Senin, 10 April 2017

Pengalaman Menginap di Hotel SOLEIL Bukit Bintang Kuala Lumpur Malaysia


Jam 5 sore waktu malaysia  bus yang membawa rombongan kami tiba disebuah hotel yang gedung nya tinggi bak pencakar langit berwarna gold dan kecoklatan. Hotel yang berada persis dipersimpangan jalan ini membuat kesan pertamaku begitu senang, karena kawasan nya ramai, dan banyak toko dan cafe yang berjejer, artinya aku tak kan mengalami kesusahan untuk berbelanja dan mencari kuliner disekitar area hotel.


HOTEL SOLEIL BUKIT BINTANG KUALA LUMPUR

Memasuki area lobby hotel, kita langsung menaiki eskalator karena receptionistnya berada di lantai dua. Lobby hotel tidak semegah bangunan hotel yang tampak dari luar. hanya ada beberapa sofa untuk tamu, dan beberapa kursi refleksi.

Proses checkin selesai, kami pun masing masing menuju kamar. Dan aku mendapat kamar no 930 di lantai 9. Setelah masuk kamar, aku dan temanku sedikit lega, artinya kami bisa beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan 6 jam dari Johor Bahru.

Ketika ingin duduk di kasur, eeehh spray nya sedikit usang, kami pun saling pandang pandangan karena heran, hotel yang tampak dari luar begitu bagus, ternyata didalamnya tidak sesuai dengan yang kami bayangkan. Tv yang tersedia juga masih bentuk tabung model lama. Berjalan kearah kamar mandi, tersedia 2 handuk, sabun gel,shampoo, 2 sikat gigi dan sebuah bath up.


2 Botol Air Mineral, coffe, Teh dan Gula

Twin Bed dari Hotel Soleil

Bathup di Soleil
Aku keluar dari kamar mandi, dan membuka gorden, aaahhhh barulah mata ini enak memandang pemandangan diluar sana, gedung2 pencakar langit dan Menara Kuala Lumpur tampak didepan mata, dan kolam renang yang berada dibawah, sedikit mengurangi kekecewaan pada hotel ini.

View dari Kamar Lantai 9
Saat mata ini nyaman memandang keluar jendela, Aku pun duduk di kasur dan memulai memainkan gadget ku, kucoba wifi hotel namun tak pernah bisa berhasil, ku telepon receptionist, alangkah kagetnya aku, memang untuk kamar kamar tertentu tidak mendapatkan layanan wifi. Apaaa ?? dijaman yang sudah modern begini, dan hotel yang terkesan mewah ini tidak memberikan layanan free wifi kepada semua tamunya ?? benar benar memalukan ucapku dalam hati. Bukan hanya aku saja yang kecewa, namun beberapa teman yang lain juga kecewa, karena dikamar mereka juga tidak bisa mendapatkan wifi. 

Kami memilih keluar kamar dan pergi menikmati kuliner dan menjelajah pasar malam di area Bukit Bintang, begitu ramainya kawasan ini saat malam hari, sepanjang jalan mereka menawarkan message kaki, tangan, dan badan, ada yang seharga sekitar RM 35.00 namun aku tidak melihat durasi berapa lama untuk message tersebut.

Cafe Mongolia BBQ di seberang Hotel Soleil

Makan bersama di Mongolia BBQ, 
Salam dari Emak Mongolia.. hehe
Dari area Bukit Bintang kami berjalan kaki menuju Petronas dan Suria KLCC, sekitar 15 menit kami pun sampai. dan kami menikmati malam disini sembari melihat atraksi air mancur yang ada ditaman KLCC. Puas berfoto dan duduk, kami kembali ke Hotel dan beristirahat.

Santai Di Taman KLCC

Dibelakang ada Atraksi Air Mancur
Keesokan paginya, ketika kami ingin sarapan, kami melihat teman kami berdiri didepan pintu, kami pun bertanya kenapa berdiri disana ? jawabannya menunggu orang hotel nganterin handuk, karena dikamarnya gak ada handuk. Astagaaaaaa..kami hanya menggeleng gelengkan kepala dengan pelayanan hotel ini. Kami pun kereceptionis dan mengadukan bahwa teman kami dikamar no 905 tidak tersedia handuk, dan minta diantar sekarang juga!

Turun kelantai dasar, kulihat menu makanan untuk sarapan pagi cukup beragam, ada Nasi Goreng, Kwetiau Goreng, Ayam Curry, Roti Bakar, Coco Crunch, Salad, Buah, dan minumannya Teh, Kopi, Susu, dan Aneka Jus. Dan rasa makanan pagi ini biasa saja.

Restaurant Hotel Soleil
Restaurant Hotel Soleil
Nasi Goreng
Ayam Curry



Buah Segar
Aneka Minuman
Jam 8 waktu malaysia, rombongan kami check out karena harus melanjutkan acara peresmian kantor RIWAY yang ke 17 namun terbesar di Kuala Lumpur. Kami keluar dari hotel meninggalkan kesan yang kurang memuaskan, namun buat kalian yang ingin menginap disini, pastikan kalian memesan kamar yang tersedia layanan wifinya, mungkin dengan harga yang berbeda, sehingga kalian tetap bisa meluncur di dunia maya.




























14 komentar:

  1. wah padahal hotelnya keliatan mewah dan berada di antara gedung-gedung pencakar langit ya kak, cuma kurangnya engga ada free wifi nya jadi agak sulit untuk update dong hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,,,bikin bete kan ?? masak harus duduk di lobi ampe pagi biar bisa internetan..hedewww

      Hapus
  2. Tampak depannya bagus loh kaaak. Ternyata dalamnya belum tentu ya. Tapi setidaknya bisa dipakai buat bobok melepas lelah sejenak

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupp..akhirnya cuma buat bobok..gak bisa eksis didumay deh jadinya

      Hapus
  3. wah dah keluar aja ripiuwnya. gercep kakak satu ini 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. geregetan sama hotelnya...makanya buruan di review biar managementnya perbaiki pelayanan mereka

      Hapus
  4. Sudah lama tak menginjakan kaki ke KL. Jadi makin penasaran ingin menjelajah kesana karena membaca tulisan ini. Happy life start with awesome adventure. -storycitra

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa melalak ke KL lagi kak citra :)

      Hapus
  5. hihihi saya juga udah kangen bukit bintang...kemarin tu di hotel kami mmg tak ada wifi..tp di bawahnya ada warnet hahaha...lumayan bisa internetan dgn harga murah

    BalasHapus
    Balasan
    1. rsanya tak masuk akal sebuah hotel gak ada wifinya kak...sedangkan sebuah cafe aja rata2 menyediakan free wifi

      Hapus
  6. hehe hotel nya besah tapi tidak ada wifi. eh kamar nya ding mengingatkan hotel yang di Bintan hampur sama lah hotel berbintang tapi tidak terawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. hotel tua..semoga bisa berjaya kembali dengan fasilitas yang lebih baik

      Hapus
  7. Ini bukan yang bawahnya diskotik kan?

    BalasHapus
  8. ogut abis nginep di hotel alpha genesis yg deket banget dr hotel soleil. kayanya 2 hotel ini sama jeleknya. kl d hotel gw yg paling ngeselin itu kasurnya yg tipis & keras bgt. baunya jg ga enak. furniturenya kayanya dr tahun 90an blm diganti. tp tivinya udah lcd & wifinya lmyn kenceng sih.
    akhirnya ogut pindah ke hotel mov yg masih di deket2 situ juga. hotelnya masih baru & jauh lebih bagus.

    BalasHapus