Langsung ke konten utama

Day 2, Mengunjungi Kota Siak Yang Tenang dan Main Bentar ke Istana Siak Riau

Hari pertama berlalu sangat menyenangkan, karena Aku pergi ketempat wisata yang ternyata bagus semua, meski hanya didalam kota Pekanbaru. Nah hari kedua ini, Aku ditemani lagi sama teman untuk mengunjungi Istana Siak yang jaraknya cukup jauh dari kota Pekanbaru, yakni sekitar 3-4 jam. Karena memang susah nyari transportasi umum menuju ke Istana Siak, dan Akupun tak pernah kesini sebelumnya, jadi cari aman ya ngerepotin temanku lagi lah buat nganterin kesana, heheheheh maafkan diriku yess, 

Istana Siak yang cantik

Jam 9 Pagi Otw Ke Istana Siak Sri Indrapura

Pagi hari setelah sarapan, Aku di jemput di penginapan dan kita langsung jalan menuju Siak. Hari itu cuaca cerah dan lumayan panasnya. Jalan yang dilalui ada yang bagus ada pula yang kurang bagus, sehingga temanku juga santai membawa kendaraannya. Kita berhenti 2 x untuk makan siang dan beli cemilan.

Jam 2 Tiba di Kota Siak Yang Tenang Dan Asri

Saat perjalanan masuk area kota Siak, pohon2 rindang mulai menghiasi jalanan, apalagi saat Aku melihat jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang cantik, mataku seolah tak ingin berkedip saat kendaraan kami melewatinya, Asli bagus banget, tapi kami tak bisa berhenti karena mengejar waktu jangan sampai kesorean sampai di Istana, mengingat jam operasiaonal nya hanya sampai jam 4 sore.

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah Siak

Semakin mendekati Istana jalanan makin asri dan tenang, dan aku sukaaaaaaaa kota Siak ini, Please gak ada gitu yang mau bawa balik Aku kesini, Aku mau 2 atau 3 hari lagi disini, walau cuma untuk makan, tidur, bengong 😃

Kami berhenti di masjid Islamic Center ( Sultan Syarif Hasyim ) untuk melaksanakan sholat zuhur, setelah itu tiba tiba hujan deras pun turun. Kendaraan kami makin pelan melewati jalanan karena jarak pandang yang kurang jelas akibat hujan deras.

Meski Hujan Tetap Sampai Di Istana Siak Sri Indrapura

Bersyukur temanku punya stock payung sehingga saat dari area parkiran menuju Istana Aku tak kebasahan, dan kita tak perlu nunggu hujan reda karena hari semakin sore. Masuk area Istana kita wajib membayar tiket masuk IDR 10.000/orang.

Didalam Istana ternyata sudah ramai wisatawan dari lokal atau luar seperti malaysia  yang berkunjung dan mereka ditemani sama guide yang akan menjelaskan sejarah Istana Siak.

Istana Siak Sri Indrapura, dibangun pada tahun 1889 dan  dikenal juga sebagai Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur. Bangunannya memiliki gaya arsitektur perpaduan Melayu, Arab, dan Eropa,  dan sampai saat ini Istana Siak berfungsi sebagai museum yang menyimpan barang barang kerajaan.


Sultan Syarif Kasim

Guidenya sedang menjelaskan sejarah Siak kali ya 😇

ruang meeting

ruang jamuan para wanita

Setelah ngerasa cukup untuk melihat area Istana, Aku memilih keluar dari Istana dan mengexplore bagian luarnya, Sayangnya hujan gerimis sehingga ruang gerak jadi terbatas. Tapi temanku sempat mengajakku untuk melihat Sungai Siak yang cukup besar didepan Istana. Sesekali Aku melihat kapal sedang membawa kontainer melintas di sungai ini. Aah rasanya pengen lebih lama disini, namun waktu sudah sore sehingga kami harus segera beranjak dari sana untuk kembali ke kota Pekanbaru, karena terlalu riskan jika kami kemalaman dijalan, mengingat penerangan selama perjalana menuju pekanbaru belum memadai, belum lagi kami bakalan melewati jalanan yang kurang bagus, cari aman adalah jalan terbaik, akhirnya kami memilih pulang.

Oh iya, disekitaran Istana Siak banyak yang jual jajanan dan oleh oleh, tapi karena hujan, ada yang memilih tutup. Ingin sebenarnya membeli kaos buat oleh2, tapi teringat lagi tasku sudah full pakaian dan perjalananku masih jauuuh, sehingga dalam hati cuma berucap, semoga suatu saat Aku bisa kembali kesini.

Jam 8 Malam Sudah Di Pekanbaru Lagi , Makan Sop dan Sate Kambing

Ntah kenapa kalo soal melalak badanku itu gak ada capek capeknya, otak ini mikir mau kemana lagi ya ?? tapi karena gak mau merepotkan teman akhirnya Aku ikut aja destinasi terakhir kami, yakni makan Sate Kambing yang legend di Pekanbaru. 

Temanku memesan Sop Kambing, dan Aku sempat mencicipi rasa kuahnya gurih dan segar, tak ada bau amisnya. Sementara Sate Kambingnya juga enak, wajar kalo warung ini selalu ramai pengunjung karena memang layak untuk dicoba, approve enaknya.


Alhamdulillah untuk hari kedua di Pekanbaru dan Siak berjalan lancar, besok  Aku lanjut perjalanan ke Jambi dengan menggunakan travel dari Nusa Mulya. 

---------to be continue 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.