Friday, 5 May 2017

Berwisata Murah Di Kota Khatulistiwa Pontianak

Kota Pontianak merupakan ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, dikota yang memiliki cuaca yang cukup panas ini, kita tidak akan menemukan pantai yang berwarna biru, hijau tosca, dengan hamparan pasir putih yang lembut, tidak ada air terjun, bahkan tidak ada gunung yang bisa didaki. Namun kita akan menemukan beberapa wisata budaya yang bisa dikunjungi yang pastinya tetap bisa memberikan kesan yang sangat menyenangkan, dan beberapa tempat wisata ini bisa di jelajahi dalam waktu satu hari saja.


Tugu Khatulistiwa Pontianak

Setelah urusan saya selesai bersama keluarga, saya hanya memiliki sisa waktu 1 hari untuk bersantai di kota Pontianak. Nah pilihan saya kali ini ingin menjelajah wisata kota Pontianak dengan menggunakan sepeda motor, maklum saja saat ini mencari angkutan umum atau Oplet di pontianak sudah susah, karena rata rata masyarakat disini sudah memilih menggunakan kendaraan pribadinya.

Tempat wisata yang pertama saya kunjungi adalah :

1. TUGU KHATULISTIWA
Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu icon kota Pontianak. Hal yang selalu dinanti oleh masyarakat lokal dan wisatawan lainnya adalah saat  terjadinya kulminasi matahari  dimana matahari tepat berada di atas kepala, sehingga menghilangkan semua bayangan benda benda disekitaran. ketika terjadinya kulminasi, bayangan tugu khatulistiwa pun akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Peristiwa kulminasi ini terjadi dua kali dalam setahun yakni pada bulan maret dan september.

Jam operasional tugu khatulistiwa yakni setiap hari senin - jum'at dari pukul 07.30 -17.00 wib dan sabtu - minggu dari pukul 08.00-16.00wib. Memasuki area tugu, kita tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis, hanya saja kita di persilahkan mengisi buku tamu.


Monumen Tugu Khatulistiwa

Suasana Dalam Tugu Khatulistiwa

2. RUMAH BETANG

Setelah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, saya kembali ke pusat kota Pontianak, cukup memakan waktu perjalanan sekitar 45 menit mengendarai sepeda motor , saya sudah sampai di rumah Betang / rumah Panjang yang berada di jalan Sutoyo. 

Rumah Betang adalah rumah tradisional yang menjadi rumah adat dari Suku Dayak. Ciri khas bangunan rumah Betang adalah ukirannya, dan semua bahan bangunan rumah ini terbuat dari kayu ulin, mulai dari tiang peyangga, dinding, lantai, hingga tangganya.

Rumah Betang sering dijadikan tempat bermacam kegiatan, festival budaya, latihan menari,  dan acara adat suku dayak. Tak heran rumah Betang selalu ramai dikunjungi saat sore hari.

Rumah Betang Jl. Sutoyo Pontianak

Rumah Betang Jalan Sutoyo Pontianak

3. MASJID RAYA MUJAHIDIN

Sebelum makan siang, Saya menyempatkan diri untuk menunaikan sholat zuhur. Cukup mengendarai motor 4 menit dari rumah Betang, saya sudah sampai di sebuah masjid yang cukup megah, ya masjid Raya Mujahidin namanya , merupakan masjid terbesar di kota Pontianak.

Masjid Mujahidin Pontianak

Ruangan Masjid Mujahidin

4. RUMAH RADAKNG

Usai sholat dan menyantap makan siang, saya kembali melanjutkan perjalanan saya kerumah Radakng. Nah rumah Radakng ini terletak di jalan Sutan Syahrir kota baru Pontianak. Dari masjid Raya Mujahidin, hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Saya cukup terkesan melihat rumah panjang ini, begitu besar,  panjang dan tinggi, tak jauh beda dengan rumah Betang.  Dengan panjang bangunan 138meter dan lebar 5 meter serta tinggi 7 meter. rumah Radakng sering dijadikan tempat untuk mengadakan festival musik , budaya maupun gawai dayak.

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng Pontianak

5. TAMAN ALUN ALUN KAPUAS

Dari rumah Radakng menuju Taman Alun2 Kapuas saya hanya membutuhkan waktu 20 menit saja, Dan kali ini saya ingin berwisata sungai Kapuas dengan menaiki perahu Lancang Kuning. Cukup membayar Rp 15.000 saya sudah bisa bersantai diatas perahu. Hari ini saya beruntung, karena tidak perlu menunggu lama, penumpang perahu sudah penuh, artinya...pertualangan di sungai kapuas di mulai.

Betapa hilang rasa lelah ini, ketika saya kembali bisa menikmati pemandangan masyarakat yang masih mandi disungai dengan menggunakan kain kemban yang hanya dililitkan diatas dada,  anak2 yang berlari lari sambil meloncat dari jembatan langsung kesungai, aaahh jadi ingat, inilah diriku dimasa kecil, ternyata aktifitas puluhan tahun itu, masih ada sampai sekarang. Aku tersenyum dan lagi lagi tersenyum serta bergumam, semoga sampai kapanpun sungai Kapuas ini tetap menjadi kehidupan masyarakat di Pontianak. Senja mulai menunjukkan warnanya, perahu lancang kuning pun memutar arah kembali setelah sampai dibawah jembatan kapuas. Dan kemudian merapat di taman Alun Alun Kapuas.

Kapal Lancang Kuning di alun alun kapuas pontianak

Air Mancur di Alun alun kapuas pontianak

Jembatan Kapuas Pontianak

Sebenarnya masih ada Keraton/ Istana Kadariah dan masjid Jami' yang ingin saya kunjungi, Namun waktu tak memungkinkan. Perjalanan singkat ini benar benar tak terlupakan, rasa rindu akan suasana kota Pontianak terbayar dengan mengunjungi beberapa wisata yang ada, dan mencicipi beberapa kuliner. Berwisata kali ini tak perlu menguras isi dompet, kenyataannya duit didompet yang tinggal seratus ribu masih ada sisa dua puluh tiga ribu. Aku tersenyum kembali.. Aaaahh senangnya...:)













6 comments:

  1. Suatu saat musti kesini, pengen lihat sungai kapuas dan tugu katulistiwa

    ReplyDelete
  2. iya kak rin...mau kok aku ajak kak rina menjelajah kalbar... :)

    ReplyDelete
  3. Tempat wisata yang gratis aku suka banget.. pengin kesini suatu saat nanti. Salam kenal mbak

    ReplyDelete
  4. Rumah adat Betangnya panjang banget, kayaknya sama dengan Rumah Gadang di Padang, ada banyak keluarga yang tinggal di dalam 1 rumah gadang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini gak ada yang tinggal bang..cuma untuk kegiatan budaya saja,.. rumah asli sukudayak ada didaerah pedalaman, sekitar 3 -4 jam dari kota pontianak

      Delete