Selasa, 08 November 2016

PANTAI MAWAR BARELANG BATAM


PANTAI MAWAR

Pernahkah kalian mendengar Pantai Mawar didaerah Barelang tak jauh setelah jembatan 4 dan sebelum jembatan 5 ? kalo aku jujur baru baru ini mendengar nama pantai ini. Meski sampai ujung Barelang ini ku jelajahi namun tak pernah ku dengar atau membaca plang Pantai Mawar. 

Rasa penasaran datang dari teman yang pernah kesana, berbekal info dari mereka aku pun mencoba mencari tau, namun sayang penduduk disekitar jembatan 4 juga kurang tau pantai mawar, yang mereka tau hanyalah pantai melayu / kalat rempang. Masuk ke dalam pantai melayu aku pun bertanya lagi kepada penjaga pantai tentang pantai mawar, syukurlah mereka  tau dan menunjukkan jalannya kepadaku.


Yang beraspal masuk kepantai melayu, belok ke kiri tanah merah menuju pantai Mawar

Ternyata pantai mawar benar benar bersebelahan dengan pantai melayu, dimana akses masuk kepantai mawar belok kekiri jalan tanah merah, sementara pantai melayu lurus saja dan sudah ber aspal cantik. Jalan tanah merah ini tidak rata, dikiri kanan jalan rerumputan yang mulai meninggi, aahh benar2 seperti tak ada tanda tanda kehidupan disini pikirku, Namun aku terus menyusuri jalan ini, sampai aku menemukan beberapa pondok dan rumah warga, dan aku diberhentikan untuk dimintai uang masuk sebesar Rp 5.000, Aku tak ingin membahas uang masuk ini demi pantai yang sudah tinggal nama, kalo manusia mungkin sebutannya almarhum,  karena ku anggap aja tambahan pemasukan untuk warga disana.

Menyusuri pantai ini dari awal sampai ujung, yang kutemui hanyalah sampah sampah, baik sampah dari laut maupun botol plastik, Hhaaa aku menghela nafas, air laut yang jernih tak kutemukan hari ini, mungkin pengaruh cuaca yang kurang cetaarr..hahaha.


Pasirnya bersih, namun airya lagi kotor tuh

Kuhampiri sosok Bapak Tua yang telah tinggal di depan pantai mawar puluhan tahun ini, sembari memotong kayu bakar,  ia pun berkata memang pantai ini tidak ada yang mengelolanya makanya dibiarkan saja, dan semakin hari air laut semakin mendekat kerumahnya, padahal rumahnya sudah ditinggikan. Beliau hanya seorang nelayan, dan memang tambahan penghasilan mereka didapat dari orang yang menyewa pondok nya untuk duduk didekat pantai. Semoga tetap sehat ya pak, hanya itu yang bisa saya doakan buat Bapak.

Si Bapak mungkin bersama cucunya

Di Pantai mawar terdapat beberapa tumpukkan batu, namun sekali lagi karena air sedang pasang dan ombak yang cukup tinggi, aku urung untuk menjelajah batu batu tersebut sampai ke ujung, padahal aku melihat ada sebuah goa kecil. Namun aku senang sudah bisa menemukan pantai ini, setidaknya rasa penasaran terjawab sudah.  Pertanyaan ku selanjutnya, akankah pantai ini bisa terus ada dan dikenal orang ???????? Ntah lah...


Narsis ah..
  
Laut yang pasang, sehingga batu2 nya tenggelam

8 komentar:

  1. kakak ini kece kali, selalu menemukan tempat baru buat di explore...cusss ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahahah....cusss lah kalian....kece kalo airnya surut tuh...

      Hapus
  2. Sayang ya.. sebenarnya pantai ini bisa lebih menarik kalau dikelola dengan baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak dee siap jadi pengelolanya ??? hahaha.... bisa maju memang kalo ada yang berani ambil alih...

      Hapus
  3. Kalau pas lagi surut bagus nih kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. naah itu dia...saya liatnya mas jogie datang kesini pas surut..cakep

      Hapus
  4. Kalo dirawat tuh bagus banget pantainya. Bisa jadi destinasi wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulunya memang jadi destinasi wisata mbak...tapi karena gak dikelola..ya jadinya terbengkalai deh :(

      Hapus