Saatnya Anak Muda Bergerak Untuk Mitigasi Perubahan Iklim Dengan Aksi Sederhana

14 comments

Sebagai pecinta travelling, Aku paling senang pergi ke satu tempat ke tempat lainnya, untuk melihat keindahan Alam disana. Bagiku alam yang indah, dihiasi dengan pepohonan yang hijau itu sangat memanjakan mata, laut biru dengan kebersihan area pantainya merupakan kepuasan tersendiri bagi mata ini memandangnya.


Batam merupakan daerah yang dikelilingi oleh laut, jadi tak heran jika dimana mana ada pantai, meski tak seindah dengan pantai di laut timur, namun cukup menjadi kebanggaan masyarakat untuk mencari hiburan disaat melepas penat setelah bekerja seharian.


Suasana Pantai di Batam


Batam juga memiliki jembatan Barelang yang memiliki kepanjangan Batam- Rempang- Galang, artinya jembatan ini menyatukan pulau satu dengan pulau yang lainnya. Untuk total keseluruhan jembatan yang ada ditrans Barelang ini ada 6. Namun yang menjadi Icon Batam adalah Jembatan 1 yang bernama Jembatan Tengku Fisabilillah.


Icon Kota Batam


Perlahan Bukit Dan Pepohonan Di Tebang Demi Pembangunan

Sepanjang jalan menuju trans Barelang ini masih dikelilingi oleh pepohonan dan juga bukit dikiri kanan jalan, namun sebagian lagi bukit bukit sudah mulai dikerok untuk dijadikan perumahan dan pusat bisnis. Semakin kesini Aku merasakan jalan yang tadinya penuh bukit bukit nan hijau sekarang malah penuh dengan pembangunan, indah dan maju memang namun hawa panasnya juga luar biasa terasa.


Aku hanyalah masyarakat biasa, yang hanya bisa melihat betapa pesatnya pembangunan dan hilangnya bukit bukit nan hijau yang menyegarkan mata. Dan dalam hati hanya berharap ketika mereka menebang pohon dan memangkas bukit, semoga mereka juga menanam kembali pepohonan agar kota ini tetap ada hawa hawa dinginnya. 


Salah satu proyek pembangunan di Batam


Banyak Pantai Banyak Juga Sampah

Saking bertambahnya wisata pantai yang ada di daerah Barelang, tak memungkiri banyak pengunjung yang datang untuk piknik disana. Ada beberapa pantai  yang Aku liat sangat menjaga kebersihan area pantainya, mereka menyediakan tempat sampah disetiap sudut sudut gazebo agar pengunjung juga mudah membuang sampah mereka ketempatnya. 


Pantai Glory melur


Namun ada juga beberapa pantai yang tidak menyediakan tempat sampah dibeberapa tempat, sehingga pengunjungpun dengan mudahnya membuang sampah mereka dimana aja mereka mau. Hal ini benar benar membuat mataku risih, dan jujur kadang tempat seperti ini membuat Aku tidak betah berlama lama disini, dan memilih untuk pulang.


ketika sampah mulai menghiasi pantai



Saatnya Anak Muda Bergerak untuk Mitigasi Perubahan Iklim Dengan Aksi Sederhana

Melihat sampah yang sering berserakan dimana mana saat travelling, membuat gerah juga mataku. Pengelola wisata pasti membersihkannya saat pengunjung sudah pulang, namun tetap aja Aku menjadi tak nyaman berwisata kalo udah melihat banyaknya sampah berserakan.


Ingin rasanya memungut sampah sampah tersebut, namun aku bukanlah pahlawan yang bisa bekerja sendiri, ingin juga rasanya menegur mereka yang tertangkap mataku membuang sampah, namun Aku juga gak mau dibilang sok ngatur, karena Aku tau tak semua orang mau di tegur walau dengan cara baik sekalipun.


Mungut Sampah di Tempat Wisata
Teman2ku saat memungut sampah ditempat wisata batam 


Mitigasi Perubahan Iklim adalah upaya manusia dalam mengurangi resiko bencana, Nah disini contoh sederhananya adalah masalah sampah yang semakin banyak, tentunya ini akan menjadi bencana jika sampah ini terbawa ke laut, sampah plastik tentunya berbahaya bagi biota laut apalagi jika ada yang sampai memakannya.


Untuk itu  sebagai #MudaMudiBumi ada beberapa hal yang sangat sederhana namun harus dilakukan secara bersama sama dalam mengurangi sampah saat traveling : 

  • Membawa botol minuman dari rumah dan membawanya kembali pulang, 
  • Membawa bekal makanan dalam tempat  atau membeli makanan ditempat wisata dan makan disana, sehingga akan mengurangi bungkusan sampah makanan tersebut
  • Membiasakan diri tidak membuang sampah apapun di sembarang tempat.


Sederhana sekali keliatannya kan, dan jika banyak orang mau melakukan hal ini secara terus menerus maka tempat wisata akan bebas dari yang namanya sampah berserakan dimana mana, tentunya tempat wisata akan menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi.


Adapun contoh sederhana lainnya berkontiribusi dalam mitigasi perubahan iklim ini, adalah :

  • Gunakan air dan  listrik seperlunya
  • Lebih sering gunakan transportasi umum
  • Menanam pohon dipekarangan rumah 
  • Mengurangi pemakaian plastik saat belanja


#UntukmuBumiku, agar engkau tetap bersih, dalam hari sumpah pemuda ini  " Aku bersumpah, Aku akan mendisiplinkan diriku sendiri, agar tidak membuang sampah sembarangan dimanapun Aku pergi."   Yuk anak muda, sama sama kita jaga lingkungan karena inilah saatnya #TimeforActionIndonesia agar Bumi kita sehat sampai beberapa ratus  tahun kedepan. 







Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

14 komentar

  1. Ya ampun inget banget terakhir ke batam tahun 2015. Udah lama banget loh! Semoga kita semua bisa aware ya sama alam ini. Sedih kalau banyak sampah di mana-mana.

    BalasHapus
  2. Manusia memang sangat egois, mencari uang tapi dengan cara yang merusak bumi padahal juga bumi merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup. Sekarang kira harus memulai memperbaiki bumi lagi terutama untuk generasi mudanya

    BalasHapus
  3. Wah, salam anak pantai. Sebagai perantau di Bali yang punya banyak pantai, alhamdulillah, masih terjaga sih kebersihannya. Apalagi sekarang banyak gerakan muda apa gitu aku lupa juga namanya. Intinya mereka peduli akan kebersihan pantai. Jadi udah jarang sekali sih lihat sampah bersetakan di pantai.

    BalasHapus
  4. sedih banget lihat pantai Barelang penuh sampah gitu

    pantai utara pulau Jawa juga lho, sepanjang mata memandang bukannya pasir tapi sampah

    sedih banget

    BalasHapus
  5. Wah, ada pantainya juga ya ternyata di sekitar jembatan Barelang. Dulu waktu ke Batam cuma foto-foto dari dekat dan dari agak jauh aja, tapi belum lihat ada pantai. Landmark maupun tempat wisata begini menang saking banyaknya pengunjung suka rawan banyak sampah ya. Semoga makin banyak yang sadar, bukan cuma untuk nggak buang sampah sembarangan tapi juga untuk mengurangi kemungkinan timbulnya sampah.

    BalasHapus
  6. Bawa botol minuman sendiri, ayeeee. Aku juga udah membiasakan diri untuk melakukan ini kak. Biarpun sesuatu yang sederhana, tapi kalau banyak orang melakukannya, plastik berkurang dan Bumi semakin sehat.

    BalasHapus
  7. bener banet nih, emmangg harus dimulai secepatnya untuk lingkungan lebih baik ya :) melibatkan anak muda jadi bisa bikin mereka lebih bertanggung jawab sama perbuatan dan lingkungannya nanti :)

    BalasHapus
  8. Aku pengen banget dari dulu ke batam, entah kenapa pengen aja. Semoga someday bisa kesana. Semoga manusia semakin aware dengan masalah lingkungan seperti ini, agar keberlangsungan hidup menjaid lebih baik.

    BalasHapus
  9. Yang muda yang berkarya. Lakukan apa aja walau cuma dengan langkah kecil buat mengurangi sampah.

    BalasHapus
  10. Aku juga udah mulai bawa botol sendiri kalo kemana2 sekarang dan berasa udah jadi hero hahaha padahal cuma gitu aja. Astaghfirullah.

    BalasHapus
  11. semangat kakak mari kita jaga alam kita dengan mitigasi perubahan iklim dari hal sederhana ya, semoga nanti akan semakin banyak yang ikut

    BalasHapus
  12. Bener mbak, Sekarang Batam hutannya banyak yang hilang. Saya tahun 2005 meninggalkan batam, baliklagi tahun 2011 dan sangat heran dengan perubahan yang terjadi, meski sudah menkadi kota metropolitan, tapi ada yang disayangkan. Apalagi kalau jalan sepanjang jembatan barelang sampai ke jembatan paling ujung, sudah nggak ada lagi hutan rimbun

    BalasHapus
  13. Wah bener banget nih. Banyak pantai yg banyak sampahnya. Kita harus mulai melakukan kebiasaan yg baik

    BalasHapus
  14. Ternyata nggak cuma di Semarang yang pohon2 ditebangi, di Batam juga gitu ya? Di dekat rumah tuh sampai bukit diprapasi demi dibuat pemukiman, alhasil kalau pas hujan, banjir lah semua. Mengerikan memang ya kalau pembangunan nggak disertai kasih sayang ke alam.

    BalasHapus

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)