Sunday, 26 June 2016

Jalan2 Ke Pulau Sambu Kepulauan Riau Batam

Akhir pekan lagi, seusai beres beres rumah aku sandarkan badanku di sofa kecilku, sambil kulihat acara televisi. Mata memang memandang layar yang ada di depan mata, namun tidak fikiranku. Tempat tempat wisata mulai memenuhi otakku, kemana ya hari ini, tempat wisata apalagi yang belum aku datangi..Kutelusuri daerah barelang, sepertinya pantai pantai disana sudah aku kunjungi semua, ke nongsa? juga sudah aku datangi, Sekupang? pantai pantainya juga sudah aku datangi..Namun ada yang belum pernah aku datangi, Yakni Pulau sambu. Memangnya ada apa aja di Pulau Sambu yang sepi itu ?

Pemandangan dari atas pulau sambu

Yup Pulau sambu, pulau ini terletak diseberang batam, Untuk bisa kePulau sambu kudu naik pancung dipelabuhan sekupang. Ku telepon temanku untuk menemani aku kesana, sebenarnya ada beberapa orang yang aku hubungi, namun yang bersedia hanya 1 orang saja ikut denganku.  Secara kuceritakan kepada mereka bahwa Pulau sambu hanyalah Pulau kecil milik pertamina, dan katanya penduduknya sedikit, banyak rumah kosong disana ditinggal penghuninya, eeh ternyata mereka jadi takut dan menganggap jalan jalan ini menyeramkan hahahaha. Jam 11.00 kami pun sudah sampai dipelabuhan, Kami membeli tiket seharga Rp 15.000 per orang dan perjalanan hanya 15 menit, kami pun sudah sampai di pelabuhan Pulau  Sambu, Kami mulai melakukan perjalanan, dan saat berada di pos security kami pun meminta ijin untuk melihat lihat daerah pulau sambu, setelah mendapat ijin dan mendapat pesan dari Bapak security untuk menjauhi rumah rumah kosong, kami pun mulai menjelajahi satu persatu bangunan yang ada disana.

Menurut  sumber Wikipedia, Pulau ini sambu adalah sebuah pulau yang memasok minyak bumi terbesar loh, Pulau sambu sengaja dibangun sebagai terminal minyak  Pertamina pada tanggal 16 Agustus 1897 jauh sebelum kota batam berdiri. Selain sebagai terminal minyak Pertamina, Pulau Sambu juga merupakan kota Tua yang kini berusia hampir ratusan tahun. Kota bekas kecamatan di Kabupaten Kepulauan Riau ini, kini menjadi bagian dari wilayah administrasi pemerintah Kota Batam.


Jalanan Teduh karna dilindungi oleh Pepohonan




Kawasan tepi lautnya masih terawat dengan baik

Suasana Pulau Sambu sangat lengang, saat kami berkeliling hanya terlihat beberapa anak kecil saja yang bermain main, Tampak bangunan masjid nan cantik masih berdiri kokoh disana, dan deretan rumah rumah kayu yang terbengkalai tanpa penghuni, kami terus menelusuri lorong demi lorong yang ada di Pulau Sambu, memang sepi banget disini,

Satu Satunya Masjid yang ada di Pulau Sambu
Masjid Al Mujahirin

Terus berjalan sampai ke ujung jalan, nampak bangunan megah dari negeri singapura berjejer rapi, dan kami memilih duduk bersantai dibawah pohon kelapa, menikmati semilir angin dan mendengar deruan ombak yang memecah keheningan..Sesekali kami berselfi ria



Duduk2 santai
Sore mulai menjelang, kami pun segera beranjak pulang, namun ditengah perjalanan kami melihat banyak banget pohon mangga yang sedang berbuah dengan lebatnya. Lagi lagi kami tidak berani mengambilnya dikarenakan sang penghuni rumah sedang tidak ada. Namun ketika sudah hampir sampai di dekat pos satpam, kami melihat beberapa pekerja sedang memanen mangga, dan kami pun memberanikan diri untuk meminta... Bang...bagi donk mangganya ucapku santai,, Si Abang menjawab ambil aja dek..tunggu saja dibawah, dan ambil sesuka kalian...hahahah kami pun membawa pulang beberapa buah mangga dari pulau Sambu, tak lupa mengucapkan terimakasih dengan abang abang yang rela menggoncang goncang pohon mangga sehingga mangga nya pun berjatuhan dijalanan...





Pohon Mangganya begitu menggoda iman

Sikawan begitu tergoda dengan si Mangga

Goncang terus bang,,,,:)


Sampai di pelabuhan, cukup lama kami menunggu pancung tiba, namun akhirnya ada juga, Dan saat kami menaiki pancung tersebut, kami tidak langsung menuju batam, melainkan dibawa ke Belakang Padang. Nah karena cuaca masih cerah, kami duduk sebentar di pelabuhan, sembari menunggu ide apa yang akan dilakukan disini. Ide nya ternyata tak muncul, dikarenakan memang sebelumnya kami sudah pernah berkeliling ke Belakang Padang. Sudah lah, ayo kita kembali ke batam saja ajakku kepada temanku.
Sampai bertemu lagi ...

Foto Pemilik blog Iqbal rois www.jalankemangitu.com ketika berada dipulau sambu, dan dari tulisan Kak Iqbal inilah kaki ku mantap untuk menjelajah pulau sambu.
Siapa  sih yang tak tergoda ingin kepulau sambu, kalo view dibelakang cakep gitu ??

Thursday, 16 June 2016

Kampung Tua Teluk Mata Ikan dan Pantai Nongsa Batam

Bulan puasa bukan alasan bagiku bermalas malasan dirumah, setelah berbenah rumah dari depan sampai belakang, ku intip dari jendela, cuaca masih cerah, awan awan masih putih dan langit biru pun tak mau kalah menunjukkan warnanya.

Masih penasaran dengan pantai pantai yang ada disekitaran daerah Nongsa, dimana ketika aku kesana air laut selalu surut, sehingga laut tampak seperti padang pasir yang tandus. Namun siang ini, aku nekat untuk kenongsa lagi, mana tau kali ini rejeki lagi baik, melihat air laut yang sedang naik, diiringi langit yang cerah. Ah semoga saja fikirku.

Kulengkapi diriku dengan sarung tangan, kaos kaki dan jaket tak lupa kaca mata kudaku yang lebih besar dari pada mukaku..hehehhe, dan aku pun siap berangkat dengan motor kesayanganku ini. Belum berapa jauh berjalan, hujan rintik rintik mulai membasahi depan motorku, aaah kupandang langit, memang mulai mendung, namun didepan sana langit cerah masih nampak terlihat jelas, Aku tetap melaju bersama motorku, 

Jalanan minggu siang ini begitu lenggang, sehingga aku mengendarai kendaraan ku begitu lancar, dan tak sampai 1 jam aku sudah sampai di sebuah perkampungan yang bernama teluk mata ikan. Ini pertama kalinya aku masuk kekawasan ini, Sejujurnya aku sedang mencari alamat seorang teman lama yang katanya tinggal didaerah teluk mata ikan nongsa, tapi beberapa kali mutar mutar gak ketemu juga, dan sudah nanya sama penduduk disana pun , tak ada yang kenal, ya sudahlah aku menyerah, Ketika aku sampai diujung perkampungan ini kulihat banyak warga yang sedang menambang pasir, Aku pun menghentikan motorku dan memperhatikan mereka bekerja, ada rasa ingin memotret namun tiba tiba aku ragu, akhirnya gak jadi, Dan mungkin asing bagi mereka saat aku memperhatikan cara mereka bekerja, membuatku juga ada rasa takut,  Akhirnya aku kembali melanjutkan perjalananku.

Disisi kanan perkampungan kulihat ada sebuah pesisir pantai, dimana terdapat beberapa perahu nelayan yang sedang ditambatkan pada sebatang kayu. Aku pun memilih untuk beristirahat sebentar, sembari menikmati ketenangan laut disini.

Duduk sembari melihat Laut dari Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Gerbang Kampung Tua Teluk Mata Ikan

Satu jam berada dipesisir pantai Teluk mata ikan , Aku melanjutkan perjalananku ke Nongsa Pantai, Letaknya tidak begitu jauh, hanya 7 menit saja aku sudah sampai ketujuan. Nah disini memang pantai umum, dimana jika kita ingin ke Pulau Putri cukup nyebrang menggunakan Pancung yang memang sudah disediakan oleh pengelola. Namun aku tidak ingin menyebrang ke Pulau Putri, aku hanya ingin bersantai dan menikmati semilir angin, diatas hammock yang kugantung.

Siang ini  pengunjung cukup ramai, hilir mudik para remaja yang lalu lalang, bahkan ada yang begitu asyiknya berpanas panasan berendam dilaut, ada juga yang sekedar berjalan jalan ditepian pantai, yang paling senang ku lihat adalah gelak canda anak anak yang sedang bermain air. Mereka begitu senang dan tidak memperdulikan sengatan matahari yang cukup terik. Sementara aku ? Aku hanya berbaring manja di hammock. Oh ya, Disaat cuaca cerah, dari nongsa pantai ini kita bisa melihat bangunan dari negara Singapura loh. Dan tak jauh dari Nongsa pantai ini juga terdapat sebuah pelabuhan dengan tujuan Batam Singapura, jadi jangan heran kamu akan melihat lalu lalang kapal fery yang melintas.







Pulau Putri Didepan Mata



Anak2 yang sedang bermain air

Birunya laut Nongsa

View Nongsa Point Marina Resort

Nyantai2 aja,

Masih jam 3 sore, rasanya masih terlalu awal untuk pulang, sementara air yang tadinya surut mulai pasang, Aku pun semakin nyaman berada dipantai ini, sesekali hembusan angin membuat mataku terpejam, tenang banget rasanya,Namun mataku terbuka lagi, ketika suara suara orang yang lewat begitu berisik, perlahan mulai terpejam lagi, sampai sampai aku terbangun dengan suara azan yang berkumandang, Maklum saja  Nongsa pantai ini terletak di pemukiman warga, dan terdapat sebuah Masjid.

Di Area pantai banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman, terutama air kelapa,jadi jangan khawatir akan kelaparan disini, untuk toilet dan kamar mandi juga banyak disediakan.












Monday, 13 June 2016

Yuk Buka Puasa DI DMERLION HOTEL Batam


Hujan yang turun dari pagi, seolah olah tak ingin membuat langit membiru sampai sore hari, membuat badan terasa begitu dingin, ditambah perut yang belum terisi karena berpuasa. Bagi sebagian orang yang libur dihari sabtu, tidur merupakan pilihan yang tepat dibawah cuaca yang begitu dingin ini. Tak terkecuali dengan saya juga, rasa lapar dan kantuk sangat terasa meski dikantor saya tetap beraktifitas seperti biasa.

Pesan singkat melalui Whatssapp dari Pak Sonny Tan Account Manager DMerlion Hotel, pun terus saya ingat, bahwa sore ini saya dan beberapa teman dari blogger kepri diundang untuk menghadiri buka puasa bersama di DMerlion Hotel. Namun karena lokasi Hotel dan rumah saya begitu dekat, sehingga saya masih bisa bersantai dirumah setelah jam 4 pulang dari kantor.

Hujan sepertinya memang enggan untuk berhenti, Dan jam sudah menunjukkan pukul 17.30wib, dimana saya dan teman teman blogger telah ditunggu oleh staff dari Dmerlion. Saya pun mengeluarkan motor dari garasi dan tetap memakai jaket, agar baju yang pakai tidak begitu basah. 3menit saja dari rumah, saya pun sampai di Dmerlion, dan saya juga melihat Kak Danan, Teh Lina sasmita dan Mbak Dian juga baru sampai,

DMERLION HOTEL

Kami masuk secara bersamaan, dan benar saja kedatangan kami pun disambut ramah oleh Pak Sony dan staff yang lainnya, Mataku pun tertuju pada Seorang Blogger Kepri yang sudah datang terlebih dahulu Mas Bambang atau biasa disapa Mas Bams, Beliau begitu asik dengan vidoenya yang mengambil moment moment yang ada disekitar restoran, termasuk lah kehadiran kami pun tak luput dari videonya...serasa artis banget ya..heheheh

Seperti biasalah kalo blogger ya, masuk ke restoran yang telah disediakan bukannya cari tempat duduk, malah langsung mengeluarkan kamera dan masing masing sibuk dengan cekrek cekrek makanan yang tersedia disana, Tak terkecuali dengan saya, meskipun masih dengan menggunakan kamera Handphone saya pun begitu antusias memotret aneka makanan yang telah tersedia. Ada kurma pastinya, kue tradisional lupis, doko doko, aneka lauk Pindang patin, tahu goreng, Gepuk cabe ijo, gulai nangka, aneka kerupuk, soto bandung, soto mahakam,  Huuu sabar ya perut, meski sajian itu begitu menggoda, namun iman harus kuat :) 

Menu yang memanjakan Lidah

Aneka Ta'jil

Aneka Minuman

Setelah yakin semua difoto, barulah saya memilih tempat duduk, Hari ini mungkin sekitar 30 orang saja yang hadir, sehingga suasana begitu nyaman. Dengan ramah  Kak Rose Marketing DMerlion Hotel mempersilahkan kami untuk segera mengambil hidangan, karena jam berbuka sudah dekat, dan saya pun mulai mengambil makanan dan minuman, sedikit tapi hampir semua menu saya letakkan dimeja saya.

Mari makan :) 
Azan pun berkumandang, Saya membatalkan puasa dengan segelas ice kopyor dan kurma, Alhamdulillah nikmatnya, sebelum perut dipenuhi makanan, saya memilih untuk sholat terlebih dahulu, nah setelah sholat baru, semua di nikmati. Subhanallah enak nya makanan disini, apalagi Gepuk cabe ijo nya mantap, bumbunya terasa banget, pedasnya pas, dagingnya empuk, begitu juga dengan soto bandung nya. nyaris piring bersih tak tersisa, karena semua makanan yang saya ambil benar benar cocok dilidah.

Dmerlion hotel hanya memberikan harga Rp 75.000/ pack untuk berbagai macam menu buka puasa loh, apalagi beli 10 gratis 1 pack, saya pribadi merasa harga ini sesuai banget dengan rasa yang chef Bagus sediakan untuk pelanggan.Tunggu apalagi, ajak keluarga dan teman teman yuk berbuka puasa di DMerlion Hotel.


Menu buka puasa dari DMerlion Hotel

Atas Nama Blogger Kepri, Kami mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan


DMERLION HOTEL
Jl. Marina Komplek Pertokoan Merlion Square
Blok A3-B11 Batu AJi
Call : 0778-7412888
Reservation@dmerlionhotel.com

Tuesday, 7 June 2016

WISATA KEBUN TEH DAN PEMANDIAN BAHDAM SIDAMANIK SUMATERA UTARA MEDAN



Kebun Teh di Sidamanik

Bagi para wisatawan dari luar kota medan, mungkin masih asing mendengar nama Sidamanik. 
Sidamanik sendiri adalah sebuah kecamatan yang ada didesa sarimatondang, Sebuah desa yang bisa ditempuh kurang lebih 3 jam dari kota Medan, Namun dari Pematang Siantar mungkin bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan angkutan cary atau sepeda motor, dan jika dari Parapat bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.

Nah pada saat berlibur dari Danau Toba, saya dan teman ingin mencoba mengunjungi daerah sidamanik, karena kami pernah melihat dari media sosial hamparan kebun teh yang luas disana, secara saya belum pernah sekalipun melihat secara langsung seperti apa sih daun teh itu.maklum saja ya, dikota kelahiran saya pontianak, dan didaerah sekarang saya tinggal, kota batam tidak memiliki kebun teh...

Dari kota parapat, saya menaiki bus sejahtera, biayanya 15rb /per orang, kurang lebih 1 jam kami turun di simpang 3 sidamanik, depannya ada pom bensin. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan sejenis mobil carry, jalan raya sidamanik tidak besar, suasana pedesaan pun mulai terasa ketika hamparan sawah, kebun, terbentang dikiri dan kanan jalan. Sesekali aku melihat pengendara motor membawa seekor babi, waah jujur ya. Ini pertama kali saya melihat seekor babi berwarna agak pink, bulat buntal dan hhrrrggg cukup membuat saya tersenyum kecil,benar benar pengalaman pertama melihat hewan ini.

Selama dalam perjalanan, kami pun bertanya pada penumpang selain kebun teh wisata apa aja yang ada disidamanik, kami di beri tahu bahwa ada pemandian Bah Damanik ( bahdam )  dan ada air terjun bahbiak juga. Namun air terjun bah biak tidak bisa ditempuh dng kendaraan umum, mesti bawa kendaraan sendiri, karena jalan masuk ke area air terjun cukup jauh.  Namun jika ingin ke pemandian bahdam, kita bisa mencapainya dengan mudah, karena lokasinya tidak terlalu jauh masuk kedalam.

Niat kami turun dipemandian bahdam pun, kami utarakan ke pak supirnya, dan kami memang diturunkan di depan plang pemandian bahdam. Dengan membayar 8ribu perorang, kami mulai menelusuri jalan setapak menuju lokasi pemandian, melewati kebun jagung, dan rumah warga, sekitar 7 menit berjalan kami pun sampai di area pemandian.  Lokasinya masih benar benar asri, pepohonan yg ada membuat suasana begitu adem, apalagi air yang mengalir begitu jernih, membuat saya tak sabaran ingin mencuci muka. Benar saja, ketika saya membasuh wajah, subhanallah segarnya mata air disini. Dan saya minum sedikit airnya, mana tau bisa balik lagi ketempat ini kan..hahahah..

Plang Pemandian BAHDAM




Airnya bening banget



Pemandian Bah Damanik ini, Dahulunya merupakan tempat pemandian Raja Damanik, Namun sekarang, siapa saja bisa menikmati kesegaran mata air disini , baik untuk warga lokal maupun untuk pendatang dari luar kota seperti kami. 

Ketika teman saya memilih untuk mandi di kolam, saya ingin melakukan sholat zuhur, nah ketika niat saya mau sholat saya sampaikan ke abang yg jaga disana, beliau pun menyediakan tempat sholat untuk saya di rumah pohon, beliau kasi karpet dan beliau bersihkan areanya, alhamdulillah makasih bang.. usai sholat saya duduk didekat abang, eeh dekat kolam sembari melihat teman saya belajar berenang. Perut mulai keroncongan dan dikantin si abang hanya menjual mi...tak ada pilihan lain, memang mi goreng lah yang aku pesan. Ntah karena lapar atau enak, namun saya lahap menyantap mi goreng ini sampai piring nya bersih..heheheh

Sebenarnya belum puas bersantai di area pemandian Bahdam, namun kami ingin melanjutkan perjalanan melihat hamparan kebun teh, Kami keluar dengan berjalan kaki menuju jalan raya, sembari menunggu angkot yang tak lewat lewat dijalan, kami pun berjalan kaki saja, sembari bertanya tanya pada anak2 yang pulang sekolah, apa kebun teh masih jauh ? katanya gak lagi kak, jalan aja, namun ketika kami terus berjalan, saya bertemu dengan teman lama saya,  Haiiii begitu surprise saya ketika melihat nya, Alhamdulillah kami tetap saling mengingat, dan akhirnya kami dipinjami motornya,  Biar gak capek jalan kaki katanya..Subhanallah saya senang sekali. Bisa bertemu dengan nya, dan berkat nya juga kami bisa sampai dan melihat hamparan kebun teh ini, dan saya pun berlari lari kecil ditengah2 hamparan kebun..saya senang saya senang..







Hamparan Kebun Teh 




Jam 3 setelah mengembalikan motor teman, kami naik angkot lagi menuju pemantang siantar, dengan biaya yang sama Rp 8ribu/per orang, dilanjutkan naik bis sejahtera dengan biaya Rp 25 ribu/ per orang sampai di medan. 

Thursday, 2 June 2016

Opening Sky Bar Di Fame Hotel Batu Aji Kota Batam

Opening WOF SKY BAR

Sore sabtu 28 may 2016 sepulang kerja, saya mengistirahatkan sejenak badan dirumah sembari membaca status dan chat teman teman di dunia maya, ada senyum kecil yang menghiasi bibir saya saat itu, dimana lelucon mereka tak ada habis habisnya. Ya memang dunia maya kalau mau diikuti terus membuat kita lupa dengan waktu, makan, mandi, bahkan waktu tidur pun bisa terlewatkan saking asiknya membaca. Dan benar saja Azan maghrib pun berkumandang, artinya saya punya waktu 40menit lagi untuk menghadiri acara Opening Sky Bar.  Saya pun bergegas mandi, dan bersiap siap untuk menghadiri  acara tersebut.