Tampilkan postingan dengan label ACEH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ACEH. Tampilkan semua postingan
Telpon dari teman yang berada di Jakarta membuatku sedikit kaget dan galau, gimana tidak ajakan trip dadakan  Sabang - Banda Aceh membuatku panas dingin, antara mau ikut atau gak. Jika tidak ikut aku pasti menyesal ucapku dalam hati , karena Sabang dan Banda Aceh merupakan Tempat Wisata  yang memang ingin aku kunjungi sejak terjadinya musibah besar Tsunami. 

Syukur nya teman ku itu memberikan itenary dan rincian share cost, sehingga setelah aku baca baca ternyata masih cukup dengan isi celengan recehku, akhirnya deal, aku ikut dengan jalan jalan dadakan ini untuk menikmati salah satu Wisata Indonesia yang memiliki keindahan alam yang luar biasa.


Keindahan Laut Sabang Aceh
Pantai Iboih



Bersyukur dijaman sekarang ini , membeli tiket pesawat itu gak perlu pergi ke konter, atau ke travel karena dengan menggunakan aplikasi PegiPegi yang sudah aku download di handphone, aku langsung  bisa membeli tiketnya dengan mudah dan cepat, karena sistem pembayaran nya pun bisa menggunakan kartu kredit.




Langsung  deh aku browsing tiket Batam - Aceh,  kemudian pilih maskapai dan jam keberangkatan, trus isi data diri sesuai kartu tanda penduduk , dan pilih cara pembayaran , tak lupa aku memasukkan kode discount dikolom pembayaran agar aku bisa mendapatkan potongan harga. Setelah itu bayar, dan selang beberapa menit, e tiket kuterima melalui email... Duuh senang banget, awal desember ini aku mulai  menikmati liburan dari kota yang memang aku impikan sejak lama.





Ketika hari yang ditunggu tunggu tiba, aku pun sampai bandara udara Aceh, dan mepo bersama teman2 yang lain juga disini. Setelah berkumpul semua, kamipun langsung menjalankan itenary yang pertama, yakni ke pantai lampuuk, dengan ditemani oleh pak supir dimana saat kami merental mobil lengkap dengan supirnya juga :) 


Pantai  Lampuuk

Lokasi Pantai lampuuk berada diwilayah barat Aceh, sekitar 15 Kilometer dari kota Banda Aceh, karena belum ada transportasi umum yang lewat sampai pantai lampuuk, makanya kami merental mobil berikut supirnya. Pantai lampuuk memiliki garis pantai yang cukup panjang yakni sekitar 5 meter, dengan ombak yang cukup tinggi membuat kami dan para pengunjung tetap berhati hati saat menikmati keindahan lautnya. Namun keindahan pasir putih nan lembut, dan warna air laut yang hijau dan biru membuat kami benar benar merasa betah berada disini. Untuk kuliner, sudah tersedia di sekitaran Pantai Lampuuk dan rasanya pun enak enak. 


Pengunjung menikmati Pantai Lampuuk


Enggan pulang menikmati sunset


Meski enggan meninggalkan Pantai Lampuuk yang indah ini, kami harus melanjutkan itenary selanjutnya, 


Gampong Nusa

Karena malam ini kami akan menginap dirumah warga, sekalian kami mau melihat anak anak dari Gampong Nusa berlatih tarian Rapai Geleng.  Gampong Nusa sudah terkenal di malaysia dan singapura juga, terbukti saat kami tiba di sana, kami juga berkenalan dengan wisatawan dari negara tersebut.  Asiknya menginap di Gampong Nusa, para wisatawan akan mendapatkan hidangan makan malam dengan lauk pauk khas Aceh.


Makan bersama wisatawan dari Malaysia 



Ikut Berlatih bermain musik Rapai Geleng

Rapa'i geleng ini tidak hanya dimainkan oleh anak anak saja, namun orang dewasa pun juga memainkannya, bahkan mereka sudah pernah diundang ke Jepang loh. waaah ikut bangga ya tarian khas Indonesia sudah dikenal diluar sana.


Setelah puas menyaksikan mereka berlatih, kami pun pulang kerumah untuk beristirahat. Keesokan paginya, setelah kami diberi sarapan nasi goreng, kami diajak kepuncak. dimana puncak ini tempat para warga Gampong Nusa menyelamatkan diri dari terjangan Tsunami :( 


Bersama Penduduk Gampong Nusa, menyaksikan Sunrise 


Matahari mulai naik, kami pun bergegas turun kebawah karena pagi ini kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Sabang. Setelah mandi dan berberes beres, tak lama kembali pak supir menjemput kami untuk mengantarkan kami ke pelabuhan Ulee- Lheue  ,namun kami ketinggalan kapal cepat yang jam 9.30 jadinya kami naik Kapal KMP BRR yang perjalanannya hampir 2 jam, ( dari jam 10.30 - 13.00 ) dan kami memilih duduk di VIP room dengan biaya sebesar Rp 58.000, ruangannya adem juga  karena ada AC, sehingga kami bisa mengistirahatkan badan dengan nyaman, yang ekonomi sekitar Rp 30.000 sudah termasuk pajak.


Jadwal Kapal BRR senin, selasa, kamis, dan jum'at  jam 14.00

Jadwal Kapal BRR rabu, sabtu dan minggu Jam 10.30 dan 16.30

Setelah sampai dipelabuhan Balohan Sabang, kami naik Taxi lagi menuju Iboih dengan biaya Rp 50.000 per orang , setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit , kami sampai di Iboih.


Snorkling di Pulau Rubiah


Tepat di depan Pantai Iboih ialah Pulau Rubiah,  Pulau yang dari kejauhan sudah nampak penuh dengan  ramainya orang yang melakukan snorkeling, maklum saja kami sampai saat itu hari minggu,  Namun tak mengurungkan niat teman2ku untuk mengambang dan menyelam..dan aku pun juga tak sabar melihat ikan2 yang katanya banyak disana, Cukup nyebrang 10 menit dari Pantai Iboih, kami sudah sampai Di Pulau Rubiah, dan setelah membeli umpan ikan berupa indomie rebus 1 bungkus Rp 5.000 kami pun mulai beraksi..

Waaahh baru saja menyelam, teman2 sudah bersorak...disini ikannya banyaaaakkk...ayo ayo kesini..dan mulailah kami menikmati snorkeling , Dan waaahh gemes deh liat ikan2nya banyaakkk rasanya pengen kutangkap..heheheh .. Namun setelah aku disengat Bayi ubur2..aku lebih memilih mengapung dipelampung cantikku yang kubawa dari Batam, dan teman2 tetap memilih menyelam. 2 jam tak terasa, tangan sudah berkerut karna kedinginan di air, membuat kami memutuskan untuk berhenti, Berat hati rasanya namun apa daya harus keluar dari air.


Motret Ikan dari Atas Pelampung saja

Teman Ku Mbak Sri sedang memberi makan ikan di Pulau Rubiah


Yang saya salut dari Pulau Rubiah ini ya, dimana begitu banyak pengunjung namun pantai nya tetap bersih, dan mereka taat dengan peraturan, untuk tidak mengambil karang, membuang sampah dsb, Patut dicontoh deh ketaatan pengunjung di Pulau Rubiah, oh ya, masuk kerubiah gratis ya, hanya saja biaya untuk nyebrang dari pantai Iboih ke rubiah kami dikenakan biaya Rp 150.000 pp/ per kapal muatan 8 orang. dan Sewa Life Jacket , Fin dan Kacamata sekitar Rp 40.000an.


Freddies Santai Sumurtiga

Setelah snorkling akhirnya, kami kembali di jemput oleh supir menuju Resort Santai Sumur Tiga, yang telah kami pesan dari pegipegi juga. Proses pemesanan juga mudah loh ya, sama seperti kita pesana pesawat  dan kereta, yakni, pilih hotel sesuai nama daerahnya, pilih tanggalnya, masukkan data diri, kemudian lakukan pembayaran deh, selang beberapa menit, konfirmasi pembelian Hotel akan kita terima melalui email.



Pertama masuk ke sumur tiga, agak ragu ragu juga dengan hotelnya karena masuk dalam gang kecil gitu, namun setelah sampai di hotelnya, Ya ampun,,,aku takjub banget dengan indahnya pantai sumur tiga, asli gak sabaran buat main disana deh. lautnya keceeeeeee 


View dari Depan Hotel

Cafe Sumur Tiga

Kamar di Freddies Santai Sumurtiga


Setelah proses check in selesai, kamipun masuk kekamar dan meletakkan barang barang, karena aku agak pusing, jadi kedua temanku saja yang langsung nyemplung lagi dipantai, sementara aku memilih istirahat, dan sore hari baru aku turun ke pantai, itupun langit tiba tiba mendung, namun aku tetap bisa menikmatinya hingga menjelang maghrib.  Setelah puas dan langit pun gelap, akhirnya kami kembali ke Hotel untuk beristirahat.


Ombak yang mulai tinggi, dan awan yang mulai gelap

Dalam setiap perjalananku sekarang, aku selalu memanfaatkan applikasi dari Pegipegi , Alasannya pegipegi itu sudah terhubung langsung dengan lebih dari 7.000 pilihan hotel, 20.000 rute penerbangan, serta lebih dari 1.600 rute kereta api dan Kereta Api Bandara ( Railink ).  Selain itu pilihan pembayaran yang mudah bisa dilakukan dengan cara transfer bank maupun kartu kredit. So tak perlu banyak alasan deh mau berwisata ke seluruh Indonesia, karena ada  pegipegi. Customer servicenya 24 jam loh, siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk kita semua. :) 
















Read More
Rasanya kita semua pernah mendengar nama CUT NYAK DHIEN, seorang pejuang wanita yang dilahirkan di Aceh pada tahun 1848, Pejuang yang sangat gigih meneruskan perjuangan sang suami Teuku Umar melawan penjajah Belanda. 

Saat berlibur ke Aceh, saya tak menyia nyiakan ajakan sang tour Guide untuk membawa kami kerumah Cut Nyak Dhien. karena selama ini saya tau Cut Nyak Dhien ini dari buku sejarah saja.
Rumah beliau berada di Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Rumah Panggung yang terbuat dari kayu ini bukanlah rumah asli beliau, karna rumah aslinya sudah dihancurkan oleh belanda, Namun Rumah ini hanya replika nya saja, dibangun oleh Depdikbud dan di resmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Fuad Hasan pada tahun 1987.

Saat kami tiba dan masuk kedalam rumah Cut Nyak Dhien, suasana sejuk pun terasa, maklum saja rumah ini semua berbahan kayu, dan perabotan yang ada pun semua terbuat dari kayu juga, Rumah ini cukup besar dan pastinya bersih, Suasana di sekitar halaman rumah pun hijau dan asri. Sekitar 20 menit kami berkeliling didalam rumah, sambil mendengarkan cerita dari penjaga rumah tersebut.. 

Duhai penerus bangsa, ketika kamu berada dalam rumah ini, rasakan lah bagaimana perjuangan seorang wanita yang begitu gigihnya melawan penjajah, agar bangsa indonesia tidak diperlakukan semena mena oleh negara Lain. Dari dalam hati saya berucap syukur, telah memiliki Pahlawan wanita seperti Beliau. 




Teuku Umar & Cut Nyak Dhien



Lantai nya bersih banget




















Read More
Saat memilih berlibur ke Banda Aceh, pastikan kita mengatur itennary perjalanan ketempat wisata yang akan kita kunjungi, karena Aceh ternyata memiliki banyak tempat wisata yang untuk bersantai, sayang kan jika ke Aceh hanya menghabiskan waktu di satu tempat saja ?

Tour 1 hari ini, kami gunakan untuk berkeliling kota Banda Aceh, Selain berkunjung dari Masjid Ke Masjid dan mendatangai Museum Tsunami Aceh, kami juga mendatangi sebuah taman yang menurutku sangat nyaman untuk tempat bersantai, bermain, bahkan untuk foto2. Taman ini bernama Taman Putroe Phang, Taman yang diresmikan kembali maret 2009 ini terbilang bersih, karena masyarakat yang berkunjung kesini taat dengan peraturan untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saat bersantai disini, mata pun sangat nyaman memandang taman ini.. eeitt.. bukan hanya tempat bersantai saja loh , ternyata ada sejarah nya juga taman ini dibuat dahulunya.

Secara garis bersarnya saja ya, Taman Putroe Phang ( Taman Putri Pahang ) adalah taman yang dibuat oleh Sultan Iskandar Muda semasa kepemimpinannya ( 1607-1636 ) untuk sang Permaisuri tercintanya yang berasal dari Kerajaan Pahang Malaysia. Dibangun Taman ini bertujuan agar Sang Permaisuri tidak merasa kesepian jika ditinggal Sultan menjalankan Tugas. Wah wah sebegitu besarnya cinta sang Sultan ya kepada Permaisurinya.. :) :)

Tak jauh dari taman nampak sebuah bangunan kecil ditengah2 kolam, Bangunan ini seperti kubah dan disebut Pintoe Khop. Nah Pintoe Khop ini merupakan pintu gerbang yang menghubungkan taman dengan istana dahulunya.

Baca juga  wisata museum tsunami 



Pintoe Khop






Tempat mandi Sang Permaisuri

Selain itu di Area taman ini juga terdapat 2 jembatan gantung, untuk menyebrangi kolam ini, Jembatan ini nampak cantik dan kokoh, sehingga saat kami melewati berlima goyangan nya pun tidak begitu terasa. Ada juga disediakan tempat duduk lengkap dengan payungnya yang biasa dipakai oleh anak anak remaja bersantai, kemudian fasilitas palyground-Nya yang lumayan bikin anak anak kecil betah bermain.

Baca juga

Rumah Cut Nyak Dhien - Aceh


Jembatan Gantung yang kokoh


Suasana Kolam yang tenang dan bersih


tempat Bersantai

Play ground untuk anak anak



Gerbang yang atap dicat pink..jadinya cerah eeii
Setelah puas berkeliling ditaman Putroe Phang, kami dibawa ke Taman sari Gunongan yang lokasinya tak jauh dari sini. Suasana disini pun sepi, tenang dan bersih, Saat ini hanya kami ber lima disini, Alhasil kami sangat puas berkeliling disini. Gunongan ini cantik sekali, bentuknya seperti bunga bersegi segi dan atasnya berbentuk mahkota, Sebelum sampai kepuncak gunongan ini, kami harus melalui pintu besi dan lorong2...aaah kukira disini tempat yang cocok untuk bermain petak umpat, ternyata ini tempat sang Permaisuri bercengkrama dengan dayang2 nya, tempat berganti pakaian dan mengeringkan rambut seusai berenang di kolam pemandian..

Saya tidak sedang dijeruji besi..namun di Gunongan sang Permaisuri

Gunungan yang cantik dan Kokoh



Makam Sultan Iskandar Thani  (Menantunya Sultan Iskandar Muda )
Bangunan ini bukti dan nyata , bahwa begitu besar rasa cinta sang Raja kepada Permaisurinya..Patut berbangga Hati melihat bukti sejarah ini masih tetap terawat sampai saat ini. Yuk ah ikut menjaga keberadaan Sejarah ini, ketika berkunjung kesini ceritakanlah kembali kepada Dunia semampumu..








Read More


Bangunan tampak dari Luarnya

12 Tahun silam, aku teringat Musibah besar yang melululantakkan daerah Aceh dengan ganasnya, Ntah berapa banyak nyawa dan bangunan yang hancur tak tersisa..dan berjuta kesedihan dari jutaan manusia yang kehilangan sanak saudara.. Ya Gelombang Tsunami yang maha dahsyat ini telah menjadi mimpi yang sangat menakutkan bagi semua orang jika mengingatnya.

Ketika Terjadinya Musibah maha dahsyat ini, Sesuatu yang dahsyat juga terjadi diluar nalar manusia, Dimana ketika Daerah ini mengalami kehancuran yang luar biasa bahkan rata dengan tanah, Namun Bangunan ini satu satunya yang tetap berdiri Tegap. SUBHANALLAH..hanya itu ucapan yang selalu terlontar dari mulut Siapapun yang melihatnya.

Bangunan ini adalah Sebuah Masjid yang bernama RAHMATULLAH, masjid yang berkubah Hitam yang diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Istimewa Aceh, Bapak Prof. DR.H. Syamsuddin Mahmud pada hari jum'at tgl 12 September 1997, ini selamat dari Ganasnya Gelombang Tsunami, Padahal posisi Masjid ini tak jauh dari pantai. Namun itulah kuasa Allah, percaya atau tidak inilah buktinya.. Ia tetap Bediri Kokoh.

Masjid yang Selamat dari Tsunami
Ketika Aku berada didepan Masjid ini, rasa haru, merinding dan kagum pun terasa dihatiku, bagaimana tidak? kubah masjid yang kuingat saat tsunami terjadi adalah Kubah masjid yang sama kulihat sekarang ini...Tak buang buang waktu, aku pun segera mengambil wudhu dan masuk untuk menunaikan sholat ashar.. setelah sholat, .ku amati setiap ruangan disini, Masih ada bekas retak retak dan tiang yang patah akibat terjangan tsunami yang sengaja dibiarkan untuk mengingat kejadian tersebut.. Subhanallah..Subhanallah..Subhanallah.. Aku percaya Kuasa Mu ya Allah..Masjid ini saksi betapa kuasa mu mengalahkan segalanya.. Kuasamu yang sanggup menghancurkan atau mempertahankan sesuatu yang Engkau Kehendaki..


Kondisi Masjid saat ini




Belakang Masjid Yang Retak 





 Maha Besar Engkau Ya Allah..Aku hanya bisa terdiam melihat saksi Masjid ini yang masih berdiri sampai tulisan ini kubuat.















Read More



Tampak Dari Depan

Rancangan  Bapak Ridwan Kamil

Liburan Ke Aceh takkan lengkap jika tidak mengunjungi bangunan yang berdiri kokok ditengah Kota. MUSEUM TSUNAMI ACEH  Sebuah bangunan yang diprakarsai oleh Bapak Muhammad Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil ini diresmikan pada bulan februari 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono. Dan bangunan ini akhirnya menjadi primadona untuk meningkatkan pariwisata di Aceh, sekaligus mengenang Musibah yang terjadi  pada tanggal 24 Desember 2004 

Desain Museum Tsunami ini sungguh indah dan luar biasa, dari luar saja saya sudah menggumam sendiri, betapa hebat nya Kang Emil ini ya.

Saat pertama kami masuk dalam ruangan, tiba2 kami harus melewati tempat yang gelap, dan ditemani suara deruh ombak,seakan akan  saya saat itu berada dikegelapan laut, sesekali percikan air yang jatuh dari atas  membasahi sedikit pakaian saya. Setelah melewati lorong ini, kami melihat ruangan yang penuh dengan batu2 seperti nisan.. ( mulai merinding saya, karena ruangan ini cukup hening dan sangat tenang ) heeheh maaf, ternyata saya salah, Batu batu ini ternyata sebuah layar dimana kita bisa menyaksikan peristiwa terjadinya tsunami.. terdiam sejenak menyaksikan  peristiwa saat itu, dan tanpa terasa menetes air mata saat saya menonton peristiwa itu.

Jalan yang Menurun Gelap serta Ditemani gemuruh Air


Batu2 kukira Nisan ternyata sebuah Layar Tv... ( Malunyeee )
Tak Mau Larut dengan kesedihan, kami beranjak ke ruangan lain, kami berhenti di ruangan Sumur Doa, Ruangan ini hanya menggunakan cahaya dari atas corong yang berlafas ALLAH dan dari pintu masuk saja ,namun lantunan ayat suci alqur'an didalamnya lagi2 membuatku merinding dan pilu, apalagi ruangan yang berbentuk corong ini didindingnya ditempel nama nama korban tsunami.  dan diujung corong ini terdapat tulisan ALLAH, diartikan sebagai tanda bahwa kita semua akan kembali kepada Nya kelak, Ya Allah lagi2 aku takjub dengan interior bangunan ini sekaligus aku sedih..begitu banyak nama2 korban yang tertera disana.


Ujungngya sebuah Corong Berlafaz ALLAH

Nama2 korban Tsunami yang ditempel di dinding 

Lanjut kami memasuki ruangan yang penuh foto2 peristiwa Tsunami, lagi2 melihat foto2 ini keluar lagi air mataku...Aaahh hati ku benar2 dibuat terharu selama didalam ruangan ini, apalagi Museum ini juga menyediakan Ruangan seperti Bioskop kecil, dimana kita bisa menonton langsung peristiwa Tsunami seperti dilayar lebar..Suara pilu dan isak tangis korban, membuatku tak tahan untuk menahan air mata , Alhasil setelah film selesai diputar,,mataku pun memerah..


Galery Museum yang Penuh Foto2 menyayat Hati


Foto Kapal2 yang diterjan Tsunami


Hati Ibu Mana yang kuat melihat Foto diatas ????

Kami mulai keluar dari ruangan yang penuh kepiluan ini,dan menjelajahi satu persatu bagian2 bangunan yang dirancang super bagus ini.. diluar museum ini terdapat sebuah kolam, dimana kolam ini dikelilingi oleh batu2 yang bertuliskan nama nama negara yang membantu dalam peristiwa Tsunami, serta diatas langit2 bangunan ini juga terdapat bendera nama nama negara yang bertuliskan damai,




Bendera2 diatas dari Berbagai Negara dan bertuliskan DAMAI

Masyarakat Aceh patut berbahagia, karena adanya Museum Tsunami ini , Kota Aceh menjadi ramai didatangi oleh pengunjung baik dari dalam daerah maupun dari manca negara, dan pastinya Semua yang datang kesini kagum dengan Bangunan dan isi dari  Museum ini.

Oh iya, masuk ke Museum Tsunami ini tidak dipungut biaya, artinya gratis, jadi sangat disayangkan jika sudah ke Aceh namun tidak mampir kesini untuk mengenang peristiwa bersejarah, Jam buka museum Tsunami Aceh  Setiap Hari jam 9.00wib -16.15 wib , Jum'at Tutup dari jam 12.00- 14.00wib dan Hari Libur Nasional Tutup.

Mari berkunjung ke Museum Tsunami Aceh :) 

































Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda