Sabtu, 27 Agustus 2016

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung /Bukit Kaba - Curup Bengkulu


Nikmat Tuhan Yang Mana yang ku dustai, jika bisa menikmati keindahan ini ??

Jam 10.00 aku dan mbak Tuti sudah menunggu disimpang tiga gunung / bukit kaba di kabupaten rejang lebong,  kami berjanji untuk pergi mendaki gunung  kaba ini bersama Arini dan Atini ( teman yang kukenal lewat facebook ). Aku dan mbak Tuti membutuhkan mereka selain untuk meramaikan pendakian biar makin seru, mereka juga sudah hafal dengan kondisi jalan di area gunung kaba. Tak lupa mbak tuti membeli 2 buah mantel plastik, untuk berjaga jaga selama mendaki, maklum saja namanya daerah pegunungan cuaca tidak bisa ditebak.

Dari simpang 3 gunung kaba, kami menelusuri jalan pedesaaan kurang lebih 20 menit menuju posko gunung kaba.  Di posko ini kami memarkirkan motor, 1 motor Rp 10.000 sehari,  di posko ini juga kita wajib mengisi buku tamu, menyertakan nomor handphone. Selain itu di posko ini menyediakan jasa ojek untuk menaiki bukit sampai di tangga 1000 , dengan biaya sekali jalan Rp 60.000 atau kalo mau pp Rp 100.000, dan untuk penyewaan tenda sebesar Rp 80.000 berkapasitas 4 orang.

Karna semangat masih menggebu gebu, makan pilihan kali ini kami berjalan kaki saja, apalagi jalanan disini sudah ter aspal dengan baik. Berjalan kaki sekitar 1.5km kami baru bertemu Gerbang posko pertama. Masih semangat ?? tentu donk.. kami memulai perjalanan yang mulai mengecil, aspalnya mulai rusak dan kiri kanan sudah hutan.  1 jam perjalanan, mulai deh ngos ngosan..sempat berhenti dan duduk di jalan..aah capek..mau menyerah ?? aah masih awal untuk menyerah pikirku, sesekali aku bertanya pada pendaki yang lewat, apakah masih jauh...jawabannya masih mbak. Huuuff hatiku mulai goyah..belum sampai keatas aja kaki ku sudah lelah menyusuri jalan yang menanjak ini.

1 Jam kemudian, hujan pun tiba tiba turun, dan kami pun benar2 kelelahan..terasa banget capeknya. apalagi hari sudah menjelang siang. Kami pun rembukan, kalo ada ojek yang lewat kita panggil deh, terserah mau bayar berapa yang penting sampai keatas, selain capek aku juga mikir jangan sampai kesorean muncak. Motor yang lewat pun kami cegat, dengan cara estafet kami di antar satu persatu menuju tangga seribu. Saat itu aku membayar Rp 100.000 untuk 4 orang, kira2 perjalanan 20 menit pake motor, jalanannya jelek, menanjak, bebatuan, sampai2 aku harus menutup mata saking takutnya melihat medan jalannya yang semakin kedalam semakin rusak.

Ojek ternyata tak bisa sampai ditangga 1000, kami harus mendaki lagi sekitar 10 menit perjalanan. Allahuakbar...ya Tuhaaann..kok tak sampai sampai mendaki ni..benar benar menyerah aku..namun setiap orang yang turun dari gunung selalu memberi semangat, ayo mbak bentar lagi sampai.. Ayo mbak..dikit lagi kok. Akhirnya aku pun memang benar2 sampai di area tangga seribu gunung kaba, dan sesaat tepar tekapar. Tak buang buang waktu kami pun makan siang disana, ( bawa bekal dari rumah ), airnya kami beli. Ada yang ngopi dan aku sendiri minum teh panas, maklum saja udara disini dingin, ditambah hujan pun mulai turun.

Setelah makan siang selesai, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, aku pun diajak untuk melihat kawah gunung kaba, aku mengira aku tak perlu menanjak lagi, ternyata oh ternyata..Ya Tuhan....lagi lagi aku menghela nafas panjang..benarkah ini rute perjalanan yang harus aku lalui.. ciut nyaliku melihat tebing2 ini, ciut nyali ku melihat ketinggian ini, tapi haruskah aku menyerah ?? Mau ditaruh dimana muka ku ini?? dari batam menggebu gebu ingin naik gunung kaba..pas sudah digunung cuma numpang minum teh panas ??? ooooww tidaaakkk...masak diwebsite sarahjalan.com ini aku membuat tulisan dengan judul gagal mendaki gunung kaba gara gara nyali ciut...hahahah jangan deh..maluu donk

Dengan baca bismillah, aku perlahan lahan mengikuti langkah kaki Arini , Atini dan Mbak Tuti, kuminta pada mbak tuti pelan pelan ya mbak, sungguh ini pertama kali aku mendaki, sehingga aku harus extra hati hati, apalagi cuaca hujan membuat bebatuan sedikit licin. Memang sesekali aku terpeleset, ketika menanjak bebatuan yang agak tinggi, namun kembali aku percaya aku bisa. Kulihat Arini dan Atini sudah jauh di atas sana, tinggal lah aku dan mbak Tuti yang masih merangkak mencari cari pegangan agar bisa tetap berjalan dan mendaki. Sesekali sudah sampai di tengah2 ketinggian, hujan pun reda dan kami pun sedikit bergembira dan mulai menikmati area sekeliling..Subhanallah indahnya... ada rasa takut, bahagia, tak percaya, sungguh kecilnya diri ini berada di tengah tengah gunung dan perbukitan ini.

Aku yang ketinggalan jauh dari Mereka

Keindahan di sekeliling gunung kaba

Jalur yang kami Lewati di gunung kaba, jalannya setapak, dan aku  hanya berani mandang kedepan saja.

Perjalanan berlanjut menuruni bukit, dan kami tiba di area kawah hijau. disini kami beristirahat melepas penat, areanya cukup luas sehingga kami cukup nyaman berada disini , apalagi cuaca mulai cerah, Alhasil Arini, Atini dan mbak Tuti pun mulai beraksi dengan kameranya masing masing.

Makasih ya Atini, telah memotret saya.. ( Kawah Hijau Gunung Kaba ) 
Rerumputan Dibelakang tumbuh menyerupai tulisan Allah, Merinding sekaligus kagum, inilah bentuk nyata dari ciptaannya.
Sesi Pemotretan Mbak Tuti..hehehe

Nemu danau di kawah itu sesuatu banget ya..lumayan bisa main air sebentar..
Setelah berkeliling, dan berfoto foto , eeehh kami harus mendaki lagi, untuk melihat larva aktif dan kawah belerang. ya salaaammmm gumamku, belum usai toh pendakian ini?? lagi lagi aku menyemangati diri sendiri, harus bisa, cuaca hujan saja Tuhan restui aku sampai dikawah hijau ini semoga cuaca bagus ini juga bisa membuatku tetap bersemangat  mendaki untuk melihat larva aktif. Sesampainya di atas bukit, menurun lagi untuk melihat larva dan belerang lebih dekat. Sebenarnya aku tidak berani dan mulai sesak, karena bau belerang ini sangat menyengat, namun melihat antusias ke tiga temanku, akhirnya aku juga mencoba mendekat. Tapi belum 5 menit aku memilih menjauh, gak kuat dengan aroma nya, lagi pula tiba tiba asap menebal dan menutupi semua jalan, alhasil teman temanku pun menjauh dan mencari jalan keluar, dan ternyata kami salah jalan. Mbak Tuti berdoa meminta petunjuk jalan kepada yang Kuasa. Alhamdulillah percaya atau tidak, asap tadi menghilang dan terlihat oleh kami jalan keluar dari kawah ini. syukur kami belum jauh kesasar.

Kawah belerang dari Gunung Kaba..

Lihat dari Kejauhan gini aku juga takut loh

Hari semakin sore, kami harus segera keluar dari sini, badan sudah lemes, air habis, ternyata perjalanan masih panjang, kembali kami harus mendaki untuk sampai di puncak tertinggi gunung kaba, supaya kami bisa pulang lewat tangga 1000, aaahh hujan kembali turun, dan lagi lagi angin mulai kencang, Ya Allah tak henti hentinya aku berdoa, kuatkan lah kaki ini, lindungi kamii, aku begitu kedinginan, takut. Susah payah berusaha, akhirnya kami sampai juga dipuncak tertinggi gunung kaba ini, di payungi hujan, ditemani angin kencang. Mau nangis, nangis karna bahagia dan senang. Dan di puncak ini juga aku bisa meneguk air, membasahi kerongkongan yang sudah mengering, meski pemandangan cantik tak terlihat lagi, aku tetap bersyukur semua bisa dilalui bersama ke 3 temanku.

Mendaki lagi..


Maaakkk...Anakmu sampai di puncak bukit kaba 1936MDPL

Nikmatnya minum
Setelah mengabadikan moment di puncak, kami pun menuruni anak tangga, dengan hati2 karena licin, dan melanjutkan perjalanan keposko depan, karna hari sudah malam, ada rasa takut melewati hutan karna kami tak membawa senter. Lagi lagi hanya Doa yang kami panjatkan, agar kami tetap dilindungi dan sanggup berjalan. 1 jam 45 menit kami sampai di posko. diluar kemampuan tubuh sebenarnya, namun kami memaksakan diri melakukannya. Alhasil sampai dirumah jam 9 malam, rasanya tubuh ini tak bisa ku gerakkan lagi, sakit banget. Sakit tapi Bahagia... inilah pengalaman pertama ku mendaki... 



Sampai juga di bawah tangga 1000 Alhamdulillah

Sekedar saran bagi yang tak biasa mendaki atau jalan kaki berjam jam , jika ingin ke gunung/ bukit kaba, sebaiknya jam 7 pagi sudah berada di posko penitipan motor, agar perjalanan bisa sedikit santai, dan kalo memang gak mau ribet dengan pendakian yang menguras tenaga, gunakan jasa ojek untuk sampai ke tangga 1000. karena untuk melihat kawah hijau, kawah belerang diperlukan tenaga juga untuk mendaki dan menuruni bukit yang berbeda jalurnya. 
























Kamis, 25 Agustus 2016

IRONMAN 70.3 BINTAN WORLD CHAMPIONSHIP 2016 BERSAMA WONDERFUL INDONESIA

Mungkin sebagian orang mendengar kata IRONMAN ini langsung membayangkan sosok pendekar yang membasmi kejahatan di sebuah film. Sosok yang memiliki kelihaian dan kekuatan fisik yang tak bisa terkalahkan. Namun kali ini IRONMAN yang akan saya ceritakan bukanlah sosok pendekar dalam sebuah film. Melainkan sebuah kompetisi olahraga internasional yang bertema " IRONMAN 70.3"dimana kompetisi ini diikuti sekitar 920 atlet yang siap bertarung dalam ajang  cabang olahraga renang, sepeda dan lari tentunya. Ironman 70.3 ini akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 28 agustus 2016 bertempat di kawasan Lagoi bintan kepulauan riau.


Sumber : google

Angka 70.3 ini bermaksud banyaknya mil /jarak yang akan ditempuh oleh para atlet selama kompetensi berlangsung, seperti lomba berenang yang berjarak 1.2 mil atau  1.9 km  yang akan dilaksanakan di pantai lagoi bay, Setelah itu lomba bersepeda di sekitaran jalanan kawasan lagoi sepanjang  56 mil atau 90 km, kemudian dilanjutkan dengan lomba lari yang akan ditempuh oleh peserta sepanjang  21,1 km.

Ajang olahraga bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti New Zealand, Australia, Sweden, Canada, South Afrika, Finland, USA, Singapore, Japan, India, United Kingdom, Marrocco, Malaysia, Italia, Macau, Qatar, France, Philippines,Spain, China, Hongkong, Russian Federation, Netherland, Switzerland, Myanmar, Germany, Mexico, Ireland, Thailand, Kostarica, Argentina, Belgium, Norway, Venezuela, Hungary, Syrian Arab Republic, Montserrat, Taiwan, Bolivia, Colombia, Uruguay, Puerto Rico, Vietnam, Denmark, Brazil dan tentunya Indonesia.

Ajang lomba ini tak hanya diikuti Oleh orang dewasa saja Loh , namun juga ada IRONKIDS, dimana pesertanya anak anak yang akan menyemarakkan lomba lari sejauh 1.5 km dihari sabtu tanggal 27 agustus 2016 di mulai jam 16.00 startnya dari Plaza Lagoi. 

Sumber Foto : AsiaTri.com

Kawasan Lagoi bintan dipilih sebagai Lokasi ajang Triathlon Ironman 70.3 dikarenakan infrastruktur dan fasilitas yang disediakan sangat mendukung. Maka dari itu Bintan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi Sport Tourism dikelas internasional. Dan pastinya kawasan Lagoi bintan merupakan pintu gerbang indonesia dalam menarik wisatawan dari mancanegara.

Bagi kamu kamu yang belum memiliki rencana untuk mengisi waktu libur di akhir pekan ini, tak salah Lagoi menjadi Destinisai yang harus kalian datangi, sembari menyemarakkan perlombaan olahraga di  Ironman 70.3 Bintan.  


Sumber : google
Cara menuju  Lagoi Bintan dari Batam :
Bisa menggunakan kapal Roro yang ada di pelabuhan ASDP Punggur, untuk biaya sepeda motor Rp 31.000 , Mobil Rp 250.000 tergantung kelas nya, dan untuk penumpang Rp 20.000, jarak tempuh dari pelabuhan tanjung uban ke kawasan Lagoi kurang lebih 45 menit, tergantung kecepatan anda mengendarai kendaraan. Dan masuk kawasan Lagoi biasanya Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 1.000 untuk motor, terkadang gratis juga. Kapal Roro beroperasi dari jam 7.00 pagi dari Batam dan Dari Pelabuhan Tanjung Uban terakhir Jam 18.00

Jika dari Luar Batam, 
Bisa menggunakan Pesawat dari asal kota Anda menuju bandara   Raja Haji Fisabilillah tanjung pinang, kemudian lanjutkan dengan menyewa mobil atau menggunakan taxi. Untuk penginapan disekitaran lagoi banyak terdapat resort.

COME ON TO LAGOI AND ENJOY THE EVENT IRONMAN 70.3 BINTAN COMPETITION

Selasa, 23 Agustus 2016

Perjalananku dari Batam ke Bengkulu Curup


Setelah Padang Palembang,Medan,Dan Aceh, kali ini Bengkulu menjadi kota destinasi ku selanjutnya untuk ku nikmati keindahannya. Jika ditanya kenapa kota Bengkulu ? karena aku tau disana banyak tempat wisata yang bisa aku datangi, aku ingin melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, aku ingin ke gunung kaba, dan juga beberapa air terjun.

Tgl 13 Agustus jam 6.45. pagi aku sudah berangkat dari rumah, aku menunggu damri dari halte fanindo tanjung uncang, biaya damri ini Rp 22.000 rute tanjung uncang - bandara, 10 menit menunggu di halte, Damri pun tiba, dan aku mulai duduk. Baru saja duduk, ternyata mobil damrinya bermasalah, pintu tengah tidak bisa dibuka. dan pak supir memintaku turun, karena mau ganti mobil yang lain. whaattt ??? pesawatku jam 9.10 loh. Ni damri pake acara rusak pula. Pak supir berkata tunggu ya, ganti mobil gak lama kok. paling 15 menit, okelah aku tunggu, jam 7.20 damri baru datang, dan aku naik kembali, namun jalannya mobil ini lambat sekali, ketar ketir hatiku, apa bisa sampai ya dibandara sebelum jam 9

Teringat aku bahwa lion air bisa check in secara online, dan aku pun mencobanya melalui mobile phone dan tab, ternyata hasilnya gagal. Ku telp teman sekantor, meminta bantuannya untuk check in menggunakan komputer, ternyata tak bisa juga. Dag dig dug jantungku, melihat jalannya damri ini, karena sampai jam 8.30 belum juga sampai. Kuminta temanku menelpon bandara untuk check in juga gak bisa, aku disuruh datang langsung, weleh ya Tuhan...cepatan donk pak jalannya bisik ku dalam hati, jam 8.45 sampai juga dibandara, dan aku pun berlari lari kedalam. dan astagaaaaa ramainya yang checkin..alhasil aku melongo kesana kemari dengan wajah resah, dan tiba tiba aku bertemu dengan seseorang yang menawarkan bantuan padaku untuk checkin. tanpa fikir panjang dia itu siapa, kukasi tiketku padanya, Alhamdulillah masih bisa, karna aku gak ada bagasi. dan ketika aku mau memasuki pintu yang ditetapkan, lelaki tersebut meminta upah untuk bantuan check in nya tadi, oalaaaahh pikirku, kirain memang mau bantu, ternyata ada udang di balik bakwan toh..heehe ya sutralah yang penting aku masih bisa naik pesawat.

Aku memasuki ruang tunggu, dan bertanya pada petugas, apakah penerbangan ke bengkulu sudah bisa naik pesawat, ternyata jawaban dari petugas belum, Syukurlah aku masih bisa membeli oleh2 untuk teman2 dibengkulu. Oleh2 sudah ditangan, aku duduk sebentar, dan memakan roti, belum habis roti ditangan, sudah ada panggilan penumpang tujuan bengkulu diharapkan naik kepesawat, alhasil makan pun buru2, segera mungkin aku juga naik kepesawat dan duduk manis sesuai seat yang kudapat.

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu

1 jam perjalanan batam bengkulu, pesawat pun mendarat cantik di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dan karena ini pertama kalinya aku ke bengkulu, aku memperhatikan daerah sekitarnya, ku amati bandara yang terbilang kecil ini, tak banyak pesawat yang terparkir saat itu, aku pun memilih masuk ruangan, dan langsung menuju keluar. Seperti biasa para tukang taxi dan ojek menawarkan tumpangannya, hanya saja aku memilih mencari tempat duduk dahulu dan berusaha untuk tenang. Setelah kurasa nyaman badan dan perasaan ini, aku pun bertanya pada tukang taxinya, berapa biaya dari bengkulu ke curup, awalnya ada yang bilang arah kecurup travel nya habis, sudah gak ada lagi, kalo mau ya harus pake ojek diantar ke terminalnya, aku tak gampang percaya, karena jam masih menunjukkan pukul 11.15 pagi, masak transportasi kecurup habis.

Akhirnya aku duduk lagi. Kemudian datang lagi seorang bapak yang bertanya padaku, apakah aku mau ke curup, ku jawab iya, dan beliau langsung menyuruhku untuk tunggu, tak lama datanglah seorang laki2 paru baya mendekati ku, dan bertanya lagi, ke curup mbak? ku jawab iya, ayuklah kemobil saya, kutanya dulu berapa harganya, jawabnya biasa mbak, kubilang 50 rb ya biasa? dia tertawa kecil, kalo dari bandara 80rb mbak, gak bisa 50rb. kecuali dari terminal. Karena aku sendiri, dan memang gak tau kondisi jalan di Bengkulu, ya udah aku ok kan. dan aku diantar menuju mobilnya ( jenis avanza ), setelah aku dipersilahkan duduk di mobil,  si Bapak menghidupkan AC nya agar aku tak kepanasan menunggu didalam, dan si Bapak pergi lagi ke bandara, sekitar 20 menit si Bapak datang lagi, dan mobil mulai jalan, aku pun bertanya, gak ada penumpang lagi kah pak ? si Bapak menjawab gak ada. sepi hari ini, jadilah cuma aku sendiri yang jadi penumpangnya.

Penumpang tercantik...ya iyalah..secara cuma saya sendiri disini...hehehhe
Si Bapak mengendarai mobil terbilang santai, dan sesekali dia memperkenalkan padaku, nama nama daerah yang kami lewati, mungkin sekitar 25 menit perjalanan dia memberi tahuku bahwa kita berada di sekitar Danau Dendam Tak Sudah. Danau ini begitu tenang, ditepian danau terdapat banyak meja dan kursi untuk bersantai, dan didepan nya berderet para pedagang menawarkan aneka jajanan, namun dominan yang aku lihat adalah air kelapa.

Danau Dendam Tak Sudah

Kursi yang disediakan pedagang, untuk bersantai di tepi Danau Dendam Tak sudah
2 jam perjalanan, tujuan ke curup belum juga sampai, akhirnya aku meminta si Bapak untuk mencari warung nasi, karena perut ku sudah cukup kelaparan, dan kami pun berhenti disebuah kedai kecil, kami pun makan, dan menurutku masakan nya biasa saja, tidak membekas dilidah, namun cukup membuat perutku berisi full, makan berdua sama si bapak sopir Rp 49.000 ( menu nasi +ayam +sayur + teh manis, dan sibapak makannya nasi + ikan + sayur+ sambal telur + air putih )

Suasana jalan ke arah curup
Jam 2.30 kami pun sampai di rumah tempat aku akan menginap, dijalan cokro daerah talang rimbo baru, ini adalah rumah ibu dari teman kantorku, Ia menyarankan aku menginap disini lantaran khawatir aku jadi gembel di sana..hahahah. Rumah nya masih tradisional, berbentuk rumah panggung dan dibawah nya dijadikan warung untuk berjualan. Sang ibu paruh baya ini bernama Ibu Lely. Ia menyambut kedatangan ku dengan ramah, aku dipersilahkan masuk, disediakan kue, teh manis, dan aku pun disuruh beristirahat dikamar cucunya. Ya Allah walau baru pertama kali berkenalan, namun sambutan hangat dari ibu Lely kepadaku sangat baik, dan aku memilih masuk kekamar langsung tidur.
Rumah Panggung milik Ibu Lely

Jam 4.30 tiba tiba cucunya Ibu Lely membangunkan ku, Tante..ada teman tante yang datang. Aku pun tersentak, Teman ?? teman dari mana ya?? seingat ku aku belum memberitau alamat disini pada temanku yang akan menemaniku mendaki besok. Aku keluar kamar dan menuju ruang tamu, kulihat seorang wanita muda memperkenalkan diri bernama Sri Astuti, dan ia bertanya padaku apakah aku besok mau ke gunung kaba, kujawab iya, dan akhirnya ku minta ia masuk dan duduk diruang tamu. barulah ia menjelaskan bahwa Mbak Tuti ini teman dari temanku yang ada dibatam. Dia mendapat informasi bahwa aku datang dari batam menuju curup untuk mendaki gunung kaba. Berhubung Mbak Tuti juga ingin mendaki, makanya ia datang kerumah ibu Lely.

Mbak Tuti akhirnya menyarankan untuk menginap dirumahnya, dikarenakan sebelum ke gunung kaba, Dia ingin mengajakku ke pemandian air panas yang tak jauh dari rumahnya. Akhirnya mbak Tuti meminta ijin kepada Ibu Lely untuk membawaku kerumahnya, Setelah mereka berbicara dengan bahasa daerah Curupnya, aku pun berpamitan sama bu Lely, dan meminta maaf batal menginap.

Sampai dirumah Mbak Tuti, aku disiapkan handuk, dan disuruh mandi, aissh mak,,,baik2 orang disini loh, dan ketika aku merasa kedinginan, Mbak Tuti mengeluarkan beberapa jaket yang bisa aku pakai, dan aku pun memilih jaket yang agak tebal, serta memakai kaos kaki..beneran loh disini dingin banget. Siap maghrib mbak Tuti mengajak ku keliling daerah curup, aku dibawa ke Danau Talang Kering, dibawa minum bandrek untuk menghangatkan tubuh ( bandreknya jempol deh, enak banget segelas Rp 10.000 ) dan di traktir bakso ( bakso nya biasa saja, lebih enak dibatam ) dan kurasa cukup untuk perjalanan hari ini, aku pun mengajak mbak Tuti pulang, karena memang harus istirahat buat persiapan mendaki besok pagi.

Mbak Tuti berpose di tepian Danau Talang Kering

Bandrek yang enak



Bersambung Hari ke 2

























Kamis, 18 Agustus 2016

Ngetrip bersama Honda Beat Tanjung pinang- Gunung Bintan- Bukit Pasir Busong- Batam

Setelah bermalam di rumah kerabat yang ada di tanjung pinang, hari ini kami berencana melanjutkan perjalanan ke gunung bintan. Rencana awal dari rumah jam 11 paling lambat harus berangkat, supaya bisa berlama2 di gunung bintan, namun apa daya, berkumpul bersama keluarga dan anak2 membuatku jadi maju mundur maju mundur syantik untuk melanjutkan perjalanan, Apalagi sajian bihun goreng, bakso, pempek yang enak membuat badan semakin berat untuk bergerak, kate mamak ku macam ular sawah, sudah kenyang ngantuk  

My Beat

Namun ketika Azan zuhur berkumandang, aku pun tak bisa lagi bermalas malasan untuk segera melanjutkan perjalanan, setelah sholat aku berpamitan dan segera menuju gunung bintan. Sesampainya di gerbang yang bertuliskan Wisata Alam Air Terjun Gunung Bintan, kami membayar 10rb per orang untuk masuk dan naik keatas, wuiihh naik tangganya cukup melelahkan kawan, namun keinginan melihat air terjun bintan ini membuatku tak patah semangat, meski bercucuran keringat, aku tetap menanjak keatas, dan ketika sampai,,,,,taraaaaaaa spontan aku tertawa pada temanku... Jadi ini air terjunnya ??? Astagaaaa kasian banget nasibku hari ini, bayanganku curahan air yang begitu banyak bisalah membuatku berbasah basah ria disini, namun kenyataannya nak cuci muka pun aku malas, mending mandi dirumah aja deh. 


View Gunung Bintan yang memukau



Saya tidak beruntung, karna air terjun nya lagi malu2 untuk keluar

Tak betah aku berlama lama disini, ku ajak kawanku untuk melanjutkan perjalanan ke pasir bukit, bahkan makan durian pun ku lewatkan karena kecewaku pada debit air terjun yang sangat kecil. Nah pada saat di pasir bukit, sudah ada yang berjualan air kelapa, disinilah aku bisa mengistirahatkan badan lebih santai dan lama, oh iya parkir motor disini 2 rb, dan air kelapa 1 buah 10rb. Bukit pasir ini sangat luas dan memang bagus untuk foto foto, namun kalo siang hari panasnya cukuplah membuat kulit terbakar, aduuhh pusying pala barbie jadinya. Setelah puas bermain main di bukit pasir, kami pun melanjutkan perjalanan menuju masjid Baitul Makmur untuk menunaikan sholat ashar, rasanya rugi deh aku gak mampir ke masjid ini, Lokasinya diatas bukit, sehingga hati tenang setelah ibadah, matapun nyaman disuguhkan pemandangan yang begitu luas.

Nemu danau cantik saat menuju gunung bintan

Bukit Pasir

Model2 yang tahan banting dengan panasnya matahari

Sholat Ashar di Masjid Baitul Makmur Tanjung Uban

Jam 16.30 kami beranjak dari masjid cantik ini, menuju pelabuhan tanjung uban. dan antrian sudah cukup panjang disini, setelah membayar 70rb untuk 1 motor dan 2 penumpang, kami pun masuk kekapal dan mencari tempat untuk duduk dan makan. 1 Jam perjalanan kami pun tiba di pelabuhan punggur batam. Alhamdulillah trip kali ini berjalan dengan lancar :) 


Traveller Manja dibekali makanan sama adik sepupunya..wkwkwk 





Pulang Menuju Batam





















Selasa, 09 Agustus 2016

Ngetrip pertama bersama Honda Beat - Batam - Tg.Uban- Lagoi -Tg.Pinang

My Beat

Dut, mau ikut aku ke tanjung pinang sabtu ini ? Aku mau ke gunung bintan, masih penasaran aku belum sampai kesana, tanya ku pada sahabat ku yang kadang kadang menyebalkan ini. Boleh jawabnya dengan gayanya yang dingin. Sudah tak heranlah aku kalo jawabannya seperti mau atau gak, memang begitulah dia, dingin , cuex, gak pernah seheboh aku kalo lagi pengen ini itu.



Kapal RORO yang kami naiki

Hari sabtu tiba, seusai jam kerja, aku pun menjemput dia dirumahnya.  Tanjung uncang menuju pelabuhan telaga punggur, membutuhkan waktu 50 menit, setelah membeli tiket punggur - tanjung uban sebesar 31rb untuk kendaraan bermotor , dan 40rb untuk 2 penumpang, kami pun masuk ke kapal, Jam 14.30 kapal pun berangkat, kali ini terasa cukup lama kapal ini berjalan, karna jam 15.50 kami baru sampai dan bisa turun dari kapal. Mengingat Ke lagoi biasanya aku menempuh jarak 1jam, aku pun memacu kendaraan begitu cepat, karena Treasure Bay tutup jam 17.00

Gedung Treasure Bay

Dan 16.40 kami pun tiba didepan gedung treasure bay, dan ketika didepan kasir, aku pun bertanya pada mereka apakah masih bisa masuk atau tidak. Jawaban mereka sudah tidak bisa, lantaran mereka akan tutup. Akhirnya aku meminta kepada salah satu kasirnya, bolehkan teman saya ini masuk mas, sebentar aja, kami dari batam jauh2 pake motor mau kesini, masak harus balik lagi besok. Tak banyak ini itu, sang kasir yang baik hati membolehkan teman ku untuk melihat situasi kolam renang yang begitu besar ini. 5 menit aja ya katanya, karna memang mau tutup. Sumringah donk aku, tak sia sia aku mengendarai motor seperti orang dikejar setan. dan temanku akhirnya sampai juga disini. Senang ??? ya pastilah..Apa sih yang tidak buat si Dudut ku ini. ( senang karna masuk tak perlu bayar hehe)

Kolam Renang di treasure bay

Cie cie yang sudah sampai di Treasure Bay..

Sekitar 7 menit berlalu, kulihat temanku sudah kembali ke kasir. dan aku pun bertanya, sudah senang bisa lihat kolam renang terbesar ini ? sudah puas belum selfi selfinya ?  Seperti biasa jawabannya dingin, " Sudah". Setelah mengucapkan terimakasih kami pun keluar gedung, dan melanjutkan perjalanan, kali ini kami santai karena tak ada lagi yang kami kejar. Kami pun berhenti lagi di patung Badak Rino yang berada tak jauh dari Gedung treasure bay, setelah itu melanjutkan perjalanan lagi, dan berhenti lagi di patung cinta Kingkong, setelah mengabadikan moment2  kelagoi, kami pun bersiap menuju kota tanjung pinang.

Patung badak yang tak Jauh dari Gedung treasure bay

Patung Kingkong 

Perjalanan Lagoi ke tanjung pinang sekitar 45 menit, karena hujan cantik menyapa kami, jadi aku tak berani membawa laju kendaraan, namun setelah di daerah gunung bintan, jalanan mulai kering, aku mulai memacu kendaraan lebih cepat, Aaaah akhirnya sampai juga di simpang senggarang, kami memilih mengisi perut dahulu, karena sudah keroncongan, dan pilihan kami di rumah makan Mega Bintan KM.50 disini kami memesan Sop Tulang dan soto ayam, tak mengecewakan rasanya, daging nya lunak, sehingga kami meninggalkan rumah makan ini dengan hati senang perut kenyang, :)  1 aqua, 1 soto ayam+nasi, sop tulang + nasi + 1 bungkus kerupuk udang Rp 59rb

Tempat mengisi perut

Masih dibawah jam 19.00, terlalu awal kalo aku dan dudut langsung kerumah keluargaku, dan lagi lagi ku ingat dia belum pernah wisata malam di tanjung pinang, ya udah kami mutar2 di kota tanjung pinang, sembari melihat suasana tepi laut, waduuhh ramai banget, gak pengen singgah karena mau foto juga lokasinya gak terang, jadinya kami lewat ajah. dan menyusuri jalan2 di kota. Terlihat oleh kami daftar harga buah durian, aahh tetiba aku pengen mencobanya malam ini juga, padahal rencana makan durian besok harinya saat di gunung bintan, namun air liur sepertinya lagi kepengen ya sudahlah, kami mampir saja disebuah kedai yang menawarkan beberapa pilihan harga durian. Terang saja donk kami pejalan yang senang murah meriah ini memilih durian 3 biji 50rb, meski kecil2 buahnya tetap aja namanya durian kan ??  Setelah durian dibelah...aw awaa hhhmmmm lemak nian eeiiiii dagingnya empuk, manis nya tak kalah manisnya dengan senyum adek bang...wuiiihhh yang biasanya tak hobi durian, tetiba malam ni jadi sedikit rakus.. Buah kedua dimakan, eeeehh tawarnya nak mampos, durian ke 3 dibuka, mentah juga ??? alhasil komplain donk aku, dan diganti 1 dengan rasa yang luaaaarrrrr biasaa enaknya...usap2 perut, kenyang :) 

Dipilih dipilih sesuai kemampuan anda

1 oke banget isinya enak, 1 tawar nak mampos, 1 mentah 

Makan enak lagi, setelah dapat gantinya

Jam 20.10 perjalanan kami akhiri, dan kami menuju rumah saudaraku yang ada di batu 8 atas, dan langsung di sambut oleh sikembar yang cantik :)  disambut dengan risoles yang yummy buatan kakak sepupuku, dan di hidangkan nasi goreng lagi...hahahhahah ni perut macam nak pecah kakak...fulll banget dah..Acara dilanjutkan dengan reuni keluarga sampai jam 23 malam.. kami lelah dan kami pun tidur  **to be continue **























Selasa, 02 Agustus 2016

Halal Bi Halal Blogger Kepri di ZenRooms Near Purimas Batam Centre - Batam


Tas Kecil Dari Zenrooms yang bisa saya bawa pulang buat koleksi

Libur hari raya idul fitri telah usai, rutinitas yang ditinggal selama libur pun menumpuk, seolah olah tak mau mengerti bahwa hati dan badan ini masih ingin ber santai santai, baik dirumah maupun di tempat kerja. Agenda untuk berkumpul bersama teman teman juga maju mundur maju mundur syantiiikkk syalala lala, banyak batalnya meski sudah direncanakan sesering mungkin..hahahahah * lelah hati kakak dek

Walau mata tak saling melihat, dan tangan tak bisa berjabat secara langsung untuk merasakan kulit tangan saya yang halus lembut , * lebaynya keluar * namun percakapan disebuah chat komunitas blogger kepri tak pernah sepi, semua dibahas, baik dari soal kerjaan, job review, info lomba, traveling,bahkan jodoh jodohan yang sampai membuat orangnya bete bete aaaaahhhh, namun tetap chat terus berlanjut, dan akhirnya merencanakan kumpul kumpul di akhir bulan juli ini di sebuah Hotel. Dan saya pun tertarik untuk bergabung bersama mereka, dan inilah waktu yang tepat untuk halal bil halal bersama mereka, apalagi ada emak blogger kece yang rela datang jauh jauh dari tanjung pinang, rasanya senang banget deh.

Pilihan hotel dibatam ini banyak sekali, namun  sang Admin memilih ZenRooms Near Purimas Batam centre untuk tempat kita menghabiskan weekend, alasanya karena hotel ini letaknya strategis, mau kebandara paling 20 menit, ke pelabuhan fery penyebrangan batam singapura cuma 5 menit, dan pastinya aneka kuliner juga tersedia disekitaran hotel ini. Soal harga hotel juga jangan khawatir, jika memesan di https://www.zenrooms.com/id maka kita akan mendapatkan discount discount yang lumayan lebih menghemat isi dompet.

Jam 19.00 wib, saya sudah tiba di hotel, setelah ke receptionist dan mendapatkan kunci kamar, saya pun menuju lantai paling atas, yakni lantai 7 dan melihat kondisi kamar saya. Seketika lelah saya yang sedari pagi bekerja menjadi hilang , saya pun merebahkan sesaat tubuh mungil ini kekasur, sebelum bergabung dengan teman teman yang lain. 

Kamar saya cukup luas, terdiri dari 2 tempat tidur, 1 lemari pakaian, dan gantungan baju, dan di meja rias terdapat pemanas air, gula, teh , coffe dan 3 botol mineral water, ada Ac dan Tv pastinya, saya beranjak dari kasur yang empuk ini, dan melihat kondisi kamar mandinya, lumayan juga bersih, air lancar, dan pastinya senyum saya sumringah ketika menemukan sebuah tas kecil yang bertuliskan ZENROOMS, dimana didalamnya tersedia 2 pasta gigi, buku kecil, handuk kecil, dan ada voucher 10% lagi untuk menginap kembali. kenapa saya jadi sumringah ??? karena tas dan isinya boleh saya bawa pulang,  lumayan untuk tambahan koleksi tempat kosmetik, atau tempat pernak pernik yang bisa saya bawa ketika saya ingin pergi traveling. Untuk wifi dikamar,  terbilang cepat dan lancar lancar saja untuk menjelajahi dunia maya, dan adanya petunjuk arah kiblat yang terdapat didekat pintu masuk merupakan nilai plus buat saya yang harus menunaikan ibadah sholat.

Receptionist Hotel

Kamar  Superior yang saya pesan dari ZENROOMS 

Teh, coffe, gula, dan mineral water yang masih tersusun rapi

Jam 20.00 saya bergabung dengan teman blogger yang lain, sudah rame ajah mereka disana, sambil ngemil, cerita cerita, sesekali ketawa pun pecah, duuhh senangnya kalo sudah bisa bersama seperti ini ya. Lanjut kami melihat satu persatu kamar yang disediakan oleh Zenrooms, ada yang dapat deluxe juga, dimana kamarnya lebih luas dan tempat tidurnya besar. Kumpul kumpul seperti ini selalu membuat waktu begitu cepat berlalu, tak terasa udah jam 23.00, mata pun sudah mulai mengantuk dan saya pun kembali ke kamar untuk beristirahat.

foto : by Kak Danan wahyu
baca dari kiri pemilik blog www.hijabtraveller.com ( eka )  www.unizara.com,( ruziana ) www.linasasmita.com,
( lina )www.sarahjalan.com, (sarah )  www.journaleka.com ( eka dewi ) dan kami adalah wanita hebat bagi keluarga masing2..hehehhe  


Para Blogger Ngumpul di kamar Kak Danan. foto by Eka Handa

Jam 5.30 pagi saya sudah bangun, setelah sholat subuh, pengennya lanjut bobok cantik, namun mata ini tak mau terpejam, akhirnya saya membuat teh panas, sembari melihat pemandangan dari luar syukur syukur sunrise hari ini muncul. Alhamdulillah saya bisa melihat matahari muncul dan naik secara perlahan dari kamar saya, dan gedung gedung pun mulai terhampar di depan mata, duuuhh segarnya udara pagi ini.  Setelah mandi, dan berhias sedikit. saya pun kebawah untuk sarapan, dan teman teman pun sudah ada yang duduk manis menikmati sarapan di restoran sembari mengobrol, dan ada juga yang sibuk berceloteh dengan bundanya, sesekali berlari kesana kemari.

Restoran yang di sediakan oleh hotel yang bekerja sama dengan Zenrooms ini, menyajikan nasi goreng, sosis goreng, sayur chap chay, bubur kacang hijau, roti bakar, tea dan coffee. Untuk lidah saya sarapan pagi ini benar benar membuat saya kenyang, bahkan nambah 2x, ntah lapar apa doyan yak. Setelah sarapan, kami kembali kekamar , ngerumpi, main hape, nonton, sembari menunggu check out jam 12.00, rasanya betah disini kakak, dan enggan rasanya kebersamaan ini berakhir. Dan moment halal bi halal ini sungguh berkesan bagi saya. Semoga suatu saat bisa berkumpul lagi ya teman teman :)  

Sarapan pilihanku..2x nambah eeii *

Bunda Ana sedang mendengarkan celoteh anaknya Fitry, Wuiih ni anak benar2 pintar berbicara, saya aja suka mendengar celotehnya..

Bersama Duo Eka, dan Asad


Sedikit info tentang Zen Rooms :
Zenrooms merupakan sebuah perusahaan online yang bekerja sama dengan hotel2 yang ada dikota2 besar indonesia, asia, maupun manca negara . Dengan memesan hotel melalui jaringan https://www.zenrooms.com/id maka kita akan mendapatkan harga lebih murah dibanding kita datang langsung ke hotel nya, karena Zenrooms selalu memberikan discount2 tertentu yang pastinya membuat isi kantong gak jebol.