Tampilkan postingan dengan label Wisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2016

Beberapa Wisata yang bisa di kunjungi di Bengkulu - Curup -Sumatera

Mendengar nama Provinsi Bengkulu, mungkin semua orang sudah tau bahwa kota ini terkenal dengan bunga raflesia nya. Namun bunga raflesia ini tidak setiap saat bisa di lihat mekarnya, ada waktu waktu tertentu ia mekar, dan ditempat tempat tertentu pula ia tumbuh.

Namun aku tidak berkecil hati, meski tidak bisa melihat  bunga kebanggaan kota bengkulu mekar, aku bisa menikmati beberapa tempat wisata selama 3 hari di kota curup , Apa saja tempat yang bisa aku kunjungi saat berlibur ke bengkulu dan curup ? 

1. Pantai Panjang
Pantai panjang ini adanya dikota bengkulu, sore hari waktu yang tepat untuk datang kepantai panjang, disepanjang jalan ditepian pantai, berjejer penjual yang menjajakan makanan dan minuman, sehingga waktu bersantai menjadi lebih nyaman, apalagi melihat sunset nya. bagus banget disini, yang paling banyak dijumpai adalah pedagang sate ceker.

PANTAI PANJANG


Pantainya Panjang, pasir putihnya cukup bersih, dan ombaknya cukup besar


2. Danau Dendam Tak sudah
Jika kita akan pergi ke Curup, maka pasti melewati Danau Dendam tak sudah ini. Danau ini cukup besar, dan disekitaran danau juga banyak penjual yang menjual makanan dan minuman, untuk beristirahat sebentar sembari menikmati es kelapa ditepi danau merupakan hal yang sangat menyenangkan, dan cukup membuat fikiran fresh.

Danau Dendam tak sudah

3. Kebun Teh Kabawetan
Sebelum sampai ke kota curup, kita bisa mampir melihat hamparan kebun teh kabawetan yang ada di kabupaten Kepahiang, disini udaranya mulai dingin,pemandangan nya pun aduhai cantik luar biasa, pokoke nyaman deh duduk2 santai disini.

Kebun Teh Kabawetan

4. Air Terjun Curug Embun
Air terjun ini berada di kabupaten Kepahiang juga tepatnya di Desa Tapak gedung. Cukup membayar retribusi sebesar Rp 3000 kita bisa menikmati hawa sejuk dan mandi sepuasnya disini..segaaaarrr eeiii

Sang Tour Guide Ibu Tuti yang selalu eksis

Objek wisata pemandian air panas Suban Mas ini terletak di kecamatan curup timur, ada beberapa kolam yang tersedia di sini, baik berisi air dingin, maupun kolam berisi air panas, selain beberapa kolam, disini juga terdapat air terjun, soal makan dan minuman jangan khawatir, ada kantin yang menyediakan jajanan disini, Selain itu ada wisata cagar budaya juga. Masuk ke area suban mas dikenakan biaya Rp 10.000 dan untuk memasuki wilayah air terjun Rp 3.000 masih terjangkau kan ??? dan yang pasti gak rugi deh, karna suasana disini cukup nyaman untuk berlama lama.

Kolam Renang air dingin
Air Terjun yang ada Di Suban Mas



Gunung / Bukit kaba berada di kabupaten Rejang Lebong, untuk mendaki bukit kaba ini pastikan kalian menyediakan waktu 1 hari, pergi pagi pulang sore. di posko pertama penitipan motor dikenakan biaya Rp 10.000/ motor, tinggalkan nomor handphone, karna setiap pengunjung yang naik dan turun dari bukit kaba wajib lapor. Di posko depan juga menyediakan jasa ojek untuk mendaki bukit, biayanya Rp 60.000 per orang. saya sarankan bagi yang gak kuat nanjak, naik ojek saja, pulangnya baru jalan kaki. ( pengalaman, naiknya luar biasa capek dan utk menghemat waktu saja jika kita pulang hari sebaiknya naik ojek ) untuk penyewaan tenda juga sudah tersedia di posko jika tiba tiba ingin menginap di puncak kaba, untuk 4 orang 1 tenda Rp 80.000

Melihat Larva dari Gunung Kaba

Teman2 dari Curup yang bisa diajak mendaki bareng..

Naik naik ke puncak Kaba...capek capek sekali.... :) 

7. Danau Mas Harun Bastari
Danau ini terletak tak jauh dari Simpang Bukit kaba, masih dalam kecamatan Selupu Rejang kabupaten Rejang Lebong, Disekitaran Danau mas harun banyak penjual buah buahan, lokasinya asri dan udaranya sejuk. Di sekitaran danau juga terdapat perahu perahu yang bisa disewa.

Danau Mas Harun Bastari

8. PLTA Musi
PLTA Musi terletak di kabupaten kepahiang, jalanan disini cukup lenggang dan sepi, jadi jalan rame rame lebih enak deh. dan ketika sudah sampai di puncak rasanya gak mau pulang..betah banget, apalagi ketika menunggu sunset tiba..uuuhh kagum saya mah dengan keindah alam disini.




Santai disini aja...puncak PLTA MUSI
Sunset nya kece broo....

9. Pasar Curup
Untuk membeli oleh oleh, pasar tradisional curup tempat yang cocok untuk belanja makanan, karna selain harganya lebih murah, pilihannya pun banyak banget, dan jika malam hari kita bisa menikmati minuman bandrex yang terdiri dari berbagai macam rempah rempah yang bisa menghangatkan tubuh kita, maklum saja di curup udaranya dingin loh.

Diatas hanyalah segelintir tempat wisata yang bisa saya kunjungi selama 3 hari di curup, karena masih banyak tempat wisata lainnya yang bisa di jelajahi jika memiliki waktu lebih lama. Dan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Mbak TUTI yang telah bersedia memberi kan saya tempat tinggal selama disana, yang telah menemani saya mengelilingi kota curup, dan pastinya saya sangat betah berada di rumah beliau. Jika teman2 ingin kecurup, mungkin bisa mengontak beliau. Beliau seorang Guru yang memiliki hobi traveling ala backpacker.

Sawah sawah yang dilewati selama jalan jalan di kota curup


Rumah Mbak Sri Astuti yang menjadi tempat tinggal selama saya di Curup












































Sabtu, 03 September 2016

Pemandian air panas Suban Mas Curup Bengkulu

Air Terjun Dua cabang Suban Mas

Pagi ini, setelah di buatkan sarapan segelas susu dan beberapa buah jagung rebus oleh mbak Tuti, kami pun pergi ketempat wisata pemandian air panas suban mas yang berada di Kelurahan Talang Ulu, kecamatan Curup Timur kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Udara terasa sangat dingin disini, dan aku benar benar bisa menikmati betapa segarnya udara disepanjang jalan yang kulalui.



Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/per orang kita bisa menikmati kolam yang berisi air panas maupun dingin, soal jajanan jangan khawatir, sudah banyak yang berjualan di area kolam.
Yang lebih menyenangkan di pemandian suban mas ini adalah terdapatnya air terjun yang airnya sangat deras, Wow benar benar segar disini, dan diantara dinginnya air terjun, terdapat juga mata air panas, sehingga disaat kedingingan kita bisa langsung ngadem di sumber air panas.  Hanya saja untuk menuju ke air terjun ini, kita harus membayar retribusi Rp 3.000/ per orang, karena kawasan yang di lewati adalah rumah warga, dan jangan khawatir jalanannya bersih kok, karena memang mereka sangat menjaga areanya. Mau duduk santai dirumah warga ini,sembari minum teh panas  disini juga bisa , yang empunya rumah orang yang sangat ramah.

Senang bukan main nemu air terjun yang deras ini..




Kolam Air Dingin

Sebelum Berendam Badan, Rendam kaki dolo..panass eeii tapi enak buat badan

Sudah puas berbasah basahan dingin dan panas ? kita bisa melanjutkan perjalanan keliling area kolam, dan melihat  Cagar budaya Batu Tri Sakti. Sejarahnya Batu ini di kuasai oleh penguasa yang bernama Rajo Bitan ( Orang Rejang ) , kemudian datanglah Rajo Bengkulu serta seorang putri dari Mojopahit yang bernama Putri Selangkah, Ketiga tokoh ini bersama sama bermusyawarah dan saling mendukung dalam hal keamanan wilayah di  lokasi Suban air panas dan duduk di Tiga buah batu yang sekarang dikenal dengan Batu Tri Sakti, Peninggalan Batu ini menjadi tempat yang selalu di ziarahi oleh pendatang, baik lokal maupun dari daerah lain.

Batu Tri Sakti, yang dijadikan tempat jiarah bagi para pendatang

Selain Batu Tri Sakti, ada juga cagar budaya bersejarah Batu Menangis, konon sejarahnya dahulu setiap bulan purnama yang tepatnya malam 14 suro ( Muharam ) sering terdengar suara tangisan perempuan yang diyakini sebagai tangisan Putri Selangka yang sedang bersedih karena anak anaknya sedang hidup sengsara. ( waah saya agak merinding juga dengar cerita ini, namun saya selalu positif thinking, bahwa apapun boleh terjadi di dunia ini atas se izin Allah )

Batu Menangis, yang KATANYA batu ini selalu berisi air.

Untuk area taman bermain anak anak juga disediakan disini, sehingga Pemandian Suban Mas ini tak salah menjadi tempat pilihan berwisata untuk keluarga. Dan saya pribadi juga merasa nyaman berendam cantik di air panas ini..serasa badan menjadi begitu segar.


























Sabtu, 27 Agustus 2016

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung /Bukit Kaba - Curup Bengkulu


Nikmat Tuhan Yang Mana yang ku dustai, jika bisa menikmati keindahan ini ??

Jam 10.00 aku dan mbak Tuti sudah menunggu disimpang tiga gunung / bukit kaba di kabupaten rejang lebong,  kami berjanji untuk pergi mendaki gunung  kaba ini bersama Arini dan Atini ( teman yang kukenal lewat facebook ). Aku dan mbak Tuti membutuhkan mereka selain untuk meramaikan pendakian biar makin seru, mereka juga sudah hafal dengan kondisi jalan di area gunung kaba. Tak lupa mbak tuti membeli 2 buah mantel plastik, untuk berjaga jaga selama mendaki, maklum saja namanya daerah pegunungan cuaca tidak bisa ditebak.

Dari simpang 3 gunung kaba, kami menelusuri jalan pedesaaan kurang lebih 20 menit menuju posko gunung kaba.  Di posko ini kami memarkirkan motor, 1 motor Rp 10.000 sehari,  di posko ini juga kita wajib mengisi buku tamu, menyertakan nomor handphone. Selain itu di posko ini menyediakan jasa ojek untuk menaiki bukit sampai di tangga 1000 , dengan biaya sekali jalan Rp 60.000 atau kalo mau pp Rp 100.000, dan untuk penyewaan tenda sebesar Rp 80.000 berkapasitas 4 orang.

Karna semangat masih menggebu gebu, makan pilihan kali ini kami berjalan kaki saja, apalagi jalanan disini sudah ter aspal dengan baik. Berjalan kaki sekitar 1.5km kami baru bertemu Gerbang posko pertama. Masih semangat ?? tentu donk.. kami memulai perjalanan yang mulai mengecil, aspalnya mulai rusak dan kiri kanan sudah hutan.  1 jam perjalanan, mulai deh ngos ngosan..sempat berhenti dan duduk di jalan..aah capek..mau menyerah ?? aah masih awal untuk menyerah pikirku, sesekali aku bertanya pada pendaki yang lewat, apakah masih jauh...jawabannya masih mbak. Huuuff hatiku mulai goyah..belum sampai keatas aja kaki ku sudah lelah menyusuri jalan yang menanjak ini.

1 Jam kemudian, hujan pun tiba tiba turun, dan kami pun benar2 kelelahan..terasa banget capeknya. apalagi hari sudah menjelang siang. Kami pun rembukan, kalo ada ojek yang lewat kita panggil deh, terserah mau bayar berapa yang penting sampai keatas, selain capek aku juga mikir jangan sampai kesorean muncak. Motor yang lewat pun kami cegat, dengan cara estafet kami di antar satu persatu menuju tangga seribu. Saat itu aku membayar Rp 100.000 untuk 4 orang, kira2 perjalanan 20 menit pake motor, jalanannya jelek, menanjak, bebatuan, sampai2 aku harus menutup mata saking takutnya melihat medan jalannya yang semakin kedalam semakin rusak.

Ojek ternyata tak bisa sampai ditangga 1000, kami harus mendaki lagi sekitar 10 menit perjalanan. Allahuakbar...ya Tuhaaann..kok tak sampai sampai mendaki ni..benar benar menyerah aku..namun setiap orang yang turun dari gunung selalu memberi semangat, ayo mbak bentar lagi sampai.. Ayo mbak..dikit lagi kok. Akhirnya aku pun memang benar2 sampai di area tangga seribu gunung kaba, dan sesaat tepar tekapar. Tak buang buang waktu kami pun makan siang disana, ( bawa bekal dari rumah ), airnya kami beli. Ada yang ngopi dan aku sendiri minum teh panas, maklum saja udara disini dingin, ditambah hujan pun mulai turun.

Setelah makan siang selesai, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, aku pun diajak untuk melihat kawah gunung kaba, aku mengira aku tak perlu menanjak lagi, ternyata oh ternyata..Ya Tuhan....lagi lagi aku menghela nafas panjang..benarkah ini rute perjalanan yang harus aku lalui.. ciut nyaliku melihat tebing2 ini, ciut nyali ku melihat ketinggian ini, tapi haruskah aku menyerah ?? Mau ditaruh dimana muka ku ini?? dari batam menggebu gebu ingin naik gunung kaba..pas sudah digunung cuma numpang minum teh panas ??? ooooww tidaaakkk...masak diwebsite sarahjalan.com ini aku membuat tulisan dengan judul gagal mendaki gunung kaba gara gara nyali ciut...hahahah jangan deh..maluu donk

Dengan baca bismillah, aku perlahan lahan mengikuti langkah kaki Arini , Atini dan Mbak Tuti, kuminta pada mbak tuti pelan pelan ya mbak, sungguh ini pertama kali aku mendaki, sehingga aku harus extra hati hati, apalagi cuaca hujan membuat bebatuan sedikit licin. Memang sesekali aku terpeleset, ketika menanjak bebatuan yang agak tinggi, namun kembali aku percaya aku bisa. Kulihat Arini dan Atini sudah jauh di atas sana, tinggal lah aku dan mbak Tuti yang masih merangkak mencari cari pegangan agar bisa tetap berjalan dan mendaki. Sesekali sudah sampai di tengah2 ketinggian, hujan pun reda dan kami pun sedikit bergembira dan mulai menikmati area sekeliling..Subhanallah indahnya... ada rasa takut, bahagia, tak percaya, sungguh kecilnya diri ini berada di tengah tengah gunung dan perbukitan ini.

Aku yang ketinggalan jauh dari Mereka

Keindahan di sekeliling gunung kaba

Jalur yang kami Lewati di gunung kaba, jalannya setapak, dan aku  hanya berani mandang kedepan saja.

Perjalanan berlanjut menuruni bukit, dan kami tiba di area kawah hijau. disini kami beristirahat melepas penat, areanya cukup luas sehingga kami cukup nyaman berada disini , apalagi cuaca mulai cerah, Alhasil Arini, Atini dan mbak Tuti pun mulai beraksi dengan kameranya masing masing.

Makasih ya Atini, telah memotret saya.. ( Kawah Hijau Gunung Kaba ) 
Rerumputan Dibelakang tumbuh menyerupai tulisan Allah, Merinding sekaligus kagum, inilah bentuk nyata dari ciptaannya.
Sesi Pemotretan Mbak Tuti..hehehe

Nemu danau di kawah itu sesuatu banget ya..lumayan bisa main air sebentar..
Setelah berkeliling, dan berfoto foto , eeehh kami harus mendaki lagi, untuk melihat larva aktif dan kawah belerang. ya salaaammmm gumamku, belum usai toh pendakian ini?? lagi lagi aku menyemangati diri sendiri, harus bisa, cuaca hujan saja Tuhan restui aku sampai dikawah hijau ini semoga cuaca bagus ini juga bisa membuatku tetap bersemangat  mendaki untuk melihat larva aktif. Sesampainya di atas bukit, menurun lagi untuk melihat larva dan belerang lebih dekat. Sebenarnya aku tidak berani dan mulai sesak, karena bau belerang ini sangat menyengat, namun melihat antusias ke tiga temanku, akhirnya aku juga mencoba mendekat. Tapi belum 5 menit aku memilih menjauh, gak kuat dengan aroma nya, lagi pula tiba tiba asap menebal dan menutupi semua jalan, alhasil teman temanku pun menjauh dan mencari jalan keluar, dan ternyata kami salah jalan. Mbak Tuti berdoa meminta petunjuk jalan kepada yang Kuasa. Alhamdulillah percaya atau tidak, asap tadi menghilang dan terlihat oleh kami jalan keluar dari kawah ini. syukur kami belum jauh kesasar.

Kawah belerang dari Gunung Kaba..

Lihat dari Kejauhan gini aku juga takut loh

Hari semakin sore, kami harus segera keluar dari sini, badan sudah lemes, air habis, ternyata perjalanan masih panjang, kembali kami harus mendaki untuk sampai di puncak tertinggi gunung kaba, supaya kami bisa pulang lewat tangga 1000, aaahh hujan kembali turun, dan lagi lagi angin mulai kencang, Ya Allah tak henti hentinya aku berdoa, kuatkan lah kaki ini, lindungi kamii, aku begitu kedinginan, takut. Susah payah berusaha, akhirnya kami sampai juga dipuncak tertinggi gunung kaba ini, di payungi hujan, ditemani angin kencang. Mau nangis, nangis karna bahagia dan senang. Dan di puncak ini juga aku bisa meneguk air, membasahi kerongkongan yang sudah mengering, meski pemandangan cantik tak terlihat lagi, aku tetap bersyukur semua bisa dilalui bersama ke 3 temanku.

Mendaki lagi..


Maaakkk...Anakmu sampai di puncak bukit kaba 1936MDPL

Nikmatnya minum
Setelah mengabadikan moment di puncak, kami pun menuruni anak tangga, dengan hati2 karena licin, dan melanjutkan perjalanan keposko depan, karna hari sudah malam, ada rasa takut melewati hutan karna kami tak membawa senter. Lagi lagi hanya Doa yang kami panjatkan, agar kami tetap dilindungi dan sanggup berjalan. 1 jam 45 menit kami sampai di posko. diluar kemampuan tubuh sebenarnya, namun kami memaksakan diri melakukannya. Alhasil sampai dirumah jam 9 malam, rasanya tubuh ini tak bisa ku gerakkan lagi, sakit banget. Sakit tapi Bahagia... inilah pengalaman pertama ku mendaki... 



Sampai juga di bawah tangga 1000 Alhamdulillah

Sekedar saran bagi yang tak biasa mendaki atau jalan kaki berjam jam , jika ingin ke gunung/ bukit kaba, sebaiknya jam 7 pagi sudah berada di posko penitipan motor, agar perjalanan bisa sedikit santai, dan kalo memang gak mau ribet dengan pendakian yang menguras tenaga, gunakan jasa ojek untuk sampai ke tangga 1000. karena untuk melihat kawah hijau, kawah belerang diperlukan tenaga juga untuk mendaki dan menuruni bukit yang berbeda jalurnya. 
























Selasa, 23 Agustus 2016

Perjalananku dari Batam ke Bengkulu Curup


Setelah Padang Palembang,Medan,Dan Aceh, kali ini Bengkulu menjadi kota destinasi ku selanjutnya untuk ku nikmati keindahannya. Jika ditanya kenapa kota Bengkulu ? karena aku tau disana banyak tempat wisata yang bisa aku datangi, aku ingin melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, aku ingin ke gunung kaba, dan juga beberapa air terjun.

Tgl 13 Agustus jam 6.45. pagi aku sudah berangkat dari rumah, aku menunggu damri dari halte fanindo tanjung uncang, biaya damri ini Rp 22.000 rute tanjung uncang - bandara, 10 menit menunggu di halte, Damri pun tiba, dan aku mulai duduk. Baru saja duduk, ternyata mobil damrinya bermasalah, pintu tengah tidak bisa dibuka. dan pak supir memintaku turun, karena mau ganti mobil yang lain. whaattt ??? pesawatku jam 9.10 loh. Ni damri pake acara rusak pula. Pak supir berkata tunggu ya, ganti mobil gak lama kok. paling 15 menit, okelah aku tunggu, jam 7.20 damri baru datang, dan aku naik kembali, namun jalannya mobil ini lambat sekali, ketar ketir hatiku, apa bisa sampai ya dibandara sebelum jam 9

Teringat aku bahwa lion air bisa check in secara online, dan aku pun mencobanya melalui mobile phone dan tab, ternyata hasilnya gagal. Ku telp teman sekantor, meminta bantuannya untuk check in menggunakan komputer, ternyata tak bisa juga. Dag dig dug jantungku, melihat jalannya damri ini, karena sampai jam 8.30 belum juga sampai. Kuminta temanku menelpon bandara untuk check in juga gak bisa, aku disuruh datang langsung, weleh ya Tuhan...cepatan donk pak jalannya bisik ku dalam hati, jam 8.45 sampai juga dibandara, dan aku pun berlari lari kedalam. dan astagaaaaa ramainya yang checkin..alhasil aku melongo kesana kemari dengan wajah resah, dan tiba tiba aku bertemu dengan seseorang yang menawarkan bantuan padaku untuk checkin. tanpa fikir panjang dia itu siapa, kukasi tiketku padanya, Alhamdulillah masih bisa, karna aku gak ada bagasi. dan ketika aku mau memasuki pintu yang ditetapkan, lelaki tersebut meminta upah untuk bantuan check in nya tadi, oalaaaahh pikirku, kirain memang mau bantu, ternyata ada udang di balik bakwan toh..heehe ya sutralah yang penting aku masih bisa naik pesawat.

Aku memasuki ruang tunggu, dan bertanya pada petugas, apakah penerbangan ke bengkulu sudah bisa naik pesawat, ternyata jawaban dari petugas belum, Syukurlah aku masih bisa membeli oleh2 untuk teman2 dibengkulu. Oleh2 sudah ditangan, aku duduk sebentar, dan memakan roti, belum habis roti ditangan, sudah ada panggilan penumpang tujuan bengkulu diharapkan naik kepesawat, alhasil makan pun buru2, segera mungkin aku juga naik kepesawat dan duduk manis sesuai seat yang kudapat.

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu

1 jam perjalanan batam bengkulu, pesawat pun mendarat cantik di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dan karena ini pertama kalinya aku ke bengkulu, aku memperhatikan daerah sekitarnya, ku amati bandara yang terbilang kecil ini, tak banyak pesawat yang terparkir saat itu, aku pun memilih masuk ruangan, dan langsung menuju keluar. Seperti biasa para tukang taxi dan ojek menawarkan tumpangannya, hanya saja aku memilih mencari tempat duduk dahulu dan berusaha untuk tenang. Setelah kurasa nyaman badan dan perasaan ini, aku pun bertanya pada tukang taxinya, berapa biaya dari bengkulu ke curup, awalnya ada yang bilang arah kecurup travel nya habis, sudah gak ada lagi, kalo mau ya harus pake ojek diantar ke terminalnya, aku tak gampang percaya, karena jam masih menunjukkan pukul 11.15 pagi, masak transportasi kecurup habis.

Akhirnya aku duduk lagi. Kemudian datang lagi seorang bapak yang bertanya padaku, apakah aku mau ke curup, ku jawab iya, dan beliau langsung menyuruhku untuk tunggu, tak lama datanglah seorang laki2 paru baya mendekati ku, dan bertanya lagi, ke curup mbak? ku jawab iya, ayuklah kemobil saya, kutanya dulu berapa harganya, jawabnya biasa mbak, kubilang 50 rb ya biasa? dia tertawa kecil, kalo dari bandara 80rb mbak, gak bisa 50rb. kecuali dari terminal. Karena aku sendiri, dan memang gak tau kondisi jalan di Bengkulu, ya udah aku ok kan. dan aku diantar menuju mobilnya ( jenis avanza ), setelah aku dipersilahkan duduk di mobil,  si Bapak menghidupkan AC nya agar aku tak kepanasan menunggu didalam, dan si Bapak pergi lagi ke bandara, sekitar 20 menit si Bapak datang lagi, dan mobil mulai jalan, aku pun bertanya, gak ada penumpang lagi kah pak ? si Bapak menjawab gak ada. sepi hari ini, jadilah cuma aku sendiri yang jadi penumpangnya.

Penumpang tercantik...ya iyalah..secara cuma saya sendiri disini...hehehhe
Si Bapak mengendarai mobil terbilang santai, dan sesekali dia memperkenalkan padaku, nama nama daerah yang kami lewati, mungkin sekitar 25 menit perjalanan dia memberi tahuku bahwa kita berada di sekitar Danau Dendam Tak Sudah. Danau ini begitu tenang, ditepian danau terdapat banyak meja dan kursi untuk bersantai, dan didepan nya berderet para pedagang menawarkan aneka jajanan, namun dominan yang aku lihat adalah air kelapa.

Danau Dendam Tak Sudah

Kursi yang disediakan pedagang, untuk bersantai di tepi Danau Dendam Tak sudah
2 jam perjalanan, tujuan ke curup belum juga sampai, akhirnya aku meminta si Bapak untuk mencari warung nasi, karena perut ku sudah cukup kelaparan, dan kami pun berhenti disebuah kedai kecil, kami pun makan, dan menurutku masakan nya biasa saja, tidak membekas dilidah, namun cukup membuat perutku berisi full, makan berdua sama si bapak sopir Rp 49.000 ( menu nasi +ayam +sayur + teh manis, dan sibapak makannya nasi + ikan + sayur+ sambal telur + air putih )

Suasana jalan ke arah curup
Jam 2.30 kami pun sampai di rumah tempat aku akan menginap, dijalan cokro daerah talang rimbo baru, ini adalah rumah ibu dari teman kantorku, Ia menyarankan aku menginap disini lantaran khawatir aku jadi gembel di sana..hahahah. Rumah nya masih tradisional, berbentuk rumah panggung dan dibawah nya dijadikan warung untuk berjualan. Sang ibu paruh baya ini bernama Ibu Lely. Ia menyambut kedatangan ku dengan ramah, aku dipersilahkan masuk, disediakan kue, teh manis, dan aku pun disuruh beristirahat dikamar cucunya. Ya Allah walau baru pertama kali berkenalan, namun sambutan hangat dari ibu Lely kepadaku sangat baik, dan aku memilih masuk kekamar langsung tidur.
Rumah Panggung milik Ibu Lely

Jam 4.30 tiba tiba cucunya Ibu Lely membangunkan ku, Tante..ada teman tante yang datang. Aku pun tersentak, Teman ?? teman dari mana ya?? seingat ku aku belum memberitau alamat disini pada temanku yang akan menemaniku mendaki besok. Aku keluar kamar dan menuju ruang tamu, kulihat seorang wanita muda memperkenalkan diri bernama Sri Astuti, dan ia bertanya padaku apakah aku besok mau ke gunung kaba, kujawab iya, dan akhirnya ku minta ia masuk dan duduk diruang tamu. barulah ia menjelaskan bahwa Mbak Tuti ini teman dari temanku yang ada dibatam. Dia mendapat informasi bahwa aku datang dari batam menuju curup untuk mendaki gunung kaba. Berhubung Mbak Tuti juga ingin mendaki, makanya ia datang kerumah ibu Lely.

Mbak Tuti akhirnya menyarankan untuk menginap dirumahnya, dikarenakan sebelum ke gunung kaba, Dia ingin mengajakku ke pemandian air panas yang tak jauh dari rumahnya. Akhirnya mbak Tuti meminta ijin kepada Ibu Lely untuk membawaku kerumahnya, Setelah mereka berbicara dengan bahasa daerah Curupnya, aku pun berpamitan sama bu Lely, dan meminta maaf batal menginap.

Sampai dirumah Mbak Tuti, aku disiapkan handuk, dan disuruh mandi, aissh mak,,,baik2 orang disini loh, dan ketika aku merasa kedinginan, Mbak Tuti mengeluarkan beberapa jaket yang bisa aku pakai, dan aku pun memilih jaket yang agak tebal, serta memakai kaos kaki..beneran loh disini dingin banget. Siap maghrib mbak Tuti mengajak ku keliling daerah curup, aku dibawa ke Danau Talang Kering, dibawa minum bandrek untuk menghangatkan tubuh ( bandreknya jempol deh, enak banget segelas Rp 10.000 ) dan di traktir bakso ( bakso nya biasa saja, lebih enak dibatam ) dan kurasa cukup untuk perjalanan hari ini, aku pun mengajak mbak Tuti pulang, karena memang harus istirahat buat persiapan mendaki besok pagi.

Mbak Tuti berpose di tepian Danau Talang Kering

Bandrek yang enak



Bersambung Hari ke 2

























Rabu, 08 Juni 2016

WISATA KEBUN TEH DAN PEMANDIAN BAHDAM SIDAMANIK SUMATERA UTARA MEDAN



Kebun Teh di Sidamanik

Bagi para wisatawan dari luar kota medan, mungkin masih asing mendengar nama Sidamanik. 
Sidamanik sendiri adalah sebuah kecamatan yang ada didesa sarimatondang, Sebuah desa yang bisa ditempuh kurang lebih 3 jam dari kota Medan, Namun dari Pematang Siantar mungkin bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan angkutan cary atau sepeda motor, dan jika dari Parapat bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.

Nah pada saat berlibur dari Danau Toba, saya dan teman ingin mencoba mengunjungi daerah sidamanik, karena kami pernah melihat dari media sosial hamparan kebun teh yang luas disana, secara saya belum pernah sekalipun melihat secara langsung seperti apa sih daun teh itu.maklum saja ya, dikota kelahiran saya pontianak, dan didaerah sekarang saya tinggal, kota batam tidak memiliki kebun teh...

Dari kota parapat, saya menaiki bus sejahtera, biayanya 15rb /per orang, kurang lebih 1 jam kami turun di simpang 3 sidamanik, depannya ada pom bensin. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan sejenis mobil carry, jalan raya sidamanik tidak besar, suasana pedesaan pun mulai terasa ketika hamparan sawah, kebun, terbentang dikiri dan kanan jalan. Sesekali aku melihat pengendara motor membawa seekor babi, waah jujur ya. Ini pertama kali saya melihat seekor babi berwarna agak pink, bulat buntal dan hhrrrggg cukup membuat saya tersenyum kecil,benar benar pengalaman pertama melihat hewan ini.

Selama dalam perjalanan, kami pun bertanya pada penumpang selain kebun teh wisata apa aja yang ada disidamanik, kami di beri tahu bahwa ada pemandian Bah Damanik ( bahdam )  dan ada air terjun bahbiak juga. Namun air terjun bah biak tidak bisa ditempuh dng kendaraan umum, mesti bawa kendaraan sendiri, karena jalan masuk ke area air terjun cukup jauh.  Namun jika ingin ke pemandian bahdam, kita bisa mencapainya dengan mudah, karena lokasinya tidak terlalu jauh masuk kedalam.

Niat kami turun dipemandian bahdam pun, kami utarakan ke pak supirnya, dan kami memang diturunkan di depan plang pemandian bahdam. Dengan membayar 8ribu perorang, kami mulai menelusuri jalan setapak menuju lokasi pemandian, melewati kebun jagung, dan rumah warga, sekitar 7 menit berjalan kami pun sampai di area pemandian.  Lokasinya masih benar benar asri, pepohonan yg ada membuat suasana begitu adem, apalagi air yang mengalir begitu jernih, membuat saya tak sabaran ingin mencuci muka. Benar saja, ketika saya membasuh wajah, subhanallah segarnya mata air disini. Dan saya minum sedikit airnya, mana tau bisa balik lagi ketempat ini kan..hahahah..

Plang Pemandian BAHDAM




Airnya bening banget



Pemandian Bah Damanik ini, Dahulunya merupakan tempat pemandian Raja Damanik, Namun sekarang, siapa saja bisa menikmati kesegaran mata air disini , baik untuk warga lokal maupun untuk pendatang dari luar kota seperti kami. 

Ketika teman saya memilih untuk mandi di kolam, saya ingin melakukan sholat zuhur, nah ketika niat saya mau sholat saya sampaikan ke abang yg jaga disana, beliau pun menyediakan tempat sholat untuk saya di rumah pohon, beliau kasi karpet dan beliau bersihkan areanya, alhamdulillah makasih bang.. usai sholat saya duduk didekat abang, eeh dekat kolam sembari melihat teman saya belajar berenang. Perut mulai keroncongan dan dikantin si abang hanya menjual mi...tak ada pilihan lain, memang mi goreng lah yang aku pesan. Ntah karena lapar atau enak, namun saya lahap menyantap mi goreng ini sampai piring nya bersih..heheheh

Sebenarnya belum puas bersantai di area pemandian Bahdam, namun kami ingin melanjutkan perjalanan melihat hamparan kebun teh, Kami keluar dengan berjalan kaki menuju jalan raya, sembari menunggu angkot yang tak lewat lewat dijalan, kami pun berjalan kaki saja, sembari bertanya tanya pada anak2 yang pulang sekolah, apa kebun teh masih jauh ? katanya gak lagi kak, jalan aja, namun ketika kami terus berjalan, saya bertemu dengan teman lama saya,  Haiiii begitu surprise saya ketika melihat nya, Alhamdulillah kami tetap saling mengingat, dan akhirnya kami dipinjami motornya,  Biar gak capek jalan kaki katanya..Subhanallah saya senang sekali. Bisa bertemu dengan nya, dan berkat nya juga kami bisa sampai dan melihat hamparan kebun teh ini, dan saya pun berlari lari kecil ditengah2 hamparan kebun..saya senang saya senang..







Hamparan Kebun Teh 




Jam 3 setelah mengembalikan motor teman, kami naik angkot lagi menuju pemantang siantar, dengan biaya yang sama Rp 8ribu/per orang, dilanjutkan naik bis sejahtera dengan biaya Rp 25 ribu/ per orang sampai di medan.