Teladan Dari Kisah Nabi Adam

No Comments

Sebagaimana kisah nabi lainnya yang bisa kita teladani dan kita petik pelajarannya untuk menjalani kehidupan sehari hari didunia ini, kali ini adalah kisah tentang Nabi Adam yang mengandung banyak makna dan teladannya untuk umat manusia. Sebagai umat muslim, kita tentu mengetahui  kisah Nabi Adam   yang Kita tau  merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.


Teladan dari kisah Nabi Adam


Allah menciptakan Nabi Adam dengan bentuk yang sempurna dan lengkap. Nabi Adam memiliki tinggi 60 hasta atau sekitar 18 meter, tentunya ukuran ini sangat berbeda dengan manusia saat ini. Banyak riwayat menyebutkan bahwa Nabi Adam memiiki umur 1.000 tahun. 


Adapun kisah mengenai penciptaan Nabi Adam, Allah telah lebih dulu mengabarkan pada malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi ,sebagaimana dalam firman Allah dalam  AL Qur’an surat Al Baqarah ayat 30.


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia tercipta dari seripati tanah sebagaimana dalam surah As Sajadah ayat 6-9 kemudian juga terdapat dalam surah Al Hijr ayat 26.


Setelah Nabi Adam diciptakan, Allah kemudian memerintahkan malaikat dan iblis bersujud padanya, Malaikat mematuhi perintah Allah SWT dan bersujud kepada Nabi Adam, namun berbeda dengan iblis yang menolak melakukan hal tersebut karena merasa dirinya lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya karena iblis diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam  diciptakan dari tanah. Hal ini pun ada penjelasannya dalam Al Baqarah ayat 34.


Kesombongan iblis membuat Allah murka. Iblis pun dikeluarkan dari surga karena durhakap pada perintah Allah. Namun iblis telah bersumpah untuk menggoda Nabi Adam dan seluruh keturunannya agar berbuat kejelekan dan keburukan.


Berikut ini adalah teladan yang bisa kita petik dari kisah Nabi Adam.


1. Siti Hawa adalah istri yang sabar dan setia

Siti Hawa mendampingi Nabi Adam sejak ia diciptakan oleh Allah SWT untuk bersama Nabi Adam selamanya. Siti Hawa adalah sosok yang setia dan sabar namuni ia goyah ketika iblis menggodanya untuk memakan buah kuldi. Hingga ia marah kepada Nabi Adam ketika Nabi Adam menolak mencoba buah kuldi seperti dirinya. Siti Hawa yang termakan godaan iblis membangkang kepada Nabi Adam dan juga Allah SWT sehingga ia diturunkan ke bumi secara terpisah dengan Nabi Adam.


Yang bisa dipetik dari kisah ini adalah istri harus sabar dan patuh terhadap suaminya. Jika suami bilang " tidak "  demi kebaikan maka janganlah dilakukan, karena melanggar larangan suami sama dengan melanggar perintah Allah.


2. Sifat Nabi Adam bisa dijadikan pelajaran

Nabi Adam terkena godaan wanita yaitu Siti Hawa yang merupakan istrinya sendiri. Karena tidak ingin membuat istrinya marah, ia melanggar larangan Allah untuk tidak memakan buah kuldi.


3. Karena melakukan sesuatu yang dilarang, Allah murka kemudian menghukum Nabi Adam dan Siti Hawa untuk turun ke bumi secara terpisah. Disinilah adanya taubat nasuha dimana Nabi Adam bertaubat kepada Allah agar diampuni semua dosa-dosanya dan ingin dipertemukan kembali dengan Siti Hawa, begitu juga dengan Siti Hawa yang memohon permohonan yang sama. Nabi Adam memanjatkan doa ketika bertaubat untuk meminta maaf kepada Allah: Rabbanaa dhalamnaa anfunsanaa wainlam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunanna minal khaasirin.


4. Setelah diterima taubatnya, Allah mengangkat derajat Nabi Adam.

Hal ini mengingatkan kita sebagai hamba Allah untuk jangan dulu mengeluh dan menyalahkan semuanya apabila ada ujian datang dari Allah karena hal itu akan menjadi pertanda bahwa derajat kita akan diangkat oleh Allah SWT.


Itulah beberapa teladan dari kisah Nabi Adam yang bisa kita jadikan contoh agar ketika berbuat salah segera bertaubat dan selalu berusaha untuk mematuhi perintah dan larangan dari Allah SWT.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)