Tuesday, 7 June 2016

WISATA KEBUN TEH DAN PEMANDIAN BAHDAM SIDAMANIK SUMATERA UTARA MEDAN



Kebun Teh di Sidamanik

Bagi para wisatawan dari luar kota medan, mungkin masih asing mendengar nama Sidamanik. 
Sidamanik sendiri adalah sebuah kecamatan yang ada didesa sarimatondang, Sebuah desa yang bisa ditempuh kurang lebih 3 jam dari kota Medan, Namun dari Pematang Siantar mungkin bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan angkutan cary atau sepeda motor, dan jika dari Parapat bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.

Nah pada saat berlibur dari Danau Toba, saya dan teman ingin mencoba mengunjungi daerah sidamanik, karena kami pernah melihat dari media sosial hamparan kebun teh yang luas disana, secara saya belum pernah sekalipun melihat secara langsung seperti apa sih daun teh itu.maklum saja ya, dikota kelahiran saya pontianak, dan didaerah sekarang saya tinggal, kota batam tidak memiliki kebun teh...

Dari kota parapat, saya menaiki bus sejahtera, biayanya 15rb /per orang, kurang lebih 1 jam kami turun di simpang 3 sidamanik, depannya ada pom bensin. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan sejenis mobil carry, jalan raya sidamanik tidak besar, suasana pedesaan pun mulai terasa ketika hamparan sawah, kebun, terbentang dikiri dan kanan jalan. Sesekali aku melihat pengendara motor membawa seekor babi, waah jujur ya. Ini pertama kali saya melihat seekor babi berwarna agak pink, bulat buntal dan hhrrrggg cukup membuat saya tersenyum kecil,benar benar pengalaman pertama melihat hewan ini.

Selama dalam perjalanan, kami pun bertanya pada penumpang selain kebun teh wisata apa aja yang ada disidamanik, kami di beri tahu bahwa ada pemandian Bah Damanik ( bahdam )  dan ada air terjun bahbiak juga. Namun air terjun bah biak tidak bisa ditempuh dng kendaraan umum, mesti bawa kendaraan sendiri, karena jalan masuk ke area air terjun cukup jauh.  Namun jika ingin ke pemandian bahdam, kita bisa mencapainya dengan mudah, karena lokasinya tidak terlalu jauh masuk kedalam.

Niat kami turun dipemandian bahdam pun, kami utarakan ke pak supirnya, dan kami memang diturunkan di depan plang pemandian bahdam. Dengan membayar 8ribu perorang, kami mulai menelusuri jalan setapak menuju lokasi pemandian, melewati kebun jagung, dan rumah warga, sekitar 7 menit berjalan kami pun sampai di area pemandian.  Lokasinya masih benar benar asri, pepohonan yg ada membuat suasana begitu adem, apalagi air yang mengalir begitu jernih, membuat saya tak sabaran ingin mencuci muka. Benar saja, ketika saya membasuh wajah, subhanallah segarnya mata air disini. Dan saya minum sedikit airnya, mana tau bisa balik lagi ketempat ini kan..hahahah..

Plang Pemandian BAHDAM




Airnya bening banget



Pemandian Bah Damanik ini, Dahulunya merupakan tempat pemandian Raja Damanik, Namun sekarang, siapa saja bisa menikmati kesegaran mata air disini , baik untuk warga lokal maupun untuk pendatang dari luar kota seperti kami. 

Ketika teman saya memilih untuk mandi di kolam, saya ingin melakukan sholat zuhur, nah ketika niat saya mau sholat saya sampaikan ke abang yg jaga disana, beliau pun menyediakan tempat sholat untuk saya di rumah pohon, beliau kasi karpet dan beliau bersihkan areanya, alhamdulillah makasih bang.. usai sholat saya duduk didekat abang, eeh dekat kolam sembari melihat teman saya belajar berenang. Perut mulai keroncongan dan dikantin si abang hanya menjual mi...tak ada pilihan lain, memang mi goreng lah yang aku pesan. Ntah karena lapar atau enak, namun saya lahap menyantap mi goreng ini sampai piring nya bersih..heheheh

Sebenarnya belum puas bersantai di area pemandian Bahdam, namun kami ingin melanjutkan perjalanan melihat hamparan kebun teh, Kami keluar dengan berjalan kaki menuju jalan raya, sembari menunggu angkot yang tak lewat lewat dijalan, kami pun berjalan kaki saja, sembari bertanya tanya pada anak2 yang pulang sekolah, apa kebun teh masih jauh ? katanya gak lagi kak, jalan aja, namun ketika kami terus berjalan, saya bertemu dengan teman lama saya,  Haiiii begitu surprise saya ketika melihat nya, Alhamdulillah kami tetap saling mengingat, dan akhirnya kami dipinjami motornya,  Biar gak capek jalan kaki katanya..Subhanallah saya senang sekali. Bisa bertemu dengan nya, dan berkat nya juga kami bisa sampai dan melihat hamparan kebun teh ini, dan saya pun berlari lari kecil ditengah2 hamparan kebun..saya senang saya senang..







Hamparan Kebun Teh 




Jam 3 setelah mengembalikan motor teman, kami naik angkot lagi menuju pemantang siantar, dengan biaya yang sama Rp 8ribu/per orang, dilanjutkan naik bis sejahtera dengan biaya Rp 25 ribu/ per orang sampai di medan. 

14 comments:

  1. sangat asri mbak..ditambah udaranya juga dingin disana....

    ReplyDelete
  2. Banget...ayoo explore sidamanik...desa nya masih asri,sehingga nyaman utk dinikmati

    ReplyDelete
  3. Aku orang Sumut tapi belum pernah ke sini hahahahaa. Masukin bucket list deh. Hai Kak Sarah salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah semoga bisa sampai didaerah sidamanik ya kakak..saya aja masih ingin kesini lagi...
      salam kenal balik ya mbak satya :)

      Delete
  4. Mantab klo dari medan sampai sidamanik ongkosnya mahal gak yah..jadi pengen kasian awak terdampar di batam ne laut mulu yg di lihat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah... dari terminal amplas, biaya 25rb, turun disimpang 3 sidamanik..kemudian lanjutkan naik oplet 8rb...sampai lah tuh kekebun teh...

      Delete
  5. Mantab klo dari medan sampai sidamanik ongkosnya mahal gak yah..jadi pengen kasian awak terdampar di batam ne laut mulu yg di lihat..

    ReplyDelete
  6. Mantab klo dari medan sampai sidamanik ongkosnya mahal gak yah..jadi pengen kasian awak terdampar di batam ne laut mulu yg di lihat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekitar 45rb aja dah sampai di desa sidamanik

      Delete
  7. Suka banget sama yg namanya perkebunan teh, hijau, segar, pamandangan langka di jakarta yg penuh dgn gedung2 tinggi hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi jakarta kan punya monas..dan saya pengen kesana juga :)

      Delete
  8. Konten ini sangat menarik cocok buat referensi..

    Blogwalking ya di Media Informasi Online Kota Medan

    ReplyDelete