Sunday, 29 January 2017

Mengunjungi Vihara Seribu Patung Budha di Arah Kijang - Kepulauan Riau


1000 Patung di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Tahun baru imlek jatuh pada tanggal 28 Januari 2017, cuaca hari ini mendung, sesekali hujan pun turun membasahi jalan. Namun karena Vihara yang bernama Ksitigarbha Bodhisattva bisa dikunjungi saat imlek saja, Aku pun tak menunda nunda keinginanku lagi untuk berkunjung.

Aku memulai perjalanan dari Batam, Tepatnya dari pelabuhan RORO telaga punggur,  seperti biasa biaya untuk motor Rp 30.000 dan penumpang Rp 20.000, 1 jam perjalanan kapal RORO tiba di Tanjung Uban.

Tanjung Uban menuju Tanjung Pinang, aku membutuhkan waktu 1 jam 30 menit, dengan mengendarai motor kecepatan 80 km /jam . Dari arah simpang 3 batu 9 Tanjung Pinang , Lurus saja ke arah kijang, sampai melewati LANUD TNI Angkatan Udara, Paling sekitar 4 menit dengan mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan 40km/ perjam, Maka akan menemukan jalan Asia Afrika sebelah kanan. Jalan Asia Afrika ini sudah di aspal, dan masuk ke arah viharanya pun tidak begitu jauh. Paling sekitar 2 menitan.

Karena Vihara seribu patung ini letaknya diatas bukit, Maka kita harus olahraga dulu, berjalan keatas. Tapi jangan khawatir, ketika sudah masuk ke gerbang utamanya. Kamu akan di suguhi Gerbang dan Patung yang sangat besar. Yakin deh..capeknya akan hilang. :)


Gerbang di Vihara Seribu Patung
Patung yang ada di depan Vihara
Vihara seribu patung ini dibangun sekitar tahun 2010, dan sampai sekarang kondisinya masih bagus, kokoh dan bersih. Begitu berjalan lebih jauh mengelilingi vihara ini, Aku tiba tiba terbelalak ketika melihat deretan patung yang begitu banyaknya, Seperti orang dari kampung entah berantah, aku memperhatikan satu satu patung tersebut, Namun tidak menemukan wajah yang sama, Wuiihhh merinding sekaligus takjub dengan banyak nya patung patung ini, wajarlah akhirnya Vihara ini dikenal dengan nama Vihara seribu patung.

Koleksi Vihara Seribu Patung

Wajah patung Budha
Wajah2 Patung Budha

Koleksi Patung Seribu
Mungkin karena berbagai alasan, Vihara seribu patung ini di buka untuk umum hanya saat IMLEK, sekitar 10 hari saja, setelah itu di tutup kembali. Jadi bagi kamu yang ingin mengujungi Vihara seribu patung ini, jangan tunda tunda lagi deh, buruan datang, Jam bukanya dari pagi jam 7.00 sampai jam 6 sore. Untuk parkir juga gak ditentukan biayanya, seikhlasnya aja kata penjaga disana. Pengen merasa berada di Tiongkok ?? Ke Vihara 1000 patung ajah...

Patung Dewa 
Serasa Berada Di Tiongkok
Disetiap patung ada nama dan jalan ceritanya, namun sayang karena hanya ditulis dalam bahasa mandarin, aku sama sekali tidak mengerti.  Yang aku tau, dimanapun aku berkunjung, aku wajib menjaga kebersihan dan sikap ku, apalagi jika berkunjung di tempat ibadah.


Salam Melalak  dari Sarahjalan.com



















Rindu Menyaksikan Perayaan Imlek di Indonesia

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Tahun 2015

Sejak kecil saya tinggal di kota Pontianak, Dimana beberapa teman main ada yang berasal dari warga Tiong Hoa, Nah pada saat mereka merayakan imlek, Mereka selalu memberikan kami Kue Keranjang. ( Kue bulat yang berwarna kecoklatan dibungkus plastik )

Tahun 2001 saya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi, dimana semua staff disana adalah Tiong Hoa lagi. Saya beruntung dan senang mengenal mereka, Karena mereka pun tak mengabaikan keberadaan saya, Justru kami bisa kompak. Selain kami kompak di tempat kerja, Tak jarang jika ada acara besar mereka juga mengundang saya untuk datang kerumah mereka. 

Nah lagi lagi saat mau perayaan Imlek, Kami bersama sama menghias Kantor, Dengan lampion lampion kecil serta pernak pernik berwarna merah. Ternyata bukan hanya kantor kami saja, Namun sepanjang jalan di sekitaran kantor kami pun pemerintah setempat memasang lampion lampion, Sehingga jika malam menjelang, Kota pontianak begitu cantik dan meriah. 

Saat imlek berlangsung, Untuk pertama kalinya saya melihat atraksi barongsai yang datang kekantor kami. Mereka masuk ke tiap ruangan sembari meliuk liuk kan badan mereka, Pukulan gong dan tambur yang berirama, membuat Barongsai ini menjadi semakin aktif meliuk liukkan badannya setelah mereka keluar dari ruangan, Bos saya memberikan beberapa lembar angpau kepada mereka.

Tak hanya barongsai, Beberapa jam kemudian, Saya mendengar lebih keras lagi bunyi Gong dan Tambur yang di pukul, Dan ketika saya melihat keluar pintu, Waahh ada Naga yang panjang. Dimainkan oleh beberapa orang dan disertai musik yang menghentak. Penonton pun antusias berdiri di pinggir jalan melihat atraksi Naga . Inilah pertama kali saya melihat langsung kemeriahan perayaan Imlek di Kota Pontianak. 

Bos saya berkata, Sarah..coba lu dapatkan jenggot naga 1 lembar, Trus lu simpan di dompet, Kalo berhasil lu bisa " Heng " ( Heng disini artinya saya bisa beruntung ) itulah yang beliau katakan pada saya, dan saya pun jadi tertantang untuk mendapatkannya, Meski dalam hati tidak begitu paham maksud perkataannya. Setelah mendapatkan ijin dari beliau, Bahwa saya mau mencoba mendapatkan jenggot Naga,  Saya pun berlari lari mendekati Naga yang sedang meliuk liuk di mainkan oleh para pemuda. Tak mudah meraih jenggot Naga ini, Namun saya juga tidak menyerah, Peluh keringat juga saya nikmati, Karena ternyata saya larut dalam keseruan dalam atraksi Naga ini.

Aaahhh ternyata saya berhasil juga mendapatkan 1 jenggot naga ini, Dan saya berlari kembali ke kantor dan menunjukkannya pada Bos saya, Alhasil Dia tertawa, dan langsung mengeluarkan uang Rp 50.000 buat saya. Saya masih tidak paham tentang " Heng " nya jenggot Naga ini, yang jelas saya senang dapat bonus dadakan Rp 50.000. Angka ini cukup besar buat saya saat itu. ( Memori ini takkan terlupakan buat saya.) Sayang saat peristiwa ini saya masih menggunakan handphone Nokia seri 3315 sehingga belum bisa mengabadikannya.

Hari ke 15 perayaan Imlek, Atau lebih di kenal dengan Cap Go Meh, Ternyata jauh lebih meriah, Puluhan Barongsai dan Puluhan Naga serta Para Tatung turun ke jalan raya, Layaknya Carnaval, Ribuan penonton pun memadati jalan Gajahmada ini untuk menyaksikan aksi mereka. Sekujur tubuhku merinding saat melihat betapa hari ini Pontianak menjadi lautan manusia, yang ikut larut dalam kemeriahan Cap Go Meh. 

Para Tatung ini di arak oleh beberapa orang, Dimana wajahnya tertusuk puluhan jarum, Sementara kakinya berdiri diatas pedang, Dan anehnya tidak ada sedikit darah pun yang tumpah dari wajah atau kakinya. 

Itulah pertama  dan terakhir kali saya menyaksikan dan ikut larut dalam kemeriahan perayaan Imlek, Karena 2002 saya sudah pindah ke luar kota. Terkadang ingin sekali bisa pulang kampung saat perayaan Imlek ini dan menyaksikan lagi betapa meriahnya suasana Imlek di Pontianak dan di Singkawang, Namun sayang harga tiket pesawat selalu tinggi, dan membuat saya hanya bisa menghela nafas. Paling paling dikirimin foto dari teman yang masih tinggal di Pontianak dan Singkawang.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Foto : Sahabat Saya Jumadi
Tahun 2017 ini ada beberapa kota besar yang menggelar acara Festival Imlek Indonesia , Dan salah satunya adalah  Kota Palembang.  Dan kenapa saya sangat tertarik untuk menyaksikan Festival Imlek di Palembang ?

1. Kuliner di Kota Palembang
Empek Empek. Saya paling doyan dengan kuliner ini, Dan sudah saya simpan dalam pemikiran saya, jika saya berkesempatan ke Palembang menonton acara Festival Imlek ini, Saya juga akan berburu kuliner ini sepuasnya. dan yang kedua Saya ingin mencoba Nasi Samin. Penasaran banget dengan rasa kuliner yang satu ini.

2. Festival Budaya & Pawai Budaya
Acara ini pasti membuat saya suka, Karena ke anekaragaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang akan ditampilkan saat festival imlek berlangsung,  Apalagi jika ada atraksi Naga dan Barongsai, Saya betul betul merindukan atraksi seperti ini

3. Pulau Kemaro,
Pulau ini selalu mencuri perhatian saya dengan cerita legendanya, Dan sampai saat ini saya masih berharap saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Kemaro dan mendengar langsung legendanya.

4. Apapun yang saya lihat, rasa, dan dengarkan  selama Festival Imlek Indonesia 2017 berlangsung, saya sudah tak sabar untuk menuliskan nya di blog www.sarahjalan.com


Image result for e-flyer Festival Imlek Indonesia
Lomba Blog Festival Imlek Indonesia 2017




Monday, 23 January 2017

2nd Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017 Kembali digelar Di Nongsa Point Marina & Resort Batam

Peserta Nongsa Regatta 
"Guys...jangan lupa ya jam 8.30 WIB kalian sudah harus kumpul di Kepri Mall, karena mobil jemputan tiba jam segitu.  Dan bagi yang tidak ikut di mobil, kapal pertama jam 10.30 WIB ya." Itulah salah satu pesan dari salah seorang Blogger kece Danan Wahyu, saat mengingatkan kami untuk on time dalam menghadiri acara 2nd Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017.

Nongsa Regatta ini adalah sebuah perlombaan perahu layar yang di ikuti oleh peserta dari  berbagai negara di dunia. Dan Nongsa Regatta ini diadakan setiap tahun. Untuk kedua kalinya, Batam menjadi Tuan rumah dalam ajang lomba bergengsi ini yang diadakan di Nongsa Point Marina & Resort dari tanggal 20 Januari 2017- 22 Januari 2017.

Karena Saya tidak ikut mobil, maka Saya berangkat dari rumah  jam 9.00 WIB,  seperti biasanya jarak tempuh Tanjung Uncang - Nongsa adalah 1 jam, artinya Saya akan tiba jam 10.00 WIB, dan masih ada waktu 30 menit untuk bersantai sembari ngobrol ringan dengan teman-teman yang lain.

Setelah sampai di Nongsa Point Marina, ternyata kapal pertama yang akan membawa kami ke tengah laut  dimajukan menjadi jam 10.15 WIB, wah Saya dan Mbak Dian langsung buru-buru mencari teman yang lain, Dan saat itu kami berjumpa dengan Meri. Akhirnya kami bertiga segera menuju ke kapal, dan di sambut oleh Mbak Yossie. Beliau ini seorang Jr. Marcom Executive di Nongsa Point Marina

Menuju Jetty


Kapal Parkir di Jetty Nongsa Point
Saat perlombaan Nongsa Regatta 2016, Kapal yang membawa kami ke tengah laut berukuran kecil, Sehingga hanya bisa menampung 4 orang saja, Namun untuk kali ini kapal yang disediakan cukup besar, sehingga bisa membawa kami yang mewakili Blogger Kepri  berjumlah 10 orang, ditambah beberapa tamu dari pihak media.

Kapal untuk Membawa Tamu ke Tengah Laut
Ketika penumpang sudah hadir semua, Kapal pun perlahan berlayar ketengah laut, Langit masih membiru dengan cuaca yang mulai panas, awalnya saya memilih duduk di kabin bawah depan, Namun karena ombak mulai tinggi, Saya pindah naik ke kabin atas. Sekitar 10 Menit berlayar, Kami sudah melihat beberapa perahu layar sudah siap untuk unjuk kebolehan.

Saat perlombaan di mulai, Para pemburu foto tak menyia-nyiakan peristiwa ini, termasuk saya, Dengan kamera handphone yang seadanya saya berusaha mengambil gambar, ketika perahu layar berlalu pas didepan kapal yang kami naiki.

Peserta Keel Boat Berlaga di Nongsa Regatta 2017
Belum lama perlombaan berlangsung, Langit yang tadinya membiru perlahan berubah menjadi abu abu dan gelap,  dan rintik hujan pun turun. Namun lomba tetaplah lomba, Apapun kondisi cuacanya, Lomba harus tetap berlanjut. Ombak tinggi serta angin kencang menjadi senjata mereka untuk unjuk kebolehan.

Peserta Keel Boat Nongsa Regatta 2017

Peserta Keel Boat Nongsa Regatta 2017
2nd Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017 ini, di ikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura, New Zealand, Amerika dan Italia. Dan untuk sesi pertama kami di beri kesempatan untuk menyaksikan perlombaan Keelboat. Ada 9 kapal layar yang unjuk kebolehan di perairan laut Nongsa pada hari ketiga Nongsa Regatta kali ini.

Peserta Keel Boat Nongsa Regatta 2017

Peserta Keel Boat Nongsa Regatta 2017
Sekitar 1 jam berada ditengah laut, Kami kembali ke dermaga, dan melihat kembali perlombaan Dinghies dimana peserta nya dari para pelajar Sekolah Dasar ( SD ) untuk kategori Laser dan Sekolah Menengah Pertama (SMP ) untuk kategori Optimist. Ada hal yang membuat saya tertawa kecil ketika sebuah perahu tiba-tiba terbalik, Namun karena kegesitan pesertanya, akhirnya perahu tersebut bisa berlayar kembali. Anak anak ini memang luar biasa, Gaya mereka seolah olah sudah terbiasa mengendalikan perahu kecil ini. Dan ketika saya bertanya pada teman yang lain tentang kebolehan anak-anak tersebut, ternyata mereka memang sering berlatih di NPM dibawah binaan Riau Yacht Club Nongsa.


Pemburu Foto Siap2 Membidik


Lomba Dinghies Nongsa Regatta 2017



Lomba Dinghies Nongsa Regatta 2017
Setelah menyaksikan kedua perlombaan tersebut, Kami beristirahat sejenak. Cuaca masih saja mendung, Dan kami memilih duduk di pelataran NPM ngobrol bersama blogger, sembari menunggu perlombaan Radio Control Sail Boat di mulai.

Jam 14.30 WIB, perlombaan dimulai, namun peserta kali ini tidak perlu berbasah-basahan di tengah laut, Mereka cukup duduk di kursi yang telah disediakan hanya saja mereka di tuntut untuk ligat dalam memainkan remote control, agar perahu mereka bisa berlayar dengan cepat.

Blogger Kepri Narsis sebelum Perlombaan Sailboat di mulai




2nd Wonderful Indonesia Nongsa Regatta, Nongsa Point Marina & Resort Batam, Nongsa Point Marina,
Sailboat di Nongsa Regatta 2017
Peserta sedang Memainkan  Sailboat nya di Nongsa Regatta 2017
Rangkaian acara 2nd Wonderful Indonesia Nongsa Regatta 2017 ini, akan ditutup dengan pembagian hadiah dan makan malam bersama yang akan dihadiri oleh peserta perlombaan, Tamu VIP dari pemerintahan dan Presiden Direktur Nongsa Resort Mr. Mike Wiluan.

Adapun pemenang dari perlombaan Keelboat :

untuk IRC A :
1. Team Discover Sailing Asia Getaway Ichi
2. Team Quarterdeck
3. Team Waka Tere

Untuk IRC B :
1. Team Quarterdeck
2. Team Waka Tere
3. Team Shoon Fung Too

Pemenang dari Perlombaan Dinghies :

Kategori Optimist Putra :
1. Jerry
2. Aril
3. Rafa

Kategori Optimist Putri :
1.Dilla Safitri
2. Nurul Hidayah
3. Pricilla

Kategori Laser :
1. Andini Setya N
2. Revtio N
3. Suci Indah R

Pemenang dari perlombaan Radio Control Sailboat :
1. Seff Shepherd
2. Bart Ouwerling
3. Mark Biggs

Harapan Penyelenggara agar Event seperti ini dapat menarik perhatian baik dari lokal maupun mancanegara terhadap Wisata Bahari Kepulauan Riau khususnya Kota Batam.

Dukungan dari pemerintah juga sangat berperan dalam kesuksesan kegiatan ini. Khususnya dari Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, dan Dinas Pariwisata Kepulauan Riau. Agar setiap tahun perlombaan bertaraf international  ini bisa digelar dengan sukses.






Friday, 20 January 2017

Pantai Melur - Pantai Tua yang Masih Bertahan di Pulau Galang Barelang Batam

Setelah berwisata ke Kampung Bekas Pengungsi Warga Negara Vietnam yang ada di Pulau Galang setelah jembatan V Barelang, Sayang juga melewatkan beberapa pantai yang ada disekitarnya, Ada 4 pantai yang jaraknya berdekatan untuk di daerah Pulau Galang ini, diantaranya Pantai Mirota, Pantai Jabu, Pantai Melur dan Pantai Vio Vio Cantik.


Menjelang Sunset
Pilihan kami kali ini adalah ke Pantai Melur, Sudah lama juga aku gak pernah masuk ke pantai ini. Uang masuk kepantai Melur Rp 5.000 per orang tanpa adanya tiket. Setelah sampai di dekat pantai akan disambut kembali oleh penjaga parkir yang siap meminta Rp 5.000 lagi per motor tanpa tiket juga. (Agak bete dengan retribusi ini )

Ketika Jalan menuju pantai, Kita akan menemui rimbunan pohon yang besar besar, Ada sebuah kantin, Ada juga yang menyewakan pelampung untuk berenang. Cukup teduh suasana disini, Namun sayang kelakuan pengunjung yang jorok susah hilang. Sampah tetap saja dibuang sembarangan meski tempat sampah sudah  disediakan . ( Jengkel banget ).

Kantin di Pantai Melur

Hammockan saja sembari menunggu Sunset
Berjalan lagi menuju ke arah lautnya , Akan disambut pasir berwarna kekuningan, Untuk mandi disini cukup menyenangkan karena airnya bersih, Dan area pantainya cukup luas. Bersantai sembari menunggu sunset saya sarankan bisa disini juga, karena matahari pas berada di tengah tengah garis pantai. 


Pantai Melur

Pantai Melur

Menikmati Sunset

Akses kendaraan umum menuju Pantai Melur belum ada, Sehingga memang harus menggunakan kendaraan pribadi. 

Harapan saya, Pantai Melur lebih di kelola dan dijaga kebersihannya, Jika pengunjung punya jiwa penyampah, Setidaknya pengelola punya inisiatif sering2 memungut sampahnya. Jangan sampai tamu yang lain datang merasa jijik bersantai disini. Saya pribadi kebingungan saat mencari lokasi yang bersih dari sampah. Seingat saya Pantai Melur ini pantai yang ada dari tahun 1997 an. Karena saat saya ke sini  alangkah indah dan bersihnya Pantai Melur ini. Jadi di pertahankan lah kebersihannya.




Monday, 16 January 2017

Jelajah Ex Camp Vietnam di Pulau Galang Barelang Batam

Bulan tua isi dompet juga cekak, Namun tak membuat hati ini surut untuk menjelajah wisata di Batam. Pilihan kali ini pengen jelajah kampung ex vietnam yang berada setelah jembatan V barelang, Tepatnya di Pulau Galang. Maklum saja sudah cukup lama saya tidak mampir kesini, Kangen juga ama monyetnya. Nah Loh ???  Becanda kok, Pengen ajak adik aja jalan2 karena ia belum pernah kesini.

Setelah mempersiapkan bekal air minum dan kue kue yang cukup ( efek penghematan jajan diluar ), Kami pun berangkat. Dari Batu Aji kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Kampung Ex Vietnam. Cuaca yang amat panas dan begitu cerah, Membuat kami semangat mengendarai motor, Karena view yang kami lihat pun jadi indah. Berhenti di loket sebelum masuk kawasan nya dengan membayar biaya masuk Rp 5.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua. 

Spot Spot apa saja yang bisa di jelajahi di Ex Kampung Vietnam ?

1. Patung Dewi Kuan Im
Seperti nya Patung Dewi ini menjadi Icon sejarah Ex kampung Vietnam, Setiap orang yang datang pasti mengabadikan moment foto bersama disini, Karena letaknya di atas bukit, Sehingga berada disini kita bisa melihat view Pulau Galang .

Patung Dewi Kuan Im

View Depan Patung Dewi Kuan Im

Dupa Untuk Sembahyang Imlek

2. Wisata Religi di Ta On Duc Me Catholic Church

Area taman wisata ini sepertinya baru dibuka sehingga plang namanya pun belum di buat, Hanya saja kita sudah di ijinkan masuk untuk menjelajahi wisata ini.

Patung Bunda Maria

Kapal Yang Menceritakan Perjalanan Yesus

Kapal Yang Menceritakan Perjalanan Yesus

Gua Maria
Kapal2 diatas masih ada lagi beberapa yang hampir siap di buat, Sehingga tema dari cerita Yesus bisa berlanjut.


3. Penjara / Ruang Tahanan

Ruang Tahanan yang di gunakan untuk menahan para pengungsi yang melakukan tindakan kekerasan seperti pembunuhan, perkosaan, pencurian, dll

Ruang Tahanan di Lantai Bawah

Ruang Tahanan

Tahanan Pencuri Hati Abang :) 

4. Museum 

Disini terdapat beberapa foto para pengungsi, Lukisan dan barang barang sejarah dari peninggalan mereka.

Gerbang Masuk Museum


Taman Depan Museum

Sejarah Perahu Para Pengunsi
5. Kapal  Perahu dan Kebun Rusa

Ada 2  Kapal Kayu yang di letak di kawasan ini, Kapal yang di gunakan oleh para pengungsi untuk meninggalkan kampung nya negara Vietnam menuju Pulau Galang. Dan ada juga beberapa hewan rusa yang selalu menanti kedatangan para pengunjung untuk sekedar memberikan mereka makanan daun.

Kapal Ex Pengungsi dari Vietnam

Rusa yang ada di Pulau Galang
6. Tempat2 Ibadah 

Dikawasan ini saya  menemukan Gereja untuk Khatolik, dan Tempat sembahyang bagi agama Budha serta Vihara. 

Vihara

Gereja Khatolik

Patung Budha

Nah, Selain tempat2 diatas, Ternyata masih banyak lagi tempat bersejarah yang bisa di datangi, Seperti Barrack, Pemakaman, Taman Humanity, Sekolah, Rumah sakit dll.  3 Jam kami berada disana ternyata belum cukup untuk mendatangi semua spot tersebut.

Detik detik jam kepulangan, Kami di kejutkan oleh rombongan Monyet yang sedang menculik seluruh makanan dan minuman yang kami letak di atas motor. Alhasil mereka membawa kabur dan berpesta menikmatinya. Saat saya mencoba mendekati mereka, Ternyata mereka lebih garang, dan tetap kekeuh membawa makanan kami.. Teganya Kau Nyet...Sungguh teganya teganya teganya....hahahha


Monyet yang lagi Pesta Makan Roti
Selamat mengexplore kampung Ex warga Vietnam ya, Jangan letak barang berharga di motor, Karena Monyet di sini sungguh banyak dan liar. Jangan terlalu mendekati mereka juga jika ingin aman.

Untuk sekedar jajan makanan kecil dan minuman, Saya lihat sudah ada beberapa kedai yang berjualan.

Akses kendaraan umum yang menuju ke kampung Ex Vietnam belum ada, Jadi masih harus menggunakan kendaraan pribadi.

Narsis Sebelum Pulang