Jumat, 19 Juli 2019

Perjuangan Panjang Dari Penang Butterworth Padang Besar Hingga Ke Bangkok Demi Mencoba Sleeper Train

Dikarenakan melihat postingan teman teman tentang Penang- Malaysia, akhirnya hari raya idul fitri 1439H lalu akupun memilih berlibur di Penang, dengan berbekal membaca review wisata di Penang akhirnya aku memutuskan deal ke Penang selama dua hari, kemudian aku akan melanjutkan perjalananku menuju Bangkok dengan menggunakan kereta api ( Sleeper Train ) yang katanya enak, meski harus menempuh perjalanan selama 16 jam.

Didepan Stasiun Kereta Api Hua Lamphong Bangkok

Disini aku memulai perjalanan panjangku dari penginapan Redd In Court yang berada di kawasan masjid kapitan keling- georgetown, dari keluar hostel ini, aku mengambil jalan arah kekanan dan  menuju halte bus / stasiun 16, kemudian aku  menaiki bus Central Asia Transit ( CAT ) yang free menuju jety/ pelabuhan untuk menyebrang ke butterworth /penang sentral. Menunggu shuttle bus free ini gak lama kok, paling 15-25 menit udah dapat, dan menuju pelabuhan fery juga paling menempuh perjalanan sekitar 15 menit.

Hostel Red Inn Court
Pelabuhan Ferry sekaligus Stasiun Bus


Bus CAT

Halte Bus CAT
Setelah sampai di pelabuhan Pangkalan Raja Tun Uda, ikuti saja lorong jalan menuju Rapid Fery, dan lagi lagi naik fery dari sini gratis ya ( tujuan georgetown- butterworth ) ,( kccuali dari butterworth ke georgetown bayar RM 1.2 ) sehingga kamu cuma cukup antri dengan manis sembari menunggu fery datang. Fery ini beroperasi mulai dari subuh, namun aku memilih naik yang jam 8.40 waktu penang, sehingga tiba di Butterworth / Penang Sentral jam 9.00. Keluar dari Fery ikuti lagi petunjuk jalan untuk menuju stasiun Komuter /kereta api menuju Padang Besar. Oh iya Butterworth / Penang Sentral ini selain merupakan pelabuhan fery, Bus antar negara, Stasiun kereta api, juga merupakan Mall yang cukup besar, jadi  mau kemana saja sudah tersedia petunjuknya.

Lorong memasuki Fery
Ruang Tunggu Rapid Fery



View Jembatan Penang dari Rapid Fery
View Kota Georgetwon dari Rapid Fery



Penang Sentral 
Ruang Tunggu Bus di dalam Penang Sentral



Jalan Menuju Stasiun Kereta Api
Stasiun Kereta Api di lantai 2
Ketika sampai di Stasiun Kereta Api , aku menuju lantai dua sesuai petunjuk dan mengantri untuk membeli tiket komuter Butterworth - Padang Besar, karena rute nya setiap jam ada, jadinya aku tak perlu menunggu lama, karena jam 9.25 pagi aku sudah bisa berangkat. Senang banget liat keretanya bersih dan jauh dari kata bising. Oh iya untuk Butterworth - Padang Besar harga tiketnya RM 11.40 dengan waktu tempuh sekitar 2 jam, sehingga ketika berangkat jam 9.25 aku tiba di Padang Besar jam 11.20.

Antri untuk beli tiket Kereta ke Padang Besar
View dari Kereta Saat Menuju Padang Besar

KTM Butterworth - Padang Besar
Bersih dan Nyaman

Sesampainya di Padang Besar, aku langsung mencari konter tiket untuk membeli tiket kereta tujuan Padang Besar - Bangkok, Syukurnya petugasnya bisa bahasa inggris, setidaknya kami bisa berkomunikasi. Namun karena jadwal kereta hanya ada di jam 17.00 / 5 sore waktu Padang Besar, makanya aku belum bisa membeli tiketnya saat itu, mesti nunggu sampai jam 1 siang baru mereka buka penjualan tiketnya. ( kereta Padang Besar - Bangkok hanya satu kali sehari ).

Jadwal Kereta dari Padang Besar - Hatyai, Padang Besar - Bangkok
Masih ada waktu 2 jam aku memilih mencari kantin, berbekal video teman dan bertanya langsung kepadanya by wa, akhirnya aku menemukan kantin dengan aneka masakan indonesia, dilantai 2 stasiun kereta. Alhamdulillah makanannya enak. Setelah makan akupun berbelanja beberapa bungkus roti untuk bekal di kereta beserta mineral water.

Area Kantin di lantai 2 Stasiun kereta Padang Besar
Gulai Hati dan Sambal Ikan Terinya enak banget RM 11.00 sama teh
Jam sudah menunjukkan pukul 1.20 aku pun langsung ke konter untuk membeli tiketnya, Namun sebelum membayar tiket kereta, petugasnya melihat pasportku dan terjadilah percakapan yang sedikit membuatku jadi was was. ( percakapan dalam bahasa inggris yang terbata bata, namun seperti ini lah intinya )

Petugas : Kamu dari Indonesia ?

Aku : Ya, ada masalah kah dengan pasport indonesia ?

Petugas : Saya rasa pasport Indonesia akan mengalami masalah jika masuk ke Thailand, Apa kamu pergi sendiri kesana ?

Aku : Ya, Saya sendiri ke Bangkok, namun disana ada teman Saya, dan Saya akan menginap dirumah Beliau.

Petugas : Kamu bawa visa ?

Aku : Ha ? Saya rasa tak perlu Visa untuk masuk Thailand, karena masih masuk dalam negara Asean.

Petugas : Okelah, jika kamu masih kuat ingin mencoba masuk ke Thailand, Tiket ini bisa di refund satu jam sebelum keberangkatan, berarti jam 4 paling telat,  namun akan hangus 50% jika batal berangkat ya .

Aku : Baiklah, Saya akan berusaha dulu mencoba, jika tidak bisa Saya akan kembalikan tiketnya.

Setelah membayar 870 Baht x kurs Rp 460= Rp 400.200, aku pun mendapatkan tiket keretanya, dan duduk didepan imigrasi malaysia dan thailand yang letaknya hanya terpisah oleh satu pintu. Saat duduk, perasaan mulai tak enak, akhirnya aku mondar mandir saja sampai ada salah satu petugas stasiun yang melihat keresahanku. Dia menghampiriku dan akhirnya aku bisa ngobrol dengannya dengan bahasa melayu.  Dia hanya menyuruhku untuk tenang dan tunggu sampai jam 3 imigrasi buka. Namun dari jam 2.30 kuliat petugas imigrasi sudah ada. Aku pun memberanikan diri untuk masuk dan mencoba menunjukkan pasportku.

Kantor Untuk Membeli Tiket Kereta

Tiket Kereta Sleeper Train Padang Besar- Bangkok

Imigrasi Yang terpisah Pintu Saja
Imigrasi Malaysia

ATURAN BARU YANG BIKIN STRESS

Saat masuk ke imigrasi Malaysia, aku disuruh ke Imigrasi Thailand dulu, jadi aku pindah kepintu sebelah, namun pada saat menujukkan pasport, waaah mereka langsung teriak ke teman2 nya yang lain "  Indonesian Passport , Indonesian Passport " dan aku disuruh menepi.  Makin berkecamuk lah hatiku dan perasaanku langsung tak karuan. Aku disuruh menjumpai salah satu petugas Imigrasi Thailand, disana aku menjelaskan aku akan ke Bangkok selama 3 hari,  Menginap dirumah teman, dan aku akan pulang pada tanggal 12 Juni 2019 melalui Singapura. Aku tunjukkan bukti tiket pesawatku juga. Ternyata oh ternyata, Petugasnya bertanya apa aku bawa uang tunjuk sebesar 20.000 baht ? Apaaa? uang segitu banyak, Saya rasa tidak aman wanita seperti Saya membawa cash ucapku padanya. Lagi lagi Saya disuruh menepi dan pasport ku dikembalikan.

Aku bertanya lagi pada petugas imigrasi thailand yang lainnya, dan meminta bantuannya agar aku bisa dapat stamp.  Kemudian petugas lelaki ini berbicara dengan petugas wanita yang menginterogasi aku tadi. Tak ada keputusan juga, dan aku disuruh menunggu.  Waktu sudah menunjukkan pukul 3.15 lagi lagi aku mendekati petugas wanita tersebut, dan aku tunjukkan lagi uang dollar singapure, malaysia, dan thailand, atm dan tiket pesawat pulangku. Namun tetap dia suruh aku minggir, kalo aku gak nunjukkan duit 20.000 baht.  Ya Allah sedihnya hatiku, apa tiket kereta ini akan sia sia ? sudah hampir berlinang airmataku.

Jam 3.45 aku coba lagi mendatangi petugas wanita itu, dan aku meyakinkan dia lagi, bahwa aku pergi liburan bukan untuk bekerja.
" Please, give  my pasport your stamp mam "
" Please, give me nice experience when i come your country  use by the slepeer train " i am just 3 days in Bangkok, just holiday not for work. Pleaseeeee

Akhirnya kali ini dia membawa ku kepada 2 orang petugas dan aku disuruh isi semacam kartu perjalanan / Embarkasi yang menjelaskan tempat tinggalku selama di Bangkok. Senang ? belum...sembari gemetaran aku menulis data diriku, dan ketika aku mau menulis alamat tempat tinggal di Bangkok, temanku malah gak menjawab telponku, mungkin dia sedang bekerja. Ya Allah sudah jam 4.10 kawanku tak menjawab telponku juga. Menetes airmataku, mungkin memang belum rejeki ku akan ke Bangkok naik sleeper train bisikku dalam hati.  Kucoba nekad, ku buat saja alamat di Bangkok dengan nama daerah Surasak, karena kuingat temanku pernah berkata dia tinggal didaerah dekat stasiun BTS Surasak. Kali ini kalo lewat syukur, kalo gak ya udahlah, aku akan kembali kepenang, dan tiket kereta akan hangus sama sekali, karena sudah jam 4 lewat.

Kartu tersebut kuberikan lagi kepada petugas wanita itu, dan kali ini dia menatap lama wajahku yang mungkin sudah pasrah, akhirnya dia kasi stamp tanpa bicara sepatah katapun, dan aku menerima passportku sembari mengucapkan terimakasih dengan bahasa tubuh membungkuk namun tak berkata kata juga.

Stamp imigrasi dari Thailand sudah ditangan aku menuju imigrasi Malaysia, Ya Allah lagi lagi ujian banget buatku, Imigrasi Malaysia udah tutup :( . Asli tumpah air mataku saat itu. Dan aku menuju keluar ruangan dengan harapan hampa. Namun aku bertemu lagi dengan petugas stasiun yang bisa berbahasa melayu tersebut. Dia bertanya, apakah aku udah dapat stamp ? kujawab blum, karena imigrasi Malaysia udah tutup. Dia melihat jam sudah pukul 4.25 kemudian dia mengajakku kekantor Imigrasi Malaysia dan menemui salah satu petugas yang masih ada disana, dan dia meminta supaya aku mendapatkan stamp, lagi lagi ibu paru baya tersebut berkata, Maaf telat,  stamp sudah dibawa ke imigrasi yang lain ( imigrasi kalo kita lewat pakai Bus / mobil ) letaknya diluar stasiun, kalo jalan kaki sekitar 10 menit, naik turun tangga. Disini tubuhku rasanya udah lemas, capek,stress dan aku ngerasa haid ku keluar lagi. (padahal sudah berhenti sebelumnya ).
Namun si petugas yang baik hati itu berkata, kamu mesti coba, kamu sudah dari pagi disini, jangan sia siakan usahamu.

Berlari melalui jalur jembatan demi mendapatkan stamp
Imigrasi bagi pengguna bus / van yang cukup jauh dari imigrasi kereta
Meski sebenarnya aku capek, lapar dan mulai lemas, namun aku coba berusaha kuat, aku pun berlari naik tangga dan berlari lagi menuju imigrasi Malaysia sesuai petunjuk sang petugas,  sampai di konter imigrasi paling ujung, aku pun berkata kepada petugasnya, Pak tolong beri Saya Stamp, saya harus berangkat pukul 5 sore ini, Tolong pak waktu Saye tak banyak. Pak cik tersebut pun tak banyak ini itu, dia langsung kasi stamp pada pasportku, Setelah mengucapkan terimakasih, aku pun berlari lagi dengan mengendong tasku yang lumayan berat itu menuju stasiun kereta api Padang Besar. Tersenyum sambil menangis, itulah yang terjadi saat itu, rasa haru bercampur senang karena usahaku tak sia sia, dibalik kesusahanku aku dipertemukan dengan orang baik disana.

Jam 4.35 aku bertemu dengan petugas stasiun yang sudah menungguku dekat stasiun kereta, dia menyambut kedatanganku sembari menanyakan sudah dapat stampnya ? kujawab sudah, dan dia pun menyuruh aku duduk, jangan kemana mana karena kereta sebentar lagi datang dan hanya 10 menit berhenti. Mendengar penjelasan seperti itu, aku tak berani lagi untuk ke atas untuk membeli makanan, padahal aku lapar , jadi  ku cuma bisa makan roti.

Benar kata sang petugas yang baik itu, tak lama keretanya datang, dan dia menyuruhku segera naik. Dia tersenyum melepasku naik kereta, dan mataku yang berkaca kaca melihatnya. Kami tak saling kenalan dan tak saling bertanya nama, namun kebaikannya sangat membantuku, bye byee sang petugas stasiun :)

SLEEPER TRAIN YANG DI IMPIKAN

Aaahh akhirnya aku naik kereta yang aku inginkan beserta beberapa penumpang lainnya. Setelah mendapatkan nomor dan tempat duduk, akupun mengistirahatkan tubuhku, tiada henti ucap syukur yang aku ungkapkan. Kereta berjalan perlahan, dan aku memilih ke toilet berganti baju yang sudah basah dan berganti pembalut. Lebih segar kurasa tubuhku, tinggal lah urusan perut yang mulai keroncongan sementara hanya tersisa 2 buah roti.

Kereta Padang Besar - Bangkok
Suasana Kereta Sleeper Train 

Nomor Tempat Duduk harus sesuai di tiket

Toilet Duduk di Sleeper Train
Toilet Jongkok di Sleeper Train

Beberapa saat perjalanan, ku dengar ada yang jualan namun aku tak mengerti bahasanya, namun ketika kuliat yang mereka jual tak ada yang cocok dengan liurku, akhirnya aku enggan membeli. Dan disekitarku pun tak ada yang bisa berbahasa inggris /melayu, mereka berbahasa Thailand, sehingga aku bingung mau ngapain selain melamun dan menikmati perjalanan.

Mulai pukul 6.30malam,  petugas kereta mulai menyulap tempat duduk menjadi kasur, dan aku mendapat tempat tidur diatas, Setelah tempat tidur disiapkan aku memilih tidur saja dalam keadaan perut kosong. Kasurnya memang tipis tapi empuk, begitu juga dengan bantal dan selimutnya juga wangi. Untuk suhu dalam kereta juga enak, tidak terlalu dingin, tidak juga panas. Hanya saja tidak terdapat colokan charger ditiap tempat tidur. Colokan charger hanya tersedia dibeberapa tempat.

Bantal dan Selimut dengan sarung baru 
Memilih Tidur dalam keadaan Lapar dan Kecapean



Colokan Charger di Sleeper Train
Suasana Malam di Sleeper Train

Perjalanan 16 jam ini ternyata tidak mendapatkan makanan atau minuman ya, jadi memang mesti bawa sendiri atau membeli. Tidurku cukup nyenyak saat itu, dari jam 7 malam hingga tersadar pukul 3 pagi karena darah haid ku keluar begitu banyak, hingga membasahi selimut dan Seprainya. Aku cukup kaget kenapa seperti ini, namun aku bawa tenang, mungkin aku kecapean. Aku pergi ke toilet, membersihkan selimut dan membersihkan diri, mengganti pembalut dan kemudian tidur lagi hingga jam 8 pagi.

Enaknya di sleeper train ini, petugasnya tidak akan membangunkan para penumpangnya mau sampai jam berapapun. Jadi benar benar bisa malas malasan dikereta sampai kereta mau sampai ditujuan. Selama perjalanan getaran dari kereta tidak begitu terasa dan juga tidak berisik, sesuai deh review orang orang, bahwa naik sleeper train itu enak, dan aku tidak menyesal mencobanya.

Jam 11pagi akhirnya kereta tiba di stasiun Hua Lamphong Bangkok disambut dengan langit yang cerah berbarengan dengan musibah yang menimpa diriku, aku bukan lagi haid biasa tapi pendarahan hebat yang membuatku sakit dan tak bertenaga lagi.

Langit Cerah menyambut kedatanganku di Bangkok

Darah pun tumpah membasahi celana, meski sudah memakai pembalut 



19 komentar:

  1. wih, perjalanan yang mengasyikan sepertinya ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kak asyik dan hampir mati dijalan diriku karena kehilangan banyak darah :(

      Hapus
  2. Tiap perjalanan selalu ada drama yang akan jadi cerita nantinya. Yang penting akak dah pulang dengan selamat, bisa baring di ranjang dengan nyaman itu lebih dari cukup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget kak,.,, suka duka perjalanan pasti ada, dan bersyukur banyak banyak, aku masih bisa bernafas sehat sampai saat ini :)

      Hapus
  3. Aku yang baca aja ikut berkaca-kava huhu kakkk :( perjuanganmu itu yahhh sulit sekali, untung aja berbuah manis walau menghabiskan banyak tenaga. Aku jadi pengen juga cobain pake sleeper train, tapi apa iya harus bawa uang sebanyak itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya gak masuk akal kita bawa cash sampai 20.000 / sekitar 9juta, namun itulah permintaan dari imigrasinya, kemudian mereka minta bukti tiket kita balik , hotel tempat nginap semua dalam bentuk print kertas, bukan kita liatkan dari hape

      Hapus
  4. Wow mantap pengalamannya, kapan ya saya bisa seperti ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo siap mental dan siap tiket hangus, silahkan coba kak... kalo saya gak mau lagi ah, buang buang waktu saja

      Hapus
  5. Aku terharu sampai menteskan air mata lho, lho mba, membaca perjuangan mba, lari-lari mengejar petugas imigrasi.

    Alhamdullillah, akhirnya bisa naik Sleeper train.

    Sungguh ini pengalaman yang berharga.

    Jadi, 20.000 baht itu bukan harus ya untuk masuk ke Bangkok?

    Baidewei,
    Mba kenapa sampai pendarahan?
    Sedang hamil muda kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 20.000 baht itu uang yang harus kita tunjukkan ke imigrasinya, pertanda memang kita mau holiday. Saya baru selesai haid, namun karena kecapean, stress dan bawa tas dipundak lari2 naik turun tangga, akhirnya darah keluar lagi, namun keluarnya gak berhenti2 nyocor terus sampai sampai hilang tenaga dan pucat

      Hapus
  6. waaahhh mbaaaa, pengalamannya bener2 deeh :D. aku pernah naik sleeper train, tp rutwnya wkt itu Bangkok -KL. dan ga pake drama gitu :D. ttg uang Bath 20rb, itu nemang atiran baru sih, krn thailand udh kewalahan ama banyak turis kulit putih yg ujubg2nya jd beggars di sana :(. yg kena sialnya turis2 lajn yg niatnya bener liburan :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang gak tau aturan baru ini, mungkin kena disaya, akhirnya kek gitulah...perjuangan melelahkan banget dibuat nya..dan bikin trauma

      Hapus
  7. Kak sarah trs gmna pendarahannya? Dsana lgsg ke dokter kah?
    Ya ampun..deg2an aku baca yg bagian imigrasi..gregetan bgt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak tau dokternya dimana, prosesnya gimana, dan pembayarannya gimana, jadi cuma bisa berbaring full di kontrakan teman, sembari mengisi makanan dan buah, susu, dan vitamin utk daya tahan tubuh... nyari sangobion pun tak ada di thailand, pulang ke batam dipercepat akhirnya biar bisa langsung kerumah sakit.

      Hapus
  8. Saya pengin coba kak... Sumpah dah... Walau pengalaman imigrasinya ngeseli tapi kayaknya seru abis deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan mencoba kak.... jangan lupa print hotel, print tiket pulang disediakan mungkin itu bisa membantu lolos

      Hapus
  9. Ya ampuuun gimana kabar sekarang? Aku dengar kabar dari Rina kalau Sarah pendarahan katanya. Duh ya ampuun ngeri banget apalagi dalam perjalanan begini.

    BalasHapus