Langsung ke konten utama

Liburan ke Pekanbaru 1 Hari Aku Kemana Aja ?

Awalnya bener bener tak ada niat ingin mengunjungi kota Pekanbaru, karena dari beberapa informasi yang kudapat, Pekanbaru gak ada apa apanya, Sehingga bagi Aku yang memang penyuka keindahan alam dan tempat wisata, jadi bingung mau kemana selama disana ?

Tapi karena Aku punya whistlist ingin menyelesaikan perjalananku di Area Sumatera, dan Aku dapat info dari teman, bahwa setelah dari Pekanbaru Aku bisa melanjutkan perjalanan darat menuju Jambi, Lampung dan Palembang, akhirnya Aku pun bersemangat untuk mewujudkan itu.

Mulai Perjalanan Dari Batam- Pekan Baru Cuma 55 menit Pake Pesawat.

Sebenarnya ada 2 cara menuju Pekanbaru dari Batam, yakni jalur laut bisa menggunakan kapal fery dari batam ke Dumai yang butuh waktu 3-4 jam, kemudian dari Dumai lanjut Pekanbaru 3 jam lagi, atau pake kapal RORO dengan perjalanan 18 jam dari pelabuhan telaga punggur menuju pelabuhan Buton Siak. dan jalur udara, tapi untuk menghemat waktu Aku pasti memilih jalur udara, apalagi perjalanan cuma 55 menit dan harga tiket pesawatnya juga masih terjangkau, sedangkan jalur laut sudah pasti membutuhkan waktu lebih lama.

Tiba di Pekanbaru Pagi  Langsung Ke Asia Heritage

Meski Pekanbaru tak memiliki wisata alam seperti Pantai, Gunung, namun setelah Aku sampai di kotanya, jalanannya seolah olah mengingatkan aku dengan jalanan kota Pontianak, ya kurang lebih begitulah, tidak besar tidak juga kecil, tapi hatiku sreg aja ngeliat suasananya.

Selama di Pekanbaru Aku ditemani sama temanku juga, jadi masalah transportasi semua dia yang siapkan, sehingga dari penjemputan dari bandara sampai ketempat tempat wisata, kami menggunakan kendaraan pribadi, jadi Aku gak bisa kasi info mengenai transportasi umumnya selain taxi bandara.

Tujuan pertama kami adalah Asia Heritage. 
Asia Heritage merupakan kawasan wisata yang beralamat di Jalan Yos Sudarso KM12, Muara Fajar Kecamatan Rumbai kota Pekanbaru. Asia Heritage menggambarkan keragaman budaya dari 4 negara, yakni  bangunan ala Jepang, Korea, China dan Indonesia.



Untuk tiket masuk lokasi seharga Rp 30.000/orang, namun jika ingin menikmati berbagai wahana selama didalam area heritage kami membeli tiket terusan seharga Rp 50.000/orang. Keuntungan membeli tiket terusan ini ternyata banyak, selain mendapatkan free es teh oca, kita juga bakalan dapat banyak diskon, seperti diskon penyewaan kimono yang awalnya seharga Rp 50.000 menjadi Rp 30.000. Diskon jajanan ice cream dan makanan lainnya. Trus dengan tiket terusan ini juga kita bisa naik kapal untuk mengitari sekitaran danau disana, ada juga naik kereta gratis, tapi kami tak mencobanya karena harus keluar dari sini.



Untuk jam buka Asia Heritage dari jam 8 pagi hingga 6 sore, sehingga waktu yang panjang ini sebenarnya bisa digunakan untuk mengexplore semua area yang ada disini, tapi sayang waktuku tak banyak sehingga 3 jam aja disini kami harus keluar, karena mau cari makan siang dan ke destinasi lainnya.

Makan Siang di Rumah Makan Pesisir

Sebenarnya di kawasan Heritage juga ada yang jualan makanan, tapi menu menunya kurang cocok di kami, sehingga kami keluar dan mencari makan siang yanng menunya lebih nusantara banget. Nah di Rumah makan Pesisir ini menyediakan berbagai masakan padang dengan menu spesial gulai. Temanku yang doyan ikan ini udah pasti memesan makanan kesukaannya, dan Aku yang tak makan ikan, mencoba mencari menu lain, karena yang namanya masakan padang ya, udah pasti banyak sekali lauk pauknya, tinggal pilih aja. Untuk rasanya menurutku biasa saja, tapi untuk kenyamanan rumah makan ini, menurutku sangat nyaman karena bersih areanya.

Jatuh Cinta Sama Kamu, Masjid An Nur Pekan Baru

Jujur sih, setiap traveling kemanapun Aku pasti ingin pergi ke Masjid yang menjadi Icon dikota tersebut, nah di Pekanbaru Masjid An Nur salah satu destinasi yang memang ingin Aku kunjungi, karena Aku pernah baca di medsos, bahwa desain masjidnya mirip Taj Mahal. Dan bener saja ketika sampai disini, dalam diam mulutku tak berhenti berucap syukur, akhirnya Aku berdiri disini melihat keindahan bangunan dan view senja yang mulai datang menyapa. Terimakasih Tuhan, akhirnya Aku sampai disini.


Alamat Masjid Raya An- Nur di jalan Hangtuah, kelurahan Sumahilang kecamatan Pekanbaru Riau.

Santai Sore di Tepi Sungai Siak Dengan View Jembatan Leton

Setelah menunaikan sholat ashar dan melihat matahari mulai turun, kami melanjutkan destinasi selanjutnya yakni ke Cafe 515 yang ada di tepi sungai siak, karena Aku pengen sunsetan disini. 

Pertama liat view dari Cafe ini, Aku senang banget, rasanya seperti bertanya pada diri sendiri ??? serius pekanbaru punya cafe dengan view  sunset seindah ini ???






Di bawah cafe ini adalah sungai, dimana ada anak anak yang berenang dan mengharapkan para tamu untuk melempar koin, sayangnya Akupun tak pernah tau sebelumnya tentang hal ini, sehingga membuatku berfikir, ntar kalo Aku kesini lagi, akan kubawa celengan koin ku itu, dan akan kukasi kemereka deh wkwkwk.

Yang namanya juga cafe ya, makanan dan minuman yang dijual juga hanya untuk cemilan santai, tapi cafe ini juga menyediakan musholla, jadi jangan khawatir nongki lama.

Sunset indah berlalu walau Aku belum puas melihatnya, dan berganti malam yang membuatku makin tak mau beranjak karena bulan sabit saat itu tetap indah dimataku. Namun waktu seolah olah memaksaku untuk beranjak pergi hiks hiks :( 

Untuk alamat Cafe 515 dijalan batu tepi sungai siak no 515 pesisir limapuluh, kota Pekanbaru dan jam bukanya dari jam 11 pagi- 11 malam.

Setelah keluar dari cafe, kami keliling bentar dikota Pekanbaru sembari melihat suasana malam disana, sampai akhirnya Aku di drop ke penginapan.

Ternyata mengunjungi Pekanbaru itu menyenangkan juga loh, meski tak memiliki pantai, gunung, namun memiliki sunset yang indah ditepian sungainya, memiliki Masjid dengan gaya bangunan seperti Taj Mahal, dan Asia Heritage yang mengajak kita seolah olah keliling dunia :) 













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.