Langsung ke konten utama

Kampung Colem Jembatan 4 Barelang Batam - Yang Hobbi Memancing Boleh Coba Datang

Minggu siang cuaca begitu panasnya, langit2 membiru dan gumpalan awan putih pun kian menebal. Sebagian orang mungkin memilih untuk beristirahat dirumah, Namun tidak denganku, Langit cerah sepertinya pertanda aku harus menjelajah keindahan Alam yang sudah disediakan Sang Pencipta untuk aku nikmati.


Melalui rekomendasi dari teman2 di Blogger Kepri, siang ini aku ingin menemukan Pantai cantik yang masih bersembunyi dari jejak manusia...alaahh gak mungkin juga jejak gozilla ya..yang berlokasi disekitaran jembatan 4 barelang sebelum pantai Melayu.  Berbekal info yang sangat minim kucoba mencari semampuku. Panas teriknya matahari benar2 tak menyusutkan niatku, untuk tetap mencari pantai tersebut, keluar masuk jalan2 kecil kulalui, sampai2 bertanya pada warga disekitar sana, tetap juga aku tak menemukan pantai tersebut. Bahkan yang lebih lucunya ketika aku bertanya tentang ujung jalan yang aku yakin inilah jalannya menuju pantai itu,,Ibu tersebut ngotot bahwa jalan kecil ini adalah jalan menuju kandang ayam bukan pantai...hahhaha...ngurut dada saya,,,seng sabar ya hati...sudah panas, pantai belum ketemu dapat jawaban bikin gerah telinga pula apalagi si kawan yang kubonceng dibelakang, ikut nyengir liat wajah ku yang tak karuan galaunya.


Nyasar di Kampung Colem

Begitulah perjalanan, tak selalu apa yang kita inginkan dapat hari itu juga,,Namun aku gak berputus asa, ketika aku melihat satu jalan tanah,  ada keluar masuk kendaraan mobil dan motor, aku dan temanku juga ingin melewatinya..jalan yang kurang bagus, bergelombang, sempat juga membuat teman ku ingin menyerah..namun tidak denganku..cukup aku konsentrasi dengan motorku, aku tenang melewati liku2 jalan tersebut, sehingga ujung jalan pun aku temukan, dan waw...pemandangan didepan mata cukup memukau.


Setelah memarkir motor, kamera pun beraksi untuk cekrek2 keindahan Laut disini.dan dari kejauhan kulihat beberapa orang yang sedang asik memancing, seolah tak menghiraukan lagi sengatan matahari yang memang sedang panas panasnya, Kami pun mulai mendekati mereka. dan sesaat kuberbincang dengan seorang bapak yang sedang menunggu tangkapannya..dari hasil bincang2 kami sesaat , aku tau bahwa daerah ini bernama Kampung Colem, (mudahan saya gak salah ejaan ya ), dan disini tempat favorit bagi para pemancing, karena selain view lautnya yang indah, kadang mereka juga banyak dapat hasil tangkapan waaahh senang ya  ketika aku tanya gak panas pak jemuran disini  Sibapak menjawab dengan santai dah biasa mbak siang aja panas kalo sore enak mbak.





Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
Kakak narsis aja ya dek..gak ikutan mancing

Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
Ajib pemandangan dari atas bukitnya

Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
Salah satu rumah warga Kampung Colem


Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
view dari atas bukit

Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
beberapa kapal yang sandar 



Kampung Colem Jembatan 4 Barelang
Hayo tebak.saya manjat apa ini ???


Kekecewaan ku tak menemukan pantai yang tersembunyi, terganti dengan menemukan Kampung Colem ini, penduduknya tak banyak dan rumah mereka pun masih jauh dari tempat pemancingan ini, namun ketika berada diatas bukit Aku betah untuk bersantai disini, Sembari menunggu sore kunikmati Ciptaan Mu  Alhamdulillah... :) 

Komentar

  1. wah ... pergi sama siapa kak?

    BalasHapus
  2. Numpang nanya mbak, masuknya dari mana y, saya cari di google maps g nemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masuknya dari depan pantai zore, sebelah kiri jalan masuknya, lurus dan ikuti saja jalan menuju perkampungan tersebut

      Hapus

Posting Komentar

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)

Postingan populer dari blog ini

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.