Tampilkan posting dengan label Wisata Pantai. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Wisata Pantai. Tampilkan semua posting
Sebelum saya mengunjungi wisata mangrove yang ada di kota Mempawah, Saya mengunjungi sebuah pantai tua yang sudah ada sejak saya masih kecil. Namanya Pantai Kijing.

Terakhir kepantai ini saat perpisahan bersama teman teman SMP tahun 1995, nah bayangin aja sudah 22 tahun  saya tidak pernah kesini lagi.  Mungkin 2017 ini kesempatan saya untuk sedikit mengenang kembali masa masa remaja saya bersama teman teman bermain dan berlari lari disekitaran pantai kijing.

Bebatuan yang ada di Pantai Kijing
Cuaca saat itu cukup panas, dan terasa membakar kulit. Namun dengan cuaca cerah begini pantai tampak indah, apalagi saat itu air sedang pasang. Nah inilah kesempatan saya untuk mengexplore Pantai. Dan sayapun membela belakan diri  menempuh perjalanan sekitar 1jam 45 menit menggunakan motor dari Pontianak menuju kota mempawah ini.

Jejeran pohon kelapa menyambut kedatangan saya di pos penjagaan, dan saya membayar biaya masuk Rp 10.000/orang. Sepanjang jalan masuk kawasan pantai kijing, pohon kelapa inilah yang melindungi saya dari panasnya cuaca siang ini.

Pintu Masuk kawasan Pantai Kijing

Sepanjang Jalan diapit oleh pohon kelapa
Hari minggu ini pengunjung cukup ramai, ada yang memasang tenda, ada yang sedang makan siang, dan ada pula yang sedang duduk2 saja sembari berselfi, namun ada juga yang berani mandi dibawah sengatan matahari.
Bersantai di Gazebo
Pengunjung sedang bermain air
Untuk cafe sangat banyak disini, sehingga tak perlu khawatir kelaparan, dan untuk pedagang keliling juga ada yang lalu lalang sepanjang pantai ini.

Tak banyak perubahan yang saya liat dari kondisi pantai dan bangunan disini. Hanya musholla nya saja yang sudah seharusnya diperbaiki dan dijaga, karena kondisinya kotor.



Menikmati kembali Suasana di Pantai Kijing





Gerbang Utama Pantai Kijing

Note:
** Menggunakan kendaraan pribadi lebih disarankan, karena untuk masuk kedalam kawasan pantai cukup jauh.
** Jaga kebersihan ya guys, saya begitu sedih melihat sampah berserakan di atas pasir dan rumput selama berada di kawasan pantai Kijing.


Pantai Kijing tahun 1995 



Setelah berwisata ke Kampung Bekas Pengungsi Warga Negara Vietnam yang ada di Pulau Galang setelah jembatan V Barelang, Sayang juga melewatkan beberapa pantai yang ada disekitarnya, Ada 4 pantai yang jaraknya berdekatan untuk di daerah Pulau Galang ini, diantaranya Pantai Mirota, Pantai Jabu, Pantai Melur dan Pantai Vio Vio Cantik.

Foto MaySarah.
Sunset Di Pantai Melur
Pilihan kami kali ini adalah ke Pantai Melur, Sudah lama juga aku gak pernah masuk ke pantai ini. Uang masuk kepantai Melur Rp 5.000 per orang tanpa adanya tiket. Setelah sampai di dekat pantai akan disambut kembali oleh penjaga parkir yang siap meminta Rp 5.000 lagi per motor tanpa tiket juga. (Agak bete dengan retribusi ini )

Ketika Jalan menuju pantai, Kita akan menemui rimbunan pohon yang besar besar, Ada sebuah kantin, Ada juga yang menyewakan pelampung untuk berenang. Cukup teduh suasana disini, Namun sayang kelakuan pengunjung yang jorok susah hilang. Sampah tetap saja dibuang sembarangan meski tempat sampah sudah  disediakan . ( Jengkel banget ).

Foto MaySarah.
Kantin dan Pepohonan Rimbun di Pantai Melur

Foto MaySarah.
Hammockan Aja di Pantai Melur 

Berjalan lagi menuju ke arah lautnya , Akan disambut pasir berwarna kekuningan, Untuk mandi disini cukup menyenangkan karena airnya bersih, Dan area pantainya cukup luas. Bersantai sembari menunggu sunset saya sarankan bisa disini juga, karena matahari pas berada di tengah tengah garis pantai. 

Foto MaySarah.
Pasir Lembut di Pantai Melur
Foto MaySarah.
Pantai Melur
Foto MaySarah.
Pengunjung yang juga menanti Sunset di Pantai Melur

Akses kendaraan umum menuju Pantai Melur belum ada, Sehingga memang harus menggunakan kendaraan pribadi. 

Harapan saya, Pantai Melur lebih di kelola dan dijaga kebersihannya, Jika pengunjung punya jiwa penyampah, Setidaknya pengelola punya inisiatif sering2 memungut sampahnya. Jangan sampai tamu yang lain datang merasa jijik bersantai disini. Saya pribadi kebingungan saat mencari lokasi yang bersih dari sampah. Seingat saya Pantai Melur ini pantai yang ada dari tahun 1997 an. Karena saat saya ke sini  alangkah indah dan bersihnya Pantai Melur ini. Jadi di pertahankan lah kebersihannya.






Kukira hanya kota Sabang saja yang memiliki Pantai yang membuatku takjub, Namun Pantai Lampuuk yang berada di Aceh besar kecamatan Lhoknga juga memiliki garis pantai dan ombak yang luar biasa bagusnya...

Sore ini setelah kami berkeliling ke kota banda aceh, Sang Driver mengajak kami melihat sunset dipantai Lampuuk, Maklum 2 hari disabang kami gagal melihat sunset karena cuaca hujan, Namun Hari ini cuaca yang panas membuat matahari begitu cantik bersinar,,

Saat mobil diparkir Disekitaran rumah makan, aku masih belum melihat keindahan pantai ini, mungkin sudah begitu banyak bangunan2 orang yang berjualan, sehingga menutupi pantainya ,Namun ketika kaki sampai dipesisirnya...woooooowwww senyum ku langsung sumringah, bukan aku saja, ke3 temanku juga takjub dengan keindahan pantai disini,...Ya Tuhan..Indah sekali CiptaanMu ini.. Pantai yang dulunya hancur lebur karena hantaman Tsunami, kini kembali tampil cantik dan sangat menakjubkan...

Teriknya panas disana tak lagi kuhiraukan, karena mengelilingi pantai ini jauh lebih menyenangkan, Sesekali ombak yang saling berkejaran memecah suasana pantai, dan suara riuh para pengunjung yang sedang berenang ketika dihantam ombak membuat ku tertawa ,dan bisa ikut merasakan betapa serunya jika aku yang berada disana....

Aaahhhh...Aku tidak bisa bercerita banyak deh tentang pantai ini, cukup foto aja yang berbicara, betapa cantiknya mereka dimataku.. Subhanallah

Sisi Kanan Pantai

Lihatlah betapa senangnya mereka bermain dipantai ini..



Santai2 bersama kawan baru disana



Evi yang selalu khilaf kalo ketemu pantai... :) 


Saya Juga boleh donk nongol dicamera



Sisi kiri pantai menjelang sunset








Suasana yang mulai tenang

Mari Pulang..membawa kebahagiaan dan rasa syukur hari ini..

 Pastikan kalian kesini ya kalo berada di Aceh. Karena kecantikan pantai ini benar2 memukau..












Saat Temanku Evi mengatakan bahwa liburan Ke Aceh kali ini kami akan menginap di Sumur 3 Sabang , aku langsung browsing tentang pantai sumur 3 ini, memang kelihatannya bagus. Namun aku tidak begitu bersemangat dan tidak begitu memuja2 keindahan pantai ini, karena di Kepri juga aku sudah sering mendatangi pantai yang dihiasi pohon kelapa. Pikirku Liburan disabang dan Aceh aku hanya ingin sampai di O Km, Rubiah dan Masjid Baiturahman tentunya.

Namun ketika aku melihat langsung pantainya...Terpana, kagum, alias cuma bisa terdiam,  melihat keindahan lautnya.. ya Allah bagus banget pantai disini..Pasir putihnya bersih, Lelah yang kurasa sekejap mata menjadi hilang, ketika didepan mata Tuhan memberikan Vitamin Sea kepada kami. Apalagi temanku Ev dan Poppy, sepertinya mereka jauh lebih bersemangat untuk langsung nyebur kepantainya.

Siap checkin dan menuju kamar, kami pun membuka pintu terasnya, dan view cantik itu terlihat jelas didepan kami..Ya Tuhan..Ini resort benar2 memanjakan mata kami, 1 kamar ini memiliki 1 kasur besar, dan 3 kasur kecil, jadi kami tinggal pilih saja mau merebahkan badan dimana. Tea, Kopi, Gula,tempat masak air sudah tersedia, sedangkan Air panas dan Dingin dikamar mandi pun sudah tinggal buka krannya,  Komplete banget dah hari ini, Dapat penginapan Rp 400rban dengan view cantik dan kamar yang nyaman. Resort ini bernaman Freddies Santai Sumurtiga. Yang nginap disini kebanyakan bule, karena Freddies juga seorang bule yang ramah dan tentunya bahasa indonesia juga sudah lancar..car..car..

Ketika Kami  Datang Langsung dikasi Vitamin Sea 

Si Evi yang gak Tahan liat Pantainya

Pantai nya Panjang...

Ketika Langit Biru berubah menjadi Hitam


Tamu yang siap Berenang Dipantai

Mau Nembak sopo toh Mbak Ku sayang... hahahah












Teras Dengan View Laut



Menunggu Sunrise ditemani secangkir Tea dan deruan Ombak sebelum check out




#part 2 Wisata Sabang - Aceh

BALOHAN
Setelah ke Danau Aneuk Laot, tujuan kami selanjutnya kePantai Anoi Hitam, namun kami melewati daerah Balohan yang view nya cukup membuat kami takjub..

View  jalan yang sepi serta pepohonan yang rindang

Cuma Bisa Bilang Subhanallah viewnya...

PANTAI ANOI HITAM
Pantai Anoi Hitam berarti Pantai yang memiliki pasir berwarna Hitam. Pantai ini seperti tak terawat lagi, karna jalan masuknya sudah dipenuhi oleh semak2, dan ombak dipantai ini cukup tinggi, jujur aku juga gak berani terlalu mendekati laut..ngeri sendiri liat ombaknya..Namun tidak dengan kedua temanku Evi dan Poppy..mereka sangat menikmati deburan ombak dan justru berfoto2 tiada lelahnya.


Evi dengan gayanya

Poppy juga senang bermain dengan ombaknya

Pantainya langsung Laut Lepas..ngeri ah..

Selanjutnya kami diajak Pak Ruslan ke Resort Anoi Hitam,berhubung Beliau ada kenalan, jadi kami dibolehkan masuk kesana..





Setelah berkeliling melihat suasana resort kami diantar ke bunker Jepang, yang tak jauh dari resort ini.

BUNKER JEPANG,
Bunker Jepang ini sepertinya tidak terawat, dimana jalan menuju keatas nya sudah banyak sampah baik sampah daun2 maupun sampah kantong makanan..baru ditempat inilah saya melihat sampah bertebaran disepanjang jalan, dan Kondisi Bunker nya pun sangat memprihatinkan. Padahal view disini sangat bagus. Masuk gratis mungkin jadi alasan kawasan benteng ini tidak terawat,

view dari Atas Bunker Jepang

Tempat Bersantai

Kondis Bunker nya

Hari menjelang sore, kami diantar oleh Pak Ruslan ke penginapan di Sumur 3, Setelah proses check ini selesai, kami beristirahat sejenak sembari menunggu maghrib, karna sore itu mendung dipastikan sunset tidak akan kami dapatkan.

Lepas Maghrib Pak Ruslan menjemput kami lagi ,untuk makan malam di Sabang Fair, Sabang Fair ini tempat jual makanan dan taman bersantai. Sebenarnya kami mau dibawa kesini untuk melihat Sunset namun karena cuaca mendung, ya gak jadilah... Disini aku memesan Sate Gurita, dan yang lain memesan Mie Aceh.. hehehe ludes dalam sekejap. Yang jelas disini makanan semua cocok dengan lidahku.. Alhamdulillah... 

Sate Gurita 10 Tusuk Rp 22.000

Perut sudah terisi kami pun dibawa kepasar untuk berbelanja  souvenir dari sabang.
Perjalanan hari ini berakhir sesuai dengan rencana,Dan hujan pun menemani kami pulang kepenginapan. By By sabang..


Cp Pak Ruslan, ( Driver yang sabar dan Baik Hati )
0823 6350 7279




Ketika berada Disabang, rasanya tak lengkap jika kita hanya mengunjungi satu tempat saja, karena wisata alam di Sabang sangat banyak. Liburan Maret 2016, aku dan ke 3 temanku mendatangi beberapa tempat wisata dengan menyewa mobil seharian Rp 550.000 include supir dan bensin.
Jam 8 pagi kami dijemput dari Iboih, karna kami memang menginap dikawasan ini.
Daftar tempat wisata yang kami kasi ke Drivernya, Yakni Kilometer O, Gua Sarang, Pantai Gapang, Pantai Pasir Putih Keuneukeai, Danau Aneuk Laot, Anoi Hitam,Benteng Jepang,

NOL KILOMETER
sepertinya tempat ini wajib dikunjungi oleh siapapun yang berwisata kesabang, termasuk kami. Dimana Tugu ini merupakan simbol batas wilayah Indonesia. Tugu O Kilometer ini terletak didaerah hutan  wisata , dimana saat kami turun dari mobil, monyet2 pun jelas keliatan berkeliaran disana, namun hati2 ya..mereka cukup beringas jika kita mendekatinya, pengalaman karna ingin foto mereka eeh malah dikejar, Alamak alangkah takut dan terkejutnya kami. Seketika wajah kami berubah pucat semua...hedewww


Meski Hujan Tak menyurutkan Hati kami untuk mengabadikan Moment di O KM


Tugu yang masih dalam Pembangunan

Setelah menunggu hujan yang tak reda2 dan menunggu certificate yang tak siap2 dikarenakan gingset sang penjual susah hidup, maka kami melanjutkan perjalanan selanjutnya, karena terlalu sia sia jika kami hanya menunggu dan menunggu, sementara waktu terus berjalan.

GUA SARANG
Selanjutnya Pak Ruslan sang driver membawa kami ke wisata Gua Sarang..Sarang apakah itu ??? ternyata sarang walet.. karena hujan tak reda reda, kami pun tak berani masuk ke gua sarang, jalannya licin banget, Alhasil narsis narsis cantik saja deh dibawah rerintikan hujan.


Cakep Kan view nya

Kawasan bersantai di Gua Sarang

PANTAI GAPANG- SABANG
Pantai gapang memiliki pasir putih yang sangat lembut, air dipesisir pantainya juga bersih, Riuk ombak yang datang sangat memecah suasana hening di pantai ini. Saat kami datang pengunjung pun tidak ramai, karena sebagian besar yang berwisata kesini lebih senang melakukan Diving diseberang pantai ini.,Pantai gapang juga menyediakan penginapan serta cafe2 sehingga kita tak perlu khawatir soal makanan selama berada dikawasan pantai Gapang.

Pesisir Pantai Gapang

Penginapan dan Restauran di Pantai Gapang



Tempat Mendaftar Lumba _lumba Diving

Melihat Ombak sang Pemecah kesunyian




Hello Pantai Gapang


Damai  ya Vi.. :)
PANTAI PASIR PUTIH -KEUNEUKEAI
Selanjutnya kami ke Pantai Pasir Putih, disini banyak rumah penduduk, Dan tak jauh dari pantai pasir putih ini ada pemandian air panasnya juga, Namun ketika kami lihat lokasi pemandian terlalu dekat dengan rumah warga, kami agak segan untuk berendam, alhasil cuma lewat ajah :) 

Pantai yang Luas dan Masuk Gratis

Jeng Poppy sedang menikmati keindahan Lautnya


Bahagia Bersama


Selanjutnya kami makan siang, karena memang sudah jam 1, Nah Pak Ruslan mengajak kami untuk menikmati Curry Kambing. katanya enak..ya Udah kami mah ikut ajah, secara perut juga udah kriuk kriuk, Siap makan siang diteruskan mampir kemasjid Balohan untuk Sholat zuhur.

1 porsi Rp 30.000, kuah karinya kental dan dagingnya lembut..
DANAU ANEUK LAOT
Danau ini terletak didekat perkampungan warga, saat kami tiba disana banyak anak2 sedang bermain ditepian danau dan ada juga yang berkumpul di Gazebo yang disediakan didekat taman nya.


Taman disekitar Danau, Gazebonya pas untuk merebahkan badan yang penat..

Danau nya tenang, suasananya pun desa banget disini..

Suasana disini tenang...





view dari atas jalan raya sabang menuju danau  Aneuk Laot


# Part 1