Langsung ke konten utama

Pantai Mawar Barelang Batam


Pantai Mawar Barelang
PANTAI MAWAR

Pernahkah kalian mendengar Pantai Mawar didaerah Barelang tak jauh setelah jembatan 4 dan sebelum jembatan 5 ? kalo aku jujur baru baru ini mendengar nama pantai ini. Meski sampai ujung Barelang ini ku jelajahi namun tak pernah ku dengar atau membaca plang Pantai Mawar. 

Rasa penasaran datang dari teman yang pernah kesana, berbekal info dari mereka aku pun mencoba mencari tau, namun sayang penduduk disekitar jembatan 4 juga kurang tau pantai mawar, yang mereka tau hanyalah pantai melayu / kalat rempang. Masuk ke dalam pantai melayu aku pun bertanya lagi kepada penjaga pantai tentang pantai mawar, syukurlah mereka  tau dan menunjukkan jalannya kepadaku.


Yang beraspal masuk kepantai melayu, belok ke kiri tanah merah menuju pantai Mawar

Ternyata pantai mawar benar benar bersebelahan dengan pantai melayu, dimana akses masuk kepantai mawar belok kekiri jalan tanah merah, sementara pantai melayu lurus saja dan sudah ber aspal cantik. Jalan tanah merah ini tidak rata, dikiri kanan jalan rerumputan yang mulai meninggi, aahh benar2 seperti tak ada tanda tanda kehidupan disini pikirku, Namun aku terus menyusuri jalan ini, sampai aku menemukan beberapa pondok dan rumah warga, dan aku diberhentikan untuk dimintai uang masuk sebesar Rp 5.000, Aku tak ingin membahas uang masuk ini demi pantai yang sudah tinggal nama, kalo manusia mungkin sebutannya almarhum,  karena ku anggap aja tambahan pemasukan untuk warga disana.

Menyusuri pantai ini dari awal sampai ujung, yang kutemui hanyalah sampah sampah, baik sampah dari laut maupun botol plastik, Hhaaa aku menghela nafas, air laut yang jernih tak kutemukan hari ini, mungkin pengaruh cuaca yang kurang cetaarr..hahaha.


Pasirnya bersih, namun airya lagi kotor tuh

Kuhampiri sosok Bapak Tua yang telah tinggal di depan pantai mawar puluhan tahun ini, sembari memotong kayu bakar,  ia pun berkata memang pantai ini tidak ada yang mengelolanya makanya dibiarkan saja, dan semakin hari air laut semakin mendekat kerumahnya, padahal rumahnya sudah ditinggikan. Beliau hanya seorang nelayan, dan memang tambahan penghasilan mereka didapat dari orang yang menyewa pondok nya untuk duduk didekat pantai. Semoga tetap sehat ya pak, hanya itu yang bisa saya doakan buat Bapak.

Si Bapak mungkin bersama cucunya

Di Pantai mawar terdapat beberapa tumpukkan batu, namun sekali lagi karena air sedang pasang dan ombak yang cukup tinggi, aku urung untuk menjelajah batu batu tersebut sampai ke ujung, padahal aku melihat ada sebuah goa kecil. Namun aku senang sudah bisa menemukan pantai ini, setidaknya rasa penasaran terjawab sudah.  Pertanyaan ku selanjutnya, akankah pantai ini bisa terus ada dan dikenal orang ???????? Ntah lah...


Narsis ah..
  
Laut yang pasang, sehingga batu2 nya tenggelam

Komentar

  1. kakak ini kece kali, selalu menemukan tempat baru buat di explore...cusss ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahahah....cusss lah kalian....kece kalo airnya surut tuh...

      Hapus
  2. Sayang ya.. sebenarnya pantai ini bisa lebih menarik kalau dikelola dengan baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak dee siap jadi pengelolanya ??? hahaha.... bisa maju memang kalo ada yang berani ambil alih...

      Hapus
  3. Kalau pas lagi surut bagus nih kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. naah itu dia...saya liatnya mas jogie datang kesini pas surut..cakep

      Hapus
  4. Kalo dirawat tuh bagus banget pantainya. Bisa jadi destinasi wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulunya memang jadi destinasi wisata mbak...tapi karena gak dikelola..ya jadinya terbengkalai deh :(

      Hapus

Posting Komentar

Semoga Tulisan yang di baca bermanfaat bagi semua Terimakasih :)

Postingan populer dari blog ini

Review si Kecil yang Canggih, FOREO LUNA play plus

Hai hai hai, masih setiakan sama blog dari sarahjalan ? nah kali ini aku pengen share tentang pengalaman aku memakai FOREO LUNA play plus  ni. Namun, sebelum aku menceritakan pengalamanku memakai FOREO LUNA play plus, aku mau mengingatkan kembali bagaimana tahapan menggunakan FOREO LUNA play plus. Biasanya Setelah pulang kerja seperti biasa aku melakukan aktifitas dulu dirumah sampai malam menjelang, dan sebelum tidur membersihkan wajah dengan benar menjadi rutinitas wajib cara mengatasi jerawat. Sebelum aku memulai cuci muka, biasanya aku menggunakan cleansing water dengan menggunakan kapas. Setelah itu barulah aku mulai membersihkan wajah dengan menggunakan alat pembersih wajah FOREO LUNA play plus Ada beberapa  Tahap membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA play plus : Basahi wajah dengan air, kemudian kasi sabun pembersih wajah secara menyeluruh Hidupkan FOREO LUNA play plus dengan cara menekan tombol kecil yang terletak di belakang body FOREO, ...

Mencoba Menu Sei Sapi Makanan Khas NTT di Cafe JomTea Batam

Beberapa bulan ini wara wiri diberanda media sosialku menu Sei Sapi, hanya saja menu ini tersedia di Jakarta sehingga aku tak bisa mencobanya. Karena berbahan dasar dari daging Sapi yang merupakan daging kesukaanku akhirnya aku browsing mengenai kuliner ini. Ternyata Se'i Sapi merupakan kuliner yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, jika didaerahnya sana se'i sapi menggunakan bahan dari daging Babi namun dikota kota lain sudah menggunakan daging sapi atau ayam sebagai bahan utamanya. Sei Sapi Diasap Bukan Dibakar Sei sendiri merupakan daging yang dimasak dengan cara di asap  dalam waktu yang cukup lama, sehingga saat dimakan rasa asapnya pasti ada terasa. Jadi beda aromanya dengan daging yang dibakar.  Sei Sapi Dicocol Dengan Sambal Mercon Di cafe Jomtea Sei Sapi di jual dengan pilihan berbagai aneka sambal seperti : Sambal Mercon Sambal Matah Sambal BBQ Sambal Mushroom Karena aku penyuka kuliner pedas, jadi aku memilih Sei Sapi sambal merecon dengan harga 23K, namun karena ad...

Cara Mendapatkan Foto Copi Sertifikat Rumah yang Masih Milik Bank

Melihat kondisi rumah kecil saya yang atapnya bocor dimana mana, membuat hati saya selalu gundah ketika hujan turun dengan derasnya, maklum saja dari 8 tahun yang lalu memang saya belum pernah merenovasi atap rumah yang memang sudah lapuk alias asbesnya retak2.  Sudah berusaha menyisihkan uang gaji, namun tetap saja tidak cukup untuk merombak kembali atap rumah saya,apalagi dinding2 nya juga sudah mulai rusak. Bahan material dan upah dari tukang sudah membuat saya terkaget kaget.