Sabtu, 27 Agustus 2016

Pengalaman Pertama Mendaki Gunung /Bukit Kaba - Curup Bengkulu


Nikmat Tuhan Yang Mana yang ku dustai, jika bisa menikmati keindahan ini ??

Jam 10.00 aku dan mbak Tuti sudah menunggu disimpang tiga gunung / bukit kaba di kabupaten rejang lebong,  kami berjanji untuk pergi mendaki gunung  kaba ini bersama Arini dan Atini ( teman yang kukenal lewat facebook ). Aku dan mbak Tuti membutuhkan mereka selain untuk meramaikan pendakian biar makin seru, mereka juga sudah hafal dengan kondisi jalan di area gunung kaba. Tak lupa mbak tuti membeli 2 buah mantel plastik, untuk berjaga jaga selama mendaki, maklum saja namanya daerah pegunungan cuaca tidak bisa ditebak.

Dari simpang 3 gunung kaba, kami menelusuri jalan pedesaaan kurang lebih 20 menit menuju posko gunung kaba.  Di posko ini kami memarkirkan motor, 1 motor Rp 10.000 sehari,  di posko ini juga kita wajib mengisi buku tamu, menyertakan nomor handphone. Selain itu di posko ini menyediakan jasa ojek untuk menaiki bukit sampai di tangga 1000 , dengan biaya sekali jalan Rp 60.000 atau kalo mau pp Rp 100.000, dan untuk penyewaan tenda sebesar Rp 80.000 berkapasitas 4 orang.

Karna semangat masih menggebu gebu, makan pilihan kali ini kami berjalan kaki saja, apalagi jalanan disini sudah ter aspal dengan baik. Berjalan kaki sekitar 1.5km kami baru bertemu Gerbang posko pertama. Masih semangat ?? tentu donk.. kami memulai perjalanan yang mulai mengecil, aspalnya mulai rusak dan kiri kanan sudah hutan.  1 jam perjalanan, mulai deh ngos ngosan..sempat berhenti dan duduk di jalan..aah capek..mau menyerah ?? aah masih awal untuk menyerah pikirku, sesekali aku bertanya pada pendaki yang lewat, apakah masih jauh...jawabannya masih mbak. Huuuff hatiku mulai goyah..belum sampai keatas aja kaki ku sudah lelah menyusuri jalan yang menanjak ini.

1 Jam kemudian, hujan pun tiba tiba turun, dan kami pun benar2 kelelahan..terasa banget capeknya. apalagi hari sudah menjelang siang. Kami pun rembukan, kalo ada ojek yang lewat kita panggil deh, terserah mau bayar berapa yang penting sampai keatas, selain capek aku juga mikir jangan sampai kesorean muncak. Motor yang lewat pun kami cegat, dengan cara estafet kami di antar satu persatu menuju tangga seribu. Saat itu aku membayar Rp 100.000 untuk 4 orang, kira2 perjalanan 20 menit pake motor, jalanannya jelek, menanjak, bebatuan, sampai2 aku harus menutup mata saking takutnya melihat medan jalannya yang semakin kedalam semakin rusak.

Ojek ternyata tak bisa sampai ditangga 1000, kami harus mendaki lagi sekitar 10 menit perjalanan. Allahuakbar...ya Tuhaaann..kok tak sampai sampai mendaki ni..benar benar menyerah aku..namun setiap orang yang turun dari gunung selalu memberi semangat, ayo mbak bentar lagi sampai.. Ayo mbak..dikit lagi kok. Akhirnya aku pun memang benar2 sampai di area tangga seribu gunung kaba, dan sesaat tepar tekapar. Tak buang buang waktu kami pun makan siang disana, ( bawa bekal dari rumah ), airnya kami beli. Ada yang ngopi dan aku sendiri minum teh panas, maklum saja udara disini dingin, ditambah hujan pun mulai turun.

Setelah makan siang selesai, jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, aku pun diajak untuk melihat kawah gunung kaba, aku mengira aku tak perlu menanjak lagi, ternyata oh ternyata..Ya Tuhan....lagi lagi aku menghela nafas panjang..benarkah ini rute perjalanan yang harus aku lalui.. ciut nyaliku melihat tebing2 ini, ciut nyali ku melihat ketinggian ini, tapi haruskah aku menyerah ?? Mau ditaruh dimana muka ku ini?? dari batam menggebu gebu ingin naik gunung kaba..pas sudah digunung cuma numpang minum teh panas ??? ooooww tidaaakkk...masak diwebsite sarahjalan.com ini aku membuat tulisan dengan judul gagal mendaki gunung kaba gara gara nyali ciut...hahahah jangan deh..maluu donk

Dengan baca bismillah, aku perlahan lahan mengikuti langkah kaki Arini , Atini dan Mbak Tuti, kuminta pada mbak tuti pelan pelan ya mbak, sungguh ini pertama kali aku mendaki, sehingga aku harus extra hati hati, apalagi cuaca hujan membuat bebatuan sedikit licin. Memang sesekali aku terpeleset, ketika menanjak bebatuan yang agak tinggi, namun kembali aku percaya aku bisa. Kulihat Arini dan Atini sudah jauh di atas sana, tinggal lah aku dan mbak Tuti yang masih merangkak mencari cari pegangan agar bisa tetap berjalan dan mendaki. Sesekali sudah sampai di tengah2 ketinggian, hujan pun reda dan kami pun sedikit bergembira dan mulai menikmati area sekeliling..Subhanallah indahnya... ada rasa takut, bahagia, tak percaya, sungguh kecilnya diri ini berada di tengah tengah gunung dan perbukitan ini.

Aku yang ketinggalan jauh dari Mereka

Keindahan di sekeliling gunung kaba

Jalur yang kami Lewati di gunung kaba, jalannya setapak, dan aku  hanya berani mandang kedepan saja.

Perjalanan berlanjut menuruni bukit, dan kami tiba di area kawah hijau. disini kami beristirahat melepas penat, areanya cukup luas sehingga kami cukup nyaman berada disini , apalagi cuaca mulai cerah, Alhasil Arini, Atini dan mbak Tuti pun mulai beraksi dengan kameranya masing masing.

Makasih ya Atini, telah memotret saya.. ( Kawah Hijau Gunung Kaba ) 
Rerumputan Dibelakang tumbuh menyerupai tulisan Allah, Merinding sekaligus kagum, inilah bentuk nyata dari ciptaannya.
Sesi Pemotretan Mbak Tuti..hehehe

Nemu danau di kawah itu sesuatu banget ya..lumayan bisa main air sebentar..
Setelah berkeliling, dan berfoto foto , eeehh kami harus mendaki lagi, untuk melihat larva aktif dan kawah belerang. ya salaaammmm gumamku, belum usai toh pendakian ini?? lagi lagi aku menyemangati diri sendiri, harus bisa, cuaca hujan saja Tuhan restui aku sampai dikawah hijau ini semoga cuaca bagus ini juga bisa membuatku tetap bersemangat  mendaki untuk melihat larva aktif. Sesampainya di atas bukit, menurun lagi untuk melihat larva dan belerang lebih dekat. Sebenarnya aku tidak berani dan mulai sesak, karena bau belerang ini sangat menyengat, namun melihat antusias ke tiga temanku, akhirnya aku juga mencoba mendekat. Tapi belum 5 menit aku memilih menjauh, gak kuat dengan aroma nya, lagi pula tiba tiba asap menebal dan menutupi semua jalan, alhasil teman temanku pun menjauh dan mencari jalan keluar, dan ternyata kami salah jalan. Mbak Tuti berdoa meminta petunjuk jalan kepada yang Kuasa. Alhamdulillah percaya atau tidak, asap tadi menghilang dan terlihat oleh kami jalan keluar dari kawah ini. syukur kami belum jauh kesasar.

Kawah belerang dari Gunung Kaba..

Lihat dari Kejauhan gini aku juga takut loh

Hari semakin sore, kami harus segera keluar dari sini, badan sudah lemes, air habis, ternyata perjalanan masih panjang, kembali kami harus mendaki untuk sampai di puncak tertinggi gunung kaba, supaya kami bisa pulang lewat tangga 1000, aaahh hujan kembali turun, dan lagi lagi angin mulai kencang, Ya Allah tak henti hentinya aku berdoa, kuatkan lah kaki ini, lindungi kamii, aku begitu kedinginan, takut. Susah payah berusaha, akhirnya kami sampai juga dipuncak tertinggi gunung kaba ini, di payungi hujan, ditemani angin kencang. Mau nangis, nangis karna bahagia dan senang. Dan di puncak ini juga aku bisa meneguk air, membasahi kerongkongan yang sudah mengering, meski pemandangan cantik tak terlihat lagi, aku tetap bersyukur semua bisa dilalui bersama ke 3 temanku.

Mendaki lagi..


Maaakkk...Anakmu sampai di puncak bukit kaba 1936MDPL

Nikmatnya minum
Setelah mengabadikan moment di puncak, kami pun menuruni anak tangga, dengan hati2 karena licin, dan melanjutkan perjalanan keposko depan, karna hari sudah malam, ada rasa takut melewati hutan karna kami tak membawa senter. Lagi lagi hanya Doa yang kami panjatkan, agar kami tetap dilindungi dan sanggup berjalan. 1 jam 45 menit kami sampai di posko. diluar kemampuan tubuh sebenarnya, namun kami memaksakan diri melakukannya. Alhasil sampai dirumah jam 9 malam, rasanya tubuh ini tak bisa ku gerakkan lagi, sakit banget. Sakit tapi Bahagia... inilah pengalaman pertama ku mendaki... 



Sampai juga di bawah tangga 1000 Alhamdulillah

Sekedar saran bagi yang tak biasa mendaki atau jalan kaki berjam jam , jika ingin ke gunung/ bukit kaba, sebaiknya jam 7 pagi sudah berada di posko penitipan motor, agar perjalanan bisa sedikit santai, dan kalo memang gak mau ribet dengan pendakian yang menguras tenaga, gunakan jasa ojek untuk sampai ke tangga 1000. karena untuk melihat kawah hijau, kawah belerang diperlukan tenaga juga untuk mendaki dan menuruni bukit yang berbeda jalurnya. 
























1 komentar:

  1. dari curup ke pos, saya gak liat ada angkutan umum,...jadi kudu ojek aja... kalo penginapan sekitar bukit kaba gak ada..kalo dibukit kabanya sendiri boleh menginap. karena ada disewakan tenda.. ojek ready tiap hari..

    BalasHapus