Langsung ke konten utama

Pekanbaru Jambi Naik Travel Nusa Mulya Seharga Rp 250.000 Perjalanan 12 Jam

2 hari di Pekanbaru belum puas sih, karena Aku masih penasaran sama kota Siak, tapi apalah daya waktu belum bisa membuatku berada disini lebih lama, akhirnya hari ke 3 Aku melanjutkan perjalanan dari Pekanbaru menuju kota Jambi.

Jembatan Gentala Arasy Jambi

Pekanbaru - Jambi Naik Travel Nusa Mulya 

Aku beli tiket ke jambi satu hari sebelumnya, agak bingung juga awalnya menentukan stasiun mana yang lebih dekat dari kota pekanbaru, karena Aku liat dari aplikasi Redbus untuk lokasi terminal bus Handoyo lumayan jauh dari kota, akhirnya Aku memilih naik travel saja dari kantor Nusa Mulya Travel yang berada di jalan Bangau No. 10 Kampung Melayu ( belakang Kampus UMRI Ahmad Dahlan ) dan ini tujuan akhirnya adalah di kota jambi dekat kuburan China, tapi saat Aku minta ke supirnya untuk diturunkan diterminal bus Alam Barajo, Alhamdulillah supirnya mau, karena Aku sampai subuh hari jam 5 gitu.

Aku beli tiket by wa dinomor 0813 7187 9191, orangnya fast respon dan ramah, dan pastinya pembayaran bisa melalui transfer saja.

Jam 5 Sore Mobil Hiace Berangkat Dari Pekanbaru Dan Sampai Jambi Jam 5 Subuh

Duuuuh, kok berat ya perasaan ini pergi dari kota ini, Aku mengambil nafas panjang dan coba menenangkan diriku sendiri 😔. 

Kulihat disekitar mobil ini semua nampak bersih dan baru, Ac dingin dan tempat duduk juga nyaman. Tersedia mineral water dan 1 bungkus roti. Perlahan satu persatu penumpang di jemput di area yang sudah mereka tentukan,

Selama perjalanan mobilnya full musik, dari lagu lawas, lagu galau, hingga lagu terbaru yang tentunya ini sangat menghibur diriku yang tak pernah bisa tidur dalam perjalanan.

Mobil sempat berhenti karena ada kemacetan, mungkin sekitar 40 menit kami didalam. Tapi lagi lagi Aku tetap tak bisa tidur, dan akhirnya jam 9 malam mobil berhenti istirahat dan Aku memilih sholat dan makan malam.

Lanjut perjalanan, didalam kegelapan malam dan lagu lagu santai yang diputar, mataku juga susah untuk terpejam, hiks hiks.  Jam 2 malam lagi lagi mobil berhenti, dan Aku memilih keluar dari mobil untuk sekedar olahraga dikit, pegal badanku kelamaan duduk.

Jam 5 subuh akhirnya sampai juga Aku di terminal Alam Barajo kota Jambi, Aku langsung mencari musholla untuk subuhan kemudian istirahat sebentar.

Terminal Alam Barajo Jambi

Musholla di Terminal Alam Barajo Jambi

Overall, Enak juga naik mobil travel dari Nusa Mulya ini, supirnya gak ugal ugalan bawa kendaraan, dan pastinya kita diantar sampai ketitik tujuan. Terimakasih ya pak supir, meski tak searah tujuannya, Aku tetap diantar sampai terminal.🙏

Selama di Jambi Hanya Bisa Ke Jembatan Gentala Arasy

Dari terminal bus Alam Barajo Aku naik ojek menuju jembatan Gentala Arasy dengan biaya sekitar Rp 17.000 karena jaraknya tak terlalu jauh kok.

Mungkin aku datang diwaktu yang tak tepat, karena hari ini ternyata di jambi ada carnaval hari kemerdekaan RI yang ke 81, alhasil jalanan macet total dan banyak yang ditutup. Ditengah keramaian jalanan Aku mencoba cari cara bagaimana agar Aku bisa menikmati kota Jambi ini, dan tujuan utamaku adalah Jembatan Arasy.

Jembatan Gentala Arasy yang memiliki panjang 504 meter ini  merupakan jembatan untuk para pejalan kaki yang melintang berbentuk huruf S diatas Sungai Batanghari, Kota Jambi. Jembatan ini menghubungkan Tepian Tanggo Rajo ke Menara Gentala Arasy Jambi Seberang. 

Aku sengaja menelusuri jembatan ini hingga menuju Jambi Seberang, karena disanapun ada jajanan tepi laut, sayangnya disinipun Aku tak menemukan makanan khasnya, yang ada hanya bakso dan dunia mie. Ya udah, aku menikmati mi goreng saja pagi ini sembari melihat air sungai yang sedang keruh berwarna kuning.

Kulineran di Tepi Sungai Batang Hari Jambi

Setelah menikmati jajanan disana, Akupun mendekati menara jam yang lumayan tinggi, memiliki jam 4 sisi sebagai pengingat waktu sholat. Kawasan ini juga terhubung dengan Museum Gentala Arasy yang menyimpan ratusan artefak dan sejarah perkembangan Islam di Jambi, sayangnya saat Aku kesana masih tutup, mungkin karena masih pagi, atau karena ada carnaval, ntahlah


Memilih Melanjutkan Perjalanan Ke Lampung Saja

Di Jambi Aku juga bertemu teman lama, momennya pas banget dia melihat storyku sedang berada di Jembatan Arasy, sehingga diapun meminta Aku menunggunya untuk datang, hmmm baiklah, karena dia teman baikku, marilah kita berjumpa untuk sekedar bercerita dan mengenang momen lama, hehehe.

Tq fitri udah nemenin di Jambi😊

Kami memilih duduk di sebuah cafe yang cukup terkenal di Jambi yakni SAIMEN Bakery & Resto, cukup lama kami disini sampai waktunya kami berpisah karena Aku mau melanjutkan perjalanan ke Lampung.

Jajan di Saimen Bakery

To be continue 👉 trip Jambi - Lampung  Busnya pake mogok 2 x 😓









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.