Hari minggu  cuaca diluar cukup panas, ngemall memang pilihan yang tepat jika lagi malas berpanas panasan di pantai. Tak terkecuali diriku dan beberapa temanku yang memutuskan untuk ngumpul bareng. Maklum sudah lama kami tidak berjumpa. Nah pilihan kami kali ini adalah Grand Mall Batam yang merupakan Mall baru yang sangat besar.

Cuaca yang panas diluar membuat kerongkongan menjadi kering, menikmati minuman dingin adalah solusinya. Karena kami termasuk pecinta chocolate akhirnya kami memutuskan untuk nongki syantik di sebuah cafe minimalis yang baru saja buka di Batam, yakni Brun Premiun chocolate.

Pengunjung siang ini 28 Juli 2019 sangat ramai, maklum saja sih diriku karena  Brun Premium chocolate ternyata memang sedang melakukan grand opening outlet yang ke tujuh di Batam, sebelumnya Brun sudah terlebih dahulu hadir di Jakarta, Tangerang dan Jogjakarta. 

Nongki Syantik di Brun Choco


MENU BRUN PREMIUM CHOCOLATE

Brun Signature Chocolate IDR 28K
Brun Signature Chocolate merupakan minuman yang  benar benar original diolah dari  coklat saja tanpa gula, namun jika tamu ingin menambahkan gula juga diperbolehkan sesuai dengan takaran yang diinginkan 50 persen, 70 persen atau 100 persen, dan pastinya gula yang digunakan non kalori.

Brun Variant Rasa IDR 33K
Bagi yang senang dengan aneka rasa toping,  Brun juga menyediakan  minuman berbahan dasar chocolate asli  dengan campuran Pandan, Pink Salt, Cookie Dookie, Jamaican Berries, Banana, Hazelnut, Orange, Mojito dan juga Peppermint.

Sang Founder  Brun Mr.Alvin Costantine dan tamu 

Disela sela kesibukan saat memantau tamu yang hadir, Mbak Vita selaku marketing Brun sedikit menjelaskan beberapa kandungan yang terdapat dalam coklat yang diimpor dari Italia dan belgia ini dipercaya mampu memperbaiki mood dan fikiran, bisa mengurangi kelelahan akibat terlalu lama beraktifitas, makanya Beliau menyarankan lebih baik minum saat dingin karena pastinya lebih menyegarkan.

Memang saat ini yang ada hanyalah minuman coklat saja, namu kedepannya juga Brun akan menghadirkan bakery sebagai pelengkap, sehingga nongkrong lebih mengasikkan, ucap mbak Vita.

Menikmati Kesegaran Brun Peppermint
Nah selama masa grand opening dan masa perkenalan dengan pelanggan, Brun menghadirkan promo beli 1 dapat gratis 1 cup signature chocolate mulai tanggal 28 Juli - 30 Juli 2019. Untuk caranya gampang banget kok, Pelanggan cukup follow  instagramnya @brunchoco, kemudian beri deh komentar " mau" serta mention 3 orang teman kamu di post feed terakhirnya, Setelah itu saat mau membayar tunjukkan saja koment tersebut pada kasirnya.


Promo Buy 1 Get 1

Untuk jam operasional Brun tentunya mengikuti jam operasional Grand Mall Batam, yakni dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam setiap harinya. Aku sudah mencoba beberapa variant dari Brun, dan jatuh cinta pada varian Pepper mint, Nah kalo kamu gimana ? Suka variant apa ?

IG : Brunchoco

Brun Premiun Chocolate 
Grand Mall Batam
Lantai 3 No. 3A
IG : brunchoco


Read More
Yuk nyoba steamboat di Aston Hotel , ajak salah satu teman saat kami sedang asik bercanda di group whatsapp. Wah mendengar steamboat telingaku langsung berdiri tegak, secara aku langsung membayangkan kuah tomyam yang menjadi kuah terfavorit bagiku. Langsung aku jawab ayooooooook, kapan ? Si kawan menjawab jum'at sore saja sepulang kerja bisa langsung mencobanya.

Ahaaaiii jum'at sore pun tiba, pas bangetlah itu waktunya. Akupun pulang kerumah terlebih dahulu tuk mengambil kamera, kemudian lanjut ke Aston. Kami janjian jam 6 sore dan alhamdulillah semua ontime, sehingga kita bisa berkumpul di lobby semua. 

Kemudian kami menuju restoran Basil, dan disambut ramah oleh staffnya. Setelah memberitahu tujuan kami, maka kami dipersilahkan duduk, dan semua pesanan disiapkan. Staff yang ramah dan baik hati pun segera menghidupkan kompor dan meletakkan panci yang sudah berisi kuah kaldu dan kuah tomyamnya.Hmmmm mulai deh telan liur dalam dalam, hahahahah


Menu Steamboat di Aston Batam


Saat kuah kaldu mulai panas, satu persatu bahan bahan yang terdiri dari : satu buah telur ayam, Daging Sapi, Cumi, Udang, Sosis, Aneka Bakso, Aneka Jamur, dan aneka sayuran dimasukkan kedalam panci, kemudian diaduk aduk supaya semua terendam kuah, kemudian ditutup beberapa saat hingga airnya mendidih... aaaahh sudah boleh dicoba kah ? tanyaku pada temanku, Ia pun menjawab boleh kak, langsung deh aku mengambil kuah tomyam dan beberapa seafood hingga memenuhi mangkok kecilku.


Bismillah, Sluurrrpp..Slurrrppp,.,,aah begitu menggoda ni kuah toymamnya, lagi ah sluuurrrpp lagi ?? tentunya slurrrrppp.... gimana ? ikutan ngiler ? sama...aku aja ngiler lagi ketika membayangkan betapa begitu nikmatnya aku menyeruput kuahnya sesendok demi sesendok. Nah ini kayaknya aku lagi lapar, secara satu mangkok gak cukup dan aku nambah semangkok lagi.  Kali ini aku menikmati kuah tomyamnya bersama dengan semangkok nasi.


Muka Bahagia Menikmati Kuah Tomyam :) 

Tak hanya menikmati kuah tomyamnya saja, aku juga mencoba kuah kaldu ayamnya. Ya ampun segarnya, begitulah kalo bahan bahan yang digunakan fresh ya, sehingga hasil yang didapat juga menyegarkan.

Oh iya, karena aku penyuka kuliner pedas jadi saat menghirup kuah tomyamnya aku menambahkan cabe lagi ya,  sehingga pedas, dan rasa asam asamnya dapat deh. Alhamdulillah nikmat banget makan sore ini :) 

Kuah Tomyam Pedas 

Nah buat kamu yang pengen juga nyobain steamboat di Aston Batam, reservasi aja langsung karena paket steamboat ini adanya setiap hari dan sepanjang waktu ya, jadi pas banget buat makan siang, sore atau malam :) 


Bersama teman di Aston 

Paket Steamboat dari Aston Batam


Baca juga Malayan BBQ 


Aston Batam Hotel & Residence
Jalan Swirijaya Batam
Phone : 0811 777 2496
Batam.astonhotelsinternational.com




Read More
Sabtu 20 Juli 2019 merupakan liburan pertamaku pasca sakit hampir sebulan,  rindu laut dan rindu kumpul bersama teman teman terobati saat kami memutuskan hari ini akan pergi ke pulau Bintan.

Sabtu merupakan hari paling menyenangkan bagi teman teman ku yang lain, karena mereka libur bekerja walau mereka kerja di perusahaan swasta, kecuali diriku yang masih harus masuk kantor meski setengah hari. Sedikit iri namun mau gimana lagi ya kan? Anggap aja takdir aku bekerja di perusahaan yang ogah rugi meliburkan staff kantor meski setengah hari.

Jam 12 setelah pulang kerja, aku langsung menyusul teman temanku di pelabuhan karena memang kami janjian bertemu jam 1. Setelah semua berkumpul , kami akhirnya membeli tiket speed boat dengan tujuan Batam - Tanjunguban seharga Rp 53.000 include tax  sekali jalan.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya speed boat jalan juga meninggalkan pelabuhan.  Cukup dengan 15 menit dengan kecepatan cukup tinggi akhirnya kami sampai di pelabuhan Tanjunguban.


Kebersamaan di Pantai Mutiara Bintan
Read More
Tak bisa dipungkiri bahwa dari dulu hingga sekarang, bagi karyawan kantor komputer merupakan sahabat yang tak terpisahkan. Dari mulai mengetik surat surat, hingga pekerjaan harian selalu mengandalkan komputer untuk menyimpan semua data data. Apalagi dijaman digital ini, justru komputer / laptop/ gadget semakin tak terpisahkan. Bagi karyawan 8 jam dikantor mungkin hanya satu jam berpisah dari kata menatap layar komputer / gadget, selebihnya duduk manis didepannya.

Seperti diriku yang sudah 13 Tahun bekerja dari pagi hingga sore didepan komputer bukan perkara yang sehat untuk mata. Memandangi angka angka dengan teliti agar tidak salah ketik, membuat aku lebih sering memfokuskan kembali penglihatanku, maklum saja jika aku sampai salah mengetik angka bisa jadi akan berakibat fatal.  Namun efek dari terlalu lama didepan komputer seringkali membuat mata menjadi lelah, perih, sepet, dan ini merupakan gejala dari mata kering. Belum lagi setelah pulang kerumah, eh yang dilihat gadget pula ya kan ?

Insto Dry Eyes
Insto Dry Eyes Solusi Mengatasi Gejala  Mata Kering 

Seperti yang aku baca dibeberapa website, bahwa Efek menatap layar komputer lebih dari tujuh jam sehari  tentunya bisa menyebabkan Sindrom yang menyerupai mata kering. Dan mengapa menatap komputer dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan mata menjadi kering ?  hal ini karena ketika seseorang melihat sesuatu yang memancarkan cahaya, seperti komputer, laptop maupun gadget, air mata yang membasahi bola mata lebih cepat menguap. Sementara itu, orang juga lebih jarang berkedip ketika menatap layar komputer, sehingga air mata yang menguap tidak segera tergantikan. Selain menyebabkan mata menjadi kering dan tidak nyaman, Sindrom mata kering ini bisa menyebabkan kerusakan pada kemampuan penglihatan seseorang.  Dan ketika mata menjadi sangat kering, maka jaringan pada permukaan mata bisa rusak dan tentunya bisa memicu infeksi.

Nah bagaimana aku bisa tetap bekerja dalam waktu lama didepan komputer dan sering melihat gadget namun mataku tetap sehat ? Untuk mencegah berbagai kemungkinan pada mata seperti   Mata Sepet, Mata Pegel, Mata Perih, dan Mata Lelah saat berlama lama didepan layar komputer / gadget  , tentunya ada beberapa hal yang harus aku lakukan  yakni :

  • Sering sering berkedip, terutama sedang menatapi layar komputer / gadget, kedengaran nya sangat sederhana dan simple, namun seringkali terlupakan padahal ini penting untuk mencegah mata agar tidak cepat lelah.
  • Setiap 20 menit mengalihkan pandangan keluar jendela atau melihat rumput hijau diluar kantor atau melihat apa saja yang ada disekelilingku
  • Mengatur pencahayaan ruangan kerja , dan layar komputer sehingga tidak terlalu terang, terlalu gelap maupun terlalu redup
  • Mengatur kursi senyaman mungkin agar saat duduk mata enak memandang layar komputer.
  • Memejamkan mata atau mengkompress mata untuk beberapa saat.
  • Tidak dalam posisi tiduran saat sedang bermain gadget

Namun jika beberapa hal diatas sudah aku lakukan namun tetap mengganggu penglihatan, artinya aku butuh Insto Dry Eyes, karena Varian baru dari Insto ini memiliki kandungan khusus untuk mengatasi gejala mata kering. 


Insto Dry Ices Selalu tersedia di Meja Kerja
Insto Dry Eyes digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata. Selain itu   Insto Dry Eyes juga bisa digunakan sebagai pelumas pada mata palsu. Karena botol nya sangat mini dan ringan tak salah dong Insto dry eyes selalu tersedia dirumah ataupun dimeja kerjaku :) 

Aturan Pakai dari Insto Dry Eyes adalah 1-2 tetes pada setiap mata 3 x sehari atau sesuai petunjuk dokter. 

Menjaga mata agar tetap sehat, bebas dari mata kering yang menjadi penyebab mata lelah, sepet dan pegel tentunya juga harus didukung dengan olahraga dan mengkomsumsi makanan yang mengandung vitamin serta jangan lupa untuk minum air putih yang cukup.

Ada Insto ?? Bye Mata Kering....







Read More
Dikarenakan melihat postingan teman teman tentang Penang- Malaysia, akhirnya hari raya idul fitri 1439H lalu akupun memilih berlibur di Penang, dengan berbekal membaca review wisata di Penang akhirnya aku memutuskan deal ke Penang selama dua hari, kemudian aku akan melanjutkan perjalananku menuju Bangkok dengan menggunakan kereta api ( Sleeper Train ) yang katanya enak, meski harus menempuh perjalanan selama 16 jam.

Didepan Stasiun Kereta Api Hua Lamphong Bangkok


Disini aku memulai perjalanan panjangku dari penginapan Redd In Court yang berada di kawasan masjid kapitan keling- georgetown, dari keluar hostel ini, aku mengambil jalan arah kekanan dan  menuju halte bus / stasiun 16, kemudian aku  menaiki bus Central Asia Transit ( CAT ) yang free menuju jety/ pelabuhan untuk menyebrang ke butterworth /penang sentral. Menunggu shuttle bus free ini gak lama kok, paling 15-25 menit udah dapat, dan menuju pelabuhan fery juga paling menempuh perjalanan sekitar 15 menit.

Hostel Red Inn Court
Pelabuhan Ferry sekaligus Stasiun Bus


Bus CAT

Halte Bus CAT

Setelah sampai di pelabuhan Pangkalan Raja Tun Uda, ikuti saja lorong jalan menuju Rapid Fery, dan lagi lagi naik fery dari sini gratis ya ( tujuan georgetown- butterworth ) ,( kccuali dari butterworth ke georgetown bayar RM 1.2 ) sehingga kamu cuma cukup antri dengan manis sembari menunggu fery datang. Fery ini beroperasi mulai dari subuh, namun aku memilih naik yang jam 8.40 waktu penang, sehingga tiba di Butterworth / Penang Sentral jam 9.00. Keluar dari Fery ikuti lagi petunjuk jalan untuk menuju stasiun Komuter /kereta api menuju Padang Besar. Oh iya Butterworth / Penang Sentral ini selain merupakan pelabuhan fery, Bus antar negara, Stasiun kereta api, juga merupakan Mall yang cukup besar, jadi  mau kemana saja sudah tersedia petunjuknya.


Lorong memasuki Fery
Ruang Tunggu Rapid Fery



View Jembatan Penang dari Rapid Fery
View Kota Georgetwon dari Rapid Fery



Penang Sentral 
Ruang Tunggu Bus di dalam Penang Sentral



Jalan Menuju Stasiun Kereta Api
Stasiun Kereta Api di lantai 2


Ketika sampai di Stasiun Kereta Api , aku menuju lantai dua sesuai petunjuk dan mengantri untuk membeli tiket komuter Butterworth - Padang Besar, karena rute nya setiap jam ada, jadinya aku tak perlu menunggu lama, karena jam 9.25 pagi aku sudah bisa berangkat. Senang banget liat keretanya bersih dan jauh dari kata bising. Oh iya untuk Butterworth - Padang Besar harga tiketnya RM 11.40 dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, sehingga ketika berangkat jam 9.25 aku tiba di Padang Besar jam 11.20.

Antri untuk beli tiket Kereta ke Padang Besar
View dari Kereta Saat Menuju Padang Besar

KTM Butterworth - Padang Besar
Bersih dan Nyaman


Sesampainya di Padang Besar, aku langsung mencari konter tiket untuk membeli tiket kereta tujuan Padang Besar - Bangkok, Syukurnya petugasnya bisa bahasa inggris, setidaknya kami bisa berkomunikasi. Namun karena jadwal kereta hanya ada di jam 17.00 / 5 sore waktu Padang Besar, makanya aku belum bisa membeli tiketnya saat itu, mesti nunggu sampai jam 1 siang baru mereka buka penjualan tiketnya. ( kereta Padang Besar - Bangkok hanya satu kali sehari ).

Jadwal Kereta dari Padang Besar - Hatyai, Padang Besar - Bangkok
Masih ada waktu 2 jam aku memilih mencari kantin, berbekal video teman dan bertanya langsung kepadanya by wa, akhirnya aku menemukan kantin dengan aneka masakan indonesia, dilantai 2 stasiun kereta. Alhamdulillah makanannya enak. Setelah makan akupun berbelanja beberapa bungkus roti untuk bekal di kereta beserta mineral water.

Area Kantin di lantai 2 Stasiun kereta Padang Besar
Gulai Hati dan Sambal Ikan Terinya enak banget RM 11.00 sama teh


Jam sudah menunjukkan pukul 1.20 aku pun langsung ke konter untuk membeli tiketnya, Namun sebelum membayar tiket kereta, petugasnya melihat pasportku dan terjadilah percakapan yang sedikit membuatku jadi was was. ( percakapan dalam bahasa inggris yang terbata bata, namun seperti ini lah intinya )

Petugas : Kamu dari Indonesia ?

Aku : Ya, ada masalah kah dengan pasport indonesia ?

Petugas : Saya rasa pasport Indonesia akan mengalami masalah jika masuk ke Thailand, Apa kamu pergi sendiri kesana ?

Aku : Ya, Saya sendiri ke Bangkok, namun disana ada teman Saya, dan Saya akan menginap dirumah Beliau.

Petugas : Kamu bawa visa ?

Aku : Ha ? Saya rasa tak perlu Visa untuk masuk Thailand, karena masih masuk dalam negara Asean.

Petugas : Okelah, jika kamu masih kuat ingin mencoba masuk ke Thailand, Tiket ini bisa di refund satu jam sebelum keberangkatan, berarti jam 4 paling telat,  namun akan hangus 50% jika batal berangkat ya .

Aku : Baiklah, Saya akan berusaha dulu mencoba, jika tidak bisa Saya akan kembalikan tiketnya.

Setelah membayar 870 Baht x kurs Rp 460= Rp 400.200, aku pun mendapatkan tiket keretanya, dan duduk didepan imigrasi malaysia dan thailand yang letaknya hanya terpisah oleh satu pintu. Saat duduk, perasaan mulai tak enak, akhirnya aku mondar mandir saja sampai ada salah satu petugas stasiun yang melihat keresahanku. Dia menghampiriku dan akhirnya aku bisa ngobrol dengannya dengan bahasa melayu.  Dia hanya menyuruhku untuk tenang dan tunggu sampai jam 3 imigrasi buka. Namun dari jam 2.30 kuliat petugas imigrasi sudah ada. Aku pun memberanikan diri untuk masuk dan mencoba menunjukkan pasportku.

Kantor Untuk Membeli Tiket Kereta

Tiket Kereta Sleeper Train Padang Besar- Bangkok

Imigrasi Yang terpisah Pintu Saja
Imigrasi Malaysia


ATURAN BARU YANG BIKIN STRESS

Saat masuk ke imigrasi Malaysia, aku disuruh ke Imigrasi Thailand dulu, jadi aku pindah kepintu sebelah, namun pada saat menujukkan pasport, waaah mereka langsung teriak ke teman2 nya yang lain "  Indonesian Passport , Indonesian Passport " dan aku disuruh menepi.  Makin berkecamuk lah hatiku dan perasaanku langsung tak karuan. Aku disuruh menjumpai salah satu petugas Imigrasi Thailand, disana aku menjelaskan aku akan ke Bangkok selama 3 hari,  Menginap dirumah teman, dan aku akan pulang pada tanggal 12 Juni 2019 melalui Singapura. Aku tunjukkan bukti tiket pesawatku juga. Ternyata oh ternyata, Petugasnya bertanya apa aku bawa uang tunjuk sebesar 20.000 baht ? Apaaa? uang segitu banyak, Saya rasa tidak aman wanita seperti Saya membawa cash ucapku padanya. Lagi lagi Saya disuruh menepi dan pasport ku dikembalikan.

Aku bertanya lagi pada petugas imigrasi thailand yang lainnya, dan meminta bantuannya agar aku bisa dapat stamp.  Kemudian petugas lelaki ini berbicara dengan petugas wanita yang menginterogasi aku tadi. Tak ada keputusan juga, dan aku disuruh menunggu.  Waktu sudah menunjukkan pukul 3.15 lagi lagi aku mendekati petugas wanita tersebut, dan aku tunjukkan lagi uang dollar singapure, malaysia, dan thailand, atm dan tiket pesawat pulangku. Namun tetap dia suruh aku minggir, kalo aku gak nunjukkan duit 20.000 baht.  Ya Allah sedihnya hatiku, apa tiket kereta ini akan sia sia ? sudah hampir berlinang airmataku.

Jam 3.45 aku coba lagi mendatangi petugas wanita itu, dan aku meyakinkan dia lagi, bahwa aku pergi liburan bukan untuk bekerja.
" Please, give  my pasport your stamp mam "
" Please, give me nice experience when i come your country  use by the slepeer train " i am just 3 days in Bangkok, just holiday not for work. Pleaseeeee

Akhirnya kali ini dia membawa ku kepada 2 orang petugas dan aku disuruh isi semacam kartu perjalanan / Embarkasi yang menjelaskan tempat tinggalku selama di Bangkok. Senang ? belum...sembari gemetaran aku menulis data diriku, dan ketika aku mau menulis alamat tempat tinggal di Bangkok, temanku malah gak menjawab telponku, mungkin dia sedang bekerja. Ya Allah sudah jam 4.10 kawanku tak menjawab telponku juga. Menetes airmataku, mungkin memang belum rejeki ku akan ke Bangkok naik sleeper train bisikku dalam hati.  Kucoba nekad, ku buat saja alamat di Bangkok dengan nama daerah Surasak, karena kuingat temanku pernah berkata dia tinggal didaerah dekat stasiun BTS Surasak. Kali ini kalo lewat syukur, kalo gak ya udahlah, aku akan kembali kepenang, dan tiket kereta akan hangus sama sekali, karena sudah jam 4 lewat.

Kartu tersebut kuberikan lagi kepada petugas wanita itu, dan kali ini dia menatap lama wajahku yang mungkin sudah pasrah, akhirnya dia kasi stamp tanpa bicara sepatah katapun, dan aku menerima passportku sembari mengucapkan terimakasih dengan bahasa tubuh membungkuk namun tak berkata kata juga.

Stamp imigrasi dari Thailand sudah ditangan aku menuju imigrasi Malaysia, Ya Allah lagi lagi ujian banget buatku, Imigrasi Malaysia udah tutup :( . Asli tumpah air mataku saat itu. Dan aku menuju keluar ruangan dengan harapan hampa. Namun aku bertemu lagi dengan petugas stasiun yang bisa berbahasa melayu tersebut. Dia bertanya, apakah aku udah dapat stamp ? kujawab blum, karena imigrasi Malaysia udah tutup. Dia melihat jam sudah pukul 4.25 kemudian dia mengajakku kekantor Imigrasi Malaysia dan menemui salah satu petugas yang masih ada disana, dan dia meminta supaya aku mendapatkan stamp, lagi lagi ibu paru baya tersebut berkata, Maaf telat,  stamp sudah dibawa ke imigrasi yang lain ( imigrasi kalo kita lewat pakai Bus / mobil ) letaknya diluar stasiun, kalo jalan kaki sekitar 10 menit, naik turun tangga. Disini tubuhku rasanya udah lemas, capek,stress dan aku ngerasa haid ku keluar lagi. (padahal sudah berhenti sebelumnya ).
Namun si petugas yang baik hati itu berkata, kamu mesti coba, kamu sudah dari pagi disini, jangan sia siakan usahamu.

Berlari melalui jalur jembatan demi mendapatkan stamp
Imigrasi bagi pengguna bus / van yang cukup jauh dari imigrasi kereta

Meski sebenarnya aku capek, lapar dan mulai lemas, namun aku coba berusaha kuat, aku pun berlari naik tangga dan berlari lagi menuju imigrasi Malaysia sesuai petunjuk sang petugas,  sampai di konter imigrasi paling ujung, aku pun berkata kepada petugasnya, Pak tolong beri Saya Stamp, saya harus berangkat pukul 5 sore ini, Tolong pak waktu Saye tak banyak. Pak cik tersebut pun tak banyak ini itu, dia langsung kasi stamp pada pasportku, Setelah mengucapkan terimakasih, aku pun berlari lagi dengan mengendong tasku yang lumayan berat itu menuju stasiun kereta api Padang Besar. Tersenyum sambil menangis, itulah yang terjadi saat itu, rasa haru bercampur senang karena usahaku tak sia sia, dibalik kesusahanku aku dipertemukan dengan orang baik disana.

Jam 4.35 aku bertemu dengan petugas stasiun yang sudah menungguku dekat stasiun kereta, dia menyambut kedatanganku sembari menanyakan sudah dapat stampnya ? kujawab sudah, dan dia pun menyuruh aku duduk, jangan kemana mana karena kereta sebentar lagi datang dan hanya 10 menit berhenti. Mendengar penjelasan seperti itu, aku tak berani lagi untuk ke atas untuk membeli makanan, padahal aku lapar , jadi  ku cuma bisa makan roti.

Benar kata sang petugas yang baik itu, tak lama keretanya datang, dan dia menyuruhku segera naik. Dia tersenyum melepasku naik kereta, dan mataku yang berkaca kaca melihatnya. Kami tak saling kenalan dan tak saling bertanya nama, namun kebaikannya sangat membantuku, bye byee sang petugas stasiun :)

SLEEPER TRAIN YANG DI IMPIKAN

Aaahh akhirnya aku naik kereta yang aku inginkan beserta beberapa penumpang lainnya. Setelah mendapatkan nomor dan tempat duduk, akupun mengistirahatkan tubuhku, tiada henti ucap syukur yang aku ungkapkan. Kereta berjalan perlahan, dan aku memilih ke toilet berganti baju yang sudah basah dan berganti pembalut. Lebih segar kurasa tubuhku, tinggal lah urusan perut yang mulai keroncongan sementara hanya tersisa 2 buah roti.

Kereta Padang Besar - Bangkok
Suasana Kereta Sleeper Train 

Nomor Tempat Duduk harus sesuai di tiket

Toilet Duduk di Sleeper Train
Toilet Jongkok di Sleeper Train

Beberapa saat perjalanan, ku dengar ada yang jualan namun aku tak mengerti bahasanya, namun ketika kuliat yang mereka jual tak ada yang cocok dengan liurku, akhirnya aku enggan membeli. Dan disekitarku pun tak ada yang bisa berbahasa inggris /melayu, mereka berbahasa Thailand, sehingga aku bingung mau ngapain selain melamun dan menikmati perjalanan.

Mulai pukul 6.30malam,  petugas kereta mulai menyulap tempat duduk menjadi kasur, dan aku mendapat tempat tidur diatas, Setelah tempat tidur disiapkan aku memilih tidur saja dalam keadaan perut kosong. Kasurnya memang tipis tapi empuk, begitu juga dengan bantal dan selimutnya juga wangi. Untuk suhu dalam kereta juga enak, tidak terlalu dingin, tidak juga panas. Hanya saja tidak terdapat colokan charger ditiap tempat tidur. Colokan charger hanya tersedia dibeberapa tempat.

Bantal dan Selimut dengan sarung baru 
Memilih Tidur dalam keadaan Lapar dan Kecapean



Colokan Charger di Sleeper Train
Suasana Malam di Sleeper Train

Perjalanan 16 jam ini ternyata tidak mendapatkan makanan atau minuman ya, jadi memang mesti bawa sendiri atau membeli. Tidurku cukup nyenyak saat itu, dari jam 7 malam hingga tersadar pukul 3 pagi karena darah haid ku keluar begitu banyak, hingga membasahi selimut dan Seprainya. Aku cukup kaget kenapa seperti ini, namun aku bawa tenang, mungkin aku kecapean. Aku pergi ke toilet, membersihkan selimut dan membersihkan diri, mengganti pembalut dan kemudian tidur lagi hingga jam 8 pagi.

Enaknya di sleeper train ini, petugasnya tidak akan membangunkan para penumpangnya mau sampai jam berapapun. Jadi benar benar bisa malas malasan dikereta sampai kereta mau sampai ditujuan. Selama perjalanan getaran dari kereta tidak begitu terasa dan juga tidak berisik, sesuai deh review orang orang, bahwa naik sleeper train itu enak, dan aku tidak menyesal mencobanya.

Jam 11pagi akhirnya kereta tiba di stasiun Hua Lamphong Bangkok disambut dengan langit yang cerah berbarengan dengan musibah yang menimpa diriku, aku bukan lagi haid biasa tapi pendarahan hebat yang membuatku sakit dan tak bertenaga lagi.


Langit Cerah menyambut kedatanganku di Bangkok

Darah pun tumpah membasahi celana, meski sudah memakai pembalut 



Read More