Langsung ke konten utama

2 Hari 1 Malam di Teluk Kiluan Lampung Bisa Liat Lumba Lumba dan Ke Pantai Gigi Hiu

Setelah mengunjungi Pekanbaru dan Jambi, Perjalananku selanjutnya mengunjungi Provinsi Lampung, namun tujuan utamaku kesini adalah ingin melihat lumba lumba di habitatnya yang berada di Teluk Kiluan.

Ambil Private Trip 2H1M Dari Bandar Lampung - Teluk Kiluan- Gigi Hiu PP

Karena Aku sendirian trip ke Lampung, jadi Aku ambil private trip saja motoran dari Bandar Lampung menuju Teluk Kiluan Kabupaten Tanggamus Lampung. 

Setelah mencari beberapa rekomendasi di media sosial, akhirnya dapatlah Aku orang yang bisa membawaku ke Teluk Kiluan, kami deal di harga Rp 1.660.000

Adapun fasilitas yang Aku dapatkan dari harga diatas adalah

  • Penjemputan PP dari Bandar Lampung - Teluk Kiluan pake motor
  • Melihat Lumba Lumba di Perairan Teluk Kiluan
  • Laguna Gayau
  • Pantai Gigi Hiu
  • Makan 3 x, Sarapan, Makan Siang, Makan Malam
  • Penginapan 1 malam di Teluk Kiluan
  • Dokumentasi foto dan video

Perjalanan Bandar Lampung - Teluk Kiluan Sekitar 2.5 Jam

Teluk Kiluan itu lautnya indah banget, tapi sayang menuju kesini belum ada transportasi umum,sehingga mau tak mau kita harus pake kendaraan pribadi, baik sewa dari Bandar Lampung maupun ikut Open Trip, sayangnya saat Aku mau kesana itu bukan pada saat weekend sehingga tak ada satupun Open Trip yang jalan, makanya aku buat private trip saja.

Jam 10 pagi Haris selaku guide yang kupilih menemani Aku ke Teluk Kiluan menjemput Aku di penginapan, kami langsung jalan menuju Kiluan. Jalan raya di Bandar Lampung cukup ramai pengendara, sampai kami mulai masuk jalan kearah Kiluan baru agak lenggang, banyak perbaikan jalan yang semoga nantinya membuat jalan disini jadi mulus.

1,5 jam perjalanan kami sampai di Dermaga Ketapang dimana tempat orang orang mau snorkling di Pulau Pahawang. View laut mulai menemani perjalanan kami, indah banget lautnya, bahkan disepanjang laut ini sudah banyak orang yang jualan.

Menuju Kiluan juga banyak kantor TNI, bahkan saat kami melewatinya terdengar suara tembakan dari para prajurit yang sedang latihan. Awalnya Aku kaget juga, tapi dijelasin sama Haris bahwa mereka sedang latihan menembak di hutan , aku jadi lega, hehehe

Jam 1 Siang Tiba di Penginapan Teluk Kiluan Dan Istirahat

Kami sampai di Teluk Kiluan sekitar jam 1 siang, dan karena tak ada kegiatan yang ingin Aku lakukan disiang ini, Aku memilih untuk tidur siang saja. Karena ini bukan weekend, jadi tamunya hanya Aku sendiri disini, Aku tak perdulilah yang penting  Aku mau tidur siang dulu, dan Aku meminta Haris menjemputku di jam 4 sore saja untuk pergi ke Gigi Hiu.

Akses Jalan Menuju Gigi Hiu Lebih Baik Pake Motor

Dari Teluk Kiluan menuju Pantai Gigi Hiu memang sebaiknya pake motor saja, karena ada sebagian jalannya kecil dan jelek bebatuan, namun ditangan driver yang ahli kita akan merasa aman, duduk saja anteng dibelakang ya. Perjalanan dari Teluk Kiluan ke Gigi Hiu membutuhkan waktu sekitar 45 menit saja. Tujuanku ke Gigi Hiu ingin menikmati sunset dan Alhamdulillah kesampaian dan wow banget keindahan pantai disini, luar biasa indahnya ciptaan Tuhan yang kulihat saat ini. 

Aku dan Haris menaiki batu karang yang berada di laut dengan perasaan was was karna sesungguhnya Aku takut ketinggian, Aku takut terpeleset apalagi ombak saat ini tinggi sekali, tapi lagi lagi Aku percaya Haris orang lokal pasti faham medan disini. 


Duduk diatas batu karang ini sembari melihat ombak yang datang menerjang karang serta sunset yang indah membuatku lupa akan takut ketinggian. Aku sangat menikmati sore ini sambil berkata, Terimakasih Tuhan, satu lagi mimpi lamaku terwujud. Pergi ke Gigi Hiu 😍

Makan Malam Dan Istirahat di Penginapan

Setelah balik dari Gigi Hiu Aku memilih istirahat lagi di penginapan, karena memang tak banyak yang bisa di explore disini. Ibu penginapan menghidangkan makan malam ikan dan bakwan goreng, kerupuk, sambal, nasi, tapi Aku meminta Indomie Goreng saja, karena Aku tidak makan ikan. Aaaah nikmat sekali indomie goreng yang ibu buatkan, apalagi sambalnya, maknyus banget. Setelah makan malam dan menikmati hangatnya teh, Aku sejenak menyendiri ditengah keheningan malam, sampai Aku merasa cukup melewati hari ini, Akupun masuk kamar dan tidur.

Day 2

Pagi Jam 7  Kapal Menuju Laut Untuk Melihat Lumba Lumba

Ibu bertanya padaku apakah mau sarapan dulu atau langsung kelaut saja, Aku bilang kelaut saja dulu, sarapannya nanti, kemudian Ibu membekalkan aku teh manis panas untuk minum selama diperahu, Masyaallah Ibu penginapannya baik banget loh orangnya, dan Ibu juga bertanya Aku mau sarapan apa ? Kujawablah Aku mau nasi goreng pake sambal dan telur. 

1 jam berlayar akhirnya kami sampai ditengah laut, awalnya lumba lumba sedikit saja yang nongol, sampai akhirnya makin lama makin banyak, dan udah bisa ditebaklah ya kan gimana expresi Aku saat bertemu lumba lumba ? nangis dan teriak teriak saking senangnya. Alhamdulillah ya Allah, bener2 ni ikan ya, mereka seolah olah tau bahwa kami datang untuk melihatnya, sampai mereka itu melakukan atraksi  berputar2 diatas, melompat dengan indahnya, dan berenang kesana kemari sehingga bikin kami gemees banget sama mereka.

Dirasa cukup puas foto, video dan melihat Lumba Lumba di rumahnya, kami memilih kembali ke penginapan dan sarapan pagi tentunya.  Oh ya, trip lumba lumba ini tidak lama kok, dari jam 6.30 pagi kumpul  kemudian jam 6.45 berlayar dan jam 9.30 sudah kembali ke penginapan lagi, dan Aku sarapan nasi goreng yang udah Ibu siapkan.

Hiking Ke Laguna Gayau Cukup Melelahkan Tapi Keindahan Alamnya Terbayarkan

Jika melihat Lumba Lumba kita menggunakan kapal / perahu, maka ke Laguna Gayau ini kita jalan didarat dan melalukan hiking, jadi walau tour nya 1 paket, tapi arahnya beda. 

Jam 10 kami turun dari penginapan dan mulai berjalan kaki menuju Laguna Gayau, trip hiking ini WAJIB ditemani guide lokal. Untuk masuk ke Laguna bayar Rp 5.000/orang saja, ini Aku liat di gerbangnya. Untuk jasa guide Aku kurang tau, karna paket yang kupilih sudah include semua.

Hiking disini lumayan melelahkan, namun kalo udah terbiasa jalan ya gak terlalu capeklah, pelan pelan saja pasti sampai dalam hitungan 20 menit.

Mandi di Kolam Laguna Gayau

Sesampainya di Laguna Gayau Aku cukup kaget, karena ombaknya gede banget, namun kok makin membuatku takjub ya, kerena keren banget areanya. Aku tidak mandi tapi tetap basah karena diterjang ombak, wkwkwk

Tapi ada tamu lain yang berenang dan mereka sangat happy karena di area Laguna Gayau ini banyak ikan ikan kecilnya. Untuk spot Laguna Gayau tidak semua boleh dijadikan tempat berenang ya, karena kadang kadang kalo arus dan ombak deras, bisa saja kita terbawa kelaut dan wassalam. Maka dari itu diperlukan Guide lokal disini untuk mengawasi tamu berenang. 

Tips aman disini, tolong ikuti arahan guidenya, karena kita sebagai tamu dan aturan disini semua harus dipatuhi untuk keselematan kita juga.

2 Jam di Laguna Gayau Kita Balik Ke Penginapan Siap Siap Balik Ke Bandar Lampung

Tak terasa 2 jam sudah kami menghabiskan waktu di Laguna Gayau, dan Aku tidak bosan karena memang seindah itu sih lautnya. Hanya saja saat itu hari Jum'at , Haris harus sholat jum'at dan kami harus segera keluar dari sana.

Jam 2 Siang Haris menjemputku di Penginapan dan kami kembali ke Bandar Lampung, tak lupa selama perjalanan kami berhenti beberapa kali, baik sekedar makan bakso maupun makan durian, dan beli es durian, Alhasil sampai di Bandar Lampung jam 5.30 sore😆 dan itupun Haris masih saja mau mengantarku ke Masjid Al Furqon untuk sholat ashar, setelah itu baru mengantarkan Aku kepenginapan Syariah kartini. Dan tour 2 hari 1 Malam selesai, Haris balik lagi ke Teluk Kiluan, pasti dia capek, tapi itulah yang namanya kerja kan ? 

Supaya rasa lelahnya terbayarkan, Aku memberinya tambahan jajan, karena jujur Akupun tak tega liat dia bolak balik motoran dari Teluk Kiluan- Bandar Lampung- Teluk Kiluan- Bandar Lampung- Teluk Kiluan lagi. Sehat2 dan semoga tamunya makin banyak ya  pejuang keluarga🙏


Trip Kiluan

Al Haris

CP : 0821-8341-0788













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.