Langsung ke konten utama

Mengunjungi Masjid Cheng Ho Palembang


Masjid Cheng Ho tampak dari Samping

Ketika aku dan keluarga berlibur kepalembang, Aku mengajak keluarga disana untuk mengunjungi Masjid Cheng Ho, awalnya keluarga disana tidak tau dan tidak pernah mendengar nama masjid ini, namun saat ku kasi alamat dan foto2 nya, akhirnya kami semua mencari alamat masjid ini,

Awalnya kami berputar2 juga didaerah Jaka Baring, mencari cari dimana bangunan masjid ini berada, sesekali kami pun bertanya pada warga setempat, Akhirnya kami pun menemukan alamatnya, Memang lokasi nya masuk kedalam perumahan, Sehingga dari jalan raya utama tidak akan kelihatan.

Ketika dari Jauh sudah terlihat pagoda masjid yang berwarna merah, aku yakin banget bahwa inilah masjid yang kami cari. Alhamdulillah kami sampai disini.
Masjid ini cukup besar dan luas, memiliki 2 lantai, dan saat kami datang banyak sekali kulihat paras2 Tionghoa yang melakukan shalat disana. Aku maklum saja, karena menurut sejarahnya Laksamana Cheng Ho ini adalah seorang Tionghoa muslim, jadi wajar saja jika masjid ini juga banyak didatangi  oleh warga nya yang beragama islam..

Tak buang2 waktu kami pun langsung melaksanakan ibadah sholat zuhur disana...Alhamdulillah wisata religi kali ini terwujud.. Tenang nya hati ini ketika mengisi liburan dengan keluarga namun ibadah juga tetap dilaksanakan.


masjid Tampak dari Depan

Area Parkir yang cukup Luas


Saff untuk jamaah laki2

Saff untuk Jamaah perempuan



Ruang untuk bersantai sejenak






Komentar

  1. Lebih besar nih yang di palembang. Kalau di batam agak kecil

    BalasHapus

Posting Komentar

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)

Postingan populer dari blog ini

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.