Tuesday, 5 June 2018

Ketika Warga Rela Berdesak Desakan Demi Membeli Takjil dan Seafood di Tanjunguma Kota Batam

Tanjunguma merupakan kampung tua yang ada di kota Batam, warga tanjunguma berprofesi sebagai nelayan, sehingga tak heran jika tanjunguma menjadi pusat penghasil laut mulai dari ikan, sotong, kerang, kepiting dan seafood lainnya. Rumah rumah yang ada di tanjunguma pun masih khas dengan rumah yang terbuat dari kayu, dan dibangun ditepian laut.

Jika bulan ramadan, tanjunguma mendadak jadi kampung kuliner, berbagai macam masakan yang dijual, aneka kue tradisional pun berlimpah disepanjang jalan masuk perumahan tanjunguma. Soal seafood atau makanan laut jangan ditanya, dari ikan ikan segar dengan segala ukuran, sampai sotong, kerang, kepah, gonggong semua tersedia disana, aneka jenis minuman juga banyak.

Ikan Segar yang di Bakar di Kampung Ramadan Tanjunguma

Dari tahun ke tahun Saya ingin melihat langsung kampung kuliner tanjunguma ini, namun baru kesampaian setelah masuk ramadan ke 19. Kesan pertama Saya masuk ke kampung tua ini cukup takjub, dimana dari gerbang kampung tua, kita disambut dengan pemandangan laut yang cukup indah dengan berjejernya kapal kapal, bangungan disekitaran area Batam, bahkan gedung gedung dari negara Singapura pun terlihat apik berbaris rapi didepan mata.

Semakin masuk ke kampung tua tanjunguma ini, jalanan semakin sempit karena begitu padatnya rumah warga, ditambah dengan ramainya pengunjung yang datang untuk berburu kuliner untuk buka puasa. Tak ayal sepanjang jalan menjadi macet, dimana mobil, motor bahkan pejalan kaki pun berlomba lomba untuk cepat sampai ditujuan akhir tanjunguma ini yakni pusat kuliner seafoodnya.



Pengunjung Yang Rela Berdesak Desakan demi berburu kuliner seafood

Setelah memarkirkan motor didepan rumah warga, Saya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyusuri stand stand kuliner. Masyaallah begitu ramainya warga yang rela berdesak desakan demi membeli seafood segar di Tanjunguma ini. Awalnya Saya pun mencoba menerobos jalanan yang semakin sempit, namun karena asap pembakaran dari seafood membuat Saya jadi pusing dan mata Saya perih, akhirnya Saya memilih mundur perlahan dan mulai menjauhi area seafood.

Saya membeli beberapa jajanan tradisional saja, dan memilih untuk pulang, namun ketika mau mengambil motor sang juru parkir bertanya, kok Saya begitu cepat belanjanya, dan setelah Saya katakan Saya tak sanggup dengan ramainya  warga, si Abang berkata, terobos aja kak, yang macet cuma diarea seafood, setelah itu bakalan lapang jalanan itu ucapnya. Setelah Saya berfikir jauh jauh dari tanjunguncang masak nyerah gara2 tak kuat asap, akhirnya Saya kembali lagi mencoba menerobos area seafood bakar. 

Aneka Jajanan Tradisional

Lauk Pauk Yang Menggoda

Memang menggoda ikan ikan segar disini, wajar saja pengunjung rela berdesak desakan demi mendapatkan lauk pauk untuk berbuka puasa, namun tidak bagi Saya, lepas dari area seafood rasanya suatu kesenangan luar biasa karena Saya bisa berburu kuliner yang lain, dan ternyata Saya banyak menemukan lauk lauk sesuai selera Saya disini, ada prata, roti canai, sambal teri, rendang jengkol,roti jala, laksa kuah, es cendol, tekwan, pempek, nagasari, risoles, urap, aaahh senangnya walau cuma bisa beli beberapa aja yang saya sebutkan tadi :)  


Roti jala dan Laksa Kuah di kampung kuliner ramadan tanjunguma

Roti Prata 

Es Cendol Nyonya dari Tanjunguma

Yuk berburu kuliner di Tanjunguma lagi..





20 comments:

  1. Legend banget, tapi seumur-umur belum sempat kesana... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kukira aku aja yang telat berkunjung ketanjunguma saat ramadan...rupanya ada yang lebih telat eeeii

      Delete
  2. bisik-bisik tetangga saya, Tanjung Uma surganya ikan...
    berkali-kali ngajak pak suami kesana, tapi belum berhasil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibujuk bujuk lagi pak suami...semoga bisa berhasil dalam waktu dekat ini ya mbak :)

      Delete
  3. Gambar pertamanya sungguhlah membuat gagal fokus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling laris manis itulah gambar pertama han..:)

      Delete
  4. kemarin sempat ke sini di ajak temen, ceritanya cari takjil ehhh... pas liat rame banget dan desak-desakan akhirnya kami mundur, dan cari takjilnya di bagian depan aja.
    next kayaknya mesti lebih awal ke sini biar leluasa 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang mesti lebih awal...biar gak bejubel dengan pengunjung lainnya ka.. :)

      Delete
  5. ya ampun, ngiler kak! ngences air liur lihatnya. kwkwkwkw. keren ya Batam punya pasar Ramadhan kayak di Tanjung Uma gini. mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayuuk ngabuburit disini kita, cari takjil juga

      Delete
  6. Pasti keren jalan-jalan sambil lihat suasana lokasi wisata kuliner yang berdekatan dengan kapal-kapal ditambat ...
    Semoga aku kesampaian kesana ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin....kalo main ke batam info ya kak..mana tau bisa jalan bareng :)

      Delete
  7. Ini tempat yang otentik untuk melihat dan merasakan suasana Ramadan di Batam. Banyak juadah-juadah Melayu yang bermunculan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bang..disini banyak makanan yang jarang ditemukan saat hari biasa :)

      Delete
  8. wah seru banget ya.... apalagi jika takjilnya banyak pilihan.... desakan pun rela banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku gak rela desakan kak...makanya cari yang aman2 aja jualannya :)

      Delete
  9. Udah lama banget gak berburu takjil kesini.. Ikan bakarnya emang menggoda banget ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. IKan dan sotong jadi primadona tanjunguma mbak dee..berebut manusia membeli nya

      Delete
  10. meskipun berdesak-desakan tapi demi mendapatkan makanan enak gak apa-apa.. :D

    ReplyDelete
  11. Pas baca ini aku langsung tanya suamiku mba, dia beberapa tahun pernah kerja di Batam.. Dan ternyata pernah juga ke Tanjunguma.. Aku jadi ngiler sama aneka masakan seafood-nya, terutama sotong.. :D

    ReplyDelete