Jumat, 15 Desember 2017

Perjalanan Penuh Inspirasi Bersama Beat Menjelajahi Pulau Bintan

Cuaca pagi ini masih meninggalkan rasa kantuk yang mendalam, karena semalaman saya tidak bisa terlelap tidur saking memikirkan perjalanan pertama saya yang akan saya tempuh dengan menggunakan sepeda motor.

Ini kali pertama saya akan melakukan perjalanan cukup jauh dan hanya ditemani dengan jagoan yang memang selalu setia menemani dikala hujan dan panas.

Berpetualang Bersama Honda Beat

Tujuan saya kali ini adalah Batam - Tanjung pinang, dimana perjalanan bisa saya tempuh sekitar  satu jam dari rumah menuju pelabuhan punggur,  kemudian dilanjutkan menyebrang menggunakan kapal Roro satu jam dari pelabuhan punggur menuju pelabuhan tanjung uban, setelah itu melanjutkan perjalanan darat lagi sekitar satu jam tiga puluh  menit menuju kota Tanjungpinang.

Pukul 9.30 Kapal Roro sudah bersandar cantik di pelabuhan tanjung uban, itu artinya saya siap memulai perjalanan panjang saya ke tanjungpinang.  Saya melewati jalan lintas barat karena jalannya bagus dan  selain itu,  melewati jalan lintas barat saya juga bisa menemukan wisata wisata yang indah.

Tempat Yang Saya Singgahi Selama Perjalanan dari Bintan Menuju Tanjungpinang

1. Pasir Bukit Desa Busong

Pasir yang membentuk gundukan ini tidak tercipta dengan sendirinya, namun dulunya bekas tempat penambangan pasir yang sangat produktif. Pasir hasil tambangan ini selain untuk kebutuhan dalam kota, juga dieskspor ke luar negeri. Namun ketika dirasa hampir membahayakan alam sekitarnya, aktifitas penambangan ini dihentikan oleh pemerintah setempat. Namun sisa sisa pasir yang membentuk gundukan akhirnya menjadi daya tarik oleh masyarakat dan menjadikan kawasan ini menjadi spot wisata.

Pasir Bukit 

2. Pemancingan Poyotomo

Pemancingan Poyotomo ini berada di kawasan gunung bintan, dibuka untuk umum bagi pengunjung yang senang memancing, atau sekedar datang menikmati keindahan gunung bintan. Untuk menikmati keindahan taman di pemancingan poyotomo ini pengunjung dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 10.000

Taman Poyotomo Bintan

3. Vihara Patung Seribu,

Lokasi vihara patung seribu sudah masuk dalam kota tanjung pinang, hanya saja masih harus belasan kilometer lagi jika ingin sampai kekota tanjungpinang nya. Saya menyempatkan diri mengunjungi vihara patung seribu ini, karena desain viharanya sangat indah, pengunjung seolah olah berada di negara tiongkok. Deretan patung yang ditata rapi menambah kemewahan dari vihara ini. Masuk kekawasan wisata vihara ini kita cukup membayar tiket sebesar Rp 5.000/ orang.

Vihara Patung Seribu


Patung Seribu

4. Menikmati Kuliner Durian

Ketika sampai dikota tanjungpinang, rasanya mata diberikan pemandangan oleh wisata kuliner yang berjejer disepanjang jalan. Tinggal kita saja yang memilih mau menikmati kuliner apa untuk memperlengkap perjalanan. Kali ini saya tergoda untuk mencicipi durian yang aromanya seolah olah mengajak saya untuk berhenti dan menikmatinya. Dan akhirnya saya pun melahap beberapa buah durian sampai saya merasa kenyang.


Menikmati Kuliner Durian

Menikmati Durian

Nah, hari ini saya sudah menempuh ratusan kilometer perjalanan panjang bersama jagoan Beat saya. Cuacana yang panas membuat kami berdua pasti lelah dan sangat gerah. Dan kini waktunya saya dan jagoan beristirahat sejenak. karena esok hari kami berdua harus menempuh perjalanan yang sama lagi untuk menikmati keindahan alam pulau Bintan.

Hari kedua :

Setelah saya sarapan pagi saya pun memandikan Beat, agar ia tetap terlihat cantik meski hari ini ia harus menemani saya melakukan perjalanan panjang kembali. Kali ini perjalanan kami hanya mengunjugi sebuah pantai yang ada di ujung pulau bintan, yakni pantai trikora.

Pantai Trikora berjarak sekitar  45 menit dari kota Tanjungpinang, Area pantai trikora ini sangat luas, memiliki warna air yang sangat memukau mata, dan deretan pohon kelapa membuat jalanan disepanjang pantai trikora nampak semakin asri.

Area Pantai Trikora
Setelah merasa cukup puas menikmati indahnya pantai trikora, saya pun melanjutkan perjalanan kembali ke Batam, Perjalanan ini saya tempuh sekitar dua jam lebih sampai di pelabuhan tanjung uban. Dan beruntungnya saat saya sampai di pelabuhan kapal RoRo memang akan berangkat, sehingga saya tidak perlu menunggu lagi.

Ketika tiba di Batam waktu masih menunjukkan pukul dua siang,  saya pun langsung menuju bengkel honda karena memang waktunya si Beat di service dan diganti olinya. Memang sih tidak ada kendala pada motor saya, meski saya sudah menempuh perjalanan yang amat jauh.  namun si Beat tetap berhak mendapatkan perawatan, agar ia tetap tangguh menemani saya kemanapun saya pergi.

Nonton sembari menunggu si Beat di service

Si Beat baru  dua Tahun menemani perjalanan saya, dan selama itu pula saya merawatnya agar tetap tangguh. Karena bagi saya Beat adalah bagian dari hidup saya. Bersamanya saya tidak pernah takut untuk mejelajahi keindahan alam.

Beat yang setia menemani perjalanan saya











15 komentar:

  1. Kalau gue motor tu udah ibarat kaya pacar, yg nemenin gue kemana mana hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa bisa motor lebih disayang kebanding pacar ya mas..ahahhaha

      Hapus
  2. Motor aku juga Beat Mak.. perwatan mudah, gak rewel dan irit ongkos bensin.. aku suka warna biru tapi.. untung pilih Honda Beat ya Mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup,,kesayangan keluarga si Honda ini...hahha

      Hapus
  3. ohh motornya Beat ya mbak, baru tau, kirain Mio hehe..patung seribu bagus bgt sih, aku belum sempat jg kesana :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah bisa tuh direncanakan bersepeda uban pinang kak, biar sampai ke patung seribu nya :)

      Hapus
  4. wah nggak bisa naik motor. sumpah takut. Keren itu bukit pasir ya. Jaga kesehatan sar kalau hobi jalan2 dengan motor

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kak..akan saya jaga tubuh saya :)

      Hapus
  5. Foto Poyotomonya cantik banget. Secantik aslinya.

    BalasHapus
  6. memang warbiyasa.
    ibu agak muda ini stamina dan semangatnya ngalahin anak usia 20an.
    hihihihi.
    keren kak !

    BalasHapus
  7. Wah petualang banget, jalan-jalan bawa motor. Luar biasa :)

    BalasHapus