Langsung ke konten utama

PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses di Gelar Di Seluruh Indonesia

Menyusul kesuksesan pelaksanaan PRURide Indonesia 2019, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) resmi meluncurkan PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride yakni event sepeda virtual pertama dari Prudential Indonesia yang sudah digelar pada 20-23 Agustus 2020 kemaren secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. 


Event ini diadakan untuk memacu semangat masyarakat agar terus menjalani gaya hidup sehat sekaligus menantang mereka untuk membuktikan kemampuan dirinya – meski di tengah berbagai keterbatasan pada masa pandemi COVID-19.


Pada awal Desember tahun lalu, Prudential Indonesia telah sukses menggelar PRURide Indonesia 2019 di kota Yogyakarta – melibatkan lebih dari 2.000 partisipan dari berbagai lapisan usia. Maka ditahun 2020 PRURide kembali berhasil melibatkan 3000 peserta dari berbagai daerah, mulai dari yang termuda berusia 16 tahun hingga berusia paling tua 70 tahun yang bernama Bapak Dodi.


PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride


Dan hari senin 24 Agustus 2020, Prudential mengadakan PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Closing Event for Media and Bloggers, disini aku berkesempatan bergabung dalam talkshow singkat namun menyenangkan bersama 3 orang nara sumbernya yakni

1. Luskito Hambali , Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia

2. Chaidir Akbar , Experienced cyclist

3. dr. Amira Anwar, Sp.P , Finisher PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Kategori Gran Fondo



Narasumber Zoom  PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride


Luskito Hambali 

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia  mengungkapkan, “Kegiatan PRURide Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun merupakan perwujudan salah satu komitmen Prudential Indonesia untuk selalu mendengarkan, memahami dan mewujudkan gaya hidup sehat yang menyeluruh bagi masyarakat.


Menyikapi kondisi yang sedang terjadi saat ini, kami percaya bahwa pandemi COVID-19 tidak seharusnya membatasi semangat untuk menjaga tubuh tetap bugar, seperti dengan bersepeda sebagai salah satu olahraga favorit masyarakat. Oleh karena itu, kami secara khusus mempersembahkan PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride dengan format yang berbeda, yaitu secara virtual.”


Dan yang tak disangka antusias masyarakat yang mendaftar ternyata banyak, dalam satu minggu pendaftaran dibuka sudah ada 2000 pendaftar, kemudian dikasi penambahan quota 1000 pun langsung full dalam beberapa hari saja.


Sistem bersepeda ini adalah para peserta dapat memilih kategori Gran Fondo (135 km) atau Medio Fondo (70 km) dan menyelesaikannya secara langsung atau bertahap selama empat hari penyelenggaraan yang dimulai dari tanggal 20-23 agustus 2020 . Melalui sebuah aplikasi virtual yang sudah disiapkan, setiap peserta dapat menyelesaikan event virtual dengan cara mereka masing masing.


Sebagai simbol pembuktian bahwa mereka telah berhasil menaklukkan tantangan yang kami berikan, seluruh finisher akan mendapatkan medali unik dari PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride yang disebut dengan MedaLink.”


“Medali unik ini merupakan bagian yang saling terhubung dengan medali PRURide Indonesia 2021 mendatang, untuk menginspirasi bahwa menjalani gaya hidup sehat dan aktif adalah sebuah komitmen jangka panjang yang sepatutnya terus kita fokuskan,” tambah Luskito.


Chaidir Akbar

Beliau adalah sosok yang mencintai dunia sepeda, jarak 70-135km bukanlah hal yang sulit untuk beliau lakukan apalagi dalam waktu beberapa hari, namun kali ini beliau bersama tim nya melakukan perjalanan dari satu tempat ketempat lain, sehingga mereka bisa berhasil melakukan tugasnya dalam kategori Medio Fondo 70 km, bahkan setelah kembali dihitung  mereka malah bersepeda hingga 110km.


Pesan dari Bang Chaidir Akbar agar bersepeda tetap aman di masa pandemic adalah dengan menggunakan masker, tetap jaga jarak, jangan bergonta ganti komunitas, tetap perhatikan asupan nutrisi, minuman dan tentunya istirahat, dan yang paling penting bersepedalah sesuai dengan kemampuan,


Dr. Amira Anwar, Sp.P

Siapa sangka ibu dokter yang satu ini sanggup menyelesaikan rute bersepedanya dengan kategori Grand Fondo yakni jarak tempuh 135KM, dalam satu hari beliau bisa menyusuri perjalanan 100KM , kemudian hari berikutnya baru 35KM. wow, takjub aku, karena jarak 135Km ini tidak dekat gaes.

 

Ibu Amira juga berbagi beberapa tips aman bersepeda saat pandemic.

Pake Masker , Jaga Jarak , Langsung pulang setelah bersepeda, Segera mandi dan ganti pakaian setelah selesai berolah raga , Istirahat yang cukup dan pastinya Makan makanan yang bergizi. Dan apalabila sulit bagi kita untuk memakain masker dalam waktu lama, maka carilah tempat yang lebih sepi untuk bersepeda.


Dari acara bersepeda virtual  ini dikumpulkan jumlah jarak yang ditempuh para peserta yakni 226.656.2km, angka ini akan dikurskan kedalam rupiah, kemudian dana yang ada nantinya akan di berikan kepada tenaga medis diseluruh Indonesia dalam bentuk APD, dan sesuai saran dari Dr. Amira distribusi APD ini diharapkan lebih fokus kedaerah Indonesia Timur.


Peserta Zoom  PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride


Setelah bincang santai bersama nara sumber, acara dilanjutkan dengan kuiz, walau jawabanku benar semua namun sayang kecepatan internet tidak memadai meskipun sudah menggunakan wifi, akhirnya gak menang dong, hiks hiks sediiih akutuh. Tapi karena MC nya Mas Reza Chandika orangnya lucu abis, jadinya aku tetap happy, apalagi disesi terakhir ada foto bersama mereka.  Sukses untuk PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride, semoga bisa bergabung kembali ditahun 2021.  Salam Sehat!!! 

Komentar

  1. Baru tahu tentang PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Closing Event for Media and Blogger ini. Dulu tiap tahun ya diselenggarakan, yang sekarang ini virtual. Keren ibu dokter bisa lebih seratus km menggowes ... waah jadi inspirasi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kak..seratus km itu jauh...aku pun salut beliau bisa gowes sejauh itu

      Hapus
  2. sukses yaa mba acaranya..kebayang serunya tahun ini yang serba istimewa karena COVID-19 yaaa mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru seru bahagia ni acaranya karena hasil finish peserta dijadikan sumbangan utk nakes diseluruh Indonesia

      Hapus
  3. Aku membayangkan bersepeda sajauh 100 Km perhari. Hahaha..cuma membayangkan aku sudah nyesek. Belum lagi ingat panas, berkeringat, dan intimidasi dari lalu lintas...Benaran dah kagum banget sama dokter Amira Anwar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kak..sesama wanita aku takjub Ama Bu dokter tuh

      Hapus
  4. PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride berjalan lancar dan sukses. Semoga 2021 Pandemi berakhir dan bisa bersepeda bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...banyak ni yg tunggu event nya di tahun depan

      Hapus
  5. Waw yang usia 70 tahun itu nggak kebayang staminanya kek apa. Kayaknya emang udah sering olahraga dan latihan terus ya karena biasanya seusia ini tuh orang udah pada banyak penyakit dan susah ngapa-ngapain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya dia pecinta olahraga sepeda makanya meski usia 70tahun tetap sanggup ikutan event ini

      Hapus
  6. seru banget ya bersepeda, keren tuh dr Amira mampu menyelesaikan kategori 135 KM. bukan jarak yang pendek. salut!

    BalasHapus
  7. senang bisa ikutan acara closingnya, jadi tau event ini. event yg menginspirasi dan menggerakkan kita utk merawat sehat dan berdonasi. Tahun depan harus ikuttttttttttttt :D

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah ya Mba senang sekali bisa ngangsu ilmu literasi keuangan dengan PRURide seru ada virtual ridenya.

    BalasHapus
  9. Wah baru tahu aku event sepeda virtual begini, emang selama pandemi ini sepeda nih lagi hype banget. Malah bagus pada semangat olahraga hihi

    BalasHapus

Posting Komentar

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.

Serunya Bermain Cable Ski di Batam Wake Park Bengkong

Mendengar permainan Cable Ski biasanya kesan pertama itu harganya MUAHAL ! dan hanya orang orang berduit lah yang sanggup menikmati water sport ini. karena dihari sabtu dan minggu harga bermain cable ski ini  Rp 250.000/ jam. Namun jangan minder duluan, karena Batam Wake Park yang ada di Bengkong ini memberikan harga promo di weekday hanya RP 50.000/ hari, Nah loh ?? masih gak pengen nyobain main watersport yang seru ini ? promo dari Batam Wake park Beralamat di kawasan golden city bengkong, Batam wake park ini hadir untuk meramaikan permainan yang penuh tantangan di atas air.  Ada dua area danau buatan yang disediakan bagi peserta yang ingin bermain cable ski. 1 Danau kecil  Disinilah tempat bagi pemula belajar cara memainkan wakeboarding/ cable ski. pertama tama kita wajib memakai life jacket, helmet, wakeboarding dan mengikatnya dengan erat.  Kemudian pelatihnya akan mengajari teknik teknik bermain cable ski. Kedengarannya simple dan mudah ya ? Tapi percayalah, kam

Indahnya Pantai Glory Melur Barelang Batam

Siapa ni disini yang paling senang hunting pantai baru yang ada di Batam ? Yang tunjuk tangan satu hati dong sama aku hehehe. Gatal aja bawaan kaki kalo udah dengar ada pantai baru yang dibuka. Apalagi kalo didaerah Barelang, karena aku tau disana lautnya bagus, pasirnya lembut serta kalo air laut sedang pasang, duuh jernih banget airnya, sejernih hatiku, eaaaa. Sejak di buka pada akhir Desember 2020, baru di bulan Februari 2021 aku bisa mengunjungi Pantai Glory Melur yang semakin hari semakin diminati oleh para pengunjung ini. Tak salah menurutku karena kalo dilihat dari foto foto yang bertebaran di media sosial, Pantai Glory Melur memang indah dan rapi penataannya. Minggu pagi sengaja aku turun dari rumah jam 6.00 lantaran aku juga ingin melihat moment sunrise di daerah Jembatan 1. Namun sayang karena harus mampir membeli sarapan dan mengisi bahan bakar, akhirnya aku kesiangan juga. Matahari sudah naik saat aku sampai di Jembatan 1 Barelang. Perjalanan tetap aku lanjutkan dengan sena