Selasa, 23 Agustus 2016

Perjalananku dari Batam ke Bengkulu Curup


Setelah Padang Palembang,Medan,Dan Aceh, kali ini Bengkulu menjadi kota destinasi ku selanjutnya untuk ku nikmati keindahannya. Jika ditanya kenapa kota Bengkulu ? karena aku tau disana banyak tempat wisata yang bisa aku datangi, aku ingin melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, aku ingin ke gunung kaba, dan juga beberapa air terjun.

Tgl 13 Agustus jam 6.45. pagi aku sudah berangkat dari rumah, aku menunggu damri dari halte fanindo tanjung uncang, biaya damri ini Rp 22.000 rute tanjung uncang - bandara, 10 menit menunggu di halte, Damri pun tiba, dan aku mulai duduk. Baru saja duduk, ternyata mobil damrinya bermasalah, pintu tengah tidak bisa dibuka. dan pak supir memintaku turun, karena mau ganti mobil yang lain. whaattt ??? pesawatku jam 9.10 loh. Ni damri pake acara rusak pula. Pak supir berkata tunggu ya, ganti mobil gak lama kok. paling 15 menit, okelah aku tunggu, jam 7.20 damri baru datang, dan aku naik kembali, namun jalannya mobil ini lambat sekali, ketar ketir hatiku, apa bisa sampai ya dibandara sebelum jam 9

Teringat aku bahwa lion air bisa check in secara online, dan aku pun mencobanya melalui mobile phone dan tab, ternyata hasilnya gagal. Ku telp teman sekantor, meminta bantuannya untuk check in menggunakan komputer, ternyata tak bisa juga. Dag dig dug jantungku, melihat jalannya damri ini, karena sampai jam 8.30 belum juga sampai. Kuminta temanku menelpon bandara untuk check in juga gak bisa, aku disuruh datang langsung, weleh ya Tuhan...cepatan donk pak jalannya bisik ku dalam hati, jam 8.45 sampai juga dibandara, dan aku pun berlari lari kedalam. dan astagaaaaa ramainya yang checkin..alhasil aku melongo kesana kemari dengan wajah resah, dan tiba tiba aku bertemu dengan seseorang yang menawarkan bantuan padaku untuk checkin. tanpa fikir panjang dia itu siapa, kukasi tiketku padanya, Alhamdulillah masih bisa, karna aku gak ada bagasi. dan ketika aku mau memasuki pintu yang ditetapkan, lelaki tersebut meminta upah untuk bantuan check in nya tadi, oalaaaahh pikirku, kirain memang mau bantu, ternyata ada udang di balik bakwan toh..heehe ya sutralah yang penting aku masih bisa naik pesawat.

Aku memasuki ruang tunggu, dan bertanya pada petugas, apakah penerbangan ke bengkulu sudah bisa naik pesawat, ternyata jawaban dari petugas belum, Syukurlah aku masih bisa membeli oleh2 untuk teman2 dibengkulu. Oleh2 sudah ditangan, aku duduk sebentar, dan memakan roti, belum habis roti ditangan, sudah ada panggilan penumpang tujuan bengkulu diharapkan naik kepesawat, alhasil makan pun buru2, segera mungkin aku juga naik kepesawat dan duduk manis sesuai seat yang kudapat.

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu

1 jam perjalanan batam bengkulu, pesawat pun mendarat cantik di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dan karena ini pertama kalinya aku ke bengkulu, aku memperhatikan daerah sekitarnya, ku amati bandara yang terbilang kecil ini, tak banyak pesawat yang terparkir saat itu, aku pun memilih masuk ruangan, dan langsung menuju keluar. Seperti biasa para tukang taxi dan ojek menawarkan tumpangannya, hanya saja aku memilih mencari tempat duduk dahulu dan berusaha untuk tenang. Setelah kurasa nyaman badan dan perasaan ini, aku pun bertanya pada tukang taxinya, berapa biaya dari bengkulu ke curup, awalnya ada yang bilang arah kecurup travel nya habis, sudah gak ada lagi, kalo mau ya harus pake ojek diantar ke terminalnya, aku tak gampang percaya, karena jam masih menunjukkan pukul 11.15 pagi, masak transportasi kecurup habis.

Akhirnya aku duduk lagi. Kemudian datang lagi seorang bapak yang bertanya padaku, apakah aku mau ke curup, ku jawab iya, dan beliau langsung menyuruhku untuk tunggu, tak lama datanglah seorang laki2 paru baya mendekati ku, dan bertanya lagi, ke curup mbak? ku jawab iya, ayuklah kemobil saya, kutanya dulu berapa harganya, jawabnya biasa mbak, kubilang 50 rb ya biasa? dia tertawa kecil, kalo dari bandara 80rb mbak, gak bisa 50rb. kecuali dari terminal. Karena aku sendiri, dan memang gak tau kondisi jalan di Bengkulu, ya udah aku ok kan. dan aku diantar menuju mobilnya ( jenis avanza ), setelah aku dipersilahkan duduk di mobil,  si Bapak menghidupkan AC nya agar aku tak kepanasan menunggu didalam, dan si Bapak pergi lagi ke bandara, sekitar 20 menit si Bapak datang lagi, dan mobil mulai jalan, aku pun bertanya, gak ada penumpang lagi kah pak ? si Bapak menjawab gak ada. sepi hari ini, jadilah cuma aku sendiri yang jadi penumpangnya.

Penumpang tercantik...ya iyalah..secara cuma saya sendiri disini...hehehhe
Si Bapak mengendarai mobil terbilang santai, dan sesekali dia memperkenalkan padaku, nama nama daerah yang kami lewati, mungkin sekitar 25 menit perjalanan dia memberi tahuku bahwa kita berada di sekitar Danau Dendam Tak Sudah. Danau ini begitu tenang, ditepian danau terdapat banyak meja dan kursi untuk bersantai, dan didepan nya berderet para pedagang menawarkan aneka jajanan, namun dominan yang aku lihat adalah air kelapa.

Danau Dendam Tak Sudah

Kursi yang disediakan pedagang, untuk bersantai di tepi Danau Dendam Tak sudah
2 jam perjalanan, tujuan ke curup belum juga sampai, akhirnya aku meminta si Bapak untuk mencari warung nasi, karena perut ku sudah cukup kelaparan, dan kami pun berhenti disebuah kedai kecil, kami pun makan, dan menurutku masakan nya biasa saja, tidak membekas dilidah, namun cukup membuat perutku berisi full, makan berdua sama si bapak sopir Rp 49.000 ( menu nasi +ayam +sayur + teh manis, dan sibapak makannya nasi + ikan + sayur+ sambal telur + air putih )

Suasana jalan ke arah curup
Jam 2.30 kami pun sampai di rumah tempat aku akan menginap, dijalan cokro daerah talang rimbo baru, ini adalah rumah ibu dari teman kantorku, Ia menyarankan aku menginap disini lantaran khawatir aku jadi gembel di sana..hahahah. Rumah nya masih tradisional, berbentuk rumah panggung dan dibawah nya dijadikan warung untuk berjualan. Sang ibu paruh baya ini bernama Ibu Lely. Ia menyambut kedatangan ku dengan ramah, aku dipersilahkan masuk, disediakan kue, teh manis, dan aku pun disuruh beristirahat dikamar cucunya. Ya Allah walau baru pertama kali berkenalan, namun sambutan hangat dari ibu Lely kepadaku sangat baik, dan aku memilih masuk kekamar langsung tidur.
Rumah Panggung milik Ibu Lely

Jam 4.30 tiba tiba cucunya Ibu Lely membangunkan ku, Tante..ada teman tante yang datang. Aku pun tersentak, Teman ?? teman dari mana ya?? seingat ku aku belum memberitau alamat disini pada temanku yang akan menemaniku mendaki besok. Aku keluar kamar dan menuju ruang tamu, kulihat seorang wanita muda memperkenalkan diri bernama Sri Astuti, dan ia bertanya padaku apakah aku besok mau ke gunung kaba, kujawab iya, dan akhirnya ku minta ia masuk dan duduk diruang tamu. barulah ia menjelaskan bahwa Mbak Tuti ini teman dari temanku yang ada dibatam. Dia mendapat informasi bahwa aku datang dari batam menuju curup untuk mendaki gunung kaba. Berhubung Mbak Tuti juga ingin mendaki, makanya ia datang kerumah ibu Lely.

Mbak Tuti akhirnya menyarankan untuk menginap dirumahnya, dikarenakan sebelum ke gunung kaba, Dia ingin mengajakku ke pemandian air panas yang tak jauh dari rumahnya. Akhirnya mbak Tuti meminta ijin kepada Ibu Lely untuk membawaku kerumahnya, Setelah mereka berbicara dengan bahasa daerah Curupnya, aku pun berpamitan sama bu Lely, dan meminta maaf batal menginap.

Sampai dirumah Mbak Tuti, aku disiapkan handuk, dan disuruh mandi, aissh mak,,,baik2 orang disini loh, dan ketika aku merasa kedinginan, Mbak Tuti mengeluarkan beberapa jaket yang bisa aku pakai, dan aku pun memilih jaket yang agak tebal, serta memakai kaos kaki..beneran loh disini dingin banget. Siap maghrib mbak Tuti mengajak ku keliling daerah curup, aku dibawa ke Danau Talang Kering, dibawa minum bandrek untuk menghangatkan tubuh ( bandreknya jempol deh, enak banget segelas Rp 10.000 ) dan di traktir bakso ( bakso nya biasa saja, lebih enak dibatam ) dan kurasa cukup untuk perjalanan hari ini, aku pun mengajak mbak Tuti pulang, karena memang harus istirahat buat persiapan mendaki besok pagi.

Mbak Tuti berpose di tepian Danau Talang Kering

Bandrek yang enak



Bersambung Hari ke 2

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar