Tampilkan posting dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label WISATA PANTAI BATAM -KEPRI. Tampilkan semua posting
Minggu 30 April 2017 akhirnya niat saya ingin mengunjungi telaga bidadari yang berada di daerah hutan muka kuning akhirnya kesampaian juga, berkat ajakan teman blogger kak Rina dan Bang Ahmadi.


Foto MaySarah.
Telaga Bidadari Muka Kuning
Perjalanan menuju telaga bidadari di mulai dari kampung aceh muka kuning, Setelah memarkirkan kendaraan di rumah warga yang berada diujung jalan, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Inilah pertama kalinya saya memasuki hutan muka kuning ini, jalan setapak disini cukup bagus, jalannya sesekali menanjak dan sesekali menurun, sehingga saya tidak begitu merasakan kelelahan. 

Ada sekitar 4 danau kecil yang akan dilalui untuk diseberangi, namun jangan khawatir, ada kayu seadanya yang disediakan sebagai alat untuk menyebrang danau tersebut. Karena air cukup tinggi, maka dari danau pertama, celana dan baju kami sudah basah.


Foto MaySarah.
Bang Ahmadi sedang menyebrangi danau menuju telaga bidadari

1.5 jam perjalanan, kami pun sampai di telaga bidadari, riuh gemuruh air yang jatuh dari bebatuan memang sudah kedengaran 7 menit sebelum kami sampai. Waah betapa senangnya hati ini melihat curah air yang begitu deras, Saya tak berani menyebutnya air terjun, karena jarak air yang jatuh dari bebatuan ini paling sekitar 1 meter. Namun sebagai warga Batam, saya sudah cukup senang, ditengah kota begini, masih ada hutan yang menyimpan sebuah telaga yang begitu alami dan cukup cantik untuk dikunjungi.

Foto MaySarah.
Telaga Bidadari Muka Kuning
Saat ingin mencari tempat untuk beristirahat, alangkah kecewa nya mata kami, karena begitu banyak sampah yang berserakan disana. Alhasil bang Ahmadi dan kak Rina pun segera mengambil plastik yang kami bawa, dan memulai memungut sampah2 disana. 3 kantong plastik besar pun terkumpul, belum lagi yang sampah botol minuman.

Foto MaySarah.
Piknik berubah jadi pemulung sampah di telaga bidadari
Membakar sampah diarea hutan ini, bukan solusi yang baik, namun setidaknya tumpukan sampah menjadi berkurang. Solusi terbaik adalah KESADARAN pengunjung untuk membawa kembali sampah yang mereka bawa, kecuali sampah yang bisa menyatu dengan tanah.

Foto MaySarah.
Kak Rina dan Bang Ahmadi membakar sampah di telaga bidadari
Kami berusaha menikmati kenyamanan berada di area telaga bidadari, sembari berjalan kesana kemari memungut sampah, Namun semakin siang pengunjung semakin ramai, kami pun memilih lebih baik pulang, karena tak bisa juga bersantai nyaman. Cukuplah bagi saya sudah bisa berenang di telaga ini meski sesaat. Merasakan dinginnya air dan segarnya udara disini.

Foto MaySarah.
Pengunjung telaga bidadari

Foto MaySarah.
Menikmati Dinginnya air telaga bidadari
Karena tak ada fasilitas wc dan kamar mandi untuk berganti pakaian di telaga ini, maka saya pun pulang memakai baju basah. Dan ketika sampai di kampung aceh, mengambil motor dan membayar biaya Rp 5.000,  hujan deras pun menyambut kepulangan kami kerumah masing masing.

Terimakasih kak Rina dan bang Ahmadi, karena kalian saya berhasil mengunjungi telaga bidadari ini.

Foto MaySarah.
Jalan Masuk ke Kampung Aceh
Begitu menyenangkan jika sebuah kota memiliki wisata alam, Namun jika tidak diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan tersebut tetap bersih, rasanya tinggal menunggu waktu alam tersebut akan rusak oleh manusia. Berwisatalah yang bijak. Jangan hanya datang jika ingin mengotori alam yang sudah diberikan Tuhan secara gratis.





Foto MaySarah.
Spot Kece dari White Sand Island
Pernah dengar White Sand Island atau Pulau Beralas Pasir di Bintan ? Nah, kali ini aku ingin berbagi pengalam ketika keinginan ku terwujud sampai di pulau cantik dan menawan ini.

Perjalanan di mulai dari pelabuhan punggur Batam, Ada 3 pilihan kapal peyebrangan yang bisa digunakan untuk menuju Pulau Bintan, yakni :

1. Ferry
Dengan harga tiket  Rp 52.500 untuk fery Marina dan harga Rp 57.500 utk fery Oceana, dengan jarak tempuh 1 jam menuju pelabuhan Sri Bintan Pura kota Tanjung Pinang. Fery ini berangkat setiap 15-30 menit, dimulai dari jam 8.00 pagi sampai last fery jam 6.00 sore.

2. Speed Boat
Harga tiket Rp 50.000 dengan jarak tempuh sekitar 25 menit menuju pelabuhan Tanjung Uban, Namun untuk schedule speed boat ini tidak setiap saat, melainkan dengan schedule tertentu, saya lupa mencatatnya, namun saya sempat mencatat kontak mereka , utk bertanya bisa ke SB. Rezki Baru Express No Hp 0852 7452 8023

3. Kapal ASDP RORO
Harga tiket Rp 20.000 dengan jarak tempuh 1 jam, menuju pelabuhan Tanjung Uban, Schedule kapal roro ini dari Batam dimulai dari jam 7.00 pagi hingga jam 5.30 sore, Biasanya kapal roro berangkat per 2 jam,

Nah kebetulan, Aku dan teman2 ku memilih naik fery, agar cepat sampai ke tanjung pinang, Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pulau bintan dengan menggunakan mobil rental jenis avanza matic dengan harga Rp 250.000+ 100.000 utk bensin. ( Cp rental mobil Andre : 0813 6159 2025 ). Dari kota Tanjung Pinang menuju Pulau Bintan  tepatnya di Teluk Bakau km 37 Trikora, perjalanan kami  tempuh kurang lebih 50 menit.

Jika melalui pelabuhan Tanjung Uban, kita bisa menyewa mobil dengan harga Rp 300.000/24 jam, dan perjalanan ditempuh sekitar 2 jam menuju Bintan. Lebih mahal dan boros waktu.

Tidak sulit menemukan Pos White Sand Island, karena di sebelah kanan jalan sudah ada plang namanya. Tinggal masuk aja dan sampai deh di pos nya. Nah saran aja ni ya, jika mau ke white sand island, pastikan dulu air laut pasang jam berapa, karena pulau ini begitu cantik ketika suasana laut sedang cerah dan air laut tinggi.

Foto MaySarah.
Plang Nama White Sand Island

Foto MaySarah.
Pos Utama di White Sand Island
Untuk menyebrang ke pulau beralas pasir, per orang dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 sudah include life jacket, tiket masuk ke pulau, dan biaya antar jemput pp dari pos kepulau. Jika ingin menginap di sana dikenakan biaya Rp 350.000 per orang sudah include sarapan pagi, Kamar ini bisa untuk 4 orang.  Atau mau kamping juga bisa, pengelola menyediakan tenda nya dan dikenakan biaya Rp 300.000 per orang termasuk sarapan pagi juga.

Foto MaySarah.
Penginapan di White Sand Island

Foto MaySarah.
Kamar yang disediakan Rp 350.000/ per orang per malam di White Sand Island

Setelah berada di pulau beralas pasir, mau ngapain aja ?

Aktifitas yang bisa dilakukan di pulau ini beraneka ragam, kita bisa selfie karena banyak spot spot cantik, bisa berenang karena air lautnya bening, bisa santai2 syantik sambil berayun di hammock, bisa main tali tambang ama teman2. bisa liat bayi penyu, pokoknya banyak deh aktifitas yang bisa dilakukan disini, karena areanya cukup luas.

Foto MaySarah.
Spot kece di White Sand Island

Foto MaySarah.
Santai Asik di Hammock  White Sand Island

Foto MaySarah.
Spot kece di White Sand Island

Foto MaySarah.
Pohon2 yang ada di White Sand Island

Foto MaySarah.
Melihat Bayi Penyu di White Sand Island

White sand island satu satunya pulau yang menyediakan water sport kayak transparant, Dimana saat kita mendayung kayak di laut, maka kita bisa melihat terumbu karang atau biota laut lainnya langsung dari kayak tersebut. Dan untuk permainan ini dikenakan biaya Rp 100.000 per 30 menit minimal 2 pax. Dan untuk kegiatan water sport lainnya juga tersedia dengan harga yang berbeda beda.

Foto MaySarah.
Kayak Transparan milik White Sand Island
Foto MaySarah.
Daftar Permainan di White Sand Island

Kantin juga tersedia di pulau ini, Untuk harga masih dikisaran Rp 18.000 -35.000, buat saya pribadi harga ini mahal, Namun bagi turis luar mungkin seharga duit recehan mereka. Semoga bisa dipertimbangkan kembali harga ini untuk lokal. mengingat masuk kawasan pulau ini tidak diperbolehkan membawa makan dan minuman dari luar.

Foto MaySarah.
Kantin di White Sand Island

Foto MaySarah.
Kantin yang ada di White Sand Island
Cuaca hari ini benar benar cerah, Air laut pun sedang pasang, sehingga mereka tak malu malu memperlihatkan kecantikan mereka, Bergumam ku dalam hati, betapa indahnya laut di Pulau Beralas Pasir ini, bagai surga yang tersembunyi yang baru saja aku temukan. Pengelola White Sand benar benar ingin memanjakan para pengunjung, dengan menyediakan kursi kursi tertata rapi di tepian pantai lengkap dengan payung warna warni nya. Ahh rasanya aku tak perlu jauh2 ke timur, jika rumahku sendiri memiliki keindahan pantai yang luar biasa. 3 Jam berada disini membuat hati berat untuk kembali ke kota, Namun bukan kah memang harus kembali ?? 


Foto MaySarah.
Kursi dan payung warna warni di White Sand Island



Foto MaySarah.
Kursi2 yang di sediakan di White Sand Island

Foto MaySarah.
Foto Bersama Di White Sand Island
Kami menaiki speedboat menuju pos utama, dengan membawa kesenangan dan kenang kenangan berupa cerita dan foto2.  Tetaplah cantik Pulau Beralas Pasir, Pesona mu membuat ku semakin jatuh cinta dengan Pulau Bintan.

Foto MaySarah.
By By White Sand Island, Semoga kami kembali kesini

Bagi kamu yang berasal dari luar kepulauan riau, yang ingin berkunjung ke Bintan, bisa menggunakan pesawat dari tempat asalmu menuju Bandara TANJUNG PINANG dengan nama air portnya  RAJA HAJI FISABILILLAH kemudian dilanjutkan dengan rental mobil. 

Semoga tulisan ini bisa membantu anda mengatur budget, untuk berlibur ke white sand island, Dan tetap jaga kebersihan ya guys..

Foto MaySarah.
White Sand Island
White Sand Island
Teluk Bakau Km 37
Bintan - Kepulauan Riau
Contact Person : Bang Amrizal
HP : 082277729988














Icon Pantai Bale Bale Nongsa

Rencana dadakan memang sering bikin bahagia hati, Minggu pagi cuaca masih cerah, Urusan ke bank sudah selesai trus kemana kita???  Dan teman sehati sejiwa dan pengertiannya supeeeerrr sekali dengan hobby ku ini pun mengatakan, Um....sudah kepantai Bale Bale di Nongsa?? Sembari menunjukkan petanya.. kujawab belom pernah dan baru dengar. Ya udah cuss meluncur kita kesana.

Perjalanan pun dimulai dari Nagoya dengan hati gembira, Pas persimpangan ke arah punggur, Alhamdulillah hujan pun turun, Dari mulai gerimis sampai deras..heheh sesuatu ya, Pake mantel ah, Minimal gak basah semua.. Lanjut perjalanan, Sampai simpang bandara jalanan kering,  Asiknya melewati panas lagi. Dan mantel kubiarkan tetap terpasang sampai masuk daerah Batu besar Polda, Kami berhenti membeli makanan barulah mantel kubuka.

Lanjut lagi perjalanan, Ketika memasuki wilayah tering bay resort, Gerimis menyapa lagi, namun tetap kami lewati..tak ada kata berhenti deh masalah hujan. (Kami bukan pejalan manjah ) dan sampailah kami menemukan plang pantai Bale Bale ditepi jalan pas depan gapura Kampung Tua Bakau Serip. Masuk dari gerbang ini, jalanan sudah bagus karena sudah ber aspal, Sampai mentok di ujung jalan baru kita disambut ama abang abang yg akan menagih uang masuk sebesar Rp.5000 pe orang dan parkir motor Rp. 2.000.


Gerbang Jalan masuk Menuju Pantai Bale Bale Nongsa


Suasana Kampung Pantai Bale Bale
Souvenir yang dijual warga Kampung Tua untuk para Turis

Lokasi pantai benar2 berada di belakang rumah warga, Pantainya kecil saja, Namun tempat bersantainya cukup luas,  Lingkungan sekitar pantai dan pasirnya lumayan bersih karena pantai ini dikelola oleh pemilik pantai indah puri sekupang (konon pantai itu ditutup utk umum lagi )

Pantai Bale Bale baru di buka 2 bulan yang lalu, jadi masih dalam tahap penataan, Sudah ada beberapa gazebo yang dilengkapi tong sampah yang telah disiap kan dan akan disewakan kepada pengunjung dengan tarif sekitar seratus ribuan, Untuk kantin juga sudah ada, Lapangan Volly tersedia, Permainan panjat tali, Panahan, Banana Boat, Kayak, bahkan Boat untuk ke Pulau Putri juga sudah disediakan. 

Area Permainan Tali, Panahan, dan Bola Volley

Beberapa Gazebo yang sudah siap di bangun
Anak anak yang asik berenang

Saat kami sampai di pantai, Kami melihat anak anak berpakaian adat melayu lengkap dengan hiasannya, Lalu aku pun bertanya ada acara apakah mereka berpakaian seperti itu? Ternyata mereka bersiap siap untuk memberikan tari persembahan kepada Turis mancanegara yang datang ke Pantai Bale Bale, Turis ini ternyata dibawa oleh Inko Batam Tour &Travel yg bekerja sama dengan warga kampung Tua. (Wisata kampung ) Dan ini setiap hari mereka lakukan, tergantung info dari pihak Inko Batam. Dan aku sempat melihat para turis dari korea yang datang dan menyaksikan tarian persembahan, dan senangnya lagi para turis ini mau naik ke pentas dan menari bersama..waahh turut bangga ya mereka begitu senang dengan persembahan yang diberikan anak anak dari Kampung Tua Bakau Serip. Hanya saja kita tidak boleh terlalu dekat dengan area mereka, Panitia nya berkata tarian ini memang khusus utk turis, dan mereka minta pengertian kita Baiklah kalo begitu bu...

Turis Dari Korea Ikut Menari 

Oh iya...kalo untuk sholat tersedia masjid di dekat pantai, hanya saja mukenah nya gak ada, jadi kudu bawa dari rumah ya..

Yuk ke Bale Bale...




















PANTAI MAWAR

Pernahkah kalian mendengar Pantai Mawar didaerah Barelang tak jauh setelah jembatan 4 dan sebelum jembatan 5 ? kalo aku jujur baru baru ini mendengar nama pantai ini. Meski sampai ujung Barelang ini ku jelajahi namun tak pernah ku dengar atau membaca plang Pantai Mawar. 

Rasa penasaran datang dari teman yang pernah kesana, berbekal info dari mereka aku pun mencoba mencari tau, namun sayang penduduk disekitar jembatan 4 juga kurang tau pantai mawar, yang mereka tau hanyalah pantai melayu / kalat rempang. Masuk ke dalam pantai melayu aku pun bertanya lagi kepada penjaga pantai tentang pantai mawar, syukurlah mereka  tau dan menunjukkan jalannya kepadaku.


Yang beraspal masuk kepantai melayu, belok ke kiri tanah merah menuju pantai Mawar

Ternyata pantai mawar benar benar bersebelahan dengan pantai melayu, dimana akses masuk kepantai mawar belok kekiri jalan tanah merah, sementara pantai melayu lurus saja dan sudah ber aspal cantik. Jalan tanah merah ini tidak rata, dikiri kanan jalan rerumputan yang mulai meninggi, aahh benar2 seperti tak ada tanda tanda kehidupan disini pikirku, Namun aku terus menyusuri jalan ini, sampai aku menemukan beberapa pondok dan rumah warga, dan aku diberhentikan untuk dimintai uang masuk sebesar Rp 5.000, Aku tak ingin membahas uang masuk ini demi pantai yang sudah tinggal nama, kalo manusia mungkin sebutannya almarhum,  karena ku anggap aja tambahan pemasukan untuk warga disana.

Menyusuri pantai ini dari awal sampai ujung, yang kutemui hanyalah sampah sampah, baik sampah dari laut maupun botol plastik, Hhaaa aku menghela nafas, air laut yang jernih tak kutemukan hari ini, mungkin pengaruh cuaca yang kurang cetaarr..hahaha.


Pasirnya bersih, namun airya lagi kotor tuh

Kuhampiri sosok Bapak Tua yang telah tinggal di depan pantai mawar puluhan tahun ini, sembari memotong kayu bakar,  ia pun berkata memang pantai ini tidak ada yang mengelolanya makanya dibiarkan saja, dan semakin hari air laut semakin mendekat kerumahnya, padahal rumahnya sudah ditinggikan. Beliau hanya seorang nelayan, dan memang tambahan penghasilan mereka didapat dari orang yang menyewa pondok nya untuk duduk didekat pantai. Semoga tetap sehat ya pak, hanya itu yang bisa saya doakan buat Bapak.

Si Bapak mungkin bersama cucunya

Di Pantai mawar terdapat beberapa tumpukkan batu, namun sekali lagi karena air sedang pasang dan ombak yang cukup tinggi, aku urung untuk menjelajah batu batu tersebut sampai ke ujung, padahal aku melihat ada sebuah goa kecil. Namun aku senang sudah bisa menemukan pantai ini, setidaknya rasa penasaran terjawab sudah.  Pertanyaan ku selanjutnya, akankah pantai ini bisa terus ada dan dikenal orang ???????? Ntah lah...


Narsis ah..
  
Laut yang pasang, sehingga batu2 nya tenggelam


Pantai Cakang - Barelang
Minggu ini aku belom memiliki rencana mau mengunjungi wisata apa yang ada di Batam, jadinya hanya bermalas malasan di atas tempat tidur sembari membaca ratusan chat yang ada di Wa group Blogger Kepri. Salah satu anggota blogger bernama Silvi, bertanya adakah rekan rekan blogger yang hari ini mengunjungi pantai vio vio cantik yang ada di Barelang? Karena ia ingin melihat sunset yang KATANYA ....super kece disana. 

Ku Pm silvi, apa benar pengen ke vio vio ? Kalo iya biar pergi denganku saja, bukan lantaran dia mau balik ke jawa lalu aku mau menemani dia, namun karena dia orang luar Batam, makanya aku ingin memperlihatkan kepadanya wisata wisata yang ada di Batam khususnya Barelang. Silvi kelihatan senang, dan jadilah kami janjian bertemu di Top 100 Tembesi.

Jam 9.00 aku dan silvi sampai di Top 100, setelah menitipkan salah satu motor, kami pun berangkat. Aku bertanya pada Silvi, sudah kepantai mana aja di Barelang ? Jawabannya simple Belum ada Mbak. Haaa? Blom ada gumamku...namun kejembatan Barelang sudah dong ya... Sudah jawabnya...syukurlah☺

Aku pengen ke vio vio lihat sunsetnya mbak, karena bagus banget cerita silvi padaku. Aku mengangguk, iya kalo sunset memang bagus, semoga hari ini kita beruntung ya melihat sunset. Namun sebelum ke vio vio, aku mengajak silvi mengunjungi beberapa pantai disana, seperti pantai melayu, kalat rempang dan  pantai Cakang, yang terletak di ujung nya Barelang, mengingat Silvi pun belum pernah menjelajah sejauh ini.

Jam 12.00 siang kami tiba di pantai Cakang, dengan membayar retribusi per orang Rp 5.000 dan parkir motor Rp 3.000 kami pun masuk, dan mencari tempat duduk, kebetulan hanya ada satu kantin disana, yang hanya menyediakan mi goreng, mi rebus, pop mi, dan kerang rebus. Kami memesan mi goreng dan mi rebus, serta meminta sepiring nasi, maklum saja daripagi perut belum terisi nasi. Saat makan dengan menghadap view pantai, aku melihat kejernihan airnya, pasirnya  bersih, wow, rasanya baru kali ini aku menemukan pantai ini kelihatan cantik dan bersih, kebetulan air sedang pasang. ( Padahal sudah 4 x kecakang tapi baru ini merasa suka dengan suasananya )


Area mandi di Pantai cakang


Jernih banget air disini

Jernih banget airnya



Kami menelusuri lagi bagian yang lain, sama saja. Kami terpukau dengan kejernihan airnya, kami senang dengan pepohonan yang berada dikanan kiri jalan sangat rimbun , banyak tersedia ayunan , aaahh kami senang banget disini, apalagi sampai diujung pantai terdapat kursi dan meja untuk kami bersantai sembari melihat laut, Kita disini saja ya sil sampai ashar, ajakku pada silvi, karena aku sudah begitu nyaman, bahkan aku sempat tertidur sejenak.

Suasananya Adem karena penuh pepohonan
Tempat duduk di ujung pantai Cakang

Riak air yang memecah batu tidak begitu besar dan sesekali terlihat ada segerombolan ikan yang meloncat membuatku semakin suka duduk disini, bahkan ada ikan yang cukup besar sesekali nongol dipermukaan laut. Beberapa dari pengunjung melihat ada kepiting di bebatuan. waahh kalo mancing disini kira kira banyak dapat ikan gak ya ??? Alaaahh mulai deh banyak menghayalku..hahahah.


  
Silvi bermanja cantik dengan hammocknya :) 

Jika saja pantai cakang ini benar2 di kelola, ku rasa akan lebih banyak yang akan datang kesini. kantin di tambah, permainan buat anak2 ditambah, dan gazebo2 dari kayu juga diperbaiki. Dan yang lebih penting, Pengunjung menjaga kebersihan dengan membuang sampah ditempat yang telah di sediakan. 







Sunset di Pantai Melayu Rempang  / Kalat Rempang

Siang yang cerah cetar panas yang cukup membuat kulit menghitam, tak membuat urung niatku untuk menghibur hatiku yang beberapa hari ini muram karena belum percaya dengan kepergian seorang yang berpengaruh dalam kegiatan ngeblog ku, kegiatan traveling ku.

Seperti biasa, Barelang adalah tujuan paling menarik buatku untuk memacu laju kendaraanku..jalanan yang mulus, pemandangan laut yang indah, dan bukit bukit yang terhampar didepan mata, selalu saja membuatku menyukai daerah ini.

Tujuan ku tak lain ke pantai cakang ujung nya barelang ini, aku hanya ingin sampai disana kemudian terlelap dihammock yang telah kusiapkan, agar semua yang kurasa bisa kulepas disana..ku lepas bersama hembusan angin laut.

Namun baru saja aku melewati jembatan 4 , dan tak jauh dari Pantai zore , mataku tertuju pada sebuah plang Pantai Airnanti. Aku berhenti sejenak, sembari berfikir masuk gak ya kedalam, masuk gak ya kedalam, secara jalan menuju kedalam masih tanah merah dan belum bagus, Aah masuk saja, bagaimana aku bisa menemukan sesuatu yang baru jika aku tidak berani mencobanya.

Plang Pantai AirNanti

Aku pun masuk ke area pantai Airnanti, dan memang lokasi ini benar benar baru dibuka, tak ada penjaga yang menunggu untuk menagih biaya retribusi, jadi gratiisss. Perjalanan menuju pantai juga tak terlalu jauh. Kuparkirkan motorku dan aku pun cukup tersenyum dengan keberadaan pantai ini. Lumayanlah, pasir nya masih bersih, dan beberapa gazebo juga sudah tersedia. Namun untuk mandi aku ngerasa kurang sreg, karena bekas potongan kayu bakau masih nampak dipesisir lautnya, sehingga air agak kotor. Tapi bagi anak anak mereka tetap saja asyik bermain.

Gazebo yang sudah siap dibangun


Anak2 sedang mandi, tak perduli airnya kotor


Pasir di Bibir Pantainya cukup bersih,

Setelah cukup menjelajahi pantai ini, Aku melanjutkan perjalanan menuju cakang, Lagi lagi laju kendaraanku terhenti karena bertemu dengan plang Kampung Wisata Pantai Kalat Rempang. Jalan masuknya menanjak dan sudah tertata, tanpa fikir panjang aku pun masuk kesana, dan seorang penjaga sudah berdiri manis menagih uang masuk Rp 10.000 per orang udah sama motor. Dari kejauhan birunya air laut sudah kelihatan, aku pun kesenangan, yeee nemu pantai baru lagi ucapku dalam hati.

Plang Pantai Kalat Rempang
Jalan Masuk Pantai Kalat Rempang

Disisi kanan jalan terdapat kebun pisang, dan terdapat beberapa rumah warga, namun aku tidak perduli lah, aku sudah tak sabaran ingin melihat pasir dan garis pantainya. Terus berjalan sampailah aku diujung jalan dan melihat sebuah gazebo yang tak asing lagi bentuknya buatku. Haa! Kok seperti Pantai Melayu ya ini?? Kutelusuri lagi jalannya, mentok dan gak ada apa apanya. Laah..mana pantainya yah?? Mulai gondok. Memutar arah lagi, balik lagi ke arah jalan menuju area pantai melayu. Astagaaaaa apa benar ni pantai melayu dibagi 2 dan dibuat lagi nama baru??? Aahhh wajah yang tadi kesenangan berubah jadi kecewa namun geli hati juga.. Apa orang2 sini bersengketa lahan ya? sehingga buat nama pantai baru ??  Huuuu menghela nafas.

Untuk mengurangi rasa kecewa, aku pun duduk dibawah pohon, sembari melihat birunya air, melihat langit cerah..dan sesekali mata ini terpejam karena semilir angin yang begitu nyaman menyapa wajah. Hhha begitulah perjalanan..tak semua bisa indah sesuai harapan. Namun tetap bersyukur masih bisa melihat kecantikan laut. Pastinya ke Cakang Batal hari ini.. SUDAH GAK MOOD !!





Ngadem Disini sajalah sampai sore