Christophe Piganiol's concern for people and the environment apart from APL Indonesia can be seen from several social actions that he initiated. In early 2019, Christophe encouraged APL Indonesia to donate books to community libraries located in Lebak, Banten.

The results were satisfying. Right on March 9, 2019, APL Indonesia managed to collect and submit 3,000 books to the library. Christophe believes that books will create insight and knowledge. His attention is not limited to company development and businesses. He also wants to contribute to the welfare of Indonesian people which can be built through broader knowledge and insight.

The caring action continued, Christophe Piganiol and APL Indonesia participated in donating blood to PMI (Palang Merah Indonesia). The blood donor activity itself was carried out at the APL Indonesia office to coincide with the celebration of the Indonesian Red Cross Day (PMI) which is on September 17,2019.


Christophe Piganiol's


In addition to being included in the CSR activities carried out by APL Indonesia, Christophe realized that the donated fresh blood would play a major role in helping the lives of someone in need. It reflects on the data released by PMI that in every minute, it takes at least 10 blood bags to save many people such as cancer patients, accident victims, and other diseases.


155 blood bags collected from employee’s full participation. APL Indonesia, as one of the largest pharmaceutical distributors in the country, needs to take concrete action and ensure access to adequate health for everyone. That is also the reason why this blood donor program is carried out through a routine program by APL Indonesia.

Most recently, in November 2019, APL Indonesia also helped distribute aid to the people of Ambon, Maluku and surrounding areas after the earthquake that occurred in the eastern part of Indonesia. The humanitarian action was carried out by APL Indonesia in collaboration with the Wahana Visi Indonesia Foundation (WVI).
                               
A variety of assistance was provided by APL Indonesia, ranging from the construction of public toilets in Waai Village, Central Maluku, the dissemination of health education, to medicines distribution with the assistance from Indonesian Red Cross. This action was completely supported by Christophe Piganiol, who then collaborated with all APL Indonesia employees and succeeded in making a significant contribution to the people in Maluku and surrounding areas that affected by the disaster.

Christophe is indeed known for his generous attitude. Since he was the leader of Zuellig Pharma Korea, Christophe Piganiol in Korea also took many similar actions. For him, improving access to equal health in the whole community can be done in many ways. Starting from direct actions related to health, such as blood donations or contributions to education in the community.

One of the well-known breakthroughs from Christophe Piganiol during his time in Korea was the application of technology in the business and service development of Zuellig Pharma Korea. It provides easier health access for Korean people. Now in Indonesia, through the CSR program called APL Care, Christophe continues the action that he is well-known for, which is caring for others.

Of course, a company will not be able to move forward and become the best in a country if it is not supported by a high trust from the community. From its direct contact activities with Indonesian people, Christophe Piganiol and APL Indonesia slowly but surely build that trust. APL Indonesia not only paves the way to wide open healthcare access for the entire community but also present in the community as a solution.

Through APL Care, the presence of APL Indonesia with the leadership of Christophe Piganiol is not only limited to health services and pharmaceutical distribution. It also happens to other humanitarian matters such as contributing to improving the reading awareness and ensuring a safe environment for the people around APL Indonesia.


Read More
Siapa yang tak kenal dengan Ibukota Jakarta dengan segala kepadatan penduduk dan kemacetan jalan rayanya ? Saya yakin yang datang untuk berlibur saja mungkin tidak betah dengan suasana jalanan yang begitu ramai, sehingga waktu yang bisa ditempuh dalam waktu 10 menit jika jalanan sepi bisa ditempuh menjadi 30 menit ketika jam pulang kantor tiba. Apalagi kita kita yang memang tinggal di Jakarta dan bekerja disana, tak ayal pergi subuh dan pulang juga sering malam.

Berangan angan ingin memiliki rumah sendiri di Jakarta adalah impian semua orang, Karena memiliki hunian nyaman adalah obat dari rasa lelah setelah beraktifitas seharian diluar. Namun untuk memiliki hunian sesuai yang diinginkan tentulah butuh waktu dan informasi yang cukup, agar apa yang dipilih tidak mengecewakan pada akhirnya.

Jakarta Selatan ? Yess, siapa yang tak kenal dengan hunian yang ada di daerah ini, dimana Jakarta Selatan merupakan lokasi bergengsi, pasti rumah atau Apartemen yang ada di sana memiliki harga yang sangat mahal. Tapi setelah membaca informasi property mengenai Crystal Aparthouse di Blok M ternyata cukup menarik untuk dipertimbangkan sebab ada beberapa keunggulannya dibanding dengan yang lain.


Crystal Aparthouse di Blok M Jakarta
Sumber : Crystalblokm

Read More

Dunia sedang dilanda virus mematikan yang telah menelan ribuan korban , tak terkecuali Indonesia yang juga mengalami hal yang sama, ratusan manusia telah wafat akibat virus yang bernama Corona ini.

Indonesia pun mengeluarkan larangan untuk berkumpul, mengadakan acara, dan mudik menjelang lebaran . Alhasil semua dihimbau untuk melakukan kegiatan dirumah aja sebagai upaya memutus mata rantai pencegahan virus yang sangat cepat menular kemanusia ini.

Dari anak sekolah, mahasiswa, ASN hingga karyawan kantor ada yg sudah menerapkan pola kerja dari rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah work from home. Meski terbatas ruang gerak tetap saja work from home diyakini mampu membuat masyarakat tetap bisa beraktivitas. Hal ini tentunya didukung dengan kecanggihan applikasi yang tidak hanya dari PC/laptop bahkan bisa di download dari Android maupun Ios.

Nah beberapa hari yang lalu aku berkesempatan untuk ikutan  berbuka puasa secara virtual bersama FWD dan teman teman dari seluruh Indonesia. Suasana kali ini sangat berbeda dan menyenangkan, meski dari rumah masing masing tetap aja terasa kehebohannya.


Buka Puasa Virtual Bareng FWD
Buka Bareng FWD
Read More
Pagi itu 05.05.20 suasana kerja seperti biasa saja..semua pada sibuk dengan tugasnya masing-masing, tak ada keributan dan tak ada juga hambatan. Dan seperti biasa ruangan kerja kami selalu ditemani musik sebagai bentuk penyemangat kami bekerja.

Sekitar jam 11 siang kantor kami bergetar karena adanya suara ledakan di luar, semua yang ada di kantor langsung menuju kelapangan melihat apa yang sedang terjadi. Asap menghiasi area maintenance dan production membuat kami meminta salah satu rekan kami untuk pergi melihat di TKP tentunya dengan peralatan safety yang lengkap. 

Ternyata ada tabung yang meledak, tabung tersebut sampai keluar dari rack / penyanggahnya sehingga pecah dan berserakan diarea sekitarnya. Alhamdulillah tak ada korban. Karena tau semua baik baik saja kamipun bergegas masuk kedalam kantor untuk melanjutkan pekerjaan.

Belom lama kami duduk dan berucap syukur karena tak ada korban, BOOM ledakan kedua membuat kami terkejut dan  berhamburan kembali keluar. disini semua panik berlarian sembari berteriak mobil mobil siapkan mobil ada korban. Siapa korbannya tanya ku gemetaran dan ikutan panik.


RIP Frans Yoseph
Kebersamaan Yang Menjadi Kenangan

Pak frans mbak.. kemudian beberapa orang tergopoh gopoh mengangkat sang korban untuk dimasukkan ke mobil. Ya Allah...pecah tangisku saat kuliat kondisi korban yang adalah orang yang kenal dekat denganku. Dia sudah tak berdaya, namun selalu ada harapan setiap dari kami yang melihatnya


Korban langsung dibawa ke rumah sakit, dan aku memilih menjemput istrinya yang tak lain sahabat dekatku. Aku pun menelponnya sebentar utk memberikan info tentang kecelakaan kerja yang terjadi. Namun untuk kondisi sebenarnya kita kerumah sakit ya..hanya itu yang aku sampaikan

Jarak kantor dan rumah korban tidak jauh, sehingga dengan mudah aku menjemputnya dan kami kerumah sakit  yang jaraknya juga tak jauh dari rumah kami. Sesampainya di UGD kuliat wajah teman teman yang mengantar korban sudah datar dan pucat, ada yang menggelengkan kepala ,ada juga yang mengatakan tak ada harapan.

No... selalu ada harapan pikirku, aku coba menenangkan dulu istri korban dan memintanya untuk menghubungi keluarga agar segera datang kerumah sakit. Sedang menelpon keluarga tiba tiba personalia kami keluar dari ruangan dengan tangisan, hal ini menandakan korban telah meninggal

Ya...korban bernama Frans Yoseph itu telah meninggalkan kita untuk selama lamanya, hal ini membuat istrinya histeris luar biasa sampai tubuh kecilku ini pun tak mampu untuk mengendalikannya. Dia menangis..dia berteriak..begitu menyayat hati apalagi mengingat anak anaknya masih duduk disekolah dasar

Kubiarkan Ia melepaskan segala kesedihannya dengan tetap memeluknya, aku tau ini berat dan sangat berat sekali, mengingat mereka adalah pasangan yang kompak dalam segala hal. Mengingat mereka selalu bersama menghadapi suka duka dalam rumah tangga selama 12 tahun ini.

Hingga akhirnya keluarga mulai berdatangan, istri almarhum mulai ditenangkan dengan segala macam doa doa sesuai dengan kepercayaannya.  Proses jenazah sudah diurus oleh pihak perusahaan dan keluarga, sehingga semua bisa berjalan dengan lancar dan malam hari jenazah langsung bisa dibawa ke Gereja agar bisa di lakukan ibadah pelepasan keesokan harinya.

Pagi menjelang, diantara kami ada yang mengikuti ibadah di Gereja dan sebagian dari kami juga menunggu di pemakaman termasuk aku. Disini rasanya memang sulit menerima kenyataan bahwa dalam sekejap saja kami telah kehilangan rekan kerja sekaligus sahabat. 



Rekan dan Keluarga Yang Menghadiri Pemakaman

Takkan salah ketika airmata pelayat yang hadir ikut tumpah disaat jenazah dimasukkan kedalam tanah dan ditutup dengan tanah, karena itulah kali terakhir kami bisa mengantarnya ke tempat peristirahatan. 

Selamat jalan teman kami, meski fisik kita tak bersama lagi, setidaknya banyak kenangan yang tersimpan dan tetap menjadi kenangan yang bisa membuat senyum dan ketawa sendiri jika mengingatnya.
Read More