Selasa, 04 April 2017

Mengenal Lebih Dekat Padepokan Sasono Punggowo di Nongsa Batam



Bersama Ki Lurah Bapak Soeryo Respationo

Hari minggu 02 April merupakan kesempatan pertamaku bisa bergabung dengan teman teman dari blogger dan fhotographer Batam, dimana aku bisa ikut berziarah ke makam  Almarhumah Ibu Hajjah Rakaveny. Beliau adalah istri dari mantan wakil gubernur Kepulauan Riau Bapak HM Soerya Respationo. Makam Almarhumah Ibu Rakaveny ini berada di dalam kawasan Padepokan Sasono Punggowo seberang pemakaman umum ( TPU ) Sambau Kampung Sei Tering Nongsa.

Sebelum kami melakukan ziarah dan berkeliling area padepokan, Kami berkumpul dulu di pendopo sembari mendengarkan cerita mengenai karir Pak Soerya dan Almarhumah Ibu Rakaveny, serta tujuan dibuatnya padepokan yang luasnya hampir 5 hektare ini.

Profile Sosok Bapak HM Soerya Respationo, SH,MH / Ki Lurah Punggowo :

Bapak Soerya Respationo Lahir di Semarang pada tanggal 12 September 1959, Beliau menempuh sekolah dasar di kebumen dan lulus pada tahun 1971, kemudian melanjutkan ke sekolah menengah pertama negeri 5 di yogyakarta dan lulus pada tahun 1974, Setelah itu melanjutkan sekolah menengah atas kolase De Brito sampai tahun 1979.

Karir Pak Soerya di Batam di mulai pada tahun 2004-2006 , kala itu Beliau menjabat sebagai wakil DPRD Batam, namun pada tahun 2006-2009 ia pun menjabat sebagai ketua DPRD Batam. Nah di Tahun 2009-2010 Beliau lagi lagi menjadi ketua DPRD Kepri, sampailah akhirnya dari tahun 2010-2015 terpilih  menjadi Wakil Gubernur Kepri.

Karir yang masih di jalani oleh beliau hingga saat ini ialah menjadi seorang Advokat, Dosen Uniba pasca sarjana magister hukum Uniba , ketua DPD PDIP Kepri, Ketua organisasi Taekwondo, Ketua alumni UGM, Sebagai Ki Lurah di Sasono Punggowo, dan saat ini membuka firma hukum respati dan rekan ( RR Law Firm )


Profile Sosok Ibu Dra Hj Rakaveny / Nyi Lurah Punggowo :

Almarhumah Ibu Hj Rakaveny lahir di Jakarta 07 Juli 1964, Beliau adalah sosok yang gemar berorganisasi. Adapun beberapa organisasi yang beliau ikuti diantaranya :

1. Menjabat sebagai Ketua umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial ( LKKS ) Kepri
2. Sebagai penasehat Cancer Information Support Centre  ( CISC ) kota Batam
3. Sebagai penasehat  LSM Jogoboyo
4. Sebagai wakil ketua DPC PDI Perjuangan kota Batam
5. Sebagai ketua PAC PDI Perjuangan kecamatan Batam kota
Dan masih banyak organisasi yang beliau ikuti semasa hidupnya. sampai wafat pun, Beliau masih menjabat sebagai ketua alumni UI , dan  anggota DPRD kota Batam periode 2015-2019. atas jasanya semasa hidup dalam berorganisasi di bidang sosial dan kemasyarakatan, Beliau pun  mendapatkan penghargaan satya lencana dari Presiden RI pada tahun 2014.

Setelah mendengar sedikit cerita mengenai karir Ki Lurah dan Nyi lurah, kami pun diajak berkeliling kekawasan punggowo ini. Ada pun beberapa tempat  yang bisa kita kunjungi :

1. Makam Almarhumah Ibu Rakaveny

Konon lokasi makam almarhuma ini dulunya kebun jengkol, Namun beliau berpesan jika wafat, beliau ingin dimakamkan diarea ini, Alhasil ada 4 buah pohon jengkol di pindahkan didekat area makam. Sang Suami tidak ingin membuang pohon jengkol tersebut, mengingat Almarhumah sangat menggemari jengkol ini.  ( Saya juga penggemar jengkol pak, kalo panen undang saya ya  :) )

Jalan masuk Kemakam

Makan Ibu Rakaveny

Foto bersama team Blogger

2. Mini Zoo

Ada banyak jenis ayam disini, burung kakak tua, kasuari, lover bird, jalak, perkutut, monyet,  kucing hutan,kalkun, bahkan rencananya akan menambah rusa juga loh kedepannya. Waahh anak anak makin suka pastinya berada disini.

Burung
Ayam berjambul

Kucing Hutan

Berinteraksi bersama monyet

3. Kebun Hydroponik

Masuk kearea tanaman ini akan membuat kita jadi gemes liat sayur sayuran yang beraneka ragam ini, ada sawi keriting, sawi pahit, kangkung, sawi merah, cabe, dan banyak lagi deh, selain itu pohon rambutan, pohon durian, bahka pohon jengkol kesukaan dari almarhuma pun tetap ditanam disana.

Tanaman Sawi

Tanaman Sawi

Tanaman Pohon Buah

4. Danau Untuk Bersantai

Didanau ini terdapat banyak ikan ikan, sehingga sudah pasti dilarang mandi disini ya teman apalagi pipis, untuk mandi dan buang air, sudah tersedia toilet yang bersih.

Danau yang ada di Punggowo, bisa untuk bersantai, Camping dan Hammockan di tepian Danau ini
Danau yang ada di Punggowo, bisa untuk bersantai, Camping dan Hammockan di tepian Danau ini
Untuk sekarang, lokasi punggowo  masih tahap penambahan bangunan, namun bagi masyarakat dari Batam maupun luar, sudah di perbolehkan untuk mengunjungi padepokan ini tanpa dipungut biaya.

Saat berada disini, suasana sejuk benar benar terasa, sehingga sedikitpun tak ada kesan seram atau angker, malahan merasa berada di rumah sendiri. 

Untuk anak anak, sangat cocok diajak berwisata disini, selain memperkenalkan anak pada sosok keluarga Ki Lurah, anak anak juga bisa diperkenalkan dengan wisata edukasi seperti mengenal nama nama hewan, nama nama sayur, bunga, buah dan pohon.

Jangan ragu untuk mengunjungi padepokan sasono punggowo ya teman teman, Ki Lurah sangat welcome dengan pengunjung. Beliau hanya berpesan, Anggaplah ini rumah kalian, jagalah kebersihan, seperti kalian menjaga rumah kalian sendiri, dan jagalah apa yang ada disana, cukup kalian nikmati, tanpa harus mengambil apalagi merusaknya, karena Ki Lurah akan memberikan sanksi bagi mereka yang merusak tanaman disana.

Motor Ki Romo




Ki Lurah... kapan ajak kami naik mobil ini...hehehhe 



Tuk teman teman yang lain.. Camping disini yuukkk...



12 komentar:

  1. wah keren kak, temparnya asik suasana pedesaan dan asri gitu, pengalaman baru jua nih bisa mengenal lebih dekat sang Wakil Gubernur kita terdahulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. santai2 aje dekat pendopo dek..gantungan hammock bisa loh

      Hapus
  2. Tempatnya asri banget ya kak, kayak berada di rumah sendiri. Ada mini zoo sama tanamannya itu beraneka ragam ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya eka..datang kesana, gak ada kesan seramnya..yg ada nyaman

      Hapus
  3. Balasan
    1. Lebih keren motor ki lurah...asli pengen bawa keliling disana..hahha

      Hapus
  4. Jom kemping sama krucils! Sedap nih tampaknya..
    Sejuk hijau..

    BalasHapus
  5. spesies ayamnya emang unik ya..

    ntuk padepokan ini punya udara yang adem ya.. enak buat nulis blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayamnya dari luar negeri itu ko....
      ketenangan suasana disini memang cocok utk menulis, beristirahat, bahkan untuk merenung diri :)

      Hapus
  6. ternyata batam juga ada pedesaan yang kece nih , bener bener adat jawanya kental bangett yah mbak..

    BalasHapus