Langsung ke konten utama

Ngetrip bersama Honda Beat Tanjung pinang- Gunung Bintan

Setelah bermalam di rumah kerabat yang ada di tanjung pinang, hari ini kami berencana melanjutkan perjalanan ke gunung bintan. Rencana awal dari rumah jam 11 paling lambat harus berangkat, supaya bisa berlama2 di gunung bintan, namun apa daya, berkumpul bersama keluarga dan anak2 membuatku jadi maju mundur maju mundur syantik untuk melanjutkan perjalanan, Apalagi sajian bihun goreng, bakso, pempek yang enak membuat badan semakin berat untuk bergerak, kate mamak ku macam ular sawah, sudah kenyang ngantuk  

My Beat

Namun ketika Azan zuhur berkumandang, aku pun tak bisa lagi bermalas malasan untuk segera melanjutkan perjalanan, setelah sholat aku berpamitan dan segera menuju gunung bintan. Sesampainya di gerbang yang bertuliskan Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan, kami membayar 10rb per orang untuk masuk dan naik keatas, wuiihh naik tangganya cukup melelahkan kawan, namun keinginan melihat air terjun bintan ini membuatku tak patah semangat, meski bercucuran keringat, aku tetap menanjak keatas, dan ketika sampai,,,,,taraaaaaaa spontan aku tertawa pada temanku... Jadi ini air terjunnya ??? Astagaaaa kasian banget nasibku hari ini, bayanganku curahan air yang begitu banyak bisalah membuatku berbasah basah ria disini, namun kenyataannya nak cuci muka pun aku malas, mending mandi dirumah aja deh. 


View Gunung Bintan yang memukau



Saya tidak beruntung, karna air terjun nya lagi malu2 untuk keluar

Tak betah aku berlama lama disini, ku ajak kawanku untuk melanjutkan perjalanan ke pasir bukit, bahkan makan durian pun ku lewatkan karena kecewaku pada debit air terjun yang sangat kecil. Nah pada saat di pasir bukit, sudah ada yang berjualan air kelapa, disinilah aku bisa mengistirahatkan badan lebih santai dan lama, oh iya parkir motor disini 2 rb, dan air kelapa 1 buah 10rb. Bukit pasir ini sangat luas dan memang bagus untuk foto foto, namun kalo siang hari panasnya cukuplah membuat kulit terbakar, aduuhh pusying pala barbie jadinya. Setelah puas bermain main di bukit pasir, kami pun melanjutkan perjalanan menuju masjid Baitul Makmur untuk menunaikan sholat ashar, rasanya rugi deh aku gak mampir ke masjid ini, Lokasinya diatas bukit, sehingga hati tenang setelah ibadah, matapun nyaman disuguhkan pemandangan yang begitu luas.

Nemu danau cantik saat menuju gunung bintan

Bukit Pasir

Model2 yang tahan banting dengan panasnya matahari

Sholat Ashar di Masjid Baitul Makmur Tanjung Uban

Jam 16.30 kami beranjak dari masjid cantik ini, menuju pelabuhan tanjung uban. dan antrian sudah cukup panjang disini, setelah membayar 70rb untuk 1 motor dan 2 penumpang, kami pun masuk kekapal dan mencari tempat untuk duduk dan makan. 1 Jam perjalanan kami pun tiba di pelabuhan punggur batam. Alhamdulillah trip kali ini berjalan dengan lancar :) 


Traveller Manja dibekali makanan sama adik sepupunya..wkwkwk 





Pulang Menuju Batam





















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.