Tampilkan postingan dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2019

Begini Penampakan Pulau Putri Nongsa Batam Setelah di Reklamasi

Setelah bertahun tahun di reklamasi, akhirnya tahun 2019 Pulau Putri tampil dengan wajah baru yang lebih indah, lebih teratur dan tentunya lebih bersih. Namun dibalik keindahan Pulau Putri pasca reklamasi  terlihat juga lahan tandus nan gersang, begitu panas dan siap menghitamkan kulit jika berada disana saat siang hari, secara hanya beberapa area saja yang memiliki pepohonan sebagai tempat tuk berlindung.


Pulau Putri Nongsa Batam

Semoga Pohonnya Bisa Berdaun Kembali

Selasa, 20 Agustus 2019

Menikmati Keindahan Sunset Dari Pantai Setokok Barelang Batam

Sepertinya tak ada kata bosan untukku  kepantai Setokok meski sudah tak terhitung sudah berapa kali aku kesana. Selain jaraknya yang lebih dekat dengan kota, pantai setokok juga memiliki pasir busung yang sangat bersih ketika air laut sedang surut, sehingga kita bisa bermain ditengah tengah laut sembari menikmati keindahan sunset.

Kali ini aku kesana bersama seorang teman yang sama sama menyukai keindahan alam, kami janjian untuk  pergi setelah pulang kerja. Sengaja aku membawa sedikit makanan dan minuman agar kampung tengah gak berisik hingga malam.

Sore itu benar benar cerah, kamipun menikmati perjalanan dengan senang hati. Sekitar 20 menit kami tiba di area pantai setokok, dengan membayar harga tiket Rp 10.000/ orang kami pun masuk dan segera memarkirkan motor.

Pantai Setokok Saat Sedang Surut 

Rabu, 07 Agustus 2019

Wisata Pantai Tiga Putri Pulau Rempang - Batam

Minggu pagi kali ini berbeda banget yang kurasakan, biasanya malas bangun, malas gerak, malas mandi, dan malas mau ngapa ngapain selain berbaring aja dikasur, namun kali ini setelah sholat, kasi makan anak kurcil kesayanganku, aku pun bergegas berganti pakaian dan pengennya jalan jalan menikmati segarnya udara pagi ini diluar sana. Kemana rencana hari ini tujuanku meski belum mandi pagi ??

Barelang, yess sunrise tercantik yang pernah kutemui berada disini. Akupun mantap untuk kesana. Dengan membawa bekal roti dan sebotol mineral water aku pun semakin yakin aku akan menikmati suasana pagi ini disana sembari sarapan.

Tak butuh waktu lama perjalanan yang kutempuh dari rumah, hanya 20 menit saja aku sudah sampai di jembatan 1 barelang, yuhuuu sepanjang mata memandang tak ada yang tak indah disana, aku pun berhenti sesaat untuk menikmati suasana pagi dengan hati yang bahagia dan penuh rasa syukur.

Saat menikmati keindahan laut dari jembatan satu, aku teringat seorang teman yang mengatakan bahwa di barelang ada pantai baru bernama tiga putri, Nah situkang melalak ini jadi penasaran dong ya gimana sih pantainya, indah kah ? bersih kah ? nyaman kah suasananya ? Cuss sajalah daripada penasaran. 

Jogging pun bisa di Pantai Tiga Putri

Jumat, 31 Mei 2019

Megahnya Air Terjun Jewel Mall di Changi Airport Singapura

Singapura, Negara maju ini seolah olah tak pernah kehabisan ide untuk membuat para wisatawan takjub untuk terus dan terus datang ke Singapura. Salah satunya mungkin Saya yang tinggal di Batam, tak pernah sedikitpun Saya merasa jenuh untuk mendatangi Negara Singapura yang jaraknya hanya satu jam dari Batam dengan biaya yang sangat ramah dikantong cuma Rp 280rb /PP. 

Dari gedung gedung yang menjulang tinggi, jalanan bersih, tempat wisata yang bisa diakses secara gratis, tempat belanja dari yang murah hingga mahal, sampai transportasi yang murah membuat Singapura menjadi idola bagi masyarakat Indonesia maupun negara lain.

Apalagi saat dibukanya Jewel yang ada di changi airport pada tanggal 17 April 2019, semakin banyak para wisatawan yang berkunjung ke Singapura, meski berada di area terminal 1-2-3 changi airport, namun jewel terbuka untuk umum, sehingga saat ini bandara changi bukan hanya diperuntukkan untuk para wisatawan yang ingin terbang saja, namun jewel juga dijadikan destinasi wisata untuk siapa saja.

Rain Vortex Jewel 

Senin, 04 Juni 2018

Dari Pantai Galang Cantik Menjadi Pantai Vio Vio Barelang Batam

Kawasan Barelang memiliki banyak pantai, salah satunya adalah pantai vio vio yang berada di pulau Galang setelah jembatan 5 jalan trans Barelang. Dahulu pantai ini namanya Pantai Galang Cantik.
Akses menuju pantai vio vio memang harus menggunakan kendaraan pribadi, karena belum ada angkutan umum yang sampai ke pulau Galang. Banyak banyak berdoa ya semoga trans Batam bisa menjelajah Barelang sampai ujung 😁

Jarak yang harus ditempuh dari simpang tiga Tembesi batu aji menuju pantai kira kira satu jam dengan kecepatan 80km /jam jika mengendarai motor. Namun jangan khawatir perjalanan tidak akan membosankan karena selama perjalanan kita akan melihat view yang cukup indah, ditambah dengan jalanan yang mulus waah enak lah menikmati perjalanannya.

Lokasi pantai vio vio cantik persis berada di depan wisata kampung ex Vietnam sehingga dari jalan raya trans Barelang kita akan mudah menemukannya disebelah kanan.

Jumat, 13 April 2018

Seorang Diri di Pantai Air Nanti Barelang Batam

Pernah dengar Pantai Air Nanti yang berada di barelang setelah jembatan 4 pulau rempang ? rasanya pantai ini tak seheboh pantai vio vio yang pengunjungnya wara wiri mengexpose foto foto kerennya disana.

Pantai Airnanti

Sabtu siang setelah pulang kerja, saya ingin sekali mampir ke pantai air nanti, saya penasaran kenapa pantai ini seperti tak ada yang mengunjunginya, jadi saya pun masuk kekawasan pantai. Dari pintu masuk tidak ada penjaganya, namun disana tertuliskan tiket masuk Rp 10.000.

Senin, 09 April 2018

Piknik Dadakan di Pantai Pasir Putih Belakang Padang

Gagal piknik ke Pulau Sambu tak membuat aku dan beberapa temanku berkecil hati, karena kami bisa mencari alternatif untuk mengisi liburan minggu ini.

Pantai Pasir Putih Belakang Padang

Dengan membawa muka sedikit kecewa karena dilarang masuk ke Pulau Sambu oleh securitynya, kami pun menaiki pancung / boat kecil yang bermuat 10 orang, untuk melanjutkan perjalanan ke Belakang Padang. Cukup membayar Rp 6.000/orang kamipun diantar ke pelabuhan Belakang Padang, tidak jauh kok jaraknya, karena lebih kurang tujuh menit kami sudah sampai.

Pelabuhan Pancung

Jumat, 10 November 2017

Jernihnya Laut Pantai Permata Pulau Subang Mas Batam

Anggap saja saya orang terakhir diantara teman teman blogger yang baru menjejakkan kaki di pantai permata yang ada di sebuah pulau bernama subang mas. Pantai yang bisa ditempuh melalui jalan laut dengan menggunakan boat yang bisa di sewa dari pelabuhan rakyat barelang jembatan 2 atau dari pelabuhan rakyat daerah punggur.

Peserta Trip Ke Pantai Permata Subang Mas
Sudah beberapa kali teman teman saya mengupload foto mereka di pantai permata ini, memang kelihatannya indah, namun saya tidak begitu menggebu gebu ingin juga mendatanginya. Bagi saya mungkin efek kamera yang canggih sehingga semua tampak bagus bagus saja.

Pantai Permata di Subang Mas Aslinya Lebih Bagus Loh

Namun entah mengapa, saat salah satu admin IG @amazingkepri mengupload trip ke pulau subang mas, Saya pun tertarik untuk ikut, mungkin saja saya sedang butuh vitamin sea, maklum memang sudah lama saya tak kepantai. 

Malam Sabtu sang admin Amazing Kepri menghubungi saya, bahwa saya bisa ikut  dan berkumpul di punggur pada hari minggu jam 8 pagi. Senang ? ya iyalah karena saya akan menikmati me time seharian penuh di pulau yang jauh dari kota.

Sesampainya di punggur saya dan peserta lain sudah berkumpul, dan kami pun langsung naik boat dan berangkat menuju pantai permata di pulau subang mas.

Boat Yang mengantar kami ke Pantai Permata

Perjalanan dari punggur ke pulau subang mas ditempuh sekitar 45 menit, selama perjalanan mataku cukup puas menikmati indahnya laut. Sembari mengobrol saya pun menikmati sarapan pagi yang tertunda. Alhamdulillah perut terisi dan pantai cantik pun menyambut kedatangan kami.

Tiba di pantai permata saya takjub dengan jernihnya air laut disana, bersih dan pasirnya begitu lembut. Sejauh mata memandang, saya merasa melihat pantai ini seperti berada di sumur 3 Sabang Aceh. Zack dan Asad mempersiapkan hammock dan tenda, sementara saya memilih mencari tempat untuk meletakkan tas, sembari menikmati keindahan pantai permata.

Vitamin Sea yang saya dapat dari Pantai Permata Subang Mas
Saya memilih duduk diatas bukit, sembari melihat peserta trip sedang bermain, mereka begitu menikmati trip ini, kekompakan mereka saat bermain games pun membuat saya sesekali tertawa. Zack sangat sigap membantu mereka untuk dokumentasi, sementara saya ditemani asad hanya memilih duduk layaknya macam mandor yang mengawasi anak anaknya bermain di pantai, namun sesekali saya juga memanfaatkan moment ini untuk berfoto.

Berfoto sama babang hits Asad foto by : Zackamega

Narsis di atas bukit Pantai Permata
Puas duduk leyeh2 menikmati angin dan view laut, saya pun turun kepantai sembari membasahkan pakaian, sementara Asad memilih tetap di hammacok sembari menjaga barang barang peserta. ingin rasanya saya berteriak sekencang kencang nya disini karena saya suka keindahan dan ketenangannya, namun hal itu tertahan, karena malu sama peserta yang lain, hehehe.

**jreng jreng jreng **Dimana..dimana..dedek emesku dimana..

Pantai permata memang bagus, indah, jernih dan bersih, itu yang saya saksikan sendiri

Pantai Permata Subang mas
Oh iya saat bermain main di pantai, ada salah satu peserta terkena sengatan ubur ubur, ia merasakan gatal yang luar biasa di pergelangan kakinya, namun Zack segera memberikan pertolongan pertamanya dengan memberikan asam yang biasa dipakai memasak, untuk dioleskan kekakinya.  Yang kedua, saking senang nya bermain panas panas dipantai saya sampai lupa, bahwa saya memang sensitif dengan cuaca panas, alhasil kepalas pun sakit. Hal ini saya sampaikan pada Asad, Alhamdulillah dia juga menyediakan obat obatan, sehingga saya bisa makan obat, trus memilih beristirahat sejenak.



Nah dari kejadian yang tak disangka sangka diatas, saya memberi saran untuk diri sendiri dan juga kalian guys, jika ingin berpergian kepantai, bawalah beberapa jenis obat obatan, seperti promagh, paramex, entrostop, tolak angin, minyak kayu putih, cuka/asam , betadine, kain kasa. Hal ini sangat berguna, dan jangan diabaikan ya. 

Sore mulai beranjak, kami pun bergegas ke Pulau Tunjuk untuk menikmati air kelapa, meski belum puas, kami harus pergi meninggalkan kesan yang sangat menyenangkan disini.

Foto : Zackamega

Oh iya, kalian bisa hubungi IG nya @amazingkepri loh jika ingin ngetrip kesini juga, untuk camping pun bisa. Prasarana seperti  toilet, air tawar untuk berbilas pun sudah ada, bahkan hammock dan tenda pun mungkin bisa mereka siapkan.  Saya  sudah kesini ditemani mereka, Trus kalian kapan ??


Sumur Air Tawar di Pantai Permata Subang Mas















Sabtu, 05 Agustus 2017

Pantai Payung Nongsa Batam

Hari yang begitu cerah rasanya sayang dilewatkan begitu saja, apalagi sudah hampir satu bulan saya tidak melihat keindahan laut. Setelah mengajak teman untuk menemani saya, kami pun masing masing mempersiapkan sedikit perlengkapan ( makanan dan minuman ).

Santai Cantik di Pantai Payung
Perjalanan dari Tanjung Uncang menuju Nongsa kami tempuh hampir satu jam menggunakan kendaraan bermotor, maklum saja untuk mengunjungi daerah pantai, transportasi umum bisa dibilang tidak ada rutenya, jadi untuk memperlancar perjalanan memang disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Pantai Payung
Pantai Payung terletak di Kampung Tua Melayu Nongsa, posisi pantai payung sendiri berjejer dengan pantai pantai lainnya, karena setiap warga kampung melayu sepertinya berbagi penghasilan dengan area pantai disini. Batas antara pantai yang satu dengan yang lainnya hanya lah ditutupi dengan pagar dan kayu. 

Suasana Kampung Melayu dari Pantai Payung

Gazebo Ciri Khas Pantai Payung

Ayunan yang ada di Pantai Payung
Masuk ke Pantai Payung kita akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000/ orang, sedangkan motor Rp 1.000 tanpa bukti tiket. Pantai Payung dikelola oleh warga , sehingga area pantai cukup bersih dari sampah. 

Untuk mengadakan acara kumpul2 Pantai Payung bisa dijadikan pilihan. Air laut disini juga bersih sehingga enak untuk mandi. Pohon pohon kelapa yang ada sangat berguna bagi pengunjung untuk berteduh dari panasnya matahari.

Untuk camping di Pantai Payung juga diperbolehkan, asal lapor saja dengan pengelolanya. Dan jangan takut kelaparan disini, karena tersedia kantin dengan harga yang masih terjangkau.

Tetap jaga kebersihan saat berkunjung ke Pantai Payung ya guys :)



Pantai Payung Saat air Pasang

Bermain Main di Pasir Putih Pantai Payung Nongsa

Bermain Main di Pasir Putih Pantai Payung Nongsa


Senin, 10 Juli 2017

Weekend Seru di White Sand Island Bintan Kepulauan Riau

Beberapa bulan yang lalu, saya dan beberapa teman dari Batam mengunjungi salah satu Pulau terindah di Bintan Kepulauan Riau yang bernama Pulau Beralas Pasir atau yang lebih dikenal dengan White Sand Island. 

White Sand Island
Nah sabtu 8 Juli 2017 lagi lagi kami merencanakan menghabiskan weekend di Pulau ini, karena kami melihat Promo yang mereka tawarkan di media sosial Instagram, dan Facebook hanya Rp 288.000 sudah termasuk administrasi, transport menyebrang ke Pulau, dan sarapan pagi.

Sabtu jam 9.30 pagi,  kami ber 6 berangkat dari Batam menggunakan kapal Roro dari pelabuhan Telaga Punggur, biaya per orang Rp 20.000 dengan durasi 1.5 jam perjalanan menuju pelabuhan Tanjung Uban.

Sampai di Tanjung Uban, kami menyewa mobil seharga Rp 300.000/24 jam, dan mengisi bensin Rp 100.000 untuk menuju Bintan. Cp rental mobil 081378368868 Firdaus

Hujan yang menghiasi langit Pulau Bintan membuat hatiku cukup resah, karena khawatir angin kencang saat kami harus menyebrang laut. Namun kecemasan kami hilang, ketika sampai di posko White Sand hujan pun reda, dan kami bisa langsung diantar ke Pulau.

Perjalanan cuma 10 menit dari posko menuju Pulau , dan taraaa...kami sampai di Pulau yang cantik dan penuh pesona ini😊😊😍😍.  Setelah checkin, kami pun menuju kamar, namun tiba2 hujan turun dengan derasnya..kami pun berlari menyelamatkan diri dan langsung masuk ke rumah Kampong. 

Nyebrang Ke White Sand, Penumpang wajib memakai Life Jacket 
Rumah Kampoeng cukup  untuk 6 orang tanpa toilet di dalam

Wajah wajah mulai tidak bersemangat tak bisa kami sembunyikan, karena niat mau meng explore keindahan White Sand tertunda. Namun bagi beberapa teman, hujan bukan penghalang bagi mereka untuk berenang di Laut yang cantik ini.

Aku dan beberapa teman lainnya, tetap bertahan dikamar, sembari melihat rintikan hujan yang turun. Ketika kami mulai nekat keluar kamar, perlahan hujan pun berhenti, dan langit juga berubah kembali cerah, secerah hati kami sore ini.

Melihat Indah nya Laut White Sand ditengah rintikan hujan
Kami pun berpencar mencari kesibukan masing masing, dan aku memanfaatkan tiap tiap spot foto untuk bernarsis ria. Aku tidak ingin melewatkan sore yang cantik ini di White Sand tanpa mengabadikannya dalam sebuah foto.

Ketika Langit kembali cerah di White Sand Island

Santai Syantek di White Sand Island
Penantian Sunset pun tak sia sia, langit cantik yang biru ini, perlahan memerah, seiring tenggelamnya matahari. Enggan rasanya kembali kekamar, namun malam telah menyapa. Bulan yang terang pun tak sanggup membuat langit terlihat kembali.

Langit yang memerah, menjadi pemandangan indah di White Sand Island

Menjelang Sunset di White Sand Island

Sunset di White Sand Island
Perut kami mulai keroncongan, kami pun meminta abang penjaga Pulau untuk mempersiapkan peralatan untuk barberque yang sudah kami pesan saat kami tiba di Pulau. Oh iya, BBQ harganya Rp 125.000++/ orang ya, dengan menu Nasi Putih, Ayam, Ikan, Sotong, Sosis, Otak Otak dan air putih.

Setelah abang mempersiapkan bara apinya, kami pun membakar menu yang sudah tersedia di meja.. sepertinya kami tidak berpengalaman dalam membakar, buktinya semua menu hampir gosongπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ namun karena lapar, alhasil lauknya ludes juga😊😊

BBQ di White Sand Island
Acara BBQ selesai, kami kembali kekamar dan tidur sembari mendengarkan musik yang diputar oleh si Abang penjaga Pulau.

Keesokan paginya, setelah sholat subuh yang hampir kesiangan, kami keluar kamar dan menanti sunrise, namun sayang kami kurang beruntung, karena awan tebal menutupi langkah matahari untuk muncul. Akhirnya kami memilih bermain main ditepi pantai, sembari menunggu sarapan.


Menunggu Sunrise di White Sand Island


Narsis di tenda teman yang di pasang di White Sand Island


Ayunan manja di White Sand Island
Ada Nasi dan Mie Goreng serta teh panas menemani kami bersantai cantik ditepi pantai ini, air yang surut pun perlahan mulai pasang, dan mulai menampakkan kembali keindahannya. Tak terasa bersantai dan bermain di area pantai, cuaca mulai panas, kami bergegas mandi, dan bersiap untuk pulang melanjutkan perjalanan berikutnya.

Sarapan pagi di White Sand Island

Santai pagi di White Sand Island
Enggan rasanya meninggalkan Pulau nan indah ini, namun kami harus tetap kembali dengan membawa kenangan tak terlupakan, dan berniat ingin kesini lagi

Foto bareng sebelum pulang di White Sand Island  Foto : Babang Asad 

Buat teman teman yang ingin menikmati keindahan di White Sand Island, kalian bisa menghubungi alamat dibawah ini, karena banyak hal yang bisa kita lakukan di Pulau nan cantik ini. Selamat mencoba dan ciptakan keseruan sesuai gayamu.

White Sand Island
Teluk Bakau Km 37
Bintan - Kepulauan Riau
Cp : Amrizal
Hp : 0822 7772 9988







Rabu, 03 Mei 2017

Kawasan Telaga Bidadari Muka Kuning Batam Mulai Tercemar Oleh Sampah Pengunjung

Minggu 30 April 2017 akhirnya niat saya ingin mengunjungi Telaga Bidadari yang berada di daerah hutan muka kuning akhirnya kesampaian juga, berkat ajakan teman blogger kak Rina dan Bang Ahmadi.

Telaga Bidadari saat musim hujan
Perjalanan menuju telaga bidadari di mulai dari kampung aceh muka kuning, Setelah memarkirkan kendaraan di rumah warga yang berada diujung jalan, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Inilah pertama kalinya saya memasuki hutan muka kuning ini, jalan setapak disini cukup bagus, jalannya sesekali menanjak dan sesekali menurun, sehingga saya tidak begitu merasakan kelelahan. 

Ada sekitar 4 danau kecil yang akan dilalui untuk diseberangi, namun jangan khawatir, ada kayu seadanya yang disediakan sebagai alat untuk menyebrang danau tersebut. Karena air cukup tinggi, maka dari danau pertama, celana dan baju kami sudah basah.


Foto MaySarah.
Bang Ahmadi sedang menyebrangi danau menuju telaga bidadari

1.5 jam perjalanan, kami pun sampai di telaga bidadari, riuh gemuruh air yang jatuh dari bebatuan memang sudah kedengaran 7 menit sebelum kami sampai. Waah betapa senangnya hati ini melihat curah air yang begitu deras, Saya tak berani menyebutnya air terjun, karena jarak air yang jatuh dari bebatuan ini paling sekitar 1 meter. Namun sebagai warga Batam, saya sudah cukup senang, ditengah kota begini, masih ada hutan yang menyimpan sebuah telaga yang begitu alami dan cukup cantik untuk dikunjungi.

Telaga Bidadari Muka Kuning
Saat ingin mencari tempat untuk beristirahat, alangkah kecewa nya mata kami, karena begitu banyak sampah yang berserakan disana. Alhasil bang Ahmadi dan kak Rina pun segera mengambil plastik yang kami bawa, dan memulai memungut sampah2 disana. 3 kantong plastik besar pun terkumpul, belum lagi yang sampah botol minuman.

Piknik yang berubah jadi Bersih Bersih Sampah

Kak Rina dan Bang Ahmadi Sedang Bakar Sampah
Membakar sampah diarea hutan ini, bukan solusi yang baik, namun setidaknya tumpukan sampah menjadi berkurang. Solusi terbaik adalah KESADARAN pengunjung untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa, kecuali sampah yang bisa menyatu dengan tanah.

Kami berusaha menikmati kenyamanan berada di area Telaga Bidadari, sembari berjalan kesana kemari memungut sampah, Namun semakin siang pengunjung semakin ramai, kami pun memilih lebih baik pulang, karena tak bisa juga bersantai nyaman. Cukuplah bagi saya sudah bisa berenang di telaga ini meski sesaat. Merasakan dinginnya air dan segarnya udara disini.

Pengunjung Telaga Bidadari

Cuma bisa Menikmati Air telaga disini
Karena tak ada fasilitas wc dan kamar mandi untuk berganti pakaian di telaga ini, maka saya pun pulang memakai baju basah. Dan ketika sampai di kampung aceh, mengambil motor dan membayar biaya Rp 5.000,  hujan deras pun menyambut kepulangan kami kerumah masing masing.

Terimakasih kak Rina dan bang Ahmadi, karena kalian saya berhasil mengunjungi telaga bidadari ini.



Kak Rina dan Bang Ahmadi yang menungguku di Kampung Aceh
Begitu menyenangkan jika sebuah kota memiliki wisata alam, Namun jika tidak diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan tersebut tetap bersih, rasanya tinggal menunggu waktu alam tersebut akan rusak oleh manusia. Berwisatalah yang bijak. Jangan hanya datang jika ingin mengotori alam yang sudah diberikan Tuhan secara gratis.