19 April 2016 merupakan moment berarti untuk saya dan beberapa teman dari kalangan Blogger Kepri, Dimana malam ini kami di undang untuk menyemarakkan Launching Applikasi MYJNE. Disela sela makan malam dan ngobrol ngobrol santai disebuah restoran di kawasan Batam Centre Kota Batam, Mbak Hendrianida Primanti Selaku Head Of Marketing Media Relation menjelaskan sedikit tentang MYJNE, dengan menginstall Applikasi MYJNE Di Android, maka pelanggan dimudahkan untuk mengecek tarif pengiriman, mengetahui kantor JNE terdekat dan pastinya melakukan transaksi akan lebih mudah dan menghemat waktu.


Read More

Danau Toba Sumatera Utara Medan
Langit Cerah Dari Danau Tob


Tgl 23 Maret 2016, jam 20.00 malam aku tiba dibandara International Kualanamu Medan, sembari menunggu kedatangan 2 temanku yg dari balikpapan dan jakarta, aku memilih duduk dan makan disekitaran Musholla yang ada dibandara, setelah perut terisi aku mencari posisi paling nyaman untuk merebahkan badan..pilihan aman buatku saat itu adalah Musholla..kenapa?


Karena diluar kurang aman bagi wanita apalagi sendirian. Sembari membaca buku doa2..sesekali mata ku terpejam, jadilah malam itu benar2 kuhabiskan duduk dimusholla saja..sampai jam 23.00 ke2 temanku tiba, setelah berkenalan dan ngobrol sesaat, aku memilih tidur lagi...dasartukangtidur..yang namanya tempat umum, bisa dibayangkan tidur itu gak bakalan nyenyak deh..sebentar2 bangun...apalagi AC sentralnya aduhaiii rasanya mati rasa sudah badanku...Sudah pake kaos kaki, jaket, sarung tangan..kain..tetap aja tuh ruangan dingin banget. Jam4.30 musholla semakin ramai karena mau melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah, Setelah itu kami memilih bersih2kan badan.


Sekilas Cerita tentang Danau Toba yang akan kami kunjungi,
Awal terbentuk nya Danau Toba ini sekitar 73.000 hingga 75.000 tahun yang lalu, Dan Danau Toba ini  merupakan sebuah danau vulkanik yang ada di Indonesia tepatnya Di daerah Sumatera Utara. Danau yang memiliki panjang 10 Km dan Lebar 30Km ini merupakan Danau Terbesar Di Indonesia dan Se Asia Tenggara, Wah kebayang donk gimana luasnya Danau ini. Kecantikan Danau Toba bertambah dimana disekelilingnya berjejer bukit bukit nan hijau, dan sangat menakjubkan. Tak heran Danau Toba menjadi Destinasi Wajib dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara ketika berkunjung ke Sumatera Utara. Dan bagiku ini kali ke 2 aku mengunjungi Danau Toba, kalo ditanya kok kesana lagi ? jawabannya simple.. DANAU TOBA LUAR BIASA


Jam 7.15 salah satu teman kami yang terbang dari jakarta pun tiba..okeh pesertanya lengkap semua 4 orang..Kami tak buang2 waktu lagi, Jemputan pun juga sudah menunggu didepan Lobby bandara, Dengan menggunakan mobil Avanza kami dikenakan biaya Rp 80.000 per orang dari Kuala Namu menuju Parapat. 4 jam perjalanan sampailah kami Di Pelabuhan Tigaraja.

Danau Toba  Sumatera Utara Medan


Danau Toba  Sumatera Utara Medan
Danau nya Luas  Seperti Lautan


Danau Toba  Sumatera Utara Medan
View yang bikin gak bosan ke Danau Toba







Danau Toba  Sumatera Utara Medan


Baca juga wisata di sidamanik sumatera utara 



Karena kami ingin menginap di Hotel Carolina Tuk Tuk dipulau Samosir, maka kami pun harus menyebrang kurang lebih 1 jam dengan biaya Rp 15.000 / per orang. Enaknya Hotel Caroline ini, penumpang bisa diantar langsung didepan Lobby Hotel, jadi ketika turun dari kapal, Ya udah langsung deh menuju Receptionis untuk check in. Pilih pilih lokasi kamar, dapatlah kami kamar dengan view menghadap Danau Toba. Rp 180.000/ permalam untuk 4 orang, Lumayan kan untuk share costnya. Dan  lumayan juga bisa menikmati bukit bukit yang berbaris rapi begitu indah dipandang mata di depan Danau Toba.



Hotel di Danau Toba


Hotel di Danau Toba
Jangan Ragu untuk meloncat Ke Danau Toba..Airnya segar eeii


Kamar Kami menghadap Danau Toba langsung

Jadwal Kapal dari Pelabuhan ke Hotel Caroline


























Read More
Hari sabtu 16 -17 April 2016 ini, aku diberi kesempatan oleh Komunitas PARI untuk bergabung mengenal daerah Pulau Panjang - Barelang lebih dekat. Memang sebelumnya aku belum pernah ke pulau ini, makanya aku sangat tertarik untuk mengikutinya, apalagi di Pulau Panjang memiliki penduduk, artinya aku bisa langsung bercengkrama dengan masyarakat disini. Hal yang paling aku senang jika mengunjungi pulau pulau di Barelang ialah aku seperti merasakan pulang kampung, maklum saja rumah rumah masyarakat di Pulau sebagian besar terbuat dari kayu, dan benar benar mengingatkan ku dengan rumah Datok nenek dikampung.


Menikmati Sore

Sabtu sore jam 4 setelah semua peserta berkumpul di pelabuhan Sei Jantung jembatan 5 barelang ( bersebelahan dengan ex camp. vietnam ) , kami pun menyebrang sekitar 30 menit melalui perairan menuju pulau panjang, Suasana sore ini cukup cerah, langit biru pun menemani perjalanan kami yang menyenangkan ini, apalagi para kurcaci kecil yang turut meramaikan pancung kami membuat suasana menjadi riuh.

Menuju Pulang Panjang dari Pelabuhan Sei Jantung

Tiba di Pulau Panjang, seorang wanita muda menyambut kedatangan kami, Ternyata ia bernama Echi, penduduk asli Pulau Panjang, nah dirumah beliaulah kami menginap.. Sambutan pertama kami kerumah beliau disajikan kue dan teh es, waahh lepas dahaga kami, dan aku pun segera pamit untuk membersihkan diri, secara memang badan sudah berkeringat. Siap mandi ternyata aku sudah ditungguin teman2 untuk menjelajah pantai, Badan sudah segar pastinya siap donk dibawa kemana saja tuk mengelilingi pulau panjang. 

Melewati sedikit semak dan rumput yang tinggi tak lantas membuat ku malas karna aku sudah mandi, namun membuatku semakin bersemangat, karna memang aku senang dengan perjalanan seperti ini, apalagi anak2 begitu semangatnya, masak kita yang dewasa kalah semangat, malu dong :) , 10 menit berlalu kami sampai ditepi pantai, air laut sedang surut, sehingga yang tampak hanyalah batu2 karang dan matahari yang akan kembali pulang. Masing masing mengambil posisi untuk mengabadikan moment kebersamaan, tak terkecuali dengan ku juga. Sampailah maghrib tiba, kami pun pulang kerumah.

Pasukan Penyemangat 


Mari Melompat Lebih Tinggi

Siap sholat Maghrib, menu cantik didapur sudah menunggu kami, Ayam goreng kecap, sotong sambal,kerupuk, gulai ikan. hmmmm.. nikmat sekali makan malam bersama kali ini, meski aku sedang sariawan, tak menyurutkan mulut ini terus menguyah. benar benar merasa dirumah orang tua sendiri.. perut kenyang, bantu cuci piring, sholat isya, ambil posisi... tiduurrr aahhhhh..zzzzzttt

Pagi2 setelah melihat terang suasana diluar dari celah2 pentilasi, aku pun menuju pintu dapur mau melihat laut...eeeitts ternyata sang foto Grapher Mas Bams sudah duduk manis menanti Sunrise, wahh benar2 segar udara disini, tinggal buka pintu, hamparan bukit bukit dan laut terpampang didepan mata, Subhanallah indahnya pagi ini. Kopi teh manis serta roti tawar sudah tersedia, Duuuh baik banget keluarga Mbak Echi ini..

Sunrise dari Jendela Rumah Mbak Echi


Rumah yang memberi Kenyamanan bagi kami


Si Ibu yang setia menemani anaknya di pagi hari

Acara mengisi perut selesai, kami mengelilingi Pulau ini, melihat satu persatu bangunan yang ada disini, Untuk ukuran 200 Kepala Keluarga,  pulau ini terbilang cukup panjang, dan benar2 terasa damai karna jauh dari suara kebisingan kendaraan, Dan mereka juga sangat ramah kepada kami. Terus berjalan menyusuri jalan yang sudah di semen sampai menyusuri semak belukar lagi demi menemukan pantai diujung jalan ini., akhirnya berhenti juga dibawah pepohonan sembari beristirahat dan menikmati pantai kecil, Melihat sang foto Grapher memotret tanpa subjek hidup, aku pun menawarkan diri untuk difoto sebagai model penunggu kapal karam . Lihatlah betapa cantiknya langit hari ini, dan abaikan saja model nya..hahahah.. :)


Penunggu Kapal Karam :) 


Air Sumur yang segar dan debit airnya deras

Matahari mulai naik dan isi perut juga mulai bermain musik, Kami pun beranjak pulang, Diperjalanan kami berhenti menuju sumur yang airnya segar bangeeettt,, kuminum airnya enak sekali rasanya, dan tak lupa mencuci muka, sehingga rasa segar kembali terasa diwajah. Tiba dirumah lagi2 makan siang telah siap... Aduhaii melihat menunya rasanya gak mau buang buang waktu untuk mengisi perut, ada Kerang, sambal cumi, kerupuk, ikan bakar, ikan goreng, sayur  Apalagi ada Sambal terasi yang enak...beneran 100 persen ENAK! aku ampe nambah nambah terus makannya.. sampai2 Mas Bams memberikan nama sambal ini dengan julukan Sambal Berbisik,..dengan alasan mungkin sambal ini lah yang membisikkan telinga kami, hayo nambah...nambah dan  nambah lagi..hahahah gak lagi pake jaim atau malu malu...sekejap saja sambal berbisik itu pun ludes..

Makan siang 

Perut kembali terisi dengan kenyangnya...siap makan dan cuci piring, kami pun bersantai mengistirahatkan badan, karna sudah jam 1 kurang, kak Rina sudah masuk kamar berbaring, sementara aku duduk  diruang tamu bersama echi dan Mas Guntur, sedang asyik ngobrol tiba2 terdengar suara tangis anak2 karena salah satu abangnya naik pancung utk memarkirkan pancung ke air yang lebih dalam, karna sore air surut.. Nah ketika tangis anak2 tak berhenti, maka Mas Guntur kedapur, diikuti oleh echi dan aku, kulihat semua sudah naik pancung ..eeeh jadilah ikut semua naik pancung, aku kembali kekamar, kulihat Kak Rina sedang tertidur.. tak berani membangunkan ya udah kami semua pergi menyebrang laut.. gak jauh kok cuma di belakang rumah, namun view nya itu loh ajiiibbbbb...walau panas terik luar biasa membakar wajah.


Suka Suka Bersama Team PARI

Pantai Pasir Putih nya Cakep eii


Pasir Busong
Bintang Lautnya Banyak banget


Jam 3 kami sudah kembali kerumah, mandi dan beristirahat kembali, sembari menunggu jam 4 untuk kembali ke batam, Alangkah menyenangkan wisata pulau kali ini, dan saya sangat berterima kasih kepada Komunitas PARI yang memberi saya kesempatan untuk ikut acara bakti sosial mereka.
Untuk diketahui sedikit yang saya tau, PARI ini komunitas yang sering mengadakan kegiatan sosial didaerah, mereka tak segan membantu penduduk membersihkan area penduduk, sehingga daerah tersebut lebih bersih..

Bakti Sosial ini dipersembahkan Oleh PARI





































Read More

Gathering Blogger JNE



Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih Kepada Pihak JNE yang telah mengundang blogger kepri untuk hadir menyemarakkan peluncuran Applikasi MY JNE bagi pengguna Android, Dimana  dengan MY JNE ini pengguna bisa lebih muda melacak pengirimannya, mengecek biaya pengiriman dan melakukan pencarian kantor JNE terdekat di kota kita.


Bertempat di Kez"s Bakery and Restaurant batam centre yang telah ditentukan, Kami bertemu dan berkenalan lagi dengan blogger blogger yang biasanya kami ngobrol hanya lewat media sosial Whatsapp, dan pastinya berkenalan dengan Staf JNE yang sangat ramah juga.
Sembari menikmati makan malam dan ngobrol ringan dengan sesama blogger,  Pihak JNE Mbak Hendrianida Primanti selaku Head Of Marketing Media Relation,  memberitahukan bahwa  JNE sedang mengadakan roadshow ke beberapa kota, dan Alhamdulillah Batam merupakan kota ke dua yang dikunjungi setelah kota Bandung. Terimakasih buat blogger senior yang telah menyebarkan form JNE yang harus kami isi data2 nya , sehingga peserta tercukupi  dan kita pun bisa berkumpul :) 




Gathering Blogger JNE



Gathering Blogger JNE
Mbak Hendrianida  ( Mbak RIA ) dari JNE yang tengah


Gathering Blogger JNE
Merchandise Dari JNE untuk Blogger Kepri


Gathering Blogger JNE
Makan Malam sepuasnya yang di Sponsori oleh JNE



Gathering Blogger JNE
Bonus Foto Bareng Sama Sang Motivator  Jalankemanagitu.com



Gathering Blogger JNE
Isi Bag nya bikin senyum2 :) 

Setelah sesi tanya jawab tentang applikasi MYJNE selesai, maka wajah kami semakin ceria ketika Pihak JNE membagikan Merchandise JNE, siapa sih yang berani menolak dapat undangan seperti ini?? di jamu dengan makanan yang enak. minuman yang melegakan tenggorokan dan bisa berkumpul tertawa, bercanda, dan bahagia bersama.
Terimakasih JNE.

Read More
Mencoba sesuatu yang baru tentulah impian setiap orang, Termasuk Aku dan teman teman yang ingin nge trip ke Aceh melalui Medan menggunakan Bus Sempati Star. Bus yang kudengar dari cerita cerita orang sangat nyaman karena dilengkapi dengan Wifi, Selimut, bantal dan pastinya Tempat duduknya yang empuk mengalahkan kursi pesawat.


Bus Impian Kami 

Read More
Rasanya kita semua pernah mendengar nama CUT NYAK DHIEN, seorang pejuang wanita yang dilahirkan di Aceh pada tahun 1848, Pejuang yang sangat gigih meneruskan perjuangan sang suami Teuku Umar melawan penjajah Belanda. 

Saat berlibur ke Aceh, saya tak menyia nyiakan ajakan sang tour Guide untuk membawa kami kerumah Cut Nyak Dhien. karena selama ini saya tau Cut Nyak Dhien ini dari buku sejarah saja.
Rumah beliau berada di Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Rumah Panggung yang terbuat dari kayu ini bukanlah rumah asli beliau, karna rumah aslinya sudah dihancurkan oleh belanda, Namun Rumah ini hanya replika nya saja, dibangun oleh Depdikbud dan di resmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Fuad Hasan pada tahun 1987.

Saat kami tiba dan masuk kedalam rumah Cut Nyak Dhien, suasana sejuk pun terasa, maklum saja rumah ini semua berbahan kayu, dan perabotan yang ada pun semua terbuat dari kayu juga, Rumah ini cukup besar dan pastinya bersih, Suasana di sekitar halaman rumah pun hijau dan asri. Sekitar 20 menit kami berkeliling didalam rumah, sambil mendengarkan cerita dari penjaga rumah tersebut.. 

Duhai penerus bangsa, ketika kamu berada dalam rumah ini, rasakan lah bagaimana perjuangan seorang wanita yang begitu gigihnya melawan penjajah, agar bangsa indonesia tidak diperlakukan semena mena oleh negara Lain. Dari dalam hati saya berucap syukur, telah memiliki Pahlawan wanita seperti Beliau. 




Teuku Umar & Cut Nyak Dhien



Lantai nya bersih banget




















Read More
Saat memilih berlibur ke Banda Aceh, pastikan kita mengatur itennary perjalanan ketempat wisata yang akan kita kunjungi, karena Aceh ternyata memiliki banyak tempat wisata yang untuk bersantai, sayang kan jika ke Aceh hanya menghabiskan waktu di satu tempat saja ?

Tour 1 hari ini, kami gunakan untuk berkeliling kota Banda Aceh, Selain berkunjung dari Masjid Ke Masjid dan mendatangai Museum Tsunami Aceh, kami juga mendatangi sebuah taman yang menurutku sangat nyaman untuk tempat bersantai, bermain, bahkan untuk foto2. Taman ini bernama Taman Putroe Phang, Taman yang diresmikan kembali maret 2009 ini terbilang bersih, karena masyarakat yang berkunjung kesini taat dengan peraturan untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saat bersantai disini, mata pun sangat nyaman memandang taman ini.. eeitt.. bukan hanya tempat bersantai saja loh , ternyata ada sejarah nya juga taman ini dibuat dahulunya.

Secara garis bersarnya saja ya, Taman Putroe Phang ( Taman Putri Pahang ) adalah taman yang dibuat oleh Sultan Iskandar Muda semasa kepemimpinannya ( 1607-1636 ) untuk sang Permaisuri tercintanya yang berasal dari Kerajaan Pahang Malaysia. Dibangun Taman ini bertujuan agar Sang Permaisuri tidak merasa kesepian jika ditinggal Sultan menjalankan Tugas. Wah wah sebegitu besarnya cinta sang Sultan ya kepada Permaisurinya.. :) :)

Tak jauh dari taman nampak sebuah bangunan kecil ditengah2 kolam, Bangunan ini seperti kubah dan disebut Pintoe Khop. Nah Pintoe Khop ini merupakan pintu gerbang yang menghubungkan taman dengan istana dahulunya.

Baca juga  wisata museum tsunami 



Taman Putroe Phang
Pintoe Khop


Taman Putroe Phang




Taman Putroe Phang
Tempat mandi Sang Permaisuri

Selain itu di Area taman ini juga terdapat 2 jembatan gantung, untuk menyebrangi kolam ini, Jembatan ini nampak cantik dan kokoh, sehingga saat kami melewati berlima goyangan nya pun tidak begitu terasa. Ada juga disediakan tempat duduk lengkap dengan payungnya yang biasa dipakai oleh anak anak remaja bersantai, kemudian fasilitas palyground-Nya yang lumayan bikin anak anak kecil betah bermain.

Baca juga

Rumah Cut Nyak Dhien - Aceh


Taman Putroe Phang
Jembatan Gantung yang kokoh


Taman Putroe Phang
Suasana Kolam yang tenang dan bersih


Taman Putroe Phang
tempat Bersantai

Taman Putroe Phang
Play ground untuk anak anak



Taman Putroe Phang
Gerbang yang atap dicat pink..jadinya cerah eeii


Setelah puas berkeliling ditaman Putroe Phang, kami dibawa ke Taman sari Gunongan yang lokasinya tak jauh dari sini. Suasana disini pun sepi, tenang dan bersih, Saat ini hanya kami ber lima disini, Alhasil kami sangat puas berkeliling disini. Gunongan ini cantik sekali, bentuknya seperti bunga bersegi segi dan atasnya berbentuk mahkota, Sebelum sampai kepuncak gunongan ini, kami harus melalui pintu besi dan lorong2...aaah kukira disini tempat yang cocok untuk bermain petak umpat, ternyata ini tempat sang Permaisuri bercengkrama dengan dayang2 nya, tempat berganti pakaian dan mengeringkan rambut seusai berenang di kolam pemandian.


Taman Sari Gunongan
Saya tidak sedang dijeruji besi..namun di Gunongan sang Permaisuri

Taman Sari Gunongan
Gunungan yang cantik dan Kokoh



Taman Sari Gunongan
Makam Sultan Iskandar Thani  (Menantunya Sultan Iskandar Muda )


Bangunan ini bukti dan nyata , bahwa begitu besar rasa cinta sang Raja kepada Permaisurinya..Patut berbangga Hati melihat bukti sejarah ini masih tetap terawat sampai saat ini. Yuk ah ikut menjaga keberadaan Sejarah ini, ketika berkunjung kesini ceritakanlah kembali kepada Dunia semampumu..








Read More