Akhir pekan lagi, seusai beres beres rumah aku sandarkan badanku di sofa kecilku, sambil kulihat acara televisi. Mata memang memandang layar yang ada di depan mata, namun tidak fikiranku. Tempat tempat wisata mulai memenuhi otakku, kemana ya hari ini, tempat wisata apalagi yang belum aku datangi..Kutelusuri daerah barelang, sepertinya pantai pantai disana sudah aku kunjungi semua, ke nongsa? juga sudah aku datangi, Sekupang? pantai pantainya juga sudah aku datangi..Namun ada yang belum pernah aku datangi, Yakni Pulau sambu. Memangnya ada apa aja di Pulau Sambu yang sepi itu ?

Pemandangan dari atas pulau sambu

Yup Pulau sambu, pulau ini terletak diseberang batam, Untuk bisa kePulau sambu kudu naik pancung dipelabuhan sekupang. Ku telepon temanku untuk menemani aku kesana, sebenarnya ada beberapa orang yang aku hubungi, namun yang bersedia hanya 1 orang saja ikut denganku.  Secara kuceritakan kepada mereka bahwa Pulau sambu hanyalah Pulau kecil milik pertamina, dan katanya penduduknya sedikit, banyak rumah kosong disana ditinggal penghuninya, eeh ternyata mereka jadi takut dan menganggap jalan jalan ini menyeramkan hahahaha. Jam 11.00 kami pun sudah sampai dipelabuhan, Kami membeli tiket seharga Rp 15.000 per orang dan perjalanan hanya 15 menit, kami pun sudah sampai di pelabuhan Pulau  Sambu, Kami mulai melakukan perjalanan, dan saat berada di pos security kami pun meminta ijin untuk melihat lihat daerah pulau sambu, setelah mendapat ijin dan mendapat pesan dari Bapak security untuk menjauhi rumah rumah kosong, kami pun mulai menjelajahi satu persatu bangunan yang ada disana.

Menurut  sumber Wikipedia, Pulau ini sambu adalah sebuah pulau yang memasok minyak bumi terbesar loh, Pulau sambu sengaja dibangun sebagai terminal minyak  Pertamina pada tanggal 16 Agustus 1897 jauh sebelum kota batam berdiri. Selain sebagai terminal minyak Pertamina, Pulau Sambu juga merupakan kota Tua yang kini berusia hampir ratusan tahun. Kota bekas kecamatan di Kabupaten Kepulauan Riau ini, kini menjadi bagian dari wilayah administrasi pemerintah Kota Batam.


Jalanan Teduh karna dilindungi oleh Pepohonan




Kawasan tepi lautnya masih terawat dengan baik

Suasana Pulau Sambu sangat lengang, saat kami berkeliling hanya terlihat beberapa anak kecil saja yang bermain main, Tampak bangunan masjid nan cantik masih berdiri kokoh disana, dan deretan rumah rumah kayu yang terbengkalai tanpa penghuni, kami terus menelusuri lorong demi lorong yang ada di Pulau Sambu, memang sepi banget disini,

Satu Satunya Masjid yang ada di Pulau Sambu
Masjid Al Mujahirin

Terus berjalan sampai ke ujung jalan, nampak bangunan megah dari negeri singapura berjejer rapi, dan kami memilih duduk bersantai dibawah pohon kelapa, menikmati semilir angin dan mendengar deruan ombak yang memecah keheningan..Sesekali kami berselfi ria



Duduk2 santai
Sore mulai menjelang, kami pun segera beranjak pulang, namun ditengah perjalanan kami melihat banyak banget pohon mangga yang sedang berbuah dengan lebatnya. Lagi lagi kami tidak berani mengambilnya dikarenakan sang penghuni rumah sedang tidak ada. Namun ketika sudah hampir sampai di dekat pos satpam, kami melihat beberapa pekerja sedang memanen mangga, dan kami pun memberanikan diri untuk meminta... Bang...bagi donk mangganya ucapku santai,, Si Abang menjawab ambil aja dek..tunggu saja dibawah, dan ambil sesuka kalian...hahahah kami pun membawa pulang beberapa buah mangga dari pulau Sambu, tak lupa mengucapkan terimakasih dengan abang abang yang rela menggoncang goncang pohon mangga sehingga mangga nya pun berjatuhan dijalanan...





Pohon Mangganya begitu menggoda iman

Sikawan begitu tergoda dengan si Mangga

Goncang terus bang,,,,:)


Sampai di pelabuhan, cukup lama kami menunggu pancung tiba, namun akhirnya ada juga, Dan saat kami menaiki pancung tersebut, kami tidak langsung menuju batam, melainkan dibawa ke Belakang Padang. Nah karena cuaca masih cerah, kami duduk sebentar di pelabuhan, sembari menunggu ide apa yang akan dilakukan disini. Ide nya ternyata tak muncul, dikarenakan memang sebelumnya kami sudah pernah berkeliling ke Belakang Padang. Sudah lah, ayo kita kembali ke batam saja ajakku kepada temanku.
Sampai bertemu lagi ...

Foto Pemilik blog Iqbal rois www.jalankemangitu.com ketika berada dipulau sambu, dan dari tulisan Kak Iqbal inilah kaki ku mantap untuk menjelajah pulau sambu.
Siapa  sih yang tak tergoda ingin kepulau sambu, kalo view dibelakang cakep gitu ??

Read More
Bulan puasa bukan alasan bagiku bermalas malasan dirumah, setelah berbenah rumah dari depan sampai belakang, ku intip dari jendela, cuaca masih cerah, awan awan masih putih dan langit biru pun tak mau kalah menunjukkan warnanya.

Masih penasaran dengan pantai pantai yang ada disekitaran daerah Nongsa, dimana ketika aku kesana air laut selalu surut, sehingga laut tampak seperti padang pasir yang tandus. Namun siang ini, aku nekat untuk kenongsa lagi, mana tau kali ini rejeki lagi baik, melihat air laut yang sedang naik, diiringi langit yang cerah. Ah semoga saja fikirku.

Kulengkapi diriku dengan sarung tangan, kaos kaki dan jaket tak lupa kaca mata kudaku yang lebih besar dari pada mukaku..hehehhe, dan aku pun siap berangkat dengan motor kesayanganku ini. Belum berapa jauh berjalan, hujan rintik rintik mulai membasahi depan motorku, aaah kupandang langit, memang mulai mendung, namun didepan sana langit cerah masih nampak terlihat jelas, Aku tetap melaju bersama motorku, 

Jalanan minggu siang ini begitu lenggang, sehingga aku mengendarai kendaraan ku begitu lancar, dan tak sampai 1 jam aku sudah sampai di sebuah perkampungan yang bernama teluk mata ikan. Ini pertama kalinya aku masuk kekawasan ini, Sejujurnya aku sedang mencari alamat seorang teman lama yang katanya tinggal didaerah teluk mata ikan nongsa, tapi beberapa kali mutar mutar gak ketemu juga, dan sudah nanya sama penduduk disana pun , tak ada yang kenal, ya sudahlah aku menyerah, Ketika aku sampai diujung perkampungan ini kulihat banyak warga yang sedang menambang pasir, Aku pun menghentikan motorku dan memperhatikan mereka bekerja, ada rasa ingin memotret namun tiba tiba aku ragu, akhirnya gak jadi, Dan mungkin asing bagi mereka saat aku memperhatikan cara mereka bekerja, membuatku juga ada rasa takut,  Akhirnya aku kembali melanjutkan perjalananku.

Disisi kanan perkampungan kulihat ada sebuah pesisir pantai, dimana terdapat beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan pada sebatang kayu. Aku pun memilih untuk beristirahat sebentar, sembari menikmati ketenangan laut disini.

Duduk sembari melihat Laut dari Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Gerbang Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Satu jam berada dipesisir pantai Teluk mata ikan , Aku melanjutkan perjalananku ke Nongsa Pantai, Letaknya tidak begitu jauh, hanya 7 menit saja aku sudah sampai ketujuan. Nah disini memang pantai umum, dimana jika kita ingin ke Pulau Putri cukup nyebrang menggunakan Pancung yang memang sudah disediakan oleh pengelola. Namun aku tidak ingin menyebrang ke Pulau Putri, aku hanya ingin bersantai dan menikmati semilir angin, diatas hammock yang kugantung.

Siang ini  pengunjung cukup ramai, hilir mudik para remaja yang lalu lalang, bahkan ada yang begitu asyiknya berpanas panasan berendam dilaut, ada juga yang sekedar berjalan jalan ditepian pantai, yang paling senang ku lihat adalah gelak canda anak anak yang sedang bermain air. Mereka begitu senang dan tidak memperdulikan sengatan matahari yang cukup terik. Sementara aku ? Aku hanya berbaring manja di hammock. Oh ya, Disaat cuaca cerah, dari nongsa pantai ini kita bisa melihat bangunan dari negara Singapura loh. Dan tak jauh dari Nongsa pantai ini juga terdapat sebuah pelabuhan dengan tujuan Batam Singapura, jadi jangan heran kamu akan melihat lalu lalang kapal fery yang melintas.







Pulau Putri Didepan Mata



Anak2 yang sedang bermain air

Birunya laut Nongsa

View Nongsa Point Marina Resort

Nyantai2 aja,

Masih jam 3 sore, rasanya masih terlalu awal untuk pulang, sementara air yang tadinya surut mulai pasang, Aku pun semakin nyaman berada dipantai ini, sesekali hembusan angin membuat mataku terpejam, tenang banget rasanya,Namun mataku terbuka lagi, ketika suara suara orang yang lewat begitu berisik, perlahan mulai terpejam lagi, sampai sampai aku terbangun dengan suara azan yang berkumandang, Maklum saja  Nongsa pantai ini terletak di pemukiman warga, dan terdapat sebuah Masjid.

Di Area pantai banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman, terutama air kelapa,jadi jangan khawatir akan kelaparan disini, untuk toilet dan kamar mandi juga banyak disediakan.












Read More

Hujan yang turun dari pagi, seolah olah tak ingin membuat langit membiru sampai sore hari, membuat badan terasa begitu dingin, ditambah perut yang belum terisi karena berpuasa. Bagi sebagian orang yang libur dihari sabtu, tidur merupakan pilihan yang tepat dibawah cuaca yang begitu dingin ini. Tak terkecuali dengan saya juga, rasa lapar dan kantuk sangat terasa meski dikantor saya tetap beraktifitas seperti biasa.

Pesan singkat melalui Whatssapp dari Pak Sonny Tan Account Manager DMerlion Hotel, pun terus saya ingat, bahwa sore ini saya dan beberapa teman dari blogger kepri diundang untuk menghadiri buka puasa bersama di DMerlion Hotel. Namun karena lokasi Hotel dan rumah saya begitu dekat, sehingga saya masih bisa bersantai dirumah setelah jam 4 pulang dari kantor.

Hujan sepertinya memang enggan untuk berhenti, Dan jam sudah menunjukkan pukul 17.30wib, dimana saya dan teman teman blogger telah ditunggu oleh staff dari Dmerlion. Saya pun mengeluarkan motor dari garasi dan tetap memakai jaket, agar baju yang pakai tidak begitu basah. 3menit saja dari rumah, saya pun sampai di Dmerlion, dan saya juga melihat Kak Danan, Teh Lina sasmita dan Mbak Dian juga baru sampai,

DMERLION HOTEL

Kami masuk secara bersamaan, dan benar saja kedatangan kami pun disambut ramah oleh Pak Sony dan staff yang lainnya, Mataku pun tertuju pada Seorang Blogger Kepri yang sudah datang terlebih dahulu Mas Bambang atau biasa disapa Mas Bams, Beliau begitu asik dengan vidoenya yang mengambil moment moment yang ada disekitar restoran, termasuk lah kehadiran kami pun tak luput dari videonya...serasa artis banget ya..heheheh

Seperti biasalah kalo blogger ya, masuk ke restoran yang telah disediakan bukannya cari tempat duduk, malah langsung mengeluarkan kamera dan masing masing sibuk dengan cekrek cekrek makanan yang tersedia disana, Tak terkecuali dengan saya, meskipun masih dengan menggunakan kamera Handphone saya pun begitu antusias memotret aneka makanan yang telah tersedia. Ada kurma pastinya, kue tradisional lupis, doko doko, aneka lauk Pindang patin, tahu goreng, Gepuk cabe ijo, gulai nangka, aneka kerupuk, soto bandung, soto mahakam,  Huuu sabar ya perut, meski sajian itu begitu menggoda, namun iman harus kuat :) 

Menu yang memanjakan Lidah

Aneka Ta'jil

Aneka Minuman

Setelah yakin semua difoto, barulah saya memilih tempat duduk, Hari ini mungkin sekitar 30 orang saja yang hadir, sehingga suasana begitu nyaman. Dengan ramah  Kak Rose Marketing DMerlion Hotel mempersilahkan kami untuk segera mengambil hidangan, karena jam berbuka sudah dekat, dan saya pun mulai mengambil makanan dan minuman, sedikit tapi hampir semua menu saya letakkan dimeja saya.

Mari makan :) 
Azan pun berkumandang, Saya membatalkan puasa dengan segelas ice kopyor dan kurma, Alhamdulillah nikmatnya, sebelum perut dipenuhi makanan, saya memilih untuk sholat terlebih dahulu, nah setelah sholat baru, semua di nikmati. Subhanallah enak nya makanan disini, apalagi Gepuk cabe ijo nya mantap, bumbunya terasa banget, pedasnya pas, dagingnya empuk, begitu juga dengan soto bandung nya. nyaris piring bersih tak tersisa, karena semua makanan yang saya ambil benar benar cocok dilidah.

Dmerlion hotel hanya memberikan harga Rp 75.000/ pack untuk berbagai macam menu buka puasa loh, apalagi beli 10 gratis 1 pack, saya pribadi merasa harga ini sesuai banget dengan rasa yang chef Bagus sediakan untuk pelanggan.Tunggu apalagi, ajak keluarga dan teman teman yuk berbuka puasa di DMerlion Hotel.


Menu buka puasa dari DMerlion Hotel

Atas Nama Blogger Kepri, Kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan


DMERLION HOTEL
Jl. Marina Komplek Pertokoan Merlion Square
Blok A3-B11 Batu AJi
Call : 0778-7412888
Reservation@dmerlionhotel.com

Read More


Kebun Teh di Sidamanik


Bagi para wisatawan dari luar kota medan, mungkin masih asing mendengar nama Sidamanik. 
Sidamanik sendiri adalah sebuah kecamatan yang ada didesa sarimatondang, Sebuah desa yang bisa ditempuh kurang lebih 3 jam dari kota Medan, Namun dari Pematang Siantar mungkin bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan angkutan cary atau sepeda motor, dan jika dari Parapat bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.


Nah pada saat berlibur dari Danau Toba, saya dan teman ingin mencoba mengunjungi daerah sidamanik, karena kami pernah melihat dari media sosial hamparan kebun teh yang luas disana, secara saya belum pernah sekalipun melihat secara langsung seperti apa sih daun teh itu.maklum saja ya, dikota kelahiran saya pontianak, dan didaerah sekarang saya tinggal, kota batam tidak memiliki kebun teh...


Dari kota parapat, saya menaiki bus sejahtera, biayanya 15rb /per orang, kurang lebih 1 jam kami turun di simpang 3 sidamanik, depannya ada pom bensin. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan sejenis mobil carry, jalan raya sidamanik tidak besar, suasana pedesaan pun mulai terasa ketika hamparan sawah, kebun, terbentang dikiri dan kanan jalan. Sesekali aku melihat pengendara motor membawa seekor babi, waah jujur ya. Ini pertama kali saya melihat seekor babi berwarna agak pink, bulat buntal dan hhrrrggg cukup membuat saya tersenyum kecil,benar benar pengalaman pertama melihat hewan ini.

Baca juga wisata pulau samosir 



Selama dalam perjalanan, kami pun bertanya pada penumpang selain kebun teh wisata apa aja yang ada disidamanik, kami di beri tahu bahwa ada pemandian Bah Damanik ( bahdam )  dan ada air terjun bahbiak juga. Namun air terjun bah biak tidak bisa ditempuh dng kendaraan umum, mesti bawa kendaraan sendiri, karena jalan masuk ke area air terjun cukup jauh.  Namun jika ingin ke pemandian bahdam, kita bisa mencapainya dengan mudah, karena lokasinya tidak terlalu jauh masuk kedalam.


Niat kami turun dipemandian bahdam pun, kami utarakan ke pak supirnya, dan kami memang diturunkan di depan plang pemandian bahdam. Dengan membayar 8ribu perorang, kami mulai menelusuri jalan setapak menuju lokasi pemandian, melewati kebun jagung, dan rumah warga, sekitar 7 menit berjalan kami pun sampai di area pemandian.  Lokasinya masih benar benar asri, pepohonan yg ada membuat suasana begitu adem, apalagi air yang mengalir begitu jernih, membuat saya tak sabaran ingin mencuci muka. Benar saja, ketika saya membasuh wajah, subhanallah segarnya mata air disini. Dan saya minum sedikit airnya, mana tau bisa balik lagi ketempat ini kan..hahahah..


Plang Pemandian BAHDAM




Airnya bening banget




Pemandian Bah Damanik ini, Dahulunya merupakan tempat pemandian Raja Damanik, Namun sekarang, siapa saja bisa menikmati kesegaran mata air disini , baik untuk warga lokal maupun untuk pendatang dari luar kota seperti kami. 


Ketika teman saya memilih untuk mandi di kolam, saya ingin melakukan sholat zuhur, nah ketika niat saya mau sholat saya sampaikan ke abang yg jaga disana, beliau pun menyediakan tempat sholat untuk saya di rumah pohon, beliau kasi karpet dan beliau bersihkan areanya, alhamdulillah makasih bang.. usai sholat saya duduk didekat abang, eeh dekat kolam sembari melihat teman saya belajar berenang. Perut mulai keroncongan dan dikantin si abang hanya menjual mi...tak ada pilihan lain, memang mi goreng lah yang aku pesan. Ntah karena lapar atau enak, namun saya lahap menyantap mi goreng ini sampai piring nya bersih..heheheh


Sebenarnya belum puas bersantai di area pemandian Bahdam, namun kami ingin melanjutkan perjalanan melihat hamparan kebun teh, Kami keluar dengan berjalan kaki menuju jalan raya, sembari menunggu angkot yang tak lewat lewat dijalan, kami pun berjalan kaki saja, sembari bertanya tanya pada anak2 yang pulang sekolah, apa kebun teh masih jauh ? katanya gak lagi kak, jalan aja, namun ketika kami terus berjalan, saya bertemu dengan teman lama saya,  Haiiii begitu surprise saya ketika melihat nya, Alhamdulillah kami tetap saling mengingat, dan akhirnya kami dipinjami motornya,  Biar gak capek jalan kaki katanya..Subhanallah saya senang sekali. Bisa bertemu dengan nya, dan berkat nya juga kami bisa sampai dan melihat hamparan kebun teh ini, dan saya pun berlari lari kecil ditengah2 hamparan kebun..saya senang saya senang..







Hamparan Kebun Teh 





Jam 3 setelah mengembalikan motor teman, kami naik angkot lagi menuju pemantang siantar, dengan biaya yang sama Rp 8ribu/per orang, dilanjutkan naik bis sejahtera dengan biaya Rp 25 ribu/ per orang sampai di medan. 

Read More
Opening WOF SKY BAR

Sore sabtu 28 may 2016 sepulang kerja, saya mengistirahatkan sejenak badan dirumah sembari membaca status dan chat teman teman di dunia maya, ada senyum kecil yang menghiasi bibir saya saat itu, dimana lelucon mereka tak ada habis habisnya. Ya memang dunia maya kalau mau diikuti terus membuat kita lupa dengan waktu, makan, mandi, bahkan waktu tidur pun bisa terlewatkan saking asiknya membaca. Dan benar saja Azan maghrib pun berkumandang, artinya saya punya waktu 40menit lagi untuk menghadiri acara Opening Sky Bar.  Saya pun bergegas mandi, dan bersiap siap untuk menghadiri  acara tersebut.
Read More
Tahun 2005, saya diterima bekerja di salah satu perusahaan terbesar dibatam, dimana perusahaan ini memperkerjakan 3000 an operator yang memproduksi berbagai macam material elektronik. Di awal saya bekerja , saya menerima upah secara tunai karena saya belum memiliki rekening tabungan. Dan mengambil gaji secara tunai ini cukup menyita waktu karena kami harus mengantri dengan sabar menunggi giliran nama karyawan dipanggil.


Dibulan ke dua saya bekerja, Team leader menjelaskan bahwa kami diharuskan memiliki rekening tabungan, dan saat itu ada 3 pilihan Bank yang ditawarkan kepada kami supaya di akhir bulan, gaji yang kami terima melalui transfer bank saja. Dan pilihan saya jatuh pada BNI, kenapa saya memilih BNI saat itu untuk keperluan gaji, karena saya mengingat jangkauan  Atm BNI sangat mudah ditemukan dimana mana, sehingga saat gajian saya dengan mudah menarik uang dimanapun.

Karena perusahaan tempat saya bekerja, sudah bekerjasama dengan BNI, maka saat kami membuka rekening BNI kami tidak perlu datang ke Bank, karena dari pihak BNI yang datang kekantor kami untuk mendata kami, cukup dengan melampirkan fotocopi dan KTP asli kami sudah bisa memiliki buku tabungan BNI Taplus hari itu juga, proses yang sangat cepat sangat membuat kami nyaman, karena kami sebagai karyawan tetap bisa bekerja tanpa harus minta ijin untuk mengurus pembukaan rekening, dan untuk pengambilan Kartu Anjungan Tunai Mandiri ( ATM ) kami diharuskan mengambilnya di kantor pusat yang tak jauh dari perusahaan saya bekerja. Dan pada saat pengambilan pun tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga saat saya bekerja di shift malam, pagi harinya saya ke Bank BNI untuk mengambil kartu ATM.

Pertengahan september 2006, saya mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan yang lebih baik, seperti diperusahaan sebelumnya untuk bulan pertama saya menerima gaji secara tunai, hanya saja perusahaan ini hanya memiliki 46 karyawan sehingga saya tak perlu mengantri untuk mengambil gaji. Saat berada di ruangan personalia inilah, saya ditanya kembali apakah memiliki rekening BNI karena karyawan gajian melalui transfer Bank Bni, wah dengan senang hati saya menjawab ada, dan saya serahkan nomor rekening nya kepada personalia.

Tahun 2008 Keuangan terbilang cukup ketika suami saya juga mendapat pekerjaan disebuah Perusahaan Bakery. Dengan jabatan yang terbilang bagus berpengaruh dengan gaji yang lumayan bagus juga, sehingga gaji saya setiap bulan hanya beberapa persen saja yang saya gunakan, selebihnya dengan gaji dari suami sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Bekerja di perusahaan Bakery mungkin membuat suami jadi doyan makan, apalagi tugas nya mencicipi hasil produksi apakah ada yang kurang dari segi rasa maupun teksture. Belum sampai dua tahun bekerja, berat badan suami naik drastis, Saya sering mengingatkan untuk mengontrol makanan, namun yang namanya musibah juga tidak bisa ditolak,

Suatu hari  suami mengeluh pusing, pandangan nya kabur, dan sering merasa kehausan, saya sering mengajaknya ke dokter, namun Beliau sering menolak, dengan alasan paling kecapean, berminggu minggu pandangannya semakin kabur, dan akhirnya dia tak sadarkan diri, Tak ada pilihan lain selain membawanya kerumah sakit, dan alangkah terkejutnya saya dengan hasil pemeriksaan. Ternyata suami saya terkena Diabetes / Kencing manis akibat kegemukan.

10 Hari dirawat dirumah sakit, suami di ijinkan pulang dan melanjutkan rawat jalan untuk menormalkan kadar gulanya, Saat itu biaya yang dikeluarkan selama dirumah sakit cukup besar, sedangkan yang ditanggung perusahan hanyalah 70 persen saja. Bersyukur saya masih memiliki tabungan di BNI, jadi saya tidak perlu meminjam kesana kemari,

Cobaan tak berhenti di saat suami sakit, beberapa hari berada dirumah, suami mendapatkan surat pemutusan kotrak kerja dari Perusahaanya , yang berarti kontrak kerja suami yang mestinya disambung untuk tahun ke 2, kali ini diputus.  Perusahaan nya menginginkan suami saya untuk beristirahat selama 3 bulan dirumah, baru boleh kembali bekerja , Dengan jabatan yang berbeda. Namun suami saya kecewa, dan memutuskan untuk mencari pekerjaan ditempat lain saja jika ia sudah sembuh.

Allah memberi cobaan tidak akan sampai diluar kemapuan umatnya, itulah yang selalu saya yakini, Suami saya sembuh, berkat rajin olahraga dan menjaga pola makanannya, Berat badannya pun berangsur turun, dan ia sudah bisa bekerja seperti biasa, Namun kali ini ia lebih memilih membuka usaha kecil kecilan, Alhamdulillah tetap kami syukuri berapapun hasil yang ia peroleh, Setidaknya keluarga kami tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan sekolah anak.

Hari hari berlalu tak terasa juga  anak kami yang bernama Azriel sudah berusia 10 tahun, ekonomi keluarga terbilang  pas pasan, uang hasil bekerja pasca suami sakit  tetap tidak bisa terkumpul dengan baik, meski saya dan suami sudah berusaha menyisihkannya, Dan sisa waktu 2 tahun ini saya mulai memikirkan biaya sekolah anak  menjelang masuk Sekolah Menengah Pertama ( SMP ), saya mulai mencari tahu jenis tabungan apa yang bisa disiapkan untuk biaya sekolahnya nanti, Saya harus bertekad, harus memiliki tabungan lagi.

Saya pun membuka website BNI dan mulai browsing untuk mencari produk yang pas untuk masa depan biaya sekolah anak saya kelak. Dan saya tertarik dengan Tabungan Perencanaan Masa Depan ( tapenas ).

Adapun nilai lebih BNI Tapenas ini adalah :

  • Tujuan perencanaan untuk biaya pendidikan anak, membeli/merenovasi rumah, Liburan keluarga, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menabung dan perencanaan lainnya.
  • Tersedia dalam pilihan mata uang IDR atau USD
  • Setoran bulanan sesuai rencana kebutuhan di masa depan yang akan di potong secara otomatis dari rekening BNI Taplus, BNI Taplus Bisnis, BNI Giro IDR Perorangan atau BNI Dollar, BNI Giro USD Perorangan 
  • Setoran tambahan dapat disetorkan kapan saja
  • Pilihan jangka waktu yang fleksibel 2 -18 Tahun
  • Perlindungan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan/rawat inap ( bisa diclaim double )*
  • Pelayanang di lebih dari 1.500 Kantor cabang BNI
  • Dapat dilakukan penambahan jangka waktu dan setoran bulanan.
  • Bebas menentukan setoran mulai dari Rp 100.000 - Rp 5.000.000 

Dengan berbekal informasi yang cukup dari website BNI, saya pun datang ke BNI dengan membawa persayaratan  KTP dan fotocopi akta lahir anak, dikarenakan Tapenas ini akan saya gunakan untuk kebutuhan sekolah,  Alhamdulillah proses pembukaan rekening Tapenas selesai dengan cepat, dan pilihan saya menabung saat itu sebesar Rp 500.000 akan di debet tiap tanggal 5 selama 2 tahun.

Tahun 2013, saat saya pulang ke pontianak, saya mendatangi bank BNI untuk menanyakan proses pengambilan tabungan Tapenas saya, Dengan membawa dan menunjukkan  buku tapenas, buku Taplus dan KTP kepada customer service nya ,Saya pun mendapatkan penjelasan bahwa tabungan ini akan ditransfer langsung ke rekening Taplus saya pada akhir masa perjanjian.

Dua hari berikutnya, saya menerima sms dari 3346, bahwa ada dana masuk kerekening saya sekitar Rp 12 jutaan, Senyum saya pun seketika itu menjadi sumringah. Setidaknya biaya untuk pendaftaran anak saya sudah tersedia. Alhamdulilah benar benar hasil Tapenas ini sangat membantu, Semua kebutuhan sekolah tercukupi. Bukan hanya kebutuhan anak bersekolah yang bisa saya penuhi dengan Dana Tapenas ini, tetapi saya juga bisa membelikan sedikit perabotan rumah tangga untuk rumah orang tua saya di kampung.






Manfaat Membuka Tapenas ini, saya ceritakan kepada beberapa rekan kerja saya dikantor, bahwa dengan menabung seperti ini, kita sebagai orang tua akan terbantu pada saat anak mulai memasuki sekolah yang baru, dimana biaya yang dibutuhkan lebih besar, dan kalau hanya berharap dari uang gaji, rasanya sulit untuk terkumpul, karena kita sering lupa untuk mengontrol pengeluaran tak terduga, melihat uang di ATM masih ada, sering nya kita tarik untuk hal hal yang kurang penting, nah dengan membuka tabungan Tapenas , kita di ajarkan menabung rutin, karena pada tanggal 5 tiap bulannya , saldo kita akan dipotong otomatis. Dan alhamdulillah beberapa teman yang mengikuti saran saya, mengalami kebahagiaan yang serupa dengan saya, dimana saat anak masuk sekolah, dananya sudah tersedia.



Tapenas yang membantu mewujudkan impian masa depan


Saat ini sudah  11 tahun saya menjadi nasabah BNI, dari pertama memilih BNI saya yakin, bahwa segala kebutuhan yang saya ingin kan, bisa saya dapatkan dari fasilitas yang BNI sediakan.  Saya sekeluarga mempercayakan transaksi keuangan kami bersama BNI. Bagaimana dengan Anda ??














Read More


Hari minggu ini setelah berberes rumah, kulihat cuaca diluar masih cerah. Aku teringat hari ini adalah hari perayaan waisak, dan aku teringat sebuah vihara besar yang ada di kota batam, dimana Vihara ini selain menjadi tempat para wisatawan untuk berkunjung, juga sering mengadakan bazar makanan vegetarian. Vihara Duta Maitreya yang berlokasi di bukit beruntung Sungai Panas ini,  di resmikan pada tanggal 23 Januari 1999 oleh Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Republik  Indonesia Bapak Drs. Marzuki Usman, M.A dan Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Prof. Drs.H.A Malik Fadjar, M.Sc
Read More




Jika kita berlibur Ke Sumatera Utara, Tujuan kita pastinya melihat keindahan Danau Toba yang sudah di akui oleh dunia keindahan disekelilingnya, Nah ditengah tengah Danau Toba ini ada sebuah pulau yang menarik perhatian untuk kami kunjungi, dan nama pulau tersebut adalah Samosir.


Untuk menuju ke Pulau Samosir, tentunya kita harus menaiki fery dari parapat, dan karena liburan kali ini kami menginap di Hotel Caroline Tuk Tuk, maka kami menaiki fery dari pelabuhan Tigaraja. Biaya per orang menaiki fery ini Rp 15.000 dan langsung sampai di depan pelantaran Lobby Hotel. Setelah proses check in selesai dan barang barang sudah disimpan, aku dan ke 3 temanku kembali menuju receptionist hotel untuk menanyakan sistem penyewaan motor, karena siang ini kami ingin mengelilingi Pulau Samosir.

Di hotel Caroline menyediakan penyewaan sepeda dan motor, Dan pilihan kami menyewa motor selama 4 jam Rp 80.000 sudah termasuk bensin full.  Oke ngetrip dimulai. Pulau Samosir tidak besar, jalanan sungguh lenggang saat itu, Sehingga kami sangat menikmati pemandangan disini, belom juga jauh mengendarai motor, kami sudah menemukan pemandangan yang indah banget, sebuah bukit yang berjejer rapi di tepi jalan dan persawahan yang terbentang, iiiiii bahagia kakak dek melihat yang beginian.






Kami melanjutkan perjalanan menuju Huta Siallagan/ Kampung Siallagan yang berlokasi di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo. Menurut sejarahya Huta Siallagan ini dibangun pada masa Raja Laga Siallagan dan  turun temurun garis keturunan ini mendiami kampung ini, bahkan makam keturunan Raja Siallagan pun bisa ditemukan di desa ini.

Memasuki kawasan Desa ini, kami pun bisa melihat deretan rumah bolon yang berbaris rapi,serta deretan batu berbentuk kursi yang disusun secara melingkar, dan tempat ini dikenal dengan Batu Persidangan yang berfungsi sebagai tempat rapat. Selain itu ada juga batu persidangan yang memanjang, ini lebih berfungsi untuk eksekusi terdakwa, alias untuk membaringkan sang terdakwa dan kemudian memenggal kepalanya. Kraaakk!!!! 




Lokasi Pemasungan dibawah rumah


Alat yang digunakan  untuk meng eksekusi yang bersalah

Kursi Persidangan

Siap Memenggal Kepala.


Sebenarnya belum puas menikmati keindahan disini, namu kami harus melanjutkan tempat wisata lainnya, Nah tibalah kami di Tomok untuk melihat pertunjukkan Patung Sigale gale, cukup membayar Rp 5.000 sekali pertunjukan. Namun disini kami tidak mendapat sejarah patung si gale gale, hanya menonton tarian saja.







Nah setelah melihat pertunjukan sigale gale, Kami melanjutkan perjalanan ke Museum Tomok. Disini kami juga mendengar cerita  sejarah tentang raja Sidabutar, Museum ini tidak besar, hanya berbentuk 1 bangunan kecil saja, Namun museum ini memiliki pakaian adat sumatera yang bisa kita sewa seharga Rp 10.000 saja, Asik kan ?




Horas Kakak....


Baca juga wisata kebun teh dan pemandian Bahdam Sidamanik


Sebelum pulang ke Hotel, kami pun berbelanja cindramata yang banyak dijual di kawasan tomok, harganya pun tak begitu mahal, ada baju, celana, gantungan kunci, kerajinan tangan pokoknya banyak deh, Beli ya kalo kalian kesini, hitung2 memberi masukan pada masyarakat setempat :) Dan untuk yang muslim, juga jangan khawatir karena disepanjang jalan daerah Tomok banyak juga rumah makan halal dengan harga terjangkau, jadi gak perlu risau soal perut.  Hari menjelang Maghrib, dan kami pun kembali ke penginapan dengan membawa kenangan dan cerita menyenangkan selama berkunjung di Pulau Samosir.










Read More