dengan tangan mengurangi resiko pakaian menjadi luntur. Ingat, gunakan deterjen khusus untuk mencucinya.

Gunakanlah Deterjen Cair
Penggunaan deterjen cair pada kebaya kutu baru yang kita punya bukan tanpa sebab. Deterjen cair biasanya lebih mudah dibilas, tidak meninggal bekas juga mengurangi resiko pakaian menjadi luntur. Setelah dicuci tentu warnanya tetap akan cantik.

Menghindari Penggunaan Produk Pemutih 
Sebagian orang mengira jika pemutih dapat menghilangkan noda yang menempel pada kebaya, padahal pemahaman ini begitu salah. Selain itu, cairan pemutih dapat merusak warna dan serat kain atau tekstur kebaya kita. Jika hal ini kita lakukan terus-menerus, bukan tidak mungkin jika kebaya akan mengalami kerusakan dan rapuh.

Menjemur Kebaya di Tempat yang Tepat
Sebagian dari kita sering sekali menjemur pakaian di tempat yang panas alias terpapar sinar matahari secara langsung. Padahal hal ini tergolong keliru, terutama bagi kebaya kita. Selalu ingat untuk menjemur kebaya kita di tempat yang teduh dan berangin. Tentunya kita ingin kebaya kering dengan baik tanpa ada warna yang rusak karenanya.

Melapisi Kebaya Saat Disetrika
Merawat kebaya kutu baru tidak boleh asal-asalan. Untuk menjaga kualitas dari kebaya kita agar tetap baik seperti baru maka disarankan untuk melapisinya ketika akan menyetrika. Setrikalah kebaya dalam keadaan tidak terlalu panas suhunya.

Menyimpan dengan Cara Digantung
Menyimpan kebaya dengan cara digantung tentu memiliki maksud dan tujuan. Tujuan menggantung kebaya ialah agar terhindar dari masalah kusut. Jadi kapanpun kita ingin menggunakannya tidak perlu menyetrikanya lagi.

Jangan Menyemprot Wewangian Secara Langsung
Menyemprot wewangian ke kebaya kutu baru secara langsung dapat merusak serat kain itu sendiri. Perlu diingat jika kebaya terlalu lama di dalam lemari akan berbau apek. Solusinya ialah sering-sering mengeluarkan kebaya dan menganginkannya. Disarankan untuk menggunakan cairan pelembut juga pewangi dari bahan alami yang tidak akan merusak warna dan serat kebaya.

Demikianlah uraian singkat mengenai cara merawat kebaya kutu baru yang harus diketahui oleh para wanita. Semoga kita dapat menjaga kebaya kita dengan baik ya! Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.