Jumat, 26 Mei 2017

Kek Pisang Kurma Hadir Saat Ramadan di Semua Outlet Kek Pisang Villa

Siapapun yang pernah ke Batam atau tinggal di Batam, pasti udah tau dong ya dengan Kek  Pisang Villa ? itu loh.. Kek Pisang yang selalu dijadikan oleh oleh khas Batam.

Paket Kek Pisang  Villa 

Sejarah Kek Pisang Villa.
Berawal dari orderan masyarakat yang berada dilingkungan perumahan Villa muka kuning, akhirnya sang owner Kek Pisang Villa Bapak Denny dan Ibu Silvi, mulai mengembangkan bisnis rumahan ini dengan memberi label pada Kek Pisang buatannya menjadi Kek Pisang Villa, Villa ini diambil dari nama perumahan tempat mereka tinggal. Nah berbekal informasi dari mulut ke mulut para tetangga dan para pemesan, akhirnya keluarga Pak Denny, kebanjiran orderan Kek pisang.

Kantor Pusa Kek Pisang Villa

Produksi Kek Pisang Villa
Kesuksesan membangun bisnis Kek Pisang ini membutuhkan waktu bertahun tahun, sampailah saat ini mereka memiliki belasan outlet yang ada di Batam. Dan kantor pusat Kek Pisang Villa ini sendiri berada di Citra Buana III lot 38 Batam Center.

Didalam gedung yang memiliki khas berwarna orange hijau inilah Kek Pisang  di produksi sebanyak 1000 perhari, bahkan terkadang lebih dengan bermacam macam toping, seperti toping keju, buah naga, bluberry,original, dll dan kesemua itu dibandrol dengan harga mulai dari Rp 45.000- Rp 60.000 / kotak

Bahan dasar Kek ini sudah pasti pisang, nah untuk memenuhi kebutuhan pisang ini sendiri, mereka mendatangkannya dari Medan, Pekanbaru dan Jambi.

Ruang produksi sangat steril, dan dijamin kebersihannya, terbukti saya bersama beberapa teman media, berkesempatan melihat proses pembuatan cake pisang ini mulai dari pengadonan bahan, pembakaran, pemberian toping, sampai packing.

Menuju Ruang Produksi Tubuh harus Disterilkan

Para Karyawan sedang bekerja

Edisi Kek Pisang Kurma untuk menyambut Ramadan
Kek Pisang Villa selalu berinovasi soal rasa, nah dalam menyambut bulan suci ramadan, Kek Pisang membuat menu baru, yakni Kek Pisang Kurma.

Kek Pisang Kurma
Buah kurma diketahui memiliki rasa manis yang bermanfaat untuk tubuh, Salah satunya saat berbuka atau sebelum menyantap makanan utama, dimana gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Kurma merupakan sumber energi instan, sehingga baik dikomsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Kek Kurma yang pas disantap untuk berbuka puasa

Kek Pisang Kurma ini sudah tersedia di seluruh outlet Kek Pisang Villa Batam, seperti :
1. Ruko Vila Muka Kuning Blok A2 /10 Batu Aji - Batam Telp : 0778-7375217
2. Ruko Nusantara Golden Blok A2-3 ( Sebelah Resto Kediri ) Batam Center Telp :0778-460573
3. Jalan Imam Bonjol Blok F No. 51 ( Sebelah Nagoya Plaza Hotel ) Telp : 0778-458354
4. Jalan Pembangunan (Sebelah Hotel 89 ) Penuin Batam Telp : 0778-7818580
5. Bandara Hang Nadim  Batam Gate 5-6 Telp : 0778-7855545
6. Bandara Hang Nadim Batam Gate 3-4 Telp : 0778- 3308812
7. Ruko Kemakmuran No.2 Sei Panas Batam (  Sebelah Smp 6 ) Telp : 0778-7876616
8. Pertokoan Tiban Center Blok K No.4 Batam  telp : 0778-7353177
9. Ruko Botania Blok B2 No.12A Batam Center Telp : 0778-7431212
10. Komplek Tanjung Pantun Blok N No.1 Jodoh Telp : 0778-455031
11. Citra Buana Industrial Park III Lot 38 Batam Center  Telp : 0778-7480266

Dan untuk ramadan 1438 Hijriah kali ini, Kek Pisang Villa juga akan mengadakan pembagian takjil gratis di Simpang Kabil ( Kepri Mall ) dan simpang Gelael selama 10 hari. Nantinya Kek Kurma ini juga akan menjadi salah satu yang dibagikan dalam paket takjil, 

Ada beberapa kejutan promo untuk warga Batam yang gemar instagram atau facebook.  Untuk itu follow instagram @villakekpisang dan akun facebook Villa Kek Pisang ya, dan nantikan kejutannya yang bikin senyum mu mengembang :)



Kunjungan Blogger dan Media Di Kek Pisang Villa Batam Center









Selasa, 23 Mei 2017

Semarak Pengukuhan GENPI KEPRI di Batam View Resort Batam

Teman teman tau gak sih GENPI KEPRI itu apa ? Nah sedikit saya jelasin ya, GENPI kepanjangan dari Generasi Pesona Indonesia. Genpi merupakan gerakan mengkampanyekan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata di Kepri lewat sosial media. Terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang mempunyai kesamaan minat terhadap pariwisata. Dan Genpi Kepri ini keanggotaannya bersifat sukarela dalam mempromosikan pariwisata.

Peserta Genpi Kepri foto bersama

Nah pada tanggal 21 May 2017 Bapak Don Kardono selaku Staff Khusus Mentri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi, Bapak Buralimar Selaku Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hadir dalam acara pengukuhan GENPI untuk daerah KEPRI  di Batam View Resort Nongsa Batam. Dan yang terpilih menjadi Koordinator GENPI KEPRI adalah Mbak  Lina Sasmita dan Mas Nunung Sulistiyanto

Teh Lina Sasmita dan Mas Nunung
Selain kedua pejabat penting tersebut yang hadir, turut juga hadir perwakilan GENPI dari Ambon Maluku Glenn Watimurry,  Aceh Irawati, Sumsel Robby Sunata,  Sumbar Muhammad Amin dan Ariz, Jawa Barat Getha Nugraha Rahimat , Jawa Tengah Vega Viditama dan Shafiq Lontoh.  Mereka juga menceritakan pengalaman mereka dalam mempromosikan wisata sehingga menarik minat wisatawan untuk datang kedaerah mereka.

Peserta Genpi Dari Luar Kepri
Acara yang dihadiri oleh Youtuber, Selebgram, Blogger, dan staff dari Dinas Pariwisata ini berjalan dengan suasana riuh  tapi santai . Sehingga  pesan untuk mempromosikan wisata di Kepri yang di sampaikan oleh Pak Buralimar dan Pak Don Kardono, bisa dimengerti oleh Anggota Genpi Kepri, Karena memang pada awalnya, sebelum Genpi Kepri di resmikan hari ini, Para Blogger, Selebgram, dan Youtuber memang sudah mempromosikan wisata yang mereka kunjungi, hanya saja kali ini akan di tambahkan Hastaq Genpi Kepri di sosial media.

Pak Buralimar Kepala Dinas Pariwisata Kepri
Di penghujung acara ,dilanjutkan dengan makan malam, kemudian bernyanyi dan berjoget bersama, Luar biasa ternyata Antusias anggota Genpi ini ya, semua membaur, semua senang, sehingga larut dalam tawa yang lepas, Dan disinilah keakraban pun terjalin. Semangat #GENPI KEPRI  bersama kita promosikan wisata Kepri agar semakin dikenal oleh Dunia.


Peserta Genpi Kepri Menikmati Makan Malam





Rabu, 10 Mei 2017

Berakhir Pekan di Allium Hotel Batam





Duuuh rasanya sebulan ini, Saya disibukkan dengan rutinitas yang tiada habisnya. Lelah hati dan fikiran rasanya, dan weekend kali ini saya memilih pulang kerja cepat dan ingin menyegarkan fikiran saya, bukankah tubuh dan otak butuh diperhatikan juga??

Pilihan saya kali ini ingin menghabiskan akhir pekan dengan menginap disebuah hotel yang berada di daerah Jodoh Batam. Allium Hotel bintang 4 dipilih, karena masih berada di pusat keramaian kota, sehingga jika saya ingin berbelanja, cari kuliner, masih bisa berjalan kaki saja.

Allium Hotel Batam

Kedatangan saya disambut ramah oleh security nya, dan saya pun langsung memilih duduk di lobby sembari menghubungi teman saya yang sudah check in duluan. Lobby di hotel Allium tertata begitu rapi, tidak banyak sofa namun penataannya begitu bagus.

Lobby di Allium Hotel

Kamar Hotel Di Allium
Ada 211 kamar yang disediakan hotel Allium lengkap dengan wifi gratis untuk para tamunya, dan saya sendiri memilih kamar jenis deluxe twin yang berada dilantai 11. Kamar nya cukup luas, dengan 2 tempat tidur, satu sofa kecil, satu meja kerja, sebuah tv, meja rias, lemari pakaian, deposit box, kulkas mini, dan kamar mandinya dilengkapi dengan bathup dan ada pengering rambut.

Deluxe twin Allium Hotel

Kamar Mandi

Melihat kearah jendela, sebagian bangunan di kawasan nagoya jodoh pun terbentang didepan mata, dan sejauh mata memandang, ternyata Batam semakin padat oleh bangunan bangunan baru.

Ruang Fitness dan Kolam Renang
Menuju kelantai 3 , terdapat sebuah kolam renang yang cukup bersih, dilengkapi taman, dan beberapa tempat duduk untuk bersantai. Sementara ruangan fitness ada beberapa alat yang bisa di gunakan untuk membakar kalori, mengencangkan bagian bagian tubuh, dan beraneka ragam barbel dengan berat yang berbeda beda pula.

Bersantai didekat Kolam renang

Kolam Renang di Allium Hotel

Ruang Fitness di Allium Hotel

Setelah puas berkeliling di area hotel, saya dan teman kembali ke kamar, dan beristirahat. Dan enaknya disini, kita bisa tetap menunaikan ibadah tanpa harus keluar kamar untuk sholat, karena staff Allium akan mengantarkan perlengkapan sholat kekamar kita.

Paris Lyion Cafe
Pagi hari jam 7.30 kami menuju lantai dasar, wajah wajah ramah penuh senyuman menyapa dan mempersilahkan kami untuk menikmati sarapan pagi. Sangat banyak jenis sarapan yang ditawarkan hari ini. Ada nasi goreng sambal hijau, nasi putih lengkap dengan lauk ayam balado, sosis, sayur toge, ikan asin, aneka sambal, ada lontong sayur, bubur ayam, soto ayam, bubur ketan hitam, aneka kue lapis, roti, aneka salad buah, dan sayur. Begitu juga dengan pilihan minuman, ada teh , kopi, juice apple, infus water, juice mangga, susu segar, mineral water. Secara keseluruhan makanan disini enak, namun yang paling berkesan dilidah saya, adalah lontong sayurnya, kuah nya begitu kental dan bumbu indonesia nya terasa banget.

aneka salad

Aneka kue Tradisional

Aneka Roti


Lontong Sayur dan Bubur Ketan Hitam

Enggan rasanya beranjak dari lezatnya makanan yang di sajikan Staff Allium  serta nyamannya suasana hotel, namun jam juga sudah menunjukkan pukul 11.00, kami harus check out dan melanjutkan acara selanjutnya di luar. Kesan menyenangkan saya bawa untuk saya ceritakan ke kerabat dan teman terdekat.


View Allium Hotel dari Kolam Renang

Allium Hotel
Komplek Panorama Nagoya
Sungai Jodoh - Batu Ampar
Kota Batam
Telpon : (0778 ) -452888







Senin, 08 Mei 2017

TEA BOX CAFE BATAM MORE THAN JUST A TEA

Foto MaySarah.
Di Tea Box Cafe Batam
Nah bagi masyarakat Batam, yang memang senang nongkrong syantik bersama teman dan keluarga, kabar gembira ni karena ada satu lagi cafe yang dibuka didaerah Ruko Khazanah Plaza blok RA No 08-09 Sukajadi Batam, Cafe yang diberi nama Tea Box ini didirikan oleh 11 orang ibu ibu yang merupakan anggota dari majelis taklim di masjid Sukajadi. 

Ide mendirikan cafe ini tercipta karena ibu ibu hebat ini memiliki hobbi yang sama, yakni kuliner. Kemanapun mereka berpergian, mereka selalu mencoba kuliner dari daerah tersebut, Sehingga saat mereka berkumpul, mereka sering membahas tentang mimpi memiliki cafe yang menyediakan kuliner dari berbagai daerah. Sekitar 2 bulan mimpi mereka mendirikan cafe akhirnya terwujud. 

Pilihan menu yang ada di Tea Box Cafe sangat beragam, mulai dari menu western seperti pizza, pasta, dan steak, ada pula menu tradisional khas indonesia, seperti soto medan, nasi rendang, gado gado, ayam bakar taliwang dan masih banyak lagi. Cemilan roti jala, banana fritter, pancake,waffle turut meramaikan menu di cafe ini sebagai cemilan. Sementara untuk minuman, ada kopi vietnam, juice, tea, dan mocktail.

Saya dan beberapa teman dari blogger berkesempatan mencicipi beberapa menu yang jadi andalan dari Tea Box Cafe ini diantaranya yang sempat saya cicipi :

1. CANELONI

Sosis yang dibungkus pasta, dengan saos yang pedas, membuat saya langsung jatuh cinta dengan Caneloni dari gigitan pertama.

Menu Teabox


2. INK SPAGHETI SQUID BY SHIREEN

Perpaduan pasta dan resep khas Kepulauan Riau yakni dimasak dengan tinta sotong dan disajikan dengan calamari fritters yang renyah. Rasa tinta sotongnya terasa banget dilidah, dan layak untuk dicoba, karena hanya di Tea Box yang menyediakan menu ini.

Menu Teabox

3. GRILLED MUSHROOM CREAM SOUP

Sop jamur, rasanya agak aneh dilidah saya, karena memang baru pertama saya mencobanya. Namun bagi teman saya yang mencicipinya, kesan mereka berbeda, cream yang kental membuat mushroom nya begitu terasa, dan salah satu dari kami melahapnya sampai bersih.


Menu Teabox


4. PIZZA BEEF BOLOGNAISE

Kulit pizzanya jawara deh, tipis dan renyah, saos italiannya dengan taburan daging yang menggoda, membuat pizza ini ludes dalam waktu beberapa menit saja. (Gigit pisau gegara pizza nya diserbu teman2 yang gokil ) hahahahah


Menu Teabox
5 . KOPI VIETNAM

Saya bukan pecinta kopi, bahkan merasa nikmatnya kopi saja yang tidak mengerti, Namun kali ini saya penasaran dengan kopi vietnam, Alhasil saya menyeruput kopi ini beberapa kali, tersenyum dan sambil berkata, Enak ternyata kopi ya..sekali lagi saya menghirupnya, rasanya tidak pahit, tidak juga manis.
Menu Teabox

6 . SHIREEN MAXIMESS

Minuman dingin yang terdiri dari coklat, pisang dan kit kat, Pas banget menjadi teman saat mencicipi beberapa cemilan . Dan Shireen Maximess ini dipilih sebagai menu andalan di Tea Box Cafe loh.

Menu Teabox
Untuk acara soft opening akan diadakan pada tanggal 16 mei 2017, dengan menghadirkan Duta Tea Box Cafe Shireen Sungkar. Yuk ah ramaikan Tea Box pada tanggal tersebut. Dan nikmati yummy nya menu yang disajikan oleh cheff handal, Gak nyesal! karena menu dari Tea Box enak dan harganya juga terjangkau banget.

Foto Bersama Blogger


TEA BOX CAFE BATAM
Ruko Khazanah Suka Jadi Batam
Jam Operasional : 07-00- 22.00
Twitter: @t.boxcafe
IG @t.boxcafe
Fb : Tea Box Cafe

Sabtu, 06 Mei 2017

Berwisata Murah Di Kota Khatulistiwa Pontianak

Kota Pontianak merupakan ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, dikota yang memiliki cuaca yang cukup panas ini, kita tidak akan menemukan pantai yang berwarna biru, hijau tosca, dengan hamparan pasir putih yang lembut, tidak ada air terjun, bahkan tidak ada gunung yang bisa didaki. Namun kita akan menemukan beberapa wisata budaya yang bisa dikunjungi yang pastinya tetap bisa memberikan kesan yang sangat menyenangkan, dan beberapa tempat wisata ini bisa di jelajahi dalam waktu satu hari saja.


Tugu Khatulistiwa Pontianak

Setelah urusan saya selesai bersama keluarga, saya hanya memiliki sisa waktu 1 hari untuk bersantai di kota Pontianak. Nah pilihan saya kali ini ingin menjelajah wisata kota Pontianak dengan menggunakan sepeda motor, maklum saja saat ini mencari angkutan umum atau Oplet di pontianak sudah susah, karena rata rata masyarakat disini sudah memilih menggunakan kendaraan pribadinya.

Tempat wisata yang pertama saya kunjungi adalah :

1. TUGU KHATULISTIWA
Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu icon kota Pontianak. Hal yang selalu dinanti oleh masyarakat lokal dan wisatawan lainnya adalah saat  terjadinya kulminasi matahari  dimana matahari tepat berada di atas kepala, sehingga menghilangkan semua bayangan benda benda disekitaran. ketika terjadinya kulminasi, bayangan tugu khatulistiwa pun akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Peristiwa kulminasi ini terjadi dua kali dalam setahun yakni pada bulan maret dan september.

Jam operasional tugu khatulistiwa yakni setiap hari senin - jum'at dari pukul 07.30 -17.00 wib dan sabtu - minggu dari pukul 08.00-16.00wib. Memasuki area tugu, kita tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis, hanya saja kita di persilahkan mengisi buku tamu.


Monumen Tugu Khatulistiwa

Suasana Dalam Tugu Khatulistiwa

2. RUMAH BETANG

Setelah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, saya kembali ke pusat kota Pontianak, cukup memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit mengendarai sepeda motor , saya sudah sampai di rumah Betang / rumah Panjang yang berada di jalan Sutoyo. 

Rumah Betang adalah rumah tradisional yang menjadi rumah adat dari Suku Dayak. Ciri khas bangunan rumah Betang adalah ukirannya, dan semua bahan bangunan rumah ini terbuat dari kayu ulin, mulai dari tiang peyangga, dinding, lantai, hingga tangganya.

Rumah Betang sering dijadikan tempat bermacam kegiatan, festival budaya, latihan menari,  dan acara adat suku dayak. Tak heran rumah Betang selalu ramai dikunjungi saat sore hari.

Rumah Betang Jl. Sutoyo Pontianak

Rumah Betang Jalan Sutoyo Pontianak

3. MASJID RAYA MUJAHIDIN

Sebelum makan siang, Saya menyempatkan diri untuk menunaikan sholat zuhur. Cukup mengendarai motor 4 menit dari rumah Betang, saya sudah sampai di sebuah masjid yang cukup megah, ya masjid Raya Mujahidin namanya , merupakan masjid terbesar di kota Pontianak.

Masjid Mujahidin Pontianak

Ruangan Masjid Mujahidin

4. RUMAH RADAKNG

Usai sholat dan menyantap makan siang, saya kembali melanjutkan perjalanan saya kerumah Radakng. Nah rumah Radakng ini terletak di jalan Sutan Syahrir kota baru Pontianak. Dari masjid Raya Mujahidin, hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Saya cukup terkesan melihat rumah panjang ini, begitu besar,  panjang dan tinggi, tak jauh beda dengan rumah Betang.  Dengan panjang bangunan 138meter dan lebar 5 meter serta tinggi 7 meter. rumah Radakng sering dijadikan tempat untuk mengadakan festival musik , budaya maupun gawai dayak.

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng Pontianak

5. TAMAN ALUN ALUN KAPUAS

Dari rumah Radakng menuju Taman Alun2 Kapuas saya hanya membutuhkan waktu 20 menit saja, Dan kali ini saya ingin berwisata sungai Kapuas dengan menaiki perahu Lancang Kuning. Cukup membayar Rp 15.000 saya sudah bisa bersantai diatas perahu. Hari ini saya beruntung, karena tidak perlu menunggu lama, penumpang perahu sudah penuh, artinya...pertualangan di sungai kapuas di mulai.

Betapa hilang rasa lelah ini, ketika saya kembali bisa menikmati pemandangan masyarakat yang masih mandi disungai dengan menggunakan kain kemban yang hanya dililitkan diatas dada,  anak2 yang berlari lari sambil meloncat dari jembatan langsung kesungai, aaahh jadi ingat, inilah diriku dimasa kecil, ternyata aktifitas puluhan tahun itu, masih ada sampai sekarang. Aku tersenyum dan lagi lagi tersenyum serta bergumam, semoga sampai kapanpun sungai Kapuas ini tetap menjadi kehidupan masyarakat di Pontianak. Senja mulai menunjukkan warnanya, perahu lancang kuning pun memutar arah kembali setelah sampai dibawah jembatan kapuas. Dan kemudian merapat di taman Alun Alun Kapuas.

Kapal Lancang Kuning di alun alun kapuas pontianak

Air Mancur di Alun alun kapuas pontianak

Jembatan Kapuas Pontianak

Sebenarnya masih ada Keraton/ Istana Kadariah dan masjid Jami' yang ingin saya kunjungi, Namun waktu tak memungkinkan. Perjalanan singkat ini benar benar tak terlupakan, rasa rindu akan suasana kota Pontianak terbayar dengan mengunjungi beberapa wisata yang ada, dan mencicipi beberapa kuliner. Berwisata kali ini tak perlu menguras isi dompet, kenyataannya duit didompet yang tinggal seratus ribu masih ada sisa dua puluh tiga ribu. Aku tersenyum kembali.. Aaaahh senangnya...:)













Rabu, 03 Mei 2017

Kawasan Telaga Bidadari Muka Kuning Batam Mulai Tercemar Oleh Sampah Pengunjung

Minggu 30 April 2017 akhirnya niat saya ingin mengunjungi Telaga Bidadari yang berada di daerah hutan muka kuning akhirnya kesampaian juga, berkat ajakan teman blogger kak Rina dan Bang Ahmadi.

Telaga Bidadari saat musim hujan
Perjalanan menuju telaga bidadari di mulai dari kampung aceh muka kuning, Setelah memarkirkan kendaraan di rumah warga yang berada diujung jalan, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Inilah pertama kalinya saya memasuki hutan muka kuning ini, jalan setapak disini cukup bagus, jalannya sesekali menanjak dan sesekali menurun, sehingga saya tidak begitu merasakan kelelahan. 

Ada sekitar 4 danau kecil yang akan dilalui untuk diseberangi, namun jangan khawatir, ada kayu seadanya yang disediakan sebagai alat untuk menyebrang danau tersebut. Karena air cukup tinggi, maka dari danau pertama, celana dan baju kami sudah basah.


Foto MaySarah.
Bang Ahmadi sedang menyebrangi danau menuju telaga bidadari

1.5 jam perjalanan, kami pun sampai di telaga bidadari, riuh gemuruh air yang jatuh dari bebatuan memang sudah kedengaran 7 menit sebelum kami sampai. Waah betapa senangnya hati ini melihat curah air yang begitu deras, Saya tak berani menyebutnya air terjun, karena jarak air yang jatuh dari bebatuan ini paling sekitar 1 meter. Namun sebagai warga Batam, saya sudah cukup senang, ditengah kota begini, masih ada hutan yang menyimpan sebuah telaga yang begitu alami dan cukup cantik untuk dikunjungi.

Telaga Bidadari Muka Kuning
Saat ingin mencari tempat untuk beristirahat, alangkah kecewa nya mata kami, karena begitu banyak sampah yang berserakan disana. Alhasil bang Ahmadi dan kak Rina pun segera mengambil plastik yang kami bawa, dan memulai memungut sampah2 disana. 3 kantong plastik besar pun terkumpul, belum lagi yang sampah botol minuman.

Piknik yang berubah jadi Bersih Bersih Sampah

Kak Rina dan Bang Ahmadi Sedang Bakar Sampah
Membakar sampah diarea hutan ini, bukan solusi yang baik, namun setidaknya tumpukan sampah menjadi berkurang. Solusi terbaik adalah KESADARAN pengunjung untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa, kecuali sampah yang bisa menyatu dengan tanah.

Kami berusaha menikmati kenyamanan berada di area Telaga Bidadari, sembari berjalan kesana kemari memungut sampah, Namun semakin siang pengunjung semakin ramai, kami pun memilih lebih baik pulang, karena tak bisa juga bersantai nyaman. Cukuplah bagi saya sudah bisa berenang di telaga ini meski sesaat. Merasakan dinginnya air dan segarnya udara disini.

Pengunjung Telaga Bidadari

Cuma bisa Menikmati Air telaga disini
Karena tak ada fasilitas wc dan kamar mandi untuk berganti pakaian di telaga ini, maka saya pun pulang memakai baju basah. Dan ketika sampai di kampung aceh, mengambil motor dan membayar biaya Rp 5.000,  hujan deras pun menyambut kepulangan kami kerumah masing masing.

Terimakasih kak Rina dan bang Ahmadi, karena kalian saya berhasil mengunjungi telaga bidadari ini.



Kak Rina dan Bang Ahmadi yang menungguku di Kampung Aceh
Begitu menyenangkan jika sebuah kota memiliki wisata alam, Namun jika tidak diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan tersebut tetap bersih, rasanya tinggal menunggu waktu alam tersebut akan rusak oleh manusia. Berwisatalah yang bijak. Jangan hanya datang jika ingin mengotori alam yang sudah diberikan Tuhan secara gratis.