Sudah bisa menikmati Laut yang indah, tak membuat ku lupa dengan kewajibanku sebagai Muslim,,yaaa gak fanatik banget sih, cuma disaat jalan2 kalo harus absen ibadah itu rasanya gimanaaa gitu..seperti ada yang kurang dalam hidupku ini.

Sore selepas menikmati keindahan Laut dikampung Colem, aku mampir kesebuah Masjid yang berdiri kokoh diatas bukit tak jauh dari batalyon infanteri, sebut saja namanya Masjid Al Barkah, Masjid ini diresmikan pada  tanggal 17 Juli 2014 oleh Kepala Staff Angkatan Laut Dr. Marsetio. Laksaman TNI.

Wajah yang begitu penat terkena sinar matahari dan angin laut berubah menjadi dingin, ketika cucuran air Wudhu mulai membasahi wajahku, Subhanallah begitu tenang kurasa wajah ini, dan bergegas kubasuh tangan kaki..dan siap melaksanakan sholat Ashar...Siap sholat aku dan temanku duduk santai diberanda depan.. Nikmat Tuhan Manakah yang Didustai, bisa diberi kesehatan, rejeki, dan menikmati udara segar sore ini...lagi lagi hanya bisa mengucap Alhamdulillah untuk hari ini yang berlalu dengan berbagai cerita dan kenangan lucu..

Narsis jugalah kakak sekejap ya...

Ruang Wudhu Wanita


Ruang Wudhu Pria


View dari Beranda Masjid



Si Adek tenang membaca buku kesayangannya

Saff untuk laki2

Saff Untuk Wanita dibatasi dengan Tirai

View Bukit yang terhampar didepan Mata


Minggu siang cuaca begitu panasnya, langit2 membiru dan gumpalan awan putih pun kian menebal. Sebagian orang mungkin memilih untuk beristirahat dirumah, Namun tidak denganku, Langit cerah sepertinya pertanda aku harus menjelajah keindahan Alam yang sudah disediakan Sang Pencipta untuk aku nikmati.

Melalui rekomendasi dari teman2 di Blogger Kepri, siang ini aku ingin menemukan Pantai cantik yang masih bersembunyi dari jejak manusia...alaahh gak mungkin juga jejak gozilla ya..yang berlokasi disekitaran jembatan 4 barelang sebelum pantai Melayu.  Berbekal info yang sangat minim kucoba mencari semampuku. Panas teriknya matahari benar2 tak menyusutkan niatku, untuk tetap mencari pantai tersebut, keluar masuk jalan2 kecil kulalui, sampai2 bertanya pada warga disekitar sana, tetap juga aku tak menemukan pantai tersebut. Bahkan yang lebih lucunya ketika aku bertanya tentang ujung jalan yang aku yakin inilah jalannya menuju pantai itu,,Ibu tersebut ngotot bahwa jalan kecil ini adalah jalan menuju kandang ayam bukan pantai...hahhaha...ngurut dada saya,,,seng sabar ya hati...sudah panas, pantai belum ketemu...dapat jawaban bikin gerah telinga pula...apalagi si kawan yang kubonceng dibelakang, ikut nyengir liat wajah ku yang tak karuan galaunya..

Begitulah perjalanan, tak selalu apa yang kita inginkan dapat hari itu juga,,Namun aku gak berputus asa, ketika aku melihat satu jalan tanah,  ada keluar masuk kendaraan mobil dan motor, aku dan temanku juga ingin melewatinya..jalan yang kurang bagus, bergelombang, sempat juga membuat teman ku ingin menyerah..namun tidak denganku..cukup aku konsentrasi dengan motorku, aku tenang melewati liku2 jalan tersebut, sehingga ujung jalan pun aku temukan, dan waw...pemandangan didepan mata cukup memukau 

Setelah memarkir motor, kamera pun beraksi untuk cekrek2 keindahan Laut disini.dan dari kejauhan kulihat beberapa orang yang sedang asik memancing, seolah tak menghiraukan lagi sengatan matahari yang memang sedang panas panasnya, Kami pun mulai mendekati mereka. dan sesaat kuberbincang dengan seorang bapak yang sedang menunggu tangkapannya..dari hasil bincang2 kami sesaat , aku tau bahwa daerah ini bernama Kampung Colem, (mudahan saya gak salah ejaan ya ), dan disini tempat favorit bagi para pemancing, karena selain view lautnya yang indah, kadang mereka juga banyak dapat hasil tangkapan..waaahh senang ya.. ketika aku tanya..gak panas pak..jemuran disini.... SiBapak menjawab dengan santai..dah biasa mbak...siang aja panas..kalo sore enak mbak disini...

Kekecewaan ku tak menemukan pantai yang tersembunyi, terganti dengan menemukan Kampung Colem ini, penduduknya tak banyak dan rumah mereka pun masih jauh dari tempat pemancingan ini, namun ketika berada diatas bukit...aku betah untuk bersantai disini, Sembari menunggu sore..kunikmati Ciptaan Mu.. Alhamdulillah... :) 

Kakak narsis aja ya dek..gak ikutan mancing

Ajib pemandangan dari atas bukitnya

Salah satu rumah warga Kampung Colem


view dari atas bukit

beberapa kapal yang sandar 



Hayo tebak.saya manjat apa ini ???




Cuaca adem kawan...sore2 gini paling enak duduk ditepi pantai, melihat laut sambil menikmati cemilan cepuluh...nah loh..... Hhhhaaaa kuhembuskan saja nafas panjangku sambil kupandangi kapal2 yang berjejer didepan..sempat terfikir olehku, apalah rasanya tinggal ditengah laut itu ya..berapa lama sanggup kubertahan jika aku harus berumahkan diatas kapal.. tapi sudahlah, setiap orang hanya berhak bermimpi hidup sesuai harapannya, namun tetap keadaan membuatnya harus memilih. bukankah begitu kawan ??

Yang jelas sore ini, aku ingin menghabiskan waktu ditepi pantai, dan kali ini pilihanku Pantai Dangas, pantai yang berada dikawasan sekupang bersebelahan dengan wisata Taman Habibie dan Tangga Seribu. Pantai Dangas memang tak seluas pantai2 yang ada di daerah Nongsa atau Barelang, namun suasana pantai disini cukup tenang. dan aku sangat nyaman menghabiskan sore disini, meski sunset yang kutunggu2 tak kunjung muncul.

Mari bermain air.. mari bersantai...

Ciri Khas Pantai Dangas 

Air Lautnya lumayan bersih

Main2 Air saja kita ya

Lokasi Pantai 1



Melihat Kapal Kapal yang Parkir ditengah Laut

Kakak Narsis dulu ya Dek,,

Suasana Masuk Pantai Dangas






Dahulu mendengar nama  Sumatera Selatan aku taunya  ya kota Palembang, Kota yang terkenal dengan kuliner khasnya Empek2 Kapal Selam yang tak diragukan lagi rasanya, dan Icon Jembatan Ampera  yang selalu ramai dikunjungi.

Namun siapa sangka,selain memiliki andalan kuliner yang enak, Sumatera Selatan ini ternyata banyak memiliki wisata alam yang tak kalah cantik dan aduhainya dengan pulau Jawa , Sebut saja wisata daerah Pagar Alam, dikarenakan untuk menuju kesini membutuhkan waktu tempuh sekitar 6-7 jam dari kota Palembang, membuat aku dan keluarga tak memiliki waktu lagi untuk meng explore wisata alam disini. Padahal jika mau ditelusuri Subhanallah indah sekali wisata alam disini.

3x mengunjungi kota Palembang, belum juga  membuatku kesampaian untuk meneruskan perjalanan Kedaerah Lahat dan Pagar Alam, ya karena alasan jauh, kenalan gak ada disana,  sehingga rencana mengunjungi daerah wisata lahat dan Pagar Alam selalu tertunda. Namun mimpi tetaplah mimpi, Keindahan Gunung Dempo yang seolah memanggil untuk mendatanginya lebih dekat,  Puluhan Air Terjun yang pastinya memberikan kesejukan dan akan membuat tubuh kedinginan karena percikan air nya , dan hamparan hijau dari Kebun Teh yang yang tak bisa lagi membuat ku berkata kata selain bisa mengagumi nya..membuat aku tak pernah lelah untuk bermimpi suatu saat kaki ini akan berhenti disana. Melihat secara langsung keindahan Alam Sumatera Selatan, karena selama ini aku hanya melihat nya dari internet, dan terpana membisu mendengar cerita teman teman yang sudah sampai kesana. Semoga Mimpi ku ini bisa terwujud tahun ini bersama Team Wonderful Sriwijaya menjelajahi Sumatera Selatan, Aamiin.

@wonderfulsriwijaya
@pesonasriwijaya
#wonderfulsriwijaya
#pesonasriwijaya









Menemukan Jajanan murah dan enak rasanya sesuatu yah,, begitulah yang aku alami saat pulang dari mantai disekupang, bingung mau makan apa, sampailah kami kedaerah Tiban, Depan Ruko Cipta Puri,  sebelum Pom Bensin lama jika kita dari arah sekupang ,kami melihat ada sebuah mobil yang diatasnya ada gerobak bakso dan mi ayam.. karena perut sudah tak bisa diajak kompromi, maka kami pun mencoba memesannya. Jika enak syukur, gak enak ya cukup sekali toh.

Tak pake lama pesanan mi ayam dan bakso kami datang, walaahhh ternyata hirupan kuah pertamanya saja sudah enak, dan akhirnya ludes dalam sekejap.. perut kenyang hati senang, kami pun pulang dengan membawa kesan yang memuaskan.

Mobil yang mangkal mulai dari jam 5 sore




Mi ayam

Bakso yang maknyussss






Antara lucu dan aneh ketika mendengar nama menu makanan yang disediakan di cafe ini, alhasil saat ingin memesan makanan pun bertanya tanya sendiri, ini apa ya ? ini bagaimana ya rasanya ?
Namun begitulah cara pedagang sekarang untuk menarik minat pembeli, bahkan dari nama cafe itu sendiri membuat kita ketawa sendiri..

Sebut saja Pondok Setan Galau, nah loh...setan aja bisa galau, gimana tuh ceritanya...hahaha.. cafe ini baru buka didekat perumahanku, terletak dijalan Marina city Ruko Laguna. Terdapat puluhan Menu yang bertajuk Setan, dari Nasi Goreng Setan, Mi Setan Galau, Bakso Setan Galau, daaaann masih banyak setan setan dan saudaranya setan deh disini..


Berbagai Macam Menu yang bertema Setan

Karena Cafe ini jaraknya gak jauh dari rumahku, maka tak heran aku sering kesini jika sedang lapar dan pengen makan yang super duper pedas.. karena Cafe ini memang memiliki ciri khas makanan super pedas, tinggal kita sesuaikan saja mau level yang kita inginkan..dan mungkin makna dari pemberian nama Setan ini ialah masakan yang pedas2 sehingga membuat orang kepedasan dan kepanasan saat menikmatinya.. Penasaran ?? cobain deh..

Nasi Goreng Buto Ijo..

Ayam bakar complete


Ayam Bakar Mutilasi 

Bakso Tuyul



Daftar Menu 






Setiap Tahun menjelang Hari Raya Keagamaan , Baik Hari Raya Idul Fitri, Tahun Baru, Maupun Imlek, Perusahaan tempat aku bekerja selalu mengadakan makan siang bersama seluruh karyawan.

Sang Direktur Mr. Darren Teo yang berkewarganegaraan Singapura ini adalah  seorang Pimpinan yang sangat baik dan begitu bijaksana. Saya sendiri merasa bersyukur sekali hampir 10 Tahun bekerja menjadi bawahannya, tak pernah sekalipun melihat Ia memarahi karyawannya secara langsung didepan orang ramai, karena Ia begitu bijak dan baik hati, saya pribadi sangat menghormatinya.

Mr. Darren beserta Staff yang cantik2 saat Acara Tahun Baru

Saat Pembagian Nastar dan Rumput Laut menyambut Imlek


Pembagian Jeruk utk dimakan Bersama


Perayaan Imlek Bagi2 Angpao dan kue raya

Untuk menyambut Hari Raya Keagamaan, tiap tahun juga kami sebagai karyawan selalu mendapatkan bingkisan berupa kue nastar, rumput laut, jeruk bahkan minuman kaleng, dan beberapa lembar Angpao, ( perut kenyang & hati senang )

Karena sering nya kantor mengadakan acara, maka pilihan rumah makan yang sudah cocok dengan selera kami, ialah Dapur Nyonya. Menu apapun yang kami pesan selalu menyisakan kesan PUAS dengan rasa masakan ini. Dari masakan Seafood, bahkan Es cendol dan Es buah yang jadi primadona Karyawan disini, tak pernah tersisa, bahkan acara belum selesai, menu tersebut sudah ludes... Antara doyan, enak dan mumpung Gratis, saya pun kurang tau.. :)  yang saya tau memang semua masakan dari Dapur Nyonya ENAK.


Ayam Goreng Cabe Ijo
Cumi Goreng Tepung

Rendang Daging

Sapi Lada Hitam
Ayam Goreng Bawah Putih

Bihun Goreng Seafood


Udang Sambal Asam Manis
Es Cendol

Es Buah


Bagi kalian yang mau mencoba masakan dari Dapur Nyonya, kalian bisa memesannya dibawah ini. dan bukan tidak mungkin kantor atau komunitas kalian juga seperti kantor dimana saya bekerja... jatuh hati pada masakan Dapur Nyonya.




Dapur Nyonya
Ny. Ellis Tjen
Hp : 0811 692 268
Bcs Mall lantai 3 Block c7 No.2D Baloi - Batam
Baba Stree Ground Floor D2 No.1-10 City Walk Nagoya- Batam
Emai : dapur.nyonya@gmail.com
















Masjid Cheng Ho tampak dari Samping
Ketika aku dan keluarga berlibur kepalembang, Aku mengajak keluarga disana untuk mengunjungi Masjid Cheng Ho, awalnya keluarga disana tidak tau dan tidak pernah mendengar nama masjid ini, namun saat ku kasi alamat dan foto2 nya, akhirnya kami semua mencari alamat masjid ini,

Awalnya kami berputar2 juga didaerah Jaka Baring, mencari cari dimana bangunan masjid ini berada, sesekali kami pun bertanya pada warga setempat, Akhirnya kami pun menemukan alamatnya, Memang lokasi nya masuk kedalam perumahan, Sehingga dari jalan raya utama tidak akan kelihatan.

Ketika dari Jauh sudah terlihat pagoda masjid yang berwarna merah, aku yakin banget bahwa inilah masjid yang kami cari. Alhamdulillah kami sampai disini.
Masjid ini cukup besar dan luas, memiliki 2 lantai, dan saat kami datang banyak sekali kulihat paras2 Tionghoa yang melakukan shalat disana. Aku maklum saja, karena menurut sejarahnya Laksamana Cheng Ho ini adalah seorang Tionghoa muslim, jadi wajar saja jika masjid ini juga banyak didatangi  oleh warga nya yang beragama islam..

Tak buang2 waktu kami pun langsung melaksanakan ibadah sholat zuhur disana...Alhamdulillah wisata religi kali ini terwujud.. Tenang nya hati ini ketika mengisi liburan dengan keluarga namun ibadah juga tetap dilaksanakan.


masjid Tampak dari Depan
Area Parkir yang cukup Luas


Saff untuk jamaah laki2

Saff untuk Jamaah perempuan



Ruang untuk bersantai sejenak