Tampilkan postingan dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2016

Pantai Bale Bale Nongsa Batam

Icon Pantai Bale Bale Nongsa

Rencana dadakan memang sering bikin bahagia hati, Minggu pagi cuaca masih cerah, Urusan ke bank sudah selesai trus kemana kita???  Dan teman sehati sejiwa dan pengertiannya supeeeerrr sekali dengan hobby ku ini pun mengatakan, Um....sudah kepantai Bale Bale di Nongsa?? Sembari menunjukkan petanya.. kujawab belom pernah dan baru dengar. Ya udah cuss meluncur kita kesana.

Perjalanan pun dimulai dari Nagoya dengan hati gembira, Pas persimpangan ke arah punggur, Alhamdulillah hujan pun turun, Dari mulai gerimis sampai deras..heheh sesuatu ya, Pake mantel ah, Minimal gak basah semua.. Lanjut perjalanan, Sampai simpang bandara jalanan kering,  Asiknya melewati panas lagi. Dan mantel kubiarkan tetap terpasang sampai masuk daerah Batu besar Polda, Kami berhenti membeli makanan barulah mantel kubuka.

Lanjut lagi perjalanan, Ketika memasuki wilayah tering bay resort, Gerimis menyapa lagi, namun tetap kami lewati..tak ada kata berhenti deh masalah hujan. (Kami bukan pejalan manjah ) dan sampailah kami menemukan plang pantai Bale Bale ditepi jalan pas depan gapura Kampung Tua Bakau Serip. Masuk dari gerbang ini, jalanan sudah bagus karena sudah ber aspal, Sampai mentok di ujung jalan baru kita disambut ama abang abang yg akan menagih uang masuk sebesar Rp.5000 pe orang dan parkir motor Rp. 2.000.


Gerbang Jalan masuk Menuju Pantai Bale Bale Nongsa


Suasana Kampung Pantai Bale Bale
Souvenir yang dijual warga Kampung Tua untuk para Turis

Lokasi pantai benar2 berada di belakang rumah warga, Pantainya kecil saja, Namun tempat bersantainya cukup luas,  Lingkungan sekitar pantai dan pasirnya lumayan bersih karena pantai ini dikelola oleh pemilik pantai indah puri sekupang (konon pantai itu ditutup utk umum lagi )

Pantai Bale Bale baru di buka 2 bulan yang lalu, jadi masih dalam tahap penataan, Sudah ada beberapa gazebo yang dilengkapi tong sampah yang telah disiap kan dan akan disewakan kepada pengunjung dengan tarif sekitar seratus ribuan, Untuk kantin juga sudah ada, Lapangan Volly tersedia, Permainan panjat tali, Panahan, Banana Boat, Kayak, bahkan Boat untuk ke Pulau Putri juga sudah disediakan. 

Area Permainan Tali, Panahan, dan Bola Volley

Beberapa Gazebo yang sudah siap di bangun
Anak anak yang asik berenang

Saat kami sampai di pantai, Kami melihat anak anak berpakaian adat melayu lengkap dengan hiasannya, Lalu aku pun bertanya ada acara apakah mereka berpakaian seperti itu? Ternyata mereka bersiap siap untuk memberikan tari persembahan kepada Turis mancanegara yang datang ke Pantai Bale Bale, Turis ini ternyata dibawa oleh Inko Batam Tour &Travel yg bekerja sama dengan warga kampung Tua. (Wisata kampung ) Dan ini setiap hari mereka lakukan, tergantung info dari pihak Inko Batam. Dan aku sempat melihat para turis dari korea yang datang dan menyaksikan tarian persembahan, dan senangnya lagi para turis ini mau naik ke pentas dan menari bersama..waahh turut bangga ya mereka begitu senang dengan persembahan yang diberikan anak anak dari Kampung Tua Bakau Serip. Hanya saja kita tidak boleh terlalu dekat dengan area mereka, Panitia nya berkata tarian ini memang khusus utk turis, dan mereka minta pengertian kita Baiklah kalo begitu bu...

Turis Dari Korea Ikut Menari 

Oh iya...kalo untuk sholat tersedia masjid di dekat pantai, hanya saja mukenah nya gak ada, jadi kudu bawa dari rumah ya..

Yuk ke Bale Bale...



















Selasa, 08 November 2016

PANTAI MAWAR BARELANG BATAM


PANTAI MAWAR

Pernahkah kalian mendengar Pantai Mawar didaerah Barelang tak jauh setelah jembatan 4 dan sebelum jembatan 5 ? kalo aku jujur baru baru ini mendengar nama pantai ini. Meski sampai ujung Barelang ini ku jelajahi namun tak pernah ku dengar atau membaca plang Pantai Mawar. 

Rasa penasaran datang dari teman yang pernah kesana, berbekal info dari mereka aku pun mencoba mencari tau, namun sayang penduduk disekitar jembatan 4 juga kurang tau pantai mawar, yang mereka tau hanyalah pantai melayu / kalat rempang. Masuk ke dalam pantai melayu aku pun bertanya lagi kepada penjaga pantai tentang pantai mawar, syukurlah mereka  tau dan menunjukkan jalannya kepadaku.


Yang beraspal masuk kepantai melayu, belok ke kiri tanah merah menuju pantai Mawar

Ternyata pantai mawar benar benar bersebelahan dengan pantai melayu, dimana akses masuk kepantai mawar belok kekiri jalan tanah merah, sementara pantai melayu lurus saja dan sudah ber aspal cantik. Jalan tanah merah ini tidak rata, dikiri kanan jalan rerumputan yang mulai meninggi, aahh benar2 seperti tak ada tanda tanda kehidupan disini pikirku, Namun aku terus menyusuri jalan ini, sampai aku menemukan beberapa pondok dan rumah warga, dan aku diberhentikan untuk dimintai uang masuk sebesar Rp 5.000, Aku tak ingin membahas uang masuk ini demi pantai yang sudah tinggal nama, kalo manusia mungkin sebutannya almarhum,  karena ku anggap aja tambahan pemasukan untuk warga disana.

Menyusuri pantai ini dari awal sampai ujung, yang kutemui hanyalah sampah sampah, baik sampah dari laut maupun botol plastik, Hhaaa aku menghela nafas, air laut yang jernih tak kutemukan hari ini, mungkin pengaruh cuaca yang kurang cetaarr..hahaha.


Pasirnya bersih, namun airya lagi kotor tuh

Kuhampiri sosok Bapak Tua yang telah tinggal di depan pantai mawar puluhan tahun ini, sembari memotong kayu bakar,  ia pun berkata memang pantai ini tidak ada yang mengelolanya makanya dibiarkan saja, dan semakin hari air laut semakin mendekat kerumahnya, padahal rumahnya sudah ditinggikan. Beliau hanya seorang nelayan, dan memang tambahan penghasilan mereka didapat dari orang yang menyewa pondok nya untuk duduk didekat pantai. Semoga tetap sehat ya pak, hanya itu yang bisa saya doakan buat Bapak.

Si Bapak mungkin bersama cucunya

Di Pantai mawar terdapat beberapa tumpukkan batu, namun sekali lagi karena air sedang pasang dan ombak yang cukup tinggi, aku urung untuk menjelajah batu batu tersebut sampai ke ujung, padahal aku melihat ada sebuah goa kecil. Namun aku senang sudah bisa menemukan pantai ini, setidaknya rasa penasaran terjawab sudah.  Pertanyaan ku selanjutnya, akankah pantai ini bisa terus ada dan dikenal orang ???????? Ntah lah...


Narsis ah..
  
Laut yang pasang, sehingga batu2 nya tenggelam

Rabu, 26 Oktober 2016

Pantai Cakang Barelang - Batam


Pantai Cakang - Barelang
Minggu ini aku belom memiliki rencana mau mengunjungi wisata apa yang ada di Batam, jadinya hanya bermalas malasan di atas tempat tidur sembari membaca ratusan chat yang ada di Wa group Blogger Kepri. Salah satu anggota blogger bernama Silvi, bertanya adakah rekan rekan blogger yang hari ini mengunjungi pantai vio vio cantik yang ada di Barelang? Karena ia ingin melihat sunset yang KATANYA ....super kece disana. 

Ku Pm silvi, apa benar pengen ke vio vio ? Kalo iya biar pergi denganku saja, bukan lantaran dia mau balik ke jawa lalu aku mau menemani dia, namun karena dia orang luar Batam, makanya aku ingin memperlihatkan kepadanya wisata wisata yang ada di Batam khususnya Barelang. Silvi kelihatan senang, dan jadilah kami janjian bertemu di Top 100 Tembesi.

Jam 9.00 aku dan silvi sampai di Top 100, setelah menitipkan salah satu motor, kami pun berangkat. Aku bertanya pada Silvi, sudah kepantai mana aja di Barelang ? Jawabannya simple Belum ada Mbak. Haaa? Blom ada gumamku...namun kejembatan Barelang sudah dong ya... Sudah jawabnya...syukurlah☺

Aku pengen ke vio vio lihat sunsetnya mbak, karena bagus banget cerita silvi padaku. Aku mengangguk, iya kalo sunset memang bagus, semoga hari ini kita beruntung ya melihat sunset. Namun sebelum ke vio vio, aku mengajak silvi mengunjungi beberapa pantai disana, seperti pantai melayu, kalat rempang dan  pantai Cakang, yang terletak di ujung nya Barelang, mengingat Silvi pun belum pernah menjelajah sejauh ini.

Jam 12.00 siang kami tiba di pantai Cakang, dengan membayar retribusi per orang Rp 5.000 dan parkir motor Rp 3.000 kami pun masuk, dan mencari tempat duduk, kebetulan hanya ada satu kantin disana, yang hanya menyediakan mi goreng, mi rebus, pop mi, dan kerang rebus. Kami memesan mi goreng dan mi rebus, serta meminta sepiring nasi, maklum saja daripagi perut belum terisi nasi. Saat makan dengan menghadap view pantai, aku melihat kejernihan airnya, pasirnya  bersih, wow, rasanya baru kali ini aku menemukan pantai ini kelihatan cantik dan bersih, kebetulan air sedang pasang. ( Padahal sudah 4 x kecakang tapi baru ini merasa suka dengan suasananya )


Area mandi di Pantai cakang


Jernih banget air disini

Jernih banget airnya



Kami menelusuri lagi bagian yang lain, sama saja. Kami terpukau dengan kejernihan airnya, kami senang dengan pepohonan yang berada dikanan kiri jalan sangat rimbun , banyak tersedia ayunan , aaahh kami senang banget disini, apalagi sampai diujung pantai terdapat kursi dan meja untuk kami bersantai sembari melihat laut, Kita disini saja ya sil sampai ashar, ajakku pada silvi, karena aku sudah begitu nyaman, bahkan aku sempat tertidur sejenak.

Suasananya Adem karena penuh pepohonan
Tempat duduk di ujung pantai Cakang

Riak air yang memecah batu tidak begitu besar dan sesekali terlihat ada segerombolan ikan yang meloncat membuatku semakin suka duduk disini, bahkan ada ikan yang cukup besar sesekali nongol dipermukaan laut. Beberapa dari pengunjung melihat ada kepiting di bebatuan. waahh kalo mancing disini kira kira banyak dapat ikan gak ya ??? Alaaahh mulai deh banyak menghayalku..hahahah.


  
Silvi bermanja cantik dengan hammocknya :) 

Jika saja pantai cakang ini benar2 di kelola, ku rasa akan lebih banyak yang akan datang kesini. kantin di tambah, permainan buat anak2 ditambah, dan gazebo2 dari kayu juga diperbaiki. Dan yang lebih penting, Pengunjung menjaga kebersihan dengan membuang sampah ditempat yang telah di sediakan. 






Senin, 24 Oktober 2016

Pantai kalat Rempang dan Pantai Airnanti Barelang - Batam


Sunset di Pantai Melayu Rempang  / Kalat Rempang

Siang yang cerah cetar panas yang cukup membuat kulit menghitam, tak membuat urung niatku untuk menghibur hatiku yang beberapa hari ini muram karena belum percaya dengan kepergian seorang yang berpengaruh dalam kegiatan ngeblog ku, kegiatan traveling ku.

Seperti biasa, Barelang adalah tujuan paling menarik buatku untuk memacu laju kendaraanku..jalanan yang mulus, pemandangan laut yang indah, dan bukit bukit yang terhampar didepan mata, selalu saja membuatku menyukai daerah ini.

Tujuan ku tak lain ke pantai cakang ujung nya barelang ini, aku hanya ingin sampai disana kemudian terlelap dihammock yang telah kusiapkan, agar semua yang kurasa bisa kulepas disana..ku lepas bersama hembusan angin laut.

Namun baru saja aku melewati jembatan 4 , dan tak jauh dari Pantai zore , mataku tertuju pada sebuah plang Pantai Airnanti. Aku berhenti sejenak, sembari berfikir masuk gak ya kedalam, masuk gak ya kedalam, secara jalan menuju kedalam masih tanah merah dan belum bagus, Aah masuk saja, bagaimana aku bisa menemukan sesuatu yang baru jika aku tidak berani mencobanya.

Plang Pantai AirNanti

Aku pun masuk ke area pantai Airnanti, dan memang lokasi ini benar benar baru dibuka, tak ada penjaga yang menunggu untuk menagih biaya retribusi, jadi gratiisss. Perjalanan menuju pantai juga tak terlalu jauh. Kuparkirkan motorku dan aku pun cukup tersenyum dengan keberadaan pantai ini. Lumayanlah, pasir nya masih bersih, dan beberapa gazebo juga sudah tersedia. Namun untuk mandi aku ngerasa kurang sreg, karena bekas potongan kayu bakau masih nampak dipesisir lautnya, sehingga air agak kotor. Tapi bagi anak anak mereka tetap saja asyik bermain.

Gazebo yang sudah siap dibangun


Anak2 sedang mandi, tak perduli airnya kotor


Pasir di Bibir Pantainya cukup bersih,

Setelah cukup menjelajahi pantai ini, Aku melanjutkan perjalanan menuju cakang, Lagi lagi laju kendaraanku terhenti karena bertemu dengan plang Kampung Wisata Pantai Kalat Rempang. Jalan masuknya menanjak dan sudah tertata, tanpa fikir panjang aku pun masuk kesana, dan seorang penjaga sudah berdiri manis menagih uang masuk Rp 10.000 per orang udah sama motor. Dari kejauhan birunya air laut sudah kelihatan, aku pun kesenangan, yeee nemu pantai baru lagi ucapku dalam hati.

Plang Pantai Kalat Rempang
Jalan Masuk Pantai Kalat Rempang

Disisi kanan jalan terdapat kebun pisang, dan terdapat beberapa rumah warga, namun aku tidak perduli lah, aku sudah tak sabaran ingin melihat pasir dan garis pantainya. Terus berjalan sampailah aku diujung jalan dan melihat sebuah gazebo yang tak asing lagi bentuknya buatku. Haa! Kok seperti Pantai Melayu ya ini?? Kutelusuri lagi jalannya, mentok dan gak ada apa apanya. Laah..mana pantainya yah?? Mulai gondok. Memutar arah lagi, balik lagi ke arah jalan menuju area pantai melayu. Astagaaaaa apa benar ni pantai melayu dibagi 2 dan dibuat lagi nama baru??? Aahhh wajah yang tadi kesenangan berubah jadi kecewa namun geli hati juga.. Apa orang2 sini bersengketa lahan ya? sehingga buat nama pantai baru ??  Huuuu menghela nafas.

Untuk mengurangi rasa kecewa, aku pun duduk dibawah pohon, sembari melihat birunya air, melihat langit cerah..dan sesekali mata ini terpejam karena semilir angin yang begitu nyaman menyapa wajah. Hhha begitulah perjalanan..tak semua bisa indah sesuai harapan. Namun tetap bersyukur masih bisa melihat kecantikan laut. Pastinya ke Cakang Batal hari ini.. SUDAH GAK MOOD !!





Ngadem Disini sajalah sampai sore











Rabu, 21 September 2016

Pulau Putri yang semakin Cantik di Nongsa - Batam

Minggu siang langit begitu birunya, matahari seperti tak segan segan membakar kulit ketika kita berada dibawah langit yang tak memiliki atap. Air membiru seolah olah memanggil untuk didekati. Pilihan ke nongsa kali ini sudah ku rencanakan beberapa hari sebelumnya, karena aku merindukan suasana tenang di Pulau Putri.


Pulau Putri yang semakin cantik
Masuk ke Nongsa Pantai kita disambut dengan penjaga gerbang yang akan menagih uang sebesar Rp 3.000 per orang, kemudian di area parkiran kita akan disambut lagi oleh penjaga parkir yang dengan senang hati meminta uang parkir sebesar Rp 5.000/ motor. Karena saat kami ke nongsa hari minggu, pengunjung pun begitu ramainya, dan alhasil mencari tempat santai yang enak sedikit sulit untukku, apalagi sampah sampah yang pengunjung tinggalkan, aduhaaiii menjijikkan sekali.

Tak buang buang waktu, aku dan adik adikku mencari perahu yang akan mengantarkan kami ke pulau putri, dengan biaya Rp 20.000 PP/ orang, kami pun menempuh perjalan lebih kurang 10 menit. Sesampai di Pulau Putri kami pun segera mencari tempat untuk beristirahat, bersyukur pengunjung disini tidak begitu ramai.

Pulau Putri dari kejauhan

Hal yang pertama kulakukan ketika sampai di pulau putri adalah berjalan sampai di penghujung bebatuan ini di buat. Tak perduli panas, karena keindahan laut jauh lebih menggoda untuk didekati. Meski air perlahan mulai surut, namun tak menyurutkan hati para pemancing yang setia menunggu tangkapannya.

Dedek syantek yang takut akan fanas..



Setelah puas berpanas ria di bawah langit yang membiru, aku pun memilih beristirahat dibawah pepohonan sembari menikmati makanan yang ku bawa. Ahhh nikmatnya pemandangan hari ini, angin bertiup membuat mata seolah olah ingin terpejam. Di sekitaran pulau putri sudah tersedia kantin kantin yang menyewakan tikar, ban untuk berenang, dan ada juga makanan dan minuman, sehingga jangan takut kelaparan selama berwisata disini ya.

Untuk penyediaan Bak sampah juga sudah ada, sehingga pengunjung yang otaknya masih berfungsi tentunya akan membuang sampah pada tempatnya, Untuk bikin acara kantor atau camping juga diperkenankan disini, ada toilet dan air bersih yang disediakan. Jam 5 sore kami menelpon sang tekong untuk dijemput, dan liburan hari ini pun berakhir dengan senang hati :)












Sabtu, 17 September 2016

Pantai Marina Batam

Sore itu sepulang dari Sekupang, saya memilih jalur waterfront marina untuk pulang kerumah, maklum saja rumah saya tak berada jauh dari daerah ini. Ketika memasuki kawasan waterfront marina, saya melihat langit berwarna kuning, gelap dan pink memudar,  namun mataharinya  bulat berwarna pink. Hari hari biasa ketika sunset menjelang, aku lebih sering melihat langit berwarna kuning keemasan, namun tidak kali ini, warna pink yang dipancarkan oleh matahari menggoda hatiku untuk melihatnya lebih dekat, tanpa fikir panjang aku pun masuk ke kawasan pantai marina, dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 sudah termasuk asuransi dan biaya tanda masuk kendaraan bermotor Rp 3.000. 

Matahari yang mencuri perhatianku

Suka banget dengan sunset begini

Aku langsung menuju tepi pantai, dan menyaksikan matahari yang akan kembali terbenam, begitu indah kali ini sunset ku lihat, dan suasana laut pun begitu tenang, kuperhatikan disekelilingku hanya ada beberapa muda mudi yang sedang bercengkrama, dan ada pula yang sedang berfoto foto di bebatuan.

Suasana yang tenang saat berada disini

Pantai marina tidak lah luas seperti pantai pantai yang ada didaerah barelang , namun untuk warga yang berada ditanjung uncang, dan tanjung riau mungkin pantai marina menjadi pilihan untuk dikunjungi di akhir pekan, selain aman bagi anak2 berenang karena ombak tidak besar , jarak tempuh juga paling dalam hitungan menit mereka sudah sampai disini.

Selain itu pantai marina juga memiliki kawasan bermain untuk anak2 sehingga memang pas menjadi pilihan warga sekitar untuk berwisata. Ada pula beberapa bangunan yang digunakan untuk tempat acara acara tertentu, ada beberapa kursi santai yang disediakan menghadap ke pantai nya langsung, dan tentunya ada beberapa kantin.

Langit sudah mulai gelap, waktu bersantai pun habis
Harris Resort waterfront yang tampak dari Pantai Marina

Kawasan marina city memang tidak besar, namun bisa jadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan disini, diluar area pantai, terdapat wisata jambu, dimana kita bisa membeli buah jambu langsung dari pohonnya, atau membeli jusnya. Ada juga pedagang2 yang menjual jagung dan kacang rebus di samping lapangan bola, Selain itu terdapat 2 hotel mewah disini yakni Harris Resort Waterfront dan Holiday Inn. Dan jika hari sabtu dan minggu sore biasanya ada beberapa komunitas yang berlaga di area gocard untuk mempertunjukkan keahliannya dalam mengendarai mobil dengan rute yang berkelok kelok. Namun untuk kendaraan umum belum ada yang lewat daerah marina, jadi harus menggunakan kendaraan pribadi.

Selamat Datang di Pantai Marina :) 















Jumat, 17 Juni 2016

Kampung Tua Teluk Mata Ikan dan Pantai Nongsa Batam

Bulan puasa bukan alasan bagiku bermalas malasan dirumah, setelah berbenah rumah dari depan sampai belakang, ku intip dari jendela, cuaca masih cerah, awan awan masih putih dan langit biru pun tak mau kalah menunjukkan warnanya.

Masih penasaran dengan pantai pantai yang ada disekitaran daerah Nongsa, dimana ketika aku kesana air laut selalu surut, sehingga laut tampak seperti padang pasir yang tandus. Namun siang ini, aku nekat untuk kenongsa lagi, mana tau kali ini rejeki lagi baik, melihat air laut yang sedang naik, diiringi langit yang cerah. Ah semoga saja fikirku.

Kulengkapi diriku dengan sarung tangan, kaos kaki dan jaket tak lupa kaca mata kudaku yang lebih besar dari pada mukaku..hehehhe, dan aku pun siap berangkat dengan motor kesayanganku ini. Belum berapa jauh berjalan, hujan rintik rintik mulai membasahi depan motorku, aaah kupandang langit, memang mulai mendung, namun didepan sana langit cerah masih nampak terlihat jelas, Aku tetap melaju bersama motorku, 

Jalanan minggu siang ini begitu lenggang, sehingga aku mengendarai kendaraan ku begitu lancar, dan tak sampai 1 jam aku sudah sampai di sebuah perkampungan yang bernama teluk mata ikan. Ini pertama kalinya aku masuk kekawasan ini, Sejujurnya aku sedang mencari alamat seorang teman lama yang katanya tinggal didaerah teluk mata ikan nongsa, tapi beberapa kali mutar mutar gak ketemu juga, dan sudah nanya sama penduduk disana pun , tak ada yang kenal, ya sudahlah aku menyerah, Ketika aku sampai diujung perkampungan ini kulihat banyak warga yang sedang menambang pasir, Aku pun menghentikan motorku dan memperhatikan mereka bekerja, ada rasa ingin memotret namun tiba tiba aku ragu, akhirnya gak jadi, Dan mungkin asing bagi mereka saat aku memperhatikan cara mereka bekerja, membuatku juga ada rasa takut,  Akhirnya aku kembali melanjutkan perjalananku.

Disisi kanan perkampungan kulihat ada sebuah pesisir pantai, dimana terdapat beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan pada sebatang kayu. Aku pun memilih untuk beristirahat sebentar, sembari menikmati ketenangan laut disini.

Duduk sembari melihat Laut dari Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Gerbang Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Satu jam berada dipesisir pantai Teluk mata ikan , Aku melanjutkan perjalananku ke Nongsa Pantai, Letaknya tidak begitu jauh, hanya 7 menit saja aku sudah sampai ketujuan. Nah disini memang pantai umum, dimana jika kita ingin ke Pulau Putri cukup nyebrang menggunakan Pancung yang memang sudah disediakan oleh pengelola. Namun aku tidak ingin menyebrang ke Pulau Putri, aku hanya ingin bersantai dan menikmati semilir angin, diatas hammock yang kugantung.

Siang ini  pengunjung cukup ramai, hilir mudik para remaja yang lalu lalang, bahkan ada yang begitu asyiknya berpanas panasan berendam dilaut, ada juga yang sekedar berjalan jalan ditepian pantai, yang paling senang ku lihat adalah gelak canda anak anak yang sedang bermain air. Mereka begitu senang dan tidak memperdulikan sengatan matahari yang cukup terik. Sementara aku ? Aku hanya berbaring manja di hammock. Oh ya, Disaat cuaca cerah, dari nongsa pantai ini kita bisa melihat bangunan dari negara Singapura loh. Dan tak jauh dari Nongsa pantai ini juga terdapat sebuah pelabuhan dengan tujuan Batam Singapura, jadi jangan heran kamu akan melihat lalu lalang kapal fery yang melintas.







Pulau Putri Didepan Mata



Anak2 yang sedang bermain air

Birunya laut Nongsa

View Nongsa Point Marina Resort

Nyantai2 aja,

Masih jam 3 sore, rasanya masih terlalu awal untuk pulang, sementara air yang tadinya surut mulai pasang, Aku pun semakin nyaman berada dipantai ini, sesekali hembusan angin membuat mataku terpejam, tenang banget rasanya,Namun mataku terbuka lagi, ketika suara suara orang yang lewat begitu berisik, perlahan mulai terpejam lagi, sampai sampai aku terbangun dengan suara azan yang berkumandang, Maklum saja  Nongsa pantai ini terletak di pemukiman warga, dan terdapat sebuah Masjid.

Di Area pantai banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman, terutama air kelapa,jadi jangan khawatir akan kelaparan disini, untuk toilet dan kamar mandi juga banyak disediakan.












Jumat, 22 April 2016

Ceritaku Dari Pulau Panjang - Barelang Batam

Hari sabtu 16 -17 April 2016 ini, aku diberi kesempatan oleh Komunitas PARI untuk bergabung mengenal daerah Pulau Panjang - Barelang lebih dekat. Memang sebelumnya aku belum pernah ke pulau ini, makanya aku sangat tertarik untuk mengikutinya, apalagi di Pulau Panjang memiliki penduduk, artinya aku bisa langsung bercengkrama dengan masyarakat disini. Hal yang paling aku senang jika mengunjungi pulau pulau di Barelang ialah aku seperti merasakan pulang kampung, maklum saja rumah rumah masyarakat di Pulau sebagian besar terbuat dari kayu, dan benar benar mengingatkan ku dengan rumah Datok nenek dikampung.

Menikmati Sore