Thursday, 11 June 2015

Alternatif Penginapan di Dekat Bandara International Minangkabau -Padang

Ketika aku memutuskan untuk mengikuti Gathering Nasional dari sebuah komunitas Jalan jalan Indonesia, kepadang...aku sudah bertanya kepada beberapa teman, apakah di Bandara Minangkabau ini buka 24 jam..dan beberapa informasi yang kuterima. rata2 mengatakan bandara Minangkabau ini termasuk bandara internasional. pasti buka 24 jam kemungkinan bisa menginap disana., 

Semakin mantaplah keyakinanku bahwa sepulang dari gathering nasional aku bisa mengirit pengeluaran dengan menginap dibandara ini, secara schedule jalan jalan kami berakhir dimalam hari, dan pesawat yang kuambil keesokan harinya jam 7 pagi, sedangkan teman2 lain pada pulang malam itu juga dengan penerbangan terakhir jam 21.20wib tujuan jakarta . daripada aku harus mengeluarkan ratusan ribu untuk menginap beberapa jam dihotel dan membayar taxi, aku benar2 memilih ingin mengampar dikursi bandara atau setidaknya di mushola..

3hari sudah berlalu,  gathering kedaerah sumatera barat pun usai, sudah puas ketawa, sudah puas selfie selfian, namun belum puas menikmati indahnya Alam ciptaan Allah kami pun harus kembali kekota masing2...saat itu rombongan kami akan mengantarkan 4 orang peserta yang harus balik lebih awal dikarenakan pesawat mereka jam 18.00 wib, nah ketika dibandara aku ingin memastikan bahwa aku bisa menginap disana... dengan perasaan was was aku pun bertanya pada salah satu pekerja dibandara... sore pak...maaf saya ingin bertanya..apakah boleh saya menginap malam ini disini, karena pesawat saya besok pagi jam 7,saya takut kesiangan jika harus menginap dihotel, karena jarak hotel cukup jauh. paling dekat 30menit kalo jalanan lancar...

Oh maaf mbak..disini tidak diizinkan untuk bermalam....hhhhhaaaaaaa serasa sesak nafasku,,,dan seketika itu juga blank rasanya otak ini...jadi beneran gak bisa pak ? dengan tegas sibapak menjawab.. iya mbak...penerbangan terakhir hanya sampai jam 24.00 setelah itu bandara ditutup dan lanjut dibuka untuk penerbangan pagi...

Ya Allahku... bagaimana ini ??kemana lagi aku harus menginap ? dipadang aku tak kenal siapapun,,,mau nginap dihotel jauh dan tentunya bugdet ku harus keluar lebih banyak lagi...setelah mengantarkan ke 4 peserta kami melanjutkan perjalanan lagi ke jembatan siti nurbaya dan toko oleh2 chirstien hakim, nah selama perjalanan keluar bandara...aku pun memilih duduk disamping sopir dan melihat2 apakah ada penginapan yang lebih dekat dibandara...

Kurang lebih 2 Km, Mataku pun tertuju pada Plang bertuliskan Penginapan 24 jam...sontak aku langsung teriak...Naaahh itu ada penginapan...setelah acara ini selesai saya turun disini saja ya pak  ? celoteh ku pada pak sopir... namun pak sopir berkata... itu untuk penginapan Kendaraan bu,,,bukan buat tamu... Haaa ?? masak sih pak...ah bapak ini..jangan nakutin napa pak ??

Mau balik lagi melihat pasti tulisan plang itu rasanya tak mungkin, karena pak sopir masih harus melaksanakan tugas mengantar kami ketempat2 rekreasi dipadang... jadilah perjalanan terakhirku disore itu penuh rasa cemas...kemana ya malam ini aku harus tidur...dimana ya penginapan murah ??
dan ketika jajanan oleh2 sudah dibeli,jembatan siti nurbaya sdh dikunjungi, kami pun kembali lagi kebis..saat itu pukul 18.00 dan hujan mulai turun dengan derasnya..dan kami harus kembali kebandara.

Masya Allah...lagi lagi aku penuh ketakutan,,kemana aku harus menginap..sepanjang jalan aku tak bisa melihat tulisan yang menempel dibangunan karena air hujan membasahi kaca depan bis.. bis terus berjalan dan tibalah kami diperempatan menuju bandara...alhamdulillah hujan mulai mereda...dan kuminta pak sopir...pelan pelan ya pak..saya mau liat plang2 yang ada ditepi jalan.. mana tau ada penginapan disini..

Alhamdulillah lagi,,,, mataku mendapatkan yang kucari...aku berhasil membaca Tulisan Penginapan Diva Ikhlas...disini saja pak saya turun,,,mudahan masih ada kamar kosong...

Setelah bersalaman dengan teman2 lain, aku pun pamit...dan tak lupa pak sopir juga memberi nomornya..jika disitu penginapan full,.aku bisa dibantu pak sopir untuk dicarikan penginapan lain..
Daaaaaannnn alhamdulillah lagi aku masih dapat kamar terakhir...

Aku sudah tak perduli, pelayanan mereka yang seadanya saja...yang penting aku dapat tempat untuk mengistirahatkan badan dan otakku..dan pastinya jarak penginapan dan bandara hanya 7 menit pake motor,, dan penginapan ini aku harus membayar Rp 150.000 + biaya ojek kebandara Rp 15.000

Saat masuk kekamar...aku ingin menghela nafas panjang... ac rusak, kipas angin berdebu, tv model lama yang ntahlah masih bisa dipake atau tidak...belum lagi lantai yang berpasir..tempat tidur yang sprainya menguning..dan terakhir kulihat kamar mandinya...hanya ada satu kran...itu artinya... aku tidak bisa mengguyur badan ini dengan air hangat...handuk tak ada... hanya secuil sabun dan mineral water 2botol yang kutemukan.... 

Tapiii Alhamdulillah lagi...sekali lagi aku berucap..terimakasih ya Allah setidaknya aku dapat tempat berteduh...walau tidak nyaman bagiku dengan harga segitu..termasuk mahal. dan akupun bisa mengistirahatkan badanku dengan mengampar sejadah diatas selimut spring bednya...aku bisa mengecash hp, aku bisa menikmati fasilitas wifi , aku bisa mandi walaupun kedinginan..aku bisa ngobrol dengan teman2 yang masih dibandara...dan aku pun bisa terlelap sampai jam 5.30 pagi...
Alhamdulillah...




Bagi siapa saja yang benar2 menginginkan penginapan yang dekat dengan bandara, Diva Ikhlas pilihannya.. atau saya ada nemu satu lagi setelah diva ikhlas.. namanya Buana Lestari.. sekitar 300meter dari Diva, semoga bisa membantu.. :) :) 





by: Sarah