Senin, 30 Januari 2017

Rindu Menyaksikan Perayaan Imlek di Indonesia

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Tahun 2015

Sejak kecil saya tinggal di kota Pontianak, Dimana beberapa teman main ada yang berasal dari warga Tiong Hoa, Nah pada saat mereka merayakan imlek, Mereka selalu memberikan kami Kue Keranjang. ( Kue bulat yang berwarna kecoklatan dibungkus plastik )

Tahun 2001 saya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi, dimana semua staff disana adalah Tiong Hoa lagi. Saya beruntung dan senang mengenal mereka, Karena mereka pun tak mengabaikan keberadaan saya, Justru kami bisa kompak. Selain kami kompak di tempat kerja, Tak jarang jika ada acara besar mereka juga mengundang saya untuk datang kerumah mereka. 

Nah lagi lagi saat mau perayaan Imlek, Kami bersama sama menghias Kantor, Dengan lampion lampion kecil serta pernak pernik berwarna merah. Ternyata bukan hanya kantor kami saja, Namun sepanjang jalan di sekitaran kantor kami pun pemerintah setempat memasang lampion lampion, Sehingga jika malam menjelang, Kota pontianak begitu cantik dan meriah. 

Saat imlek berlangsung, Untuk pertama kalinya saya melihat atraksi barongsai yang datang kekantor kami. Mereka masuk ke tiap ruangan sembari meliuk liuk kan badan mereka, Pukulan gong dan tambur yang berirama, membuat Barongsai ini menjadi semakin aktif meliuk liukkan badannya setelah mereka keluar dari ruangan, Bos saya memberikan beberapa lembar angpau kepada mereka.

Tak hanya barongsai, Beberapa jam kemudian, Saya mendengar lebih keras lagi bunyi Gong dan Tambur yang di pukul, Dan ketika saya melihat keluar pintu, Waahh ada Naga yang panjang. Dimainkan oleh beberapa orang dan disertai musik yang menghentak. Penonton pun antusias berdiri di pinggir jalan melihat atraksi Naga . Inilah pertama kali saya melihat langsung kemeriahan perayaan Imlek di Kota Pontianak. 

Bos saya berkata, Sarah..coba lu dapatkan jenggot naga 1 lembar, Trus lu simpan di dompet, Kalo berhasil lu bisa " Heng " ( Heng disini artinya saya bisa beruntung ) itulah yang beliau katakan pada saya, dan saya pun jadi tertantang untuk mendapatkannya, Meski dalam hati tidak begitu paham maksud perkataannya. Setelah mendapatkan ijin dari beliau, Bahwa saya mau mencoba mendapatkan jenggot Naga,  Saya pun berlari lari mendekati Naga yang sedang meliuk liuk di mainkan oleh para pemuda. Tak mudah meraih jenggot Naga ini, Namun saya juga tidak menyerah, Peluh keringat juga saya nikmati, Karena ternyata saya larut dalam keseruan dalam atraksi Naga ini.

Aaahhh ternyata saya berhasil juga mendapatkan 1 jenggot naga ini, Dan saya berlari kembali ke kantor dan menunjukkannya pada Bos saya, Alhasil Dia tertawa, dan langsung mengeluarkan uang Rp 50.000 buat saya. Saya masih tidak paham tentang " Heng " nya jenggot Naga ini, yang jelas saya senang dapat bonus dadakan Rp 50.000. Angka ini cukup besar buat saya saat itu. ( Memori ini takkan terlupakan buat saya.) Sayang saat peristiwa ini saya masih menggunakan handphone Nokia seri 3315 sehingga belum bisa mengabadikannya.

Hari ke 15 perayaan Imlek, Atau lebih di kenal dengan Cap Go Meh, Ternyata jauh lebih meriah, Puluhan Barongsai dan Puluhan Naga serta Para Tatung turun ke jalan raya, Layaknya Carnaval, Ribuan penonton pun memadati jalan Gajahmada ini untuk menyaksikan aksi mereka. Sekujur tubuhku merinding saat melihat betapa hari ini Pontianak menjadi lautan manusia, yang ikut larut dalam kemeriahan Cap Go Meh. 

Para Tatung ini di arak oleh beberapa orang, Dimana wajahnya tertusuk puluhan jarum, Sementara kakinya berdiri diatas pedang, Dan anehnya tidak ada sedikit darah pun yang tumpah dari wajah atau kakinya. 

Itulah pertama  dan terakhir kali saya menyaksikan dan ikut larut dalam kemeriahan perayaan Imlek, Karena 2002 saya sudah pindah ke luar kota. Terkadang ingin sekali bisa pulang kampung saat perayaan Imlek ini dan menyaksikan lagi betapa meriahnya suasana Imlek di Pontianak dan di Singkawang, Namun sayang harga tiket pesawat selalu tinggi, dan membuat saya hanya bisa menghela nafas. Paling paling dikirimin foto dari teman yang masih tinggal di Pontianak dan Singkawang.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Foto : Sahabat Saya Jumadi
Tahun 2017 ini ada beberapa kota besar yang menggelar acara Festival Imlek Indonesia , Dan salah satunya adalah  Kota Palembang.  Dan kenapa saya sangat tertarik untuk menyaksikan Festival Imlek di Palembang ?

1. Kuliner di Kota Palembang
Empek Empek. Saya paling doyan dengan kuliner ini, Dan sudah saya simpan dalam pemikiran saya, jika saya berkesempatan ke Palembang menonton acara Festival Imlek ini, Saya juga akan berburu kuliner ini sepuasnya. dan yang kedua Saya ingin mencoba Nasi Samin. Penasaran banget dengan rasa kuliner yang satu ini.

2. Festival Budaya & Pawai Budaya
Acara ini pasti membuat saya suka, Karena ke anekaragaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang akan ditampilkan saat festival imlek berlangsung,  Apalagi jika ada atraksi Naga dan Barongsai, Saya betul betul merindukan atraksi seperti ini

3. Pulau Kemaro,
Pulau ini selalu mencuri perhatian saya dengan cerita legendanya, Dan sampai saat ini saya masih berharap saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Kemaro dan mendengar langsung legendanya.

4. Apapun yang saya lihat, rasa, dan dengarkan  selama Festival Imlek Indonesia 2017 berlangsung, saya sudah tak sabar untuk menuliskan nya di blog www.sarahjalan.com


Image result for e-flyer Festival Imlek Indonesia
Lomba Blog Festival Imlek Indonesia 2017




2 komentar:

  1. Tradisi imlek di berbagai daerah seru juga ya mbak.. Tahun ini pengen lihat tradisi imlek di Selatpanjang, tapi gak punya cuti, hehehe... Jadi anteng aja di Batam..

    BalasHapus
  2. Selat panjang rame juga kah ??? aku belum pernah kesana juga loh

    BalasHapus